HALSEL, Malutline — Kondisi Desa Wayaloar di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, kembali menuai sorotan. Keterbatasan infrastruktur dasar, minimnya akses layanan kesehatan dan pendidikan, serta kerawanan bencana alam mendorong desakan keras kepada Pemerintah Daerah Halmahera Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba dan DPRD Halsel agar segera mengambil langkah konkret.

Hingga kini, masyarakat Wayaloar masih menghadapi akses listrik yang hanya menyala 12 jam per hari, kondisi jalan desa yang belum memadai, serta sulitnya menjangkau fasilitas kesehatan dan pendidikan. Situasi tersebut diperparah dengan bencana banjir besar pada 2025, yang mengakibatkan satu warga meninggal dunia serta merusak sejumlah rumah dan infrastruktur desa.

Tokoh masyarakat Wayaloar, Thamrin Ashari, menilai kondisi ini sudah berlangsung terlalu lama tanpa solusi nyata dari pemerintah daerah.

“Kami mendesak Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba dan DPRD Halsel agar serius melihat kondisi Wayaloar. Jangan biarkan desa-desa di Pulau Obi terus tertinggal. Kami butuh jalan, listrik 24 jam, fasilitas kesehatan, dan mitigasi bencana,” tegas Thamrin.

Menurutnya, selama ini masyarakat Wayaloar bertahan dengan swadaya dan gotong royong, termasuk membangun jembatan darurat dari batang kelapa demi menunjang aktivitas warga. Namun kondisi tersebut tidak boleh terus dijadikan alasan untuk mengabaikan tanggung jawab negara.

Warga berharap Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba dapat turun langsung ke lapangan, meninjau kondisi riil Desa Wayaloar, serta menjadikan wilayah Pulau Obi sebagai prioritas pembangunan daerah. Sementara itu, DPRD Halsel diminta menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran secara maksimal serta memperjuangkan aspirasi masyarakat desa terpencil.

“DPRD jangan hanya bekerja di ruang sidang. Kami minta turun langsung dan lihat kondisi Wayaloar. Aspirasi masyarakat harus benar-benar diperjuangkan,” tambahnya.

Masyarakat menegaskan bahwa mereka tidak menuntut kemewahan, melainkan pemenuhan hak dasar sebagai warga negara, yakni akses infrastruktur yang layak, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan dari bencana.

Hingga berita ini diterbitkan, Pemda Halmahera Selatan dan DPRD Halsel belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan masyarakat Wayaloar. (Red)

HALSEL, Malutline — Layanan jasa pengiriman J&T Express di Kabupaten Halmahera Selatan menuai keluhan dari warga. Salah satu pelanggan, Faris Haris, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan kurir yang dinilai tidak profesional dan merugikan konsumen.

Menurut Faris, paket yang seharusnya diantar ke alamat tujuan justru tidak diantar sama sekali. Ia menilai, jika kurir mengalami kendala di lapangan, setidaknya pihak pengiriman menghubungi penerima melalui telepon atau meminta penerima mengambil paket langsung ke kantor.

“Kalau memang tidak bisa antar, minimal telepon penerima atau bilang ambil di kantor. Ini tidak diantar, tidak ditelepon, paket malah diputar ke sana-sini,” ujar Faris dengan nada kecewa.

Lebih lanjut, Faris mengungkapkan bahwa paketnya sempat dibawa kembali ke kantor dan keesokan harinya kembali dibawa berkeliling tanpa kejelasan. Bahkan, ia mengaku menerima informasi bahwa paket tersebut akan dikembalikan, dengan alasan kurir tidak bisa menjalankan tugasnya.

“Kalau kurir tidak bisa kerja dengan baik, seharusnya dievaluasi. Jangan sampai konsumen yang dirugikan,” tegasnya.
Keluhan ini menjadi sorotan karena jasa pengiriman memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat, terutama di daerah kepulauan seperti Halmahera Selatan yang sangat bergantung pada layanan logistik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak J&T Express Halsel terkait keluhan tersebut. Warga berharap pihak perusahaan dapat segera melakukan evaluasi kinerja kurir, meningkatkan komunikasi dengan pelanggan, serta memperbaiki kualitas layanan agar kejadian serupa tidak terus terulang. (Red)

HALSEL, Malutline — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Halmahera Selatan resmi memberhentikan sementara tiga kepala desa, masing-masing Kepala Desa Wosi, Desa Tagia, dan Desa Gaimu. Kebijakan tersebut diambil menyusul adanya dugaan penyimpangan dalam pengelolaan Dana Desa di ketiga desa tersebut.

Langkah DPMPD ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang menegaskan prinsip dasar tata kelola pemerintahan desa, termasuk pengelolaan Dana Desa yang harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab. Dana Desa sendiri merupakan bagian dari keuangan negara yang penggunaannya diprioritaskan untuk pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat.

Selain sanksi administratif berupa pemberhentian sementara, dugaan penyalahgunaan Dana Desa juga berpotensi masuk ke ranah pidana. Hal tersebut dapat dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, khususnya Pasal 2 dan Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto UU Nomor 20 Tahun 2001, yang mengatur penyalahgunaan wewenang atau jabatan untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain yang merugikan keuangan negara.

Terkait kebijakan tersebut, LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Halmahera Selatan menyatakan dukungan penuh terhadap langkah yang diambil DPMPD. Gubernur LSM LIRA Halsel, Said Alkatiri, menilai keputusan pemberhentian sementara sudah tepat dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Dana Desa itu uang negara, bukan milik pribadi kepala desa dan bukan pula milik desa secara bebas. Jika disalahgunakan, kepala desa bisa diproses sebagai tersangka tindak pidana korupsi. Pemberhentian sementara ini sudah sesuai aturan,” tegas Said.

