LABUHA, Malutline — Layanan medis di Puskesmas Laluin, Kecamatan Kayoa Selatan, kembali menuai kritik tajam. Seorang pelajar SMA Orimakurunga bernama Rizky Ade mengalami batuk bercampur darah namun justru dipulangkan tanpa obat setelah pemeriksaan oleh tenaga medis di puskesmas setempat.
Keluarga pasien mengaku sangat khawatir dengan kondisi Rizky. Mereka kemudian membawanya ke puskesmas dengan harapan mendapat penanganan maksimal. Namun, di luar dugaan, setelah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan tidak ditemukan tanda-tanda TBC, Rizky langsung dipersilakan pulang tanpa diberikan obat ataupun penanganan lanjutan.
“Pasien Batuk Darah koo Dipulangkan Kosong?” Keluarga pasien, Abdul Salam Hi Ali, menyayangkan keputusan pihak puskesmas yang dinilai terlalu ringan menyikapi gejala batuk berdarah yang tergolong serius.
“Kalau memang tidak ditemukan TBC atau penyakit berat lainnya, seharusnya tetap diberikan obat emergensi atau setidaknya rawat jalan. Jangan pasien batuk berdarah disuruh pulang tanpa obat,” tegasnya.
Ia menduga ketersediaan obat di Puskesmas Laluin bermasalah. Dugaan itu bukan tanpa alasan — beberapa warga sebelumnya juga mengaku mengalami situasi serupa ketika berobat di fasilitas kesehatan tersebut.
Desak Bupati Bertindak: Kepala Puskesmas Diminta Dievaluasi Akibat kejadian ini, keluarga pasien mendesak Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba bersama Wakil Bupati Helmi Umar Muksin untuk turun tangan mengevaluasi kinerja Kepala Puskesmas Laluin, Ikram Mahmud.
“Pelayanan kesehatan seperti ini sangat meresahkan. Jika obat emergensi tidak tersedia, itu masalah besar. Kami minta Bupati segera evaluasi Kepala Puskesmas,” ujar Abdul Salam.
Kasus ini mendapat perhatian publik, sebab batuk berdarah merupakan gejala klinis yang membutuhkan pengawasan ketat, pemberian obat dasar, atau rujukan ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap.
Warga Minta Perbaikan Sistemik, Keluarga berharap Pemerintah Daerah dan Dinas Kesehatan Halmahera Selatan memastikan ketersediaan obat, ketepatan tindakan klinis, dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dasar.
Masyarakat menilai, satu pasien pulang tanpa obat sudah cukup mengejutkan — apalagi jika kejadian serupa terus berulang. Dalam kondisi demikian, kepercayaan publik terhadap pelayanan puskesmas bisa tergerus.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak Puskesmas Laluin belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan minimnya pelayanan dan stok obat. (Red)






