WEDA, Malutline — Sebuah pesan inspiratif datang dari Kasat Lantas Polres Halmahera Tengah, Maskun Abdulkish. Dalam refleksi singkatnya, ia mengajak seluruh jajaran dan masyarakat untuk menebarkan kebaikan tanpa menjatuhkan sesama.

“Jadilah terang tanpa memadamkan cahaya orang lain. Naiklah tinggi tanpa menjatuhkan orang lain, Dan jadilah baik tanpa memburukkan orang lain,” ujar Maskun Abdulkish penuh makna.

Pesan ini menggambarkan semangat kepemimpinan yang berintegritas dan rendah hati, sejalan dengan nilai-nilai Polri yang humanis. Ia menekankan bahwa keberhasilan sejati bukan tentang menjatuhkan, melainkan saling menguatkan.

Sikap positif ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh personel Polres Halmahera Tengah, khususnya jajaran Satuan Lalu Lintas, dalam menjalankan tugas melayani dan melindungi masyarakat dengan ketulusan dan keikhlasan. (Red)

Halsel, Malutline. Kepedulian Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan terhadap masyarakat terus diwujudkan. Kali ini, Dinas Sosial (Dinsos) Halsel menyalurkan bantuan bagi penyandang disabilitas di Desa Gane Luar, Kecamatan Gane Timur Selatan.

Penyaluran bantuan ini dilakukan langsung oleh Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba, usai membuka Turnamen Sepak Bola Bupati Cup IV di Lapangan Madihutu, Selasa (8/10/2025).

Kepala Dinsos Halsel, Hi. Fadjri Kambey, menjelaskan bahwa bantuan tersebut diberikan kepada sembilan warga penyandang disabilitas, berupa kursi roda, alat bantu dengar, dan tongkat ketiak.

“Penyerahan bantuan ini berdasarkan data yang sudah ditetapkan melalui SK Bupati,” jelas Fadjri.

Dari sembilan penerima, tiga orang menerima bantuan secara simbolis langsung dari Bupati, sementara enam lainnya diantarkan ke rumah masing-masing oleh tim Dinsos.

Fadjri juga menuturkan, masih ada dua desa di wilayah Gane yang belum tersentuh bantuan tahun ini, namun akan segera disalurkan dalam waktu dekat.

“Untuk tahun 2026, kami akan turun langsung melakukan pendataan agar lebih akurat dan tidak hanya bergantung pada laporan desa,” tambahnya.

Ia menyebutkan, pendataan tahun depan akan difokuskan di wilayah Pulau Makian dan Kayoa, sejalan dengan arah pembangunan sistem zonasi yang telah dicanangkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Halsel.

Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Halsel dalam memberikan perhatian bagi kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas, agar mereka juga dapat merasakan manfaat pembangunan secara merata. (Red)

LABUHA, Malutline.Semangat kebersamaan para alumni Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Halmahera Selatan kembali bergelora. Dalam waktu dekat, organisasi ini akan menggelar Musyawarah Ke-II Tahun 2025 sebagai ajang penting untuk menentukan arah kepengurusan baru.

Ketua Panitia, Usman, menjelaskan bahwa pembentukan panitia pelaksana disepakati melalui rapat dan silaturahmi para alumni serta pengurus IKA PMII Halsel di Warung Kopi Fatimah Cafe, Desa Tomori, Kecamatan Bacan, pada Jumat (10/10/2025).

“Dari hasil rapat, kami sepakat membentuk panitia Musyawarah Ke-II IKA PMII Halsel untuk menyiapkan seluruh agenda, termasuk pemilihan ketua dan penyusunan pengurus baru,” ujar Usman.

Sementara itu, Karateker Ketua IKA PMII Halsel, Ady Hi. Adam, menegaskan bahwa musyawarah kali ini bukan sekadar pergantian kepengurusan, tetapi juga momentum memperkuat tali silaturahmi dan semangat kekeluargaan antaralumni.

“Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh alumni untuk mendaftarkan diri sebagai calon Ketua IKA PMII Halsel. Pendaftaran bisa dilakukan langsung di Sekretariat Panitia di Penginapan Buana Seki, Desa Tomori,” jelas Ady.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua GP Ansor Halsel itu berharap seluruh alumni bisa berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan ini.

“Musyawarah ini menjadi ruang konsolidasi dan refleksi bersama untuk memperkuat peran alumni PMII di tengah masyarakat. Kami mengajak semua alumni hadir dan berpartisipasi,” tambahnya penuh semangat.

Dengan semangat persaudaraan yang kental, Musyawarah Ke-II IKA PMII Halsel 2025 diharapkan melahirkan pemimpin baru yang visioner dan mampu membawa organisasi alumni ini semakin solid, progresif, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah. (Red)

LABUHA, Malutline -10 Oktober 2025 Warga Desa Orimakurunga, Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, berharap Pemerintah Daerah dan DPRD Halsel dapat menuntaskan pembangunan Break Water (pemecah ombak) yang menjadi peninggalan program Usman–Bassam pada periode sebelumnya.

Break Water tersebut merupakan proyek strategis penahan abrasi pantai yang sangat dibutuhkan masyarakat pesisir. Proyek ini sudah mulai dibangun dua tahun lalu dengan nilai anggaran sekitar Rp7 miliar, namun belum sepenuhnya rampung.

Janji Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, saat melakukan kampanye di Desa Orimakurunga beberapa waktu lalu, telah menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan Break Water tersebut.

“Dua tahun kemarin sudah dibangun, tapi belum tuntas. Insyah Allah akan kita lanjutkan kembali agar selesai dan bermanfaat bagi masyarakat Orimakurunga,” ujar Bassam Kasuba di hadapan warga dan keluarga besar almarhum Usman Sidik.

