LABUHA, Malutline — Kondisi kebersihan di Ibu Kota Kabupaten Halmahera Selatan, Labuha, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Tumpukan sampah yang kian menggunung di sejumlah titik kota dinilai telah mencoreng wajah ibu kota daerah dan memicu keresahan warga.

Sejumlah warga bahkan menyebut kondisi Labuha saat ini mirip “Gunung Sibela kedua”, merujuk pada gunungan sampah yang dibiarkan tanpa penanganan serius. Situasi tersebut mendorong desakan keras kepada Bupati Halmahera Selatan agar segera mengevaluasi, bahkan mencopot Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samsu Abubakar yang dianggap gagal menjalankan tugas.

“Sudah terlalu lama sampah dibiarkan menumpuk. Kepala dinas terkesan hanya melihat-lihat tanpa tindakan nyata. Kalau seperti ini terus, Labuha sudah tidak layak lagi menjadi ibu kota,” ungkap salah satu warga dengan nada kesal.

Warga menilai, sebagai pusat pemerintahan dan wajah Kabupaten Halmahera Selatan, Labuha seharusnya menjadi contoh kebersihan dan penataan lingkungan, bukan justru dipenuhi tumpukan sampah yang berpotensi menimbulkan penyakit dan pencemaran lingkungan.

Selain mengganggu estetika kota, sampah yang tidak tertangani juga dikhawatirkan berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat, terutama di musim hujan, serta mencemari laut dan pesisir yang menjadi sumber penghidupan warga.
“Kami minta Bupati turun langsung melihat kondisi lapangan, bukan hanya menerima laporan di atas meja. Kalau DLH tidak mampu bekerja, sebaiknya dievaluasi atau diganti,” tegas warga lainnya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, mulai dari perbaikan sistem pengelolaan sampah, penambahan armada pengangkut, hingga penegakan disiplin kerja di lingkungan DLH, agar Labuha kembali bersih dan layak sebagai ibu kota Kabupaten Halmahera Selatan.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan dan tuntutan masyarakat tersebut. (Red)

HALSEL, Malutline— Memasuki hari pertama pelaksanaan Operasi Lilin Kieraha 2025, Satuan Tugas Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas (Satgas Kamseltibcarlantas) Polres Halmahera Selatan melaksanakan pengaturan arus lalu lintas pada pagi hari, guna memastikan kelancaran aktivitas masyarakat.

Kegiatan tersebut difokuskan pada sejumlah titik rawan kemacetan, persimpangan jalan, kawasan sekolah, pusat aktivitas masyarakat, serta jalur utama yang mengalami peningkatan volume kendaraan, terutama pada jam sibuk pagi.

Pengaturan lalu lintas ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengguna jalan, sekaligus mengantisipasi potensi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas selama rangkaian Operasi Lilin Kieraha 2025 yang digelar dalam rangka pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Petugas tampak melakukan pengaturan arus kendaraan, membantu penyeberangan pejalan kaki, serta memberikan imbauan kepada pengendara agar selalu mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan.

Operasi Lilin Kieraha 2025 sendiri merupakan operasi kepolisian terpusat yang melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya, dengan fokus pada pengamanan arus lalu lintas, pusat keramaian, dan tempat ibadah.

Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya pengguna jalan, agar tetap tertib berlalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi terciptanya situasi kamseltibcarlantas yang aman dan kondusif di wilayah Halmahera Selatan.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Ditlantas Polda Maluku Utara melalui jajaran Polres Halmahera Selatan dan akan terus berlangsung selama masa Operasi Lilin Kieraha 2025. (Red)

TERNATE, Malutline— Seorang anak perempuan bernama Nurasikin (14), pelajar SMP Negeri 2 Ternate, dilaporkan hilang sejak Rabu (20/12/2025). Hingga kini, keberadaan warga Kelurahan Akehuda, Kecamatan Ternate Utara tersebut belum diketahui.

Menurut keterangan keluarga, Nurasikin terakhir kali terlihat sekitar pukul 14.00 WIT, usai pulang sekolah. Saat itu, korban diketahui menaiki ojek menuju arah yang belum dipastikan. Namun setelah itu, korban tidak kembali ke rumah dan nomor telepon genggamnya tidak lagi aktif.

“Anak kami belum pulang sejak siang hari. Kami sudah berusaha menghubungi, tapi HP-nya tidak aktif,” ujar Ruslan Pulluh, ayah korban, saat ditemui awak media.
Ruslan menjelaskan, pihak keluarga telah melakukan pencarian mandiri dengan mendatangi rumah kerabat, teman sekolah, serta lokasi-lokasi yang biasa dikunjungi korban. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Atas kejadian tersebut, keluarga secara resmi melaporkan kasus orang hilang ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Ternate untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Adapun ciri-ciri korban, lanjut Ruslan, memiliki tinggi badan sekitar 150 sentimeter, berat badan sekitar 30 kilogram, kulit sawo matang, wajah oval, serta rambut panjang lurus. Saat terakhir terlihat, korban mengenakan seragam sekolah SMP Negeri 2 Ternate.

Pihak keluarga berharap adanya bantuan dari masyarakat apabila melihat atau mengetahui keberadaan korban. “Kami sangat berharap bantuan semua pihak. Informasi sekecil apa pun sangat berarti bagi kami,” harap Ruslan.

