HALSEL, Malutline— Warga Desa Loid, Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, meminta bantuan seluruh masyarakat untuk memberikan informasi terkait hilangnya satu unit bodi fiber dengan nomor plat 139 yang dilaporkan raib pada subuh hari sekitar pukul 04.00 WIT.

Menurut keterangan pihak keluarga, bodi fiber tersebut diketahui hilang saat pemilik masih dalam keadaan tertidur. Keberadaan bodi baru diketahui tidak ada setelah dilakukan pengecekan pada waktu subuh. Hingga kini, bodi fiber tersebut belum ditemukan dan diduga kuat diambil oleh orang tidak dikenal.

Pihak keluarga dan warga setempat berharap apabila ada masyarakat yang melihat, menemukan, atau mengetahui keberadaan bodi fiber tersebut, agar segera menghubungi pihak keluarga melalui nomor kontak yang telah disediakan, yakni 0822 1106 2859 dan 0852 4536 6229.

“Kami sangat berharap bantuan masyarakat. Jika ada yang melihat bodi fiber dengan ciri tersebut, mohon segera menghubungi kami atau melapor ke pihak berwajib terdekat,” ungkap pihak keluarga.

Warga juga mengimbau agar masyarakat tidak membeli atau memperjualbelikan bodi fiber yang diduga hasil pencurian, karena hal tersebut melanggar hukum dan dapat merugikan pemilik yang merupakan warga nelayan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga berharap kerja sama seluruh elemen masyarakat dan aparat keamanan agar bodi fiber tersebut dapat segera ditemukan dan dikembalikan kepada pemiliknya. (Red)

HALSEL, Malutline — Aksi pencurian kembali meresahkan warga pesisir Kabupaten Halmahera Selatan. Kali ini, satu unit bodi long boat fiber lengkap dengan mesin 15 PK milik Surdi, warga Desa Loid, Kecamatan Bacan Barat Utara, dilaporkan hilang dicuri oleh orang tak dikenal (OTK) pada Selasa dini hari (6/1/2026) sekitar pukul 04.00 WIT.

Long boat tersebut diketahui berwarna hijau dan merupakan bantuan pemerintah untuk nelayan. Peristiwa pencurian itu terjadi saat pemilik dalam keadaan tertidur, sehingga tidak mengetahui adanya aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi penyimpanan perahu.

Menurut keterangan keluarga korban, Surdi baru menyadari kehilangan tersebut saat bangun dan melakukan pengecekan sekitar pukul 04.00 WIT. Namun saat itu, bodi long boat beserta mesin sudah tidak berada di tempat.

“Waktu dicek subuh, perahu dan mesin sudah tidak ada. Diduga dicuri saat pemilik masih tidur,” ungkap salah satu warga setempat.

Hilangnya long boat bantuan nelayan ini tentu sangat merugikan korban, mengingat perahu tersebut menjadi sarana utama untuk mencari nafkah di laut. Warga pun menyayangkan kejadian tersebut dan berharap ada perhatian serius dari pihak berwajib.

Sejumlah warga Desa Loid menduga, pelaku pencurian berencana menjual bodi dan mesin tersebut ke pihak lain. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk lebih waspada dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan atau mengetahui adanya transaksi mencurigakan terkait penjualan bodi long boat fiber berwarna hijau dengan mesin 15 PK.

“Kami harap kalau ada yang melihat atau mengetahui keberadaan bodi dan mesin tersebut, segera lapor ke polisi atau Polsek terdekat. Jangan dibeli karena itu barang hasil curian,” tegas warga.

Pihak keluarga korban juga berharap aparat kepolisian segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pencurian dan mengamankan barang bukti. Selain itu, masyarakat pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hingga dini hari, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Hingga berita ini diturunkan, kasus pencurian tersebut diharapkan segera dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh warga pesisir Halmahera Selatan untuk saling menjaga keamanan lingkungan, serta memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan demi melindungi aset nelayan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. (Red)

HALSEL, Malutline— Komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat kembali ditunjukkan oleh personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Halmahera Selatan. Sejak pagi hari, para personel dengan sigap melaksanakan pengaturan arus lalu lintas di sejumlah titik rawan kemacetan dan persimpangan jalan, guna memastikan aktivitas masyarakat berjalan lancar, aman, dan selamat.

