LABUHA, Malutline – Aroma tidak sedap kembali mencuat dari internal UPTD Puskesmas Babang, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan. Sejumlah staf mengungkap dugaan adanya praktik monopoli anggaran dan kewenangan yang dilakukan oleh salah seorang staf, Marini Mansur, SKM.

Informasi yang dihimpun wartawan menyebutkan, Marini Mansur diduga menguasai penuh seluruh kegiatan, termasuk Biaya Operasional Kesehatan (BOK), program BPJS, serta agenda pelayanan lain, hingga membuat Kepala Puskesmas Babang, Noce Dumede, tak berdaya menjalankan tugas pokoknya.

“Semua kegiatan dan anggaran dia yang atur. Bahkan perannya sudah melebihi kepala puskesmas,” ujar salah seorang staf Puskesmas Babang yang enggan disebutkan namanya, Senin (30/9/2025).

Marini Mansur, yang diketahui merupakan istri Kepala Puskesmas Kayoa sekaligus kakak kandung anggota DPRD Halsel, Masdar Mansur, dinilai semakin leluasa bertindak. Ia bahkan disebut kerap menyampaikan kepada koleganya bahwa dirinya tidak bisa dimutasi atau diberikan sanksi apapun, karena memiliki “orang dalam” yang kuat.

Hal ini menimbulkan kecemasan sekaligus kecemburuan di internal Puskesmas Babang. Beberapa staf menyebut, kondisi serupa bukan pertama kali terjadi. “Setiap pergantian kepala puskesmas, persoalan ini selalu muncul. Situasi internal jadi tidak akur antara staf dengan atasan,” beber sumber lain.

Melihat kondisi tersebut, para staf mendesak Inspektorat Halsel maupun BPK untuk segera melakukan audit penggunaan dana BOK di Puskesmas Babang. Jika ditemukan penyimpangan, mereka meminta agar kasus ini diproses secara hukum demi menimbulkan efek jera.

“Ini sudah melanggar etika birokrasi. Seorang staf tidak bisa mengambil alih tugas kepala puskesmas. Harus ada penindakan agar situasi pelayanan kesehatan tidak terganggu,” tegas staf lainnya.

Hingga berita ini dipublikasikan, baik Marini Mansur maupun Kepala Puskesmas Babang, Noce Dumede, belum berhasil dikonfirmasi. Wartawan masih berupaya mendapatkan klarifikasi langsung dari kedua belah pihak.

Kasus dugaan monopoli anggaran ini kini menjadi sorotan, terlebih karena menyangkut pelayanan dasar masyarakat di bidang kesehatan. Publik menanti langkah tegas dari Pemkab Halsel untuk menegakkan aturan dan etika birokrasi di lingkungan puskesmas. (Red)

LABUHA, Malutline– Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan melalui Dinas Kesehatan mengeluarkan imbauan kewaspadaan dini terkait temuan satu kasus suspek difteri pada anak berusia 11 tahun di Desa Wayamiga, wilayah kerja Puskesmas Babang, pada 26 September 2025.

Imbauan tersebut tertuang dalam surat resmi bernomor 44333/3580/2025 yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan Halsel,  Asia Hasyim, per 30 September 2025. Surat ini ditujukan kepada seluruh kepala puskesmas se-Kabupaten Halmahera Selatan.

Difteri adalah penyakit menular berbahaya yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae, menghasilkan racun yang dapat merusak jaringan di tenggorokan, hidung, bahkan menyebar ke jantung, ginjal, dan saraf. Penularan terjadi melalui percikan air liur saat batuk/bersin atau kontak dengan benda pribadi yang sudah terkontaminasi.

Instruksi ke Seluruh Puskesmas

Untuk mencegah peningkatan kasus, Dinas Kesehatan Halsel menginstruksikan setiap puskesmas untuk:
1. Melakukan surveilans aktif (deteksi dini kasus difteri).
2. Memperkuat koordinasi dengan rumah sakit dan fasilitas kesehatan lain.
3. Mengaktifkan Tim Gerak Cepat (TGC) serta bekerja sama dengan camat, desa, dan tokoh masyarakat.
4. Melakukan pemetaan wilayah risiko sebagai dasar intervensi cepat.
5. Melaksanakan investigasi epidemiologi terhadap kasus yang ditemukan.
6. Meningkatkan edukasi masyarakat tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
7. Menyiapkan logistik obat-obatan serta layanan kesehatan terkait penanggulangan difteri.
8. Melaporkan secara cepat jika ditemukan kasus baru atau peningkatan kasus. Upaya Preventif dan Edukasi Masyarakat

Kadis Kesehatan Halsel,  Asia Hasyim, menekankan pentingnya peran puskesmas dalam melakukan deteksi dini sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya imunisasi lengkap sebagai langkah pencegahan.

