LABUHA, Malutline — Aksi tidak terpuji terjadi di lingkungan aparat penegak hukum. Seorang oknum sekuriti DPRD Halmahera Selatan (Halsel) bernama Takdir Abdulah diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang warga, Abd. Azis Lasaibu alias Randu, di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Halsel, Sabtu (11/10/2025) sekitar pukul 13.00 WIT.

Insiden ini terjadi saat korban mendampingi mertuanya, Taslim Kader, dalam proses mediasi perjanjian kerja jual beli papan dan balok antara dirinya dengan pelaku di ruang SPKT. Dalam pertemuan yang dimediasi oleh petugas piket SPKT, kedua belah pihak diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat terkait persoalan tersebut.

Namun suasana mediasi berubah tegang ketika korban menyampaikan tanggapan terkait perbedaan pendapat mengenai jenis kayu yang disebut pelaku tidak sesuai pesanan.

“Saya hanya bertanya, kalau kayu yang kami siapkan dianggap bengkok, kenapa tidak beli saja di pangkalan lain? Kan banyak tempat di Labuha,” ujar Abd. Azis saat dikonfirmasi Malutline.

Pernyataan itu diduga membuat pelaku tersulut emosi. Tanpa diduga, Takdir Abdulah langsung melayangkan pukulan ke wajah korban di depan petugas SPKT yang bertugas sebagai mediator. Akibat pemukulan itu, korban mengalami memar di bagian pipi dan mata sebelah kiri.

Tindakan pelaku dianggap tidak beretika dan arogan, apalagi dilakukan di hadapan aparat penegak hukum dan di dalam lingkungan kantor polisi.

Ironisnya, usai kejadian, korban mengaku mendapat intimidasi dari salah satu anggota Polres Halsel, berinisial Adi, yang disebut-sebut merupakan teman dekat pelaku. Oknum tersebut diduga membela pelaku dan menggertak korban dengan nada keras, hingga suara bentakan terdengar hingga ke luar ruang SPKT.

“Saya merasa tertekan dan tidak nyaman. Harusnya polisi melindungi, bukan malah ikut menekan warga yang menjadi korban,” tegas Abd. Azis.

Atas kejadian ini, korban telah melaporkan peristiwa penganiayaan tersebut ke pihak berwenang dan meminta agar kasus ini diproses secara hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Masyarakat berharap Kapolres Halmahera Selatan dapat menindak tegas setiap bentuk pelanggaran dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oknum di lingkungan kepolisian, agar kepercayaan publik terhadap institusi Polri tetap terjaga. (Red)

LABUHA, Malutline — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh pelajar asal Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Nur S.yifah Al Haddad, siswi asal Desa Ngokomalako, Kecamatan Kayoa Utara, berhasil lolos sebagai delegasi Indonesia dalam ajang internasional Japan Intercultural Exchange and Summit (JIES) 2025 yang akan digelar di Jepang pada 17–21 November 2025.

Nur Syifah, yang saat ini menempuh pendidikan di SMA IT Nurul Hasan Ternate, menjadi salah satu pelajar terpilih dari Indonesia Timur untuk mengikuti program bergengsi yang diselenggarakan oleh Garuda Nusa Youth Development Center Foundation, lembaga pendidikan dan kepemudaan resmi yang terdaftar di Kemenkumham RI.

Berdasarkan Letter of Acceptance (LoA) Nomor 001/I/LOA-JIES/X/2025 tertanggal 10 Oktober 2025, Nur Syifah ditetapkan sebagai delegasi Indonesia dalam kategori Innovation & Invention Competition on Sustainable Development Goals (SDGs) serta International Volunteer and Intercultural Exchange Program.

Melalui kegiatan ini, Nur Syifah akan berpartisipasi dalam sejumlah program internasional seperti Leadership Sharing bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Tokyo, Campus Tour di The University of Tokyo, program volunteering di Sekolah Republik Indonesia Tokyo, SDGs Conference, hingga aksi sosial dan donasi pembangunan masjid di Matsudo, Chiba, Jepang.