Masyarakat yang mengetahui atau melihat keberadaan Nurasikin diminta segera menghubungi pihak keluarga melalui nomor 0856 9617 2301, atau melaporkannya ke kantor polisi terdekat.
Kasus ini masih dalam penanganan pihak kepolisian, sementara keluarga terus berharap korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. (Red)

TERNATE, Malutline — Tangis haru dan rasa syukur menyelimuti sebuah keluarga sederhana di Desa Orimakurunga, Kecamatan Kayoa Selatan kabupaten Halmahera Selatan, saat Yusri Saleh pada Sabtu (20/12/2025) akhirnya resmi menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) usai menuntaskan pendidikan Strata Satu (S1) Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Khairun (Unkhair) Ternate.

Keberhasilan ini bukan sekadar capaian akademik, melainkan potret nyata perjuangan panjang, doa yang tak pernah terputus, serta pengorbanan orang tua yang hidup dalam keterbatasan ekonomi namun kaya akan keteguhan iman.

Ayah Yusri, Saleh Hi. Ali, dikenal luas oleh masyarakat Orimakurunga sebagai imam desa. Di samping mengabdikan diri dalam urusan keagamaan, ia juga berprofesi sebagai petani untuk menghidupi keluarganya. Dari ladang kebun hingga sajadah masjid, hidupnya diabdikan untuk bekerja dan berdoa demi masa depan anak-anaknya.

Di sela-sela aktivitas bertani dan memimpin ibadah, Saleh Hi. Ali dengan penuh kesabaran dan keikhlasan berjuang menyekolahkan Yusri hingga ke bangku perguruan tinggi. Dengan penghasilan yang tidak menentu, membiayai pendidikan bukan perkara mudah.

Namun keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan untuk mengubah masa depan membuatnya tak pernah menyerah. Setiap tetes keringat di kebun, setiap doa yang dipanjatkan di mihrab masjid, menjadi saksi bisu perjalanan panjang menuju hari bahagia tersebut.

Peran sang ibu, Dahlia Hi. Nasa, juga tak kalah penting, Dengan keteguhan hati dan doa seorang ibu, ia terus memberi semangat, kekuatan, serta pengorbanan tanpa pamrih demi masa depan anaknya.
“Sebagai orang tua, kami hanya bisa berdoa dan berusaha semampu kami. Alhamdulillah, Allah menjawab doa kami,” ungkap Saleh Hi. Ali dengan mata berkaca-kaca.

Bagi masyarakat Orimakurunga, keberhasilan Yusri Saleh merupakan kebanggaan bersama. Ia menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan tinggi, selama disertai kerja keras, doa, dan tekad yang kuat.

Gelar S.Pd yang diraih Yusri diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan pengembangan kemampuan Bahasa Inggris bagi generasi muda di daerah.

Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi anak-anak desa, bahwa mimpi setinggi apa pun dapat diraih, meski terlahir dari keluarga sederhana. Dari seorang imam desa dan petani di Orimakurunga, lahirlah seorang sarjana yang diharapkan mampu membawa perubahan dan harapan baru.

Di balik toga dan gelar sarjana, tersimpan kisah tentang doa, keringat, kesabaran, dan cinta orang tua—kisah yang akan selalu dikenang sebagai bagian penting dari perjalanan hidup Yusri Saleh, S.Pd. (red)

LABUHA, Malutline— Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) sukses melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Antar Waktu di lima desa yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Pelaksanaan Pilkades Antar Waktu tersebut berlangsung dengan aman dan lancar, dengan hasil perolehan suara yang telah ditetapkan oleh panitia di masing-masing desa.

Berikut hasil dan nama pemenang
Pilkades Antar Waktu di lima desa Desa Yaba, Kecamatan Bacan Barat Utara
Meyer R.R : 6 suara
Rimelus G : 5 suara
Oidi Nita : 5 suara
Felfias : 4 suara
➡️ Pemenang: Meyer R.R
2. Desa Fofao, Kecamatan Kayoa Barat
Muhlis AB : 9 suara
Umar R. Kippi : 1 suara
➡️ Pemenang: Muhlis AB
3. Desa Ploly
Irwan Andar : 13 suara
Kisman Sardin : 6 suara
Suara tidak sah : 1
➡️ Pemenang: Irwan Andar
4. Desa Pasir Putih, Kecamatan Kayoa Selatan
Zulfadli Muhammadun : 5 suara
Ujud Hasim : 4 suara
Afdal Imran : 1 suara
➡️ Pemenang: Zulfadli Muhammadun
5. Desa Ombawa
Yasim Hi. Said : 10 suara
Jainal Samiun : 5 suara
➡️ Pemenang: Yasim Hi. Said

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Halmahera Selatan, Muhamad Zaki Abdul Wahab, menyampaikan bahwa pelaksanaan Pilkades Antar Waktu di lima desa tersebut berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Alhamdulillah, Pilkades Antar Waktu di lima desa dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kami mengapresiasi peran panitia, BPD, serta masyarakat desa yang telah menjaga proses demokrasi di tingkat desa,” ujar Muhamad Zaki Abdul Wahab.

Ia menambahkan, kepala desa terpilih selanjutnya akan diproses untuk penetapan dan pelantikan sesuai mekanisme yang berlaku, serta diharapkan dapat segera bekerja melayani masyarakat dan melanjutkan program pembangunan desa.

Dengan selesainya Pilkades Antar Waktu ini, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan berharap stabilitas pemerintahan desa dapat terus terjaga dan pembangunan desa berjalan lebih optimal. (Red)