“Difteri adalah penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi. Karena itu, kami meminta seluruh puskesmas meningkatkan kewaspadaan, aktif melakukan pemantauan, dan segera melaporkan jika ada kasus serupa,” tegasnya.

Harapan Pemda: Putus Rantai Penularan Dengan adanya langkah cepat dan koordinasi lintas sektor, Pemkab Halsel berharap potensi kejadian luar biasa (KLB) difteri dapat dicegah sejak dini, sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman penyakit menular berbahaya.

“Kerja sama seluruh tenaga kesehatan, pemerintah desa, serta masyarakat sangat dibutuhkan agar kasus ini tidak berkembang lebih luas,” tutup Kadis Kesehatan. (Red)

LABUHA, Malutline – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bacan sukses menggelar Intermediate Training (Latihan Kader II) Tahun 2025 dengan penuh semangat. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para kader untuk memperdalam ideologi, memperkuat konsolidasi organisasi, serta meneguhkan peran HMI di tengah dinamika zaman.

Intermediate Training bukan sekadar forum pelatihan, melainkan wadah pembentukan karakter dan penguatan kapasitas kader. Di ruang sederhana namun sarat makna, para peserta duduk berdialektika, belajar, dan menempa diri untuk menjadi insan akademis, pencipta, pengabdi, sekaligus pejuang yang bernafaskan Islam.

Kawah Candradimuka Kader HMI

Ketua Umum HMI Cabang Bacan dalam sambutannya menegaskan bahwa Intermediate Training adalah kawah candradimuka untuk mencetak kader HMI yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia, berjiwa kepemimpinan, serta memiliki komitmen kuat pada umat, bangsa, dan daerah.

“Di sinilah tempat kita memperdalam nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan. HMI ingin terus melahirkan kader yang siap menjawab tantangan zaman, berkontribusi untuk masyarakat, dan menjaga marwah organisasi,” ujarnya.

Tekad Kader: Yakin Usaha Sampai

Suasana kegiatan berlangsung penuh antusiasme. Para kader mengikuti setiap sesi dengan tekad kuat, mulai dari pendalaman materi ideologi, diskusi kebangsaan, hingga praktik kepemimpinan. Semangat “Yakin Usaha Sampai” terasa mengakar dalam diri peserta, menjadi spirit perjuangan yang akan mereka bawa dalam aktivitas organisasi maupun kehidupan sehari-hari.

Harapan untuk Masa Depan Daerah

HMI Cabang Bacan berharap, lewat kegiatan ini akan lahir kader-kader tangguh yang mampu menjadi motor penggerak perubahan, baik di kampus, masyarakat, maupun pemerintahan. Dengan begitu, HMI tetap relevan dan hadir sebagai organisasi mahasiswa yang konsisten memperjuangkan nilai Islam, kemanusiaan, serta pembangunan daerah.

“Intermediate Training ini harus melahirkan kader yang siap menjadi pemimpin masa depan, bukan hanya untuk HMI, tetapi juga untuk umat dan bangsa,” tutup salah satu instruktur. (Red)

LABUHA, Malutline–Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan menggelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Selasa (1/10/2025), di halaman Kantor Bupati Halsel. Upacara berlangsung khidmat dengan mengusung tema nasional “Saruma Senyum Humanis”, mencerminkan semangat persatuan, kemanusiaan, dan kebersamaan dalam membangun daerah.

Upacara dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muksin, yang hadir sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, ia menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman hidup bangsa, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi serta menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Halsel.

“Pancasila adalah ideologi pemersatu bangsa yang harus kita jaga bersama. Dengan semangat kesaktian Pancasila, mari kita perkuat persaudaraan dan kerja sama demi Halsel yang lebih maju dan sejahtera,” tegas Helmi dalam sambutannya.

Kepala BKD Halsel Hadir, Tunjukkan Komitmen ASN

Turut hadir dalam upacara tersebut, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Halsel, Abdila Kamrullah, bersama para pejabat tinggi pratama, ASN, TNI-Polri, serta perwakilan pelajar. Kehadiran Abdila Kamrullah mendapat sorotan positif, sebagai bentuk komitmen aparatur sipil negara (ASN) dalam meneladani nilai Pancasila dan mengimplementasikannya dalam pelayanan publik.