“Saya sangat bersyukur dan bangga bisa lolos menjadi delegasi Indonesia. Ini kesempatan besar untuk belajar tentang kepemimpinan, inovasi, dan budaya global. Saya ingin membawa nama baik sekolah dan daerah, khususnya Halmahera Selatan,” ujar Nur Syifah penuh semangat saat dihubungi Malutline, Jumat (11/10/2025).

Namun, di balik prestasi tersebut, Nur Syifah menghadapi kendala pendanaan. Untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan di Jepang, ia membutuhkan biaya sebesar Rp 18.500.000,-. Dana tersebut mencakup akomodasi, transportasi, konsumsi, asuransi, serta kontribusi kegiatan internasional selama di Jepang.

Karena itu, siswi kelahiran Ngokomalako, 20 Mei 2010 ini sangat berharap adanya dukungan moril dan finansial dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, terutama Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muksin, agar ia dapat membawa nama baik Halsel di kancah dunia.

“Saya ingin membuktikan bahwa anak dari pelosok desa seperti saya juga bisa berprestasi di tingkat internasional. Semoga Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan bisa membantu saya mewujudkan mimpi ini,” harap Nur Syifah.

Sementara itu, Founder Garuda Nusa Foundation, Anton Agus Setiawan, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Nur Syifah sebagai perwakilan Maluku Utara. (Red)

TERNATE, Malutline — Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Maluku Utara. Salah satu siswi berprestasi dari SMA Negeri 3 Kota Ternate, Maya Dira Suriandi, berhasil lolos sebagai delegasi Indonesia dalam ajang bergengsi Japan Intercultural Exchange and Summit (JIES) 2025 yang akan digelar di Jepang pada 17–21 November 2025.

Program internasional ini akan berlangsung di Tokyo, Chiba, Saitama, Ibaraki, dan Yamanashi (Mt. Fuji) dan diselenggarakan oleh Garuda Nusa Youth Development Center Foundation, lembaga kepemudaan yang telah memiliki legalitas resmi dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Dalam Letter of Acceptance (LoA) bernomor 001/I/LOA-JIES/X/2025, Maya dinyatakan lolos sebagai delegasi pada kategori Innovation & Invention Competition on Sustainable Development Goals (SDGs) sekaligus peserta International Volunteer and Intercultural Exchange Program.

Melalui kesempatan tersebut, Maya akan mengikuti berbagai kegiatan edukatif dan sosial, seperti volunteering di Sekolah Republik Indonesia Tokyo, leadership sharing bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Tokyo, kunjungan kampus ke The University of Tokyo, serta aksi sosial dan donasi pembangunan masjid di Chiba, Jepang.

Selain itu, para peserta juga akan terlibat dalam SDGs Conference, entrepreneurship session, dan Mount Fuji tour yang dikemas sebagai bagian dari edukasi lintas budaya.

“Ini kesempatan langka untuk belajar langsung tentang kepemimpinan, inovasi, dan budaya global. Saya ingin membawa nama baik sekolah dan daerah, khususnya Maluku Utara,” ujar Maya penuh semangat.

Untuk mewujudkan keberangkatannya, Maya kini tengah berupaya mencari dukungan dan bantuan pendanaan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Total biaya yang dibutuhkan untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sebesar Rp 12.900.000,-, mencakup akomodasi, transportasi lokal di Jepang, konsumsi, asuransi, serta kontribusi kegiatan internasional.

Maya berharap, dengan dukungan moril dan materil dari pemerintah serta masyarakat Maluku Utara, dirinya dapat tampil maksimal dan membawa nama baik daerah di kancah internasional.

“Saya ingin membuktikan bahwa pelajar dari Maluku Utara juga mampu bersaing dan berprestasi di level dunia,” tambahnya.

