LABUHA, Malutline – Kepala Desa Akedabo, Kecamatan Mandioli Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Fiktor Towara, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan retret kepala desa yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), M. Zaki Abdul Wahab.

Menurut Fiktor, kegiatan retret tersebut merupakan langkah positif pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas dan mentalitas para kepala desa agar lebih fokus menjalankan tugas pelayanan di tingkat desa.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Retret bukan hanya sebagai ajang pembinaan rohani, tetapi juga mempererat hubungan emosional antar kepala desa dan pemerintah daerah,” ujar Fiktor Towara, melalui saluran teleponnya Senin (20/10/2025).

Ia menilai, kegiatan yang digagas Pemkab Halsel tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan semangat pengabdian aparatur pemerintahan desa dalam membangun wilayah masing-masing.

“Kegiatan seperti ini patut dilanjutkan karena memberikan dampak positif terhadap pola pikir dan sikap dalam memimpin masyarakat di desa,” tambahnya.

Lebih lanjut, Fiktor juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bassam Kasuba dan Kadis DPMD Halsel, M. Zaki Abdul Wahab, yang telah memberikan perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia di tingkat pemerintahan desa.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus menjadi agenda pembinaan rutin agar kepala desa lebih siap menghadapi tantangan pemerintahan ke depan,” pungkasnya. (Red)

Ternate Malutline— Suasana penuh semangat dan antusiasme terpancar dari wajah para peserta Sustainable Advokasi Training yang diinisiasi oleh KOHATI PB HMI (Korps HMI-Wati Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam) kota Ternate.

Dalam agenda yang diwarnai diskusi hangat dan gagasan cerdas ini yang di laksanakan di ngade kota Ternate Selatan, Minggu (19/10/2025) salah satu pembicara, Nazlatan Ukhra Kasuba, mengajak para peserta untuk terus berpikir kritis dan memperkuat keberpihakan terhadap isu-isu perempuan.

Dengan gaya bicara yang hangat dan komunikatif, Nazlatan membuka ruang dialog yang hidup. Ia memuji semangat para peserta—yang sebagian besar merupakan mahasiswa dan aktivis muda—karena mampu menunjukkan kepedulian terhadap persoalan sosial, terutama terkait posisi dan peran perempuan di ruang kepemimpinan.

“Senang bisa berbagi dan berdiskusi bersama adik-adik yang cerdas dan kritis. Dari diskusi ini saya melihat harapan besar akan lahirnya generasi baru yang berani bersuara untuk keadilan gender dan keberpihakan terhadap perempuan,” ujar Nazlatan.

Dalam sesi bertema “Keberpihakan Pemimpin Perempuan dalam Isu Perempuan”, diskusi berlangsung seru dan interaktif. Beragam pertanyaan muncul dari peserta—mulai dari peran pemimpin perempuan dalam politik, kebijakan publik yang sensitif gender, hingga tantangan perempuan muda dalam dunia kerja dan organisasi.

Nazlatan menekankan bahwa keberpihakan seorang pemimpin perempuan tidak hanya ditunjukkan melalui posisi yang ia duduki, tetapi juga lewat kebijakan, keputusan, dan keberanian menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan.

“Menjadi pemimpin perempuan bukan hanya soal representasi, tapi juga tanggung jawab untuk memastikan suara perempuan lain tidak terpinggirkan,” tambahnya.

Para peserta pun tampak antusias. Beberapa di antara mereka berbagi pandangan dan pengalaman tentang bagaimana mereka memaknai perjuangan perempuan di ruang publik. Diskusi pun berkembang menjadi ruang refleksi bersama tentang pentingnya solidaritas lintas gender dan lintas generasi.

Nazlatan juga berpesan agar semangat kritis yang telah tumbuh di ruang-ruang diskusi seperti ini tidak padam.

“Semoga semangat ini tidak pernah redup. Mari terus belajar, berdialog, dan berjuang dengan cara-cara yang beradab dan berperspektif keadilan,” tuturnya dengan penuh optimisme.

Agenda Sustainable Advokasi Training ini menjadi bukti bahwa gerakan perempuan di tubuh HMI—khususnya melalui KOHATI PB HMI—masih dan akan terus hidup. Kegiatan ini bukan hanya ruang pelatihan, tapi juga wadah penguatan nilai, karakter, dan kepemimpinan bagi perempuan muda Indonesia.

Acara pun ditutup dengan suasana hangat dan penuh keakraban. Para peserta berfoto bersama, saling bertukar ide, dan berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan advokasi yang berkelanjutan di daerah masing-masing. (Red)

TERNATE, Malutline — Warga Kota Ternate digemparkan dengan penemuan sesosok mayat bayi berjenis kelamin laki-laki di aliran sungai yang berada di perbatasan Kelurahan Takoma dan Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Ternate Tengah, pada Minggu (19/10/2025) sekira pukul 07.30 WIT.

Bayi malang tersebut diperkirakan masih berusia sekitar 6–7 bulan dalam kandungan. Penemuan bermula ketika Jefri (42 tahun), warga Kelurahan Kota Baru yang berprofesi sebagai pencari besi tua, sedang melakukan aktivitas di sepanjang jalur sungai.

Kronologis Penemuan, Sekitar pukul 07.00 WIT, Jefri memulai pencarian besi tua dari arah Kelurahan Kota Baru menuju ke Kelurahan Kampung Pisang. Saat tiba di jalur sungai perbatasan Kelurahan Takoma dan Tanah Tinggi, ia mendapati sesosok jasad bayi yang mengapung di permukaan air.