“Kehadiran ASN dalam upacara ini bukan sekadar formalitas, tetapi wujud nyata kesetiaan kita terhadap Pancasila sebagai dasar negara. ASN dituntut untuk mengamalkan nilai-nilai ini dalam tugas sehari-hari, dengan pelayanan yang ramah, humanis, dan profesional,” ujar Abdila usai upacara.

Momentum Refleksi dan Kebersamaan

Suasana upacara berjalan penuh khidmat. Para peserta dengan sikap tegap mengikuti prosesi pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, serta mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur membela bangsa.

Tema “Saruma Senyum Humanis” juga menjadi pengingat bahwa pembangunan di Halsel harus dilandasi nilai kemanusiaan, gotong royong, dan keadilan sosial. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin dekat dengan masyarakat.

Harapan untuk Masa Depan Halsel

Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Halsel tidak hanya menjadi rutinitas seremonial, melainkan juga momentum refleksi bersama. Pemerintah daerah berharap seluruh elemen masyarakat, baik ASN, aparat desa, maupun generasi muda, dapat terus menghidupi nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga semangat Pancasila terus hidup di hati kita, menjadi dasar pijakan untuk membangun Halmahera Selatan yang damai, maju, dan bermartabat,” tutup Wakil Bupati Helmi Umar Muksin.(Red)

Halsel, Malutline–Sebuah terobosan baru dilakukan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). Untuk pertama kalinya, ret-ret kepala desa digelar di Jatinangor, Jawa Barat, sebagai langkah strategis memperkuat kapasitas kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan desa.

Program yang diinisiasi Kadis DPMD Halsel, Zaki Abdul Wahab, ini langsung mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk Sekretaris LSM Front Delik Anti Korupsi (FDAK) Halsel, Rusadi Saiman.

Menurut Rusadi, kegiatan ret-ret berbeda dengan program studi banding sebelumnya yang dinilai minim hasil dan masih menyisakan masalah pertanggungjawaban. Ret-ret justru menghadirkan suasana kondusif untuk pendalaman materi, penguatan spiritual, serta penerapan langsung dalam kepemimpinan pemerintahan desa.

“Ret-ret di Jatinangor ini menjadi kebutuhan mendesak bagi para kepala desa. Mereka bukan hanya menerima materi, tapi juga ditempa untuk lebih siap menghadapi tantangan dalam membangun desa. Ini langkah maju yang harus diapresiasi,” ujar Rusadi.

Belajar, Merenung, dan Membangun Desa

Ret-ret kali ini melibatkan 249 kepala desa se-Halmahera Selatan. Suasana Jatinangor yang tenang dan jauh dari hiruk pikuk diyakini mampu memberi ruang refleksi, sehingga para kades tidak hanya belajar teori, tetapi juga merenungkan kembali peran dan tanggung jawab mereka.

“Kalau dulu studi banding lebih banyak jalan-jalan, hasilnya tidak terasa. Tapi ret-ret ini berbeda. Ada pendalaman materi, ada refleksi, dan yang paling penting adalah rencana tindak lanjut yang bisa dibawa pulang ke desa masing-masing,” tegas Rusadi.

Apresiasi untuk Kadis DPMD Halsel

Rusadi juga memberikan pujian khusus kepada Kadis DPMD Halsel, Zaki Abdul Wahab, yang dinilai berani menghadirkan inovasi baru dalam pembinaan kepala desa.

“Pak Zaki ini sosok ramah dan dekat dengan siapa saja, tapi juga tegas dalam mengambil keputusan. Dengan konsep ret-ret, beliau berhasil menghadirkan program yang lebih berdaya guna dibanding kegiatan sebelumnya,” katanya.

Diharapkan Jadi Tradisi Positif

LSM FDAK menilai, kegiatan ret-ret yang digelar di Jatinangor ini sebaiknya terus dilaksanakan secara rutin. Selain memperkuat kapasitas kepala desa, program ini juga menjadi wadah membangun kebersamaan dan visi yang sama dalam membangun Halmahera Selatan dari desa.

“Kalau program ini konsisten dilakukan, saya yakin desa-desa di Halsel akan jauh lebih maju, transparan, dan mandiri,” tutup Rusadi. (Red)