HALSEL, Malutline— Dukungan terhadap sikap politik PDI Perjuangan (PDIP) terus mengalir dari berbagai daerah. Kali ini datang dari masyarakat Halmahera Selatan, yang disampaikan langsung oleh Dani Haris Purnawan, sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi PDIP dalam menjaga nilai-nilai demokrasi dan keberpihakan kepada rakyat.
Menurut Dani Haris Purnawan, PDIP merupakan partai politik yang konsisten sejak awal reformasi dan layak dilabeli sebagai partai rakyat, bukan partai penguasa dan bukan pula partai yang hanya menjadi wadah perkumpulan segelintir orang untuk mencari kekuasaan dan memperkaya diri.
“PDI Perjuangan adalah partai yang konsisten. Ia bukan partai penguasa, bukan partai elite, dan bukan tempat berkumpulnya orang-orang yang haus jabatan dan kekayaan. PDI-P adalah partai rakyat,” tegas Dani Haris Purnawan kepada wartawan, Rabu (07/01/2026).
Ia menilai, di tengah maraknya pragmatisme politik dan transaksi kekuasaan, sikap PDI-P yang menolak Pilkada dipilih oleh DPRD merupakan bukti nyata keberpihakan kepada kedaulatan rakyat. Menurutnya, hanya PDIP yang secara terbuka dan tegas menolak wacana tersebut, sementara partai lain cenderung abu-abu atau mengikuti arus kekuasaan.
“Ketika banyak partai memilih diam atau mencari aman, PDI-P justru berdiri paling depan membela hak rakyat untuk memilih pemimpinnya sendiri. Ini bukan sikap populis, tapi sikap ideologis,” ujarnya.
Dani menambahkan, demokrasi tidak boleh dikerdilkan hanya demi kepentingan elite politik. Jika Pilkada dikembalikan ke DPRD, kata dia, maka rakyat hanya akan menjadi penonton, sementara kekuasaan kembali berputar di lingkaran sempit para elite.
“Kalau kepala daerah dipilih oleh DPRD, maka rakyat kehilangan kedaulatannya. Yang untung hanya elite partai dan pemodal. PDI-P memahami betul bahaya ini, sehingga tetap berdiri di garis rakyat,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat Halmahera Selatan masih membutuhkan partai politik yang berani melawan arus kekuasaan, menjaga marwah demokrasi, dan tidak menjadikan politik sebagai alat memperkaya diri.
“Partai rakyat itu bukan yang paling sering berkuasa, tapi yang paling konsisten membela rakyat meski harus berhadapan dengan kepentingan besar. PDI-P sudah membuktikan itu,” kata Dani.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi refleksi kritik terhadap realitas politik nasional saat ini, di mana partai politik kerap dinilai kehilangan jati diri dan lebih sibuk mengamankan kekuasaan ketimbang memperjuangkan kepentingan rakyat.
Di akhir pernyataannya, Dani Haris Purnawan berharap agar sikap konsisten PDI-P dapat menjadi contoh bagi partai politik lain, sehingga demokrasi Indonesia tetap berada di jalur yang benar dan tidak mundur ke belakang dan untuk pada pileg periode selanjutnya rakyat harus memenangkan PDI-P yang pantas di sebut partai rakyat Indonesia.(Red)



“saya ini cuma penjual sagu lempeng, tapi yakin selama torang jujur, berdoa, dan kerja keras, Allah pasti buka jalan,” ujar Rusmini Abu dengan mata berkaca-kaca usai pelantikan putranya.