Kaget dengan temuan tersebut, Jefri sontak berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Beberapa warga yang mendengar segera mendatangi lokasi kejadian. Salah satu warga bernama Deden (26 tahun), anggota Polri yang tinggal di Kelurahan Takoma, kemudian menghubungi Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Takoma untuk melaporkan kejadian tersebut.

Sekira pukul 07.40 WIT, Babinsa dan Bhabinkamtibmas tiba di lokasi, kemudian berkoordinasi dengan warga sekitar untuk mengevakuasi jasad bayi itu ke rumah Ibu Susi Syukur (54 tahun) di RT 07/RW 02 Kelurahan Tanah Tinggi, untuk sementara disemayamkan sebelum dilakukan pemeriksaan oleh pihak berwenang.

Langkah Aparat, Babinsa setempat segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan melaporkan temuan ini ke Sat Intelkam dan Unit Identifikasi Polres Ternate guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui siapa orang tua bayi tersebut maupun penyebab pasti kematian.

Peristiwa tragis ini menimbulkan keprihatinan warga sekitar, yang berharap agar pihak kepolisian segera mengungkap pelaku pembuangan bayi tersebut dan menindak sesuai hukum yang berlaku.

“Kami berharap aparat segera menemukan pelakunya. Ini perbuatan yang sangat tidak manusiawi,” ungkap salah satu warga setempat dengan nada sedih.

Kasus ini kini dalam penanganan Polres Ternate untuk proses penyelidikan mendalam. (Red)

LABUHA, Malutline — Innalillahi wa innailaihi roji’un. Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan berduka cita yang mendalam atas berpulangnya Bapak Sofyan Tamodehe, Kepala Dinas Pertanian Halmahera Selatan, pada Minggu, 19 Oktober 2025 pukul 05.45 WIT di RSUD Hasan Boesori Ternate.

Kabar duka ini menyelimuti seluruh jajaran Pemerintah Daerah, para pegawai, dan masyarakat Halmahera Selatan. Almarhum dikenal sebagai sosok yang rendah hati, berdedikasi tinggi, dan memiliki komitmen kuat dalam memajukan sektor pertanian di daerah.

Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba, bersama Wakil Bupati Helmi Umar Muksin, dan Sekretaris Daerah Safiun Rajulan, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, kami menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Sofyan Tamodehe. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta keikhlasan,” ujar Bupati Bassam Kasuba.

Jenazah almarhum rencananya akan dimakamkan di rumah Duka Insyaa Allah pemakaman Almarhum Sofyan Tamodehe (Opan) di laksanakan pada jam 13.30 WIT, bertempat di Pekuburan Gam Cim, Sangaji Utara,Rumah Duka, Belakang Korem 152 Babullah, Jalan masuk depan masjid Al-Auwabin Kel Sangaji.

Selamat jalan, Bapak Sofyan Tamodehe.
Semoga Allah SWT menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya.
Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin. (Red)

LABUHA, Malutline — Suasana haru dan bahagia menyelimuti prosesi pernikahan pasangan muda Nurlina Sajim dan Arsil Budi, yang digelar pada Sabtu, 18 Oktober 2025, di Desa Marabose, Kecamatan Bacan. Namun, momen bahagia ini bukan hanya tentang akad nikah semata — melainkan juga menjadi contoh nyata pelaksanaan program pemerintah dalam mewujudkan keluarga sehat dan tertib administrasi.

Tiga bulan sebelum akad nikah, pasangan ini telah mendapatkan pendampingan dari Tim Pendamping Keluarga (TPK) Desa Marabose, yang dibentuk oleh DP3AKB Halmahera Selatan bekerja sama dengan BKKBN Pusat. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan calon pengantin dalam kondisi sehat, siap menikah, dan siap secara fisik untuk menjalani kehamilan — sebagai langkah nyata pencegahan stunting sejak dini.

“Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan bahwa setiap calon pengantin benar-benar siap membangun keluarga yang sehat, bahagia, dan berkualitas,” ujar Maharani M. Karim, Ketua TPK Marabose.

Dalam prosesi tersebut, para pengantin juga menerima sejumlah dokumen penting negara, di antaranya, Sertifikat Elsimil yang diserahkan oleh TPK (Ketua PKK Desa, Bidan Desa, dan Kader KB) Buku Nikah dan Kartu Elektronik Nikah, diserahkan oleh Staf KUA, PPN, Imam, dan pihak Pemerintah Desa, Kartu Keluarga (KK) dan KTP, diserahkan langsung oleh Kabid DUKCAPIL, Pemdes, dan Ketua PKK Desa Marabose.

Kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara Pemdes Marabose, KUA Bacan, Dinas Dukcapil Halmahera Selatan, dan DP3AKB dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sesuai dengan semangat, KamiHadi Untuk Melayani.

Sebagai penutup, TPK Marabose mengingatkan generasi muda desa agar selalu memperhatikan kesiapan sebelum menikah “Untuk adik-adik di Desa Marabose yang ingin menikah dan mendapatkan administrasi lengkap, pastikan menikah di usia cukup dan dalam kondisi sehat. Jangan sampai menikah dalam keadaan belum siap,” pesan Maharani dengan senyum.

Dengan langkah kecil seperti ini, Desa Marabose menunjukkan komitmennya mendukung program nasional pencegahan stunting dan membangun generasi emas Halmahera Selatan yang lebih sehat dan sejahtera. (Red)