Kehadiran personel Satlantas di pagi hari bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk nyata pengabdian dan kepedulian Polri terhadap keselamatan pengguna jalan.

Saat sebagian masyarakat memulai aktivitas menuju tempat kerja, sekolah, pasar, dan pusat pelayanan publik, personel Satlantas telah lebih dahulu berada di lapangan untuk memberikan rasa aman dan tertib berlalu lintas.

Dengan penuh tanggung jawab, petugas mengatur arus kendaraan, membantu pejalan kaki menyeberang jalan, serta memberikan imbauan humanis kepada pengendara agar selalu mematuhi aturan lalu lintas. Pendekatan persuasif dan edukatif ini menjadi bagian dari upaya menciptakan budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.

Kasat Lantas Polres Halmahera Selatan melalui keterangannya menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas utama. “Keselamatan adalah hal yang paling pertama dan utama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk memulai dari diri sendiri, dengan tertib berlalu lintas dan saling menghormati sesama pengguna jalan,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, kecelakaan lalu lintas pada umumnya diawali oleh pelanggaran kecil, seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, melanggar rambu, atau berkendara melebihi batas kecepatan. Oleh karena itu, kesadaran dan disiplin masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan angka kecelakaan di wilayah Halmahera Selatan.

Upaya pengaturan lalu lintas pagi hari ini juga sejalan dengan program Polri dalam membangun kehadiran yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang siap membantu kapan pun dibutuhkan.

Masyarakat pun menyambut positif kehadiran personel Satlantas di pagi hari. Banyak pengguna jalan merasa terbantu dengan kelancaran arus lalu lintas serta merasa lebih aman saat melintas di persimpangan dan kawasan padat aktivitas.

Melalui kegiatan ini, Satlantas Polres Halmahera Selatan berharap tercipta kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar, serta tumbuhnya kesadaran kolektif bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama.

Dengan semangat Polri Untuk Masyarakat, Satlantas Polres Halmahera Selatan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik demi mewujudkan jalan raya yang aman, nyaman, dan berkeselamatan bagi seluruh pengguna jalan. (Red)

TERNATE, Malutline— Komitmen Pemerintah Kota Ternate dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat kembali ditegaskan di awal tahun 2026. Wali Kota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si, didampingi Kepala BKSDMD Kota Ternate Samin Marsaoly, S.STP serta Direktur RSUD Kota Ternate dr. Muhammad Sagaf, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Puskesmas Kalumpang, Kecamatan Ternate Tengah, Senin (5/1/2026).

Sidak ini dilakukan sebagai langkah nyata untuk memastikan seluruh layanan kesehatan di Puskesmas Kalumpang berjalan optimal, profesional, dan sesuai dengan standar pelayanan publik, khususnya di momentum awal tahun yang menjadi titik awal penguatan kinerja aparatur dan tenaga kesehatan.

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota meninjau langsung berbagai fasilitas pelayanan, mulai dari ruang pendaftaran, poli umum, ruang tindakan, hingga ketersediaan tenaga medis dan nonmedis. Ia juga berdialog langsung dengan petugas kesehatan serta masyarakat yang sedang menerima layanan, guna mendengar secara langsung aspirasi dan pengalaman warga.

Wali Kota menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus diberikan secara cepat, ramah, dan tanpa diskriminasi. Menurutnya, Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan memiliki peran strategis dalam menjaga derajat kesehatan masyarakat Kota Ternate.

“Pelayanan kesehatan harus menjadi prioritas utama. Disiplin kerja, kehadiran tenaga medis, serta keramahan dalam melayani masyarakat adalah kunci membangun kepercayaan publik,” menjadi pesan penting yang disampaikan dalam sidak tersebut.

Sementara itu, Kepala BKSDMD Kota Ternate, Samin Marsaoly, menekankan pentingnya kedisiplinan ASN dan tenaga kontrak di lingkungan fasilitas kesehatan. Ia mengingatkan bahwa kualitas pelayanan sangat ditentukan oleh komitmen dan integritas sumber daya manusia yang bertugas.