Sementara itu, Founder Garuda Nusa Foundation, Anton Agus Setiawan, M.Pd., mengatakan bahwa program JIES 2025 dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan dan kreativitas generasi muda dalam konteks global.

“Kami bangga ada delegasi dari Ternate. Ini bukti bahwa anak-anak dari Indonesia Timur punya potensi luar biasa untuk berkontribusi di forum internasional,” ujarnya.

Program Japan Intercultural Exchange and Summit (JIES) 2025 menjadi wadah bagi pelajar dari berbagai negara untuk berkolaborasi, berinovasi, dan berdialog tentang keberlanjutan dunia melalui semangat Sustainable Development Goals (SDGs). (Red)

TERNATE, Malutline — Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Kota Ternate. Salah satu siswi SMA Negeri 3 Kota Ternate, Maya Dira Suriandi, berhasil lolos sebagai delegasi Indonesia dalam ajang bergengsi Japan Intercultural Exchange and Summit (JIES) 2025 yang akan digelar di Jepang pada 17–21 November 2025.

Meski berasal dari Desa Ngokomalako, Kecamatan Kayoa Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Maya saat ini menempuh pendidikan di Kota Ternate. Ia menjadi satu-satunya pelajar asal Maluku Utara yang terpilih mewakili Indonesia di forum internasional tersebut.

Kegiatan JIES 2025 akan berlangsung di Tokyo, Chiba, Saitama, Ibaraki, dan Yamanashi (Mt. Fuji). Program ini diselenggarakan oleh Garuda Nusa Youth Development Center Foundation, lembaga kepemudaan nasional yang telah terdaftar di Kemenkumham RI. Berdasarkan Letter of Acceptance (LoA) Nomor: 001/I/LOA-JIES/X/2025 tertanggal 10 Oktober 2025, Maya ditetapkan sebagai delegasi Indonesia untuk kategori Innovation & Invention Competition on Sustainable Development Goals (SDGs) serta International Volunteer and Intercultural Exchange Program.

Selama kegiatan, Maya akan mengikuti berbagai agenda penting seperti Leadership Sharing bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Tokyo, Campus Tour ke The University of Tokyo, International Volunteering di Sekolah Republik Indonesia Tokyo, SDGs Conference, Entrepreneurship Session, serta aksi sosial dan donasi pembangunan masjid di Matsudo, Chiba, Jepang.

“Ini kesempatan berharga untuk belajar langsung tentang kepemimpinan, inovasi, dan budaya global. Saya ingin membawa nama baik sekolah dan daerah, khususnya Maluku Utara,” ungkap Maya penuh semangat, Jumat (11/10/2025).

Namun di balik kebanggaan tersebut, Maya menghadapi tantangan besar dalam hal pendanaan. Untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, ia membutuhkan biaya sebesar Rp 12.900.000, mencakup akomodasi, transportasi lokal, konsumsi, asuransi, dan kontribusi kegiatan internasional.

“Saya berharap ada dukungan dari Pemerintah Kota Ternate, karena saya juga membawa nama sekolah di Ternate. Semoga Bapak Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, dan Bapak Wakil Wali Kota Jasri Usman dapat memberikan bantuan atau perhatian agar saya bisa berangkat ke Jepang,” harapnya.

Sementara itu, Founder Garuda Nusa Foundation, Anton Agus Setiawan, M.Pd., mengatakan bahwa keikutsertaan pelajar dari Maluku Utara menjadi bukti bahwa anak-anak dari Indonesia Timur memiliki potensi besar di kancah global.

“Kami sangat bangga ada peserta dari Ternate. Ini menunjukkan bahwa semangat belajar dan kepemimpinan generasi muda Indonesia Timur patut diapresiasi dan didukung,” ujar Anton.

Pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi kepada Maya atas dedikasi dan semangatnya. Mereka berharap dukungan dari Pemerintah Kota Ternate dapat menjadi bentuk kepedulian terhadap pelajar berprestasi yang membawa nama daerah di level internasional.