Namun demikian, LIRA menilai bahwa persoalan pengelolaan Dana Desa di Halmahera Selatan tidak hanya terjadi di tiga desa tersebut. Menurut Said—yang akrab disapa Bib Said—masih terdapat sejumlah kepala desa lain yang menjadi perhatian Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) maupun Aparat Penegak Hukum (APH), termasuk Kejaksaan dan BPKP.

Ia pun mendorong pemerintah daerah, dalam hal ini Bupati Halmahera Selatan beserta dinas teknis terkait, agar bersikap profesional dan tidak tebang pilih dalam menangani dugaan penyimpangan Dana Desa.

“Ini sejalan dengan program Presiden Prabowo melalui Asta Cita, yang menekankan pemerintahan yang bersih dan bebas dari penyelewengan. Pemerintah daerah harus serius, tegas, dan adil dalam menyelesaikan persoalan Dana Desa,” pungkasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, DPMPD Kabupaten Halmahera Selatan belum memberikan keterangan resmi secara rinci terkait hasil pemeriksaan maupun perkembangan status hukum lanjutan terhadap ketiga kepala desa yang diberhentikan sementara. Media ini masih terus berupaya mengonfirmasi pihak terkait guna memperoleh informasi lebih lanjut. (Red)

HALSEL, Malutline— Kabar menggembirakan datang dari dunia musik lokal Halmahera Selatan. Penyanyi daerah Anwar Batulak, yang sempat menderita stroke, kini menunjukkan perkembangan kesehatan yang sangat signifikan. Berkat doa, dukungan, serta motivasi dari keluarga, sahabat, dan para kerabat, proses pemulihan Anwar berjalan dengan baik dan telah mencapai sekitar 80 hingga 90 persen.

Rasa syukur mendalam pun diungkapkan Anwar Batulak atas nikmat kesembuhan yang terus diberikan oleh Allah SWT. Ia mengaku, kekuatan doa serta semangat dari orang-orang terdekat menjadi energi besar dalam melewati masa-masa sulit selama menjalani pengobatan dan pemulihan.

Sebagai bentuk rasa syukur sekaligus bukti pemulihan yang terus membaik, Anwar Batulak kembali tampil di atas panggung pada acara lepas sambut Tahun 2025–2026 yang digelar di UMKM Bacan, dengan tajuk “Peduli Sumatera, Aceh”.

Penampilannya tersebut disambut hangat oleh masyarakat dan pengunjung yang hadir, yang tampak terharu sekaligus bangga melihat Anwar kembali bernyanyi dengan penuh semangat.

Meski masih dalam tahap pemulihan, Anwar mampu menunjukkan performa yang meyakinkan. Kehadirannya di atas panggung menjadi simbol semangat juang dan harapan, bahwa keterbatasan akibat sakit bukanlah akhir dari segalanya.

“Alhamdulillah, proses penyembuhan berjalan lancar. Terima kasih atas doa dan motivasi dari semua sahabat dan kerabat. Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan hingga 100 persen,” ujar Anwar dengan penuh haru.

Kembalinya Anwar Batulak ke dunia tarik suara tidak hanya menjadi kabar bahagia bagi keluarga dan sahabat, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak orang, khususnya para penyintas stroke, bahwa dengan usaha, doa, dan dukungan, harapan untuk pulih dan berkarya kembali selalu ada. (Red)

AMBON, Malutline — Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Ardiansyah Buamonabot, seorang calon Bintara TNI Angkatan Darat, yang dijadwalkan akan dilantik pada 7 Januari 2026.

Momen bahagia yang telah lama dinantikan itu berubah menjadi kabar pilu setelah Ardiansyah mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Tingkat (RST) Ambon, akibat sakit, sebelum sempat mengikuti prosesi pelantikan.

Ardiansyah dikenal sebagai sosok muda penuh semangat dan menjadi kebanggaan keluarga. Keberhasilannya menembus pendidikan dan tahapan seleksi hingga dinyatakan lulus sebagai calon Bintara TNI AD merupakan pencapaian besar yang disambut haru oleh keluarga dan kerabat.

Demi menghadiri pelantikan tersebut, kakek serta kedua adiknya lebih dulu berangkat dari Sanana menuju Kota Ambon. Perjalanan laut itu dilakukan dengan penuh harap dan doa, membayangkan momen kebahagiaan saat menyaksikan Ardiansyah resmi dilantik sebagai prajurit TNI AD.

Namun setibanya di Ambon, suasana haru dan bangga seketika berubah menjadi kesedihan yang mendalam. Kakek dan kedua adiknya langsung menuju RST Ambon, tetapi yang mereka temui bukanlah senyum bahagia Ardiansyah, melainkan jasad almarhum yang telah terbujur kaku. Tangis pun pecah, menandai hilangnya sosok yang menjadi tumpuan harapan keluarga.

Kepergian Ardiansyah meninggalkan luka mendalam, tidak hanya bagi keluarga inti, tetapi juga bagi kerabat dan rekan-rekannya. Banyak pihak menilai almarhum sebagai pribadi yang berbakti kepada keluarga dan memiliki tekad kuat untuk mengabdi kepada negara melalui TNI Angkatan Darat.

Kepergian Ardiansyah menjelang hari pelantikan menjadi pengingat bahwa takdir adalah kuasa Allah SWT. Di saat manusia telah merancang kebahagiaan, Allah memiliki rencana terbaik bagi hamba-Nya.
Keluarga besar almarhum berharap, segala amal ibadah Ardiansyah diterima di sisi Allah SWT, dosa-dosanya diampuni, dan almarhum ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Selamat jalan, Ardiansyah Buamonabot. (Red)