Di sisi lain, Direktur RSUD Kota Ternate, dr. Muhammad Sagaf, menyampaikan bahwa sinergi antara Puskesmas dan rumah sakit sangat penting untuk menjamin pelayanan kesehatan yang berkesinambungan, terutama dalam hal rujukan pasien dan penanganan kasus-kasus medis tertentu.

Sidak ini juga menjadi bentuk evaluasi awal tahun sekaligus motivasi bagi seluruh tenaga kesehatan agar terus meningkatkan kinerja dan profesionalisme dalam melayani masyarakat. Pemerintah Kota Ternate berharap, melalui langkah-langkah pengawasan langsung seperti ini, kualitas pelayanan publik di bidang kesehatan semakin meningkat dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.

Dengan semangat Ternate Terus Berbenah, Pemerintah Kota Ternate terus berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang humanis, cepat, dan bermutu, demi mewujudkan Ternate sebagai Kota Bahagia dan Kota Rempah yang berdaya saing.(Red)

SOFIFI, Malutline— Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) resmi mengeluarkan peringatan dini cuaca dan potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada 05 hingga 11 Januari 2026 di seluruh wilayah Provinsi Maluku Utara.

Peringatan tersebut tertuang dalam surat resmi BPBD Provinsi Maluku Utara Nomor: 300.2.1/007/BPBD, yang ditujukan kepada seluruh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten/Kota se-Maluku Utara, sebagai tindak lanjut atas rilis informasi cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultan Babullah Ternate.

Dalam surat tersebut, BPBD Maluku Utara menegaskan bahwa kondisi cuaca selama periode tersebut berpotensi menimbulkan ancaman bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, gelombang tinggi, dan pohon tumbang, terutama di wilayah rawan.

BPBD Diminta Siaga Penuh
BPBD Provinsi Maluku Utara menginstruksikan seluruh BPBD kabupaten/kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan melakukan sejumlah langkah strategis, di antaranya:
Memperkuat koordinasi dengan instansi terkait dalam mengantisipasi potensi bencana dengan Menyiapkan sumber daya, termasuk personel dan peralatan darurat Memantau kondisi lapangan secara berkala serta memperbarui informasi cuaca dari BMKG

Menyebarluaskan peringatan dini kepada masyarakat di wilayah rawan;
Memastikan kesiapan rambu-rambu dan jalur evakuasi di daerah berisiko tinggi.
Langkah-langkah ini dinilai penting untuk meminimalisir dampak apabila terjadi bencana, serta memastikan respons cepat dan terkoordinasi.

Imbauan Tegas untuk Masyarakat
Selain kepada pemerintah daerah, BPBD juga menyampaikan imbauan langsung kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah pencegahan sejak dini.

Masyarakat diminta Mengenali potensi bencana di lingkungan masing-masing
Segera melakukan evakuasi ke tempat aman jika terjadi banjir atau longsor.

Waspada saat beraktivitas di wilayah rawan seperti pesisir pantai dan daerah perbukitan, Menghindari area pepohonan tua atau rawan tumbang saat hujan dan angin kencang, Selalu memeriksa prakiraan cuaca sebelum bepergian, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara;
Mengikuti informasi resmi dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate.

Keselamatan Jadi Prioritas Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Maluku Utara, Fehby Halting, S.IP., M.Si, menekankan bahwa peringatan dini ini dikeluarkan sebagai langkah antisipatif untuk melindungi keselamatan masyarakat.

“Cuaca ekstrem tidak bisa diprediksi secara pasti dampaknya, namun bisa diantisipasi risikonya. Kesiapsiagaan dan kewaspadaan menjadi kunci utama,” demikian pesan BPBD dalam pernyataan tertulisnya.

BPBD Maluku Utara mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk tidak menganggap remeh peringatan ini, serta bersama-sama meningkatkan kesiapsiagaan demi menghindari korban jiwa dan kerugian material.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya informasi yang tidak jelas sumbernya, dan selalu merujuk pada informasi resmi dari BPBD dan BMKG. (Red)