Profil Singkat: Nama: Maya Dira Suriandi
Asal: Desa Ngokomalako, Kecamatan Kayoa Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Sekolah: SMA Negeri 3 Kota Ternate, Program: Delegasi Japan Intercultural Exchange and Summit (JIES) 2025, Tanggal Pelaksanaan: 17–21 November 2025, Total Biaya: Rp 12.900.000, (red)

TERNATE, Malutline — Di balik tenangnya Desa Ngokomalako, Kecamatan Kayoa Utara, Halmahera Selatan, tumbuh seorang gadis muda yang kini siap mengharumkan nama Maluku Utara di pentas dunia. Dialah Maya Dira Suriandi, siswi SMA Negeri 3 Kota Ternate yang baru saja terpilih sebagai delegasi Indonesia dalam ajang internasional Japan Intercultural Exchange and Summit (JIES) 2025, yang akan digelar di Jepang pada 17–21 November 2025.

Namun, sebelum langkahnya menapaki Negeri Sakura, Maya sudah menorehkan segudang prestasi di tingkat nasional, Di usianya yang baru menginjak 17 tahun, ia telah meraih tiga medali emas, dua piala juara nasional, enam piagam penghargaan, dan tiga sertifikat nasional dari berbagai ajang Olimpiade IPA, Biologi, dan Pendidikan Agama Islam (PAI).

“Saya selalu percaya bahwa anak dari desa pun bisa berprestasi kalau mau berusaha. Semua ini saya persembahkan untuk orang tua dan daerah saya,” tutur Maya dengan mata berbinar.

Sejak duduk di bangku SMP, Maya sudah menunjukkan ketertarikannya pada sains dan kegiatan sosial. Ia dikenal rajin, rendah hati, dan tak segan membantu teman-temannya belajar. Prestasinya yang gemilang membuat pihak sekolah kerap menjadikannya contoh inspiratif bagi siswa lain.

Kini, peluang emas itu datang lagi. Berdasarkan Letter of Acceptance (LoA) Nomor 001/I/LOA-JIES/X/2025, Maya resmi ditetapkan sebagai delegasi Indonesia untuk kategori Innovation & Invention Competition on Sustainable Development Goals (SDGs) serta International Volunteer and Intercultural Exchange Program.

Di Jepang nanti, Maya akan mengikuti berbagai agenda penting, seperti Leadership Sharing bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Tokyo, Campus Tour ke The University of Tokyo, International Volunteering di Sekolah Republik Indonesia Tokyo, SDGs Conference, dan Entrepreneurship Session, serta kegiatan sosial dan donasi pembangunan masjid di Matsudo, Chiba.

Namun di balik sederet prestasi itu, Maya menghadapi kenyataan berat: biaya keberangkatan sebesar Rp 12.900.000 masih harus ia perjuangkan sendiri.

“Saya sangat berharap dukungan dari Pemerintah Kota Ternate dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan. Saya ingin membawa nama baik sekolah, kota, dan daerah saya di ajang dunia,” ucapnya lirih namun penuh semangat.

Dukungan itu, kata Maya, bukan hanya soal biaya, tapi juga bentuk penghargaan bagi generasi muda yang berjuang menorehkan prestasi dari pelosok daerah, Founder Garuda Nusa Foundation, Anton Agus Setiawan, M.Pd., turut mengapresiasi semangat Maya.

“Kami bangga ada peserta dari Halmahera Selatan dan sekolah di Ternate. Maya adalah bukti nyata bahwa anak-anak Indonesia Timur punya potensi besar untuk tampil di level global,” ujarnya.

Bagi Maya, kesempatan ke Jepang bukan sekadar perjalanan belajar — tapi juga simbol dari mimpi besar anak desa yang tak pernah menyerah.

“Saya ingin buktikan bahwa dari Ngokomalako pun, kita bisa menembus dunia,” tutupnya dengan senyum penuh harapan.(Red)