Bassam menyampaikan, pembangunan Break Water itu merupakan bagian dari program percepatan pembangunan daerah pesisir yang sudah dimulai sejak dirinya masih menjabat sebagai Wakil Bupati mendampingi almarhum Usman Sidik.

“Itu program Usman–Bassam. Jadi yang berhak melanjutkan adalah saya. Kami tidak berhenti, justru kami teruskan semua warisan pembangunan itu,” tegas Bassam.

Komitmen Melanjutkan Program Usman–Bassam, Bassam juga menepis isu yang menyebut dirinya tidak melanjutkan program pembangunan peninggalan almarhum Usman Sidik. Ia mencontohkan sejumlah proyek besar yang masih berjalan hingga kini, seperti penataan wajah ibu kota Labuha (Proyek Multiyears), pembangunan Rumah Sakit Pratama Makian, serta jalan lingkar Pulau Makian.

“Semua program itu masih jalan dan akan tuntas Desember 2024. Jangan percaya isu liar. Kami tetap berkomitmen melanjutkan program Usman–Bassam,” tandas Bassam yang kini juga menjabat Ketua DPD PKS Halmahera Selatan.

Sementara itu, masyarakat Desa Orimakurunga melalui Kahar Hi. Noh menyampaikan harapan agar pemerintah daerah dapat memprioritaskan penyelesaian Break Water yang sangat dibutuhkan warga pesisir.

“Kami sangat berharap Bupati Bassam Kasuba dan DPRD Halsel dapat membantu menyelesaikan pembangunan Break Water di Orimakurunga. Ombak di musim angin kencang sering mengancam rumah warga di tepi pantai,” ungkap Kahar kepada wartawan, Jumat (10/10/2025).

Menurutnya, program tersebut menjadi kebutuhan mendesak karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan warga di wilayah pesisir.

Setelah pelantikan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba – Helmi Umar Muksin, pemerintah daerah telah menetapkan sistem pembangunan berbasis agromaritim zonasi Makean–Kayoa dalam RPJMD Tahun 2026.

Dalam skema tersebut, Kecamatan Kayoa Selatan termasuk Desa Orimakurunga masuk zona prioritas pembangunan infrastruktur pesisir dengan kebijakan itu, warga Orimakurunga optimistis proyek Break Water peninggalan Usman–Bassam akan kembali dilanjutkan hingga tuntas.

“Kami percaya Bupati Bassam akan memenuhi janji dan perhatian beliau terhadap masyarakat Orimakurunga. Ini bukan hanya soal pembangunan, tapi soal keselamatan warga pesisir,” tutur Kahar.

Masyarakat Desa Orimakurunga menaruh harapan besar agar sinergi antara Pemerintah Daerah dan DPRD Halmahera Selatan dapat mempercepat realisasi proyek-proyek strategis yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.

Penyelesaian Break Water diharapkan menjadi bukti nyata keberlanjutan program Usman–Bassam, serta simbol komitmen pemerintah terhadap pembangunan daerah berbasis agromaritim di Halmahera Selatan yang di jalankan Bupati dan wakil Bupati Halsel Hasan Ali Bassam kasuba dan Helmi Umar Muksin (Red)

HALSEL, Malutline — Empat kepala desa di wilayah Kecamatan Kayoa dan Kayoa Selatan diduga menentang instruksi Bupati Halmahera Selatan karena tidak berpartisipasi dalam turnamen bergengsi tahunan Bupati Cup. Keempatnya adalah Kepala Desa Buli, Mardan Hi. Dano; Kepala Desa Kida, Rahman Marasabessy; Kepala Desa Dorolamo, Jamiluddin A. Karim; serta Kepala Desa Orimakurunga, Rusdi Hi. Sidik.

Padahal, kegiatan Bupati Cup merupakan ajang olahraga tahunan yang rutin digelar Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan untuk mempererat silaturahmi antarwarga dan menumbuhkan semangat kepemudaan di seluruh desa.

Ketua Panitia Bupati Cup, Muhdar Alhaddad, mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap para kepala desa tersebut yang tidak mengindahkan instruksi langsung Bupati agar seluruh desa wajib mengirim tim sepak bola sebagai bentuk partisipasi.

“Empat desa ini sudah jelas memiliki anggaran pembinaan kepemudaan dalam dana desa tahun berjalan. Tidak ada alasan administrasi atau keuangan untuk tidak ikut serta. Ini murni soal kemauan dan sikap,” tegas Muhdar.

Ia menjelaskan, kegiatan Bupati Cup bukan sekadar turnamen sepak bola, tetapi juga wadah pembinaan pemuda dan simbol kebersamaan masyarakat desa.

“Pemerintah daerah sudah membuka ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat dan menjalin persaudaraan, tapi sayangnya masih ada kepala desa yang bersikap apatis. Ini bentuk pembangkangan terhadap arahan pimpinan daerah,” ujar Muhdar melalui keterangan di media sosialnya.

Sejumlah tokoh masyarakat di Kayoa menilai tindakan empat kepala desa itu menunjukkan kurangnya dukungan terhadap visi pembangunan daerah yang dicanangkan Bupati. Mereka menilai Bupati harus bertindak tegas terhadap aparatur desa yang tidak taat instruksi.

“Kalau arahan Bupati saja diabaikan, bagaimana mereka bisa menjadi teladan bagi warganya? Kami minta Bupati segera memberikan sanksi tegas agar kejadian seperti ini tidak terulang,” kata seorang tokoh pemuda setempat.

Sikap tegas Bupati dinilai penting demi menjaga wibawa pemerintah daerah serta memastikan seluruh desa benar-benar ikut mendukung program pembangunan, terutama dalam bidang olahraga dan pembinaan generasi muda.(Red)