TERNATE, Malutline — Tangis haru dan rasa syukur menyelimuti sebuah keluarga sederhana di Desa Orimakurunga, Kecamatan Kayoa Selatan kabupaten Halmahera Selatan, saat Yusri Saleh pada Sabtu (20/12/2025) akhirnya resmi menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) usai menuntaskan pendidikan Strata Satu (S1) Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Khairun (Unkhair) Ternate.
Keberhasilan ini bukan sekadar capaian akademik, melainkan potret nyata perjuangan panjang, doa yang tak pernah terputus, serta pengorbanan orang tua yang hidup dalam keterbatasan ekonomi namun kaya akan keteguhan iman.
Ayah Yusri, Saleh Hi. Ali, dikenal luas oleh masyarakat Orimakurunga sebagai imam desa. Di samping mengabdikan diri dalam urusan keagamaan, ia juga berprofesi sebagai petani untuk menghidupi keluarganya. Dari ladang kebun hingga sajadah masjid, hidupnya diabdikan untuk bekerja dan berdoa demi masa depan anak-anaknya.
Di sela-sela aktivitas bertani dan memimpin ibadah, Saleh Hi. Ali dengan penuh kesabaran dan keikhlasan berjuang menyekolahkan Yusri hingga ke bangku perguruan tinggi. Dengan penghasilan yang tidak menentu, membiayai pendidikan bukan perkara mudah.
Namun keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan untuk mengubah masa depan membuatnya tak pernah menyerah. Setiap tetes keringat di kebun, setiap doa yang dipanjatkan di mihrab masjid, menjadi saksi bisu perjalanan panjang menuju hari bahagia tersebut.
Peran sang ibu, Dahlia Hi. Nasa, juga tak kalah penting, Dengan keteguhan hati dan doa seorang ibu, ia terus memberi semangat, kekuatan, serta pengorbanan tanpa pamrih demi masa depan anaknya.
“Sebagai orang tua, kami hanya bisa berdoa dan berusaha semampu kami. Alhamdulillah, Allah menjawab doa kami,” ungkap Saleh Hi. Ali dengan mata berkaca-kaca.
Bagi masyarakat Orimakurunga, keberhasilan Yusri Saleh merupakan kebanggaan bersama. Ia menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan tinggi, selama disertai kerja keras, doa, dan tekad yang kuat.
Gelar S.Pd yang diraih Yusri diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan pengembangan kemampuan Bahasa Inggris bagi generasi muda di daerah.
Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi anak-anak desa, bahwa mimpi setinggi apa pun dapat diraih, meski terlahir dari keluarga sederhana. Dari seorang imam desa dan petani di Orimakurunga, lahirlah seorang sarjana yang diharapkan mampu membawa perubahan dan harapan baru.
Di balik toga dan gelar sarjana, tersimpan kisah tentang doa, keringat, kesabaran, dan cinta orang tua—kisah yang akan selalu dikenang sebagai bagian penting dari perjalanan hidup Yusri Saleh, S.Pd. (red)





