TERNATE, Malutline — Sebuah artikel ilmiah internasional yang diterbitkan dalam jurnal Geographies tahun 2026 menyoroti dinamika relokasi ibu kota dan tata kelola spasial di wilayah kepulauan Indonesia, dengan fokus khusus pada Provinsi Maluku Utara. Studi ini menilai bahwa Sofifi, sebagai ibu kota provinsi, hingga kini belum sepenuhnya berkembang sebagai pusat pemerintahan yang fungsional dan hidup secara urban.

Artikel berjudul “Capital City Relocation and Spatial Governance in Archipelagic Indonesia: Institutional Inertia and Urban Vitality in North Maluku” tersebut ditulis oleh Muhammad Rusydan Hi Arby, Seth Appiah-Opoku, dan Alifath Satria Negara Syaban. Penelitian ini mengkaji pengalaman global relokasi ibu kota dan menarik pelajaran penting yang relevan bagi Maluku Utara.

Dalam abstraknya, para penulis menjelaskan bahwa relokasi ibu kota tidak sekadar keputusan administratif, melainkan juga proses politik, institusional, dan sosial yang kompleks. Studi ini menggunakan enam perspektif teoretis, antara lain teori pertumbuhan wilayah, pembangunan polisentris, inersia kelembagaan, metabolisme perkotaan, keadilan spasial, dan vitalitas kota.

Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan relokasi ibu kota di berbagai negara—seperti Brasilia (Brasil), Abuja (Nigeria), Putrajaya (Malaysia), Naypyidaw (Myanmar), Randstad (Belanda), hingga Nusantara (Indonesia)—sangat ditentukan oleh kuatnya visi politik, integrasi kelembagaan, serta partisipasi masyarakat dalam perencanaan kota.

Khusus untuk Maluku Utara, penelitian ini menilai bahwa pengembangan Sofifi masih menghadapi tantangan inersia kelembagaan, yakni lambannya pemindahan dan penguatan fungsi-fungsi pemerintahan provinsi secara menyeluruh. Akibatnya, relokasi ibu kota cenderung bersifat simbolik dan belum sepenuhnya menciptakan sistem perkotaan yang aktif dan terintegrasi.

“Tanpa koordinasi kelembagaan yang kuat, konektivitas antarwilayah, dan pendekatan inklusif, relokasi ibu kota berisiko tidak menghasilkan vitalitas perkotaan yang diharapkan,” tulis para peneliti dalam kajian tersebut.

Studi ini juga menekankan pentingnya konektivitas antarpulau, peningkatan layanan publik, serta pemerataan akses sebagai kunci untuk mendorong Sofifi menjadi pusat pemerintahan yang benar-benar berfungsi di wilayah kepulauan.

Selain itu, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka konseptual yang mengaitkan desain spasial, reformasi institusional, dan kehidupan sosial perkotaan dalam upaya membangun ibu kota yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan penting bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam mengevaluasi kebijakan relokasi ibu kota provinsi, khususnya di daerah kepulauan seperti Maluku Utara, agar tidak berhenti pada penetapan administratif semata, tetapi benar-benar mendorong transformasi tata kelola dan pembangunan wilayah secara menyeluruh. (Haji)

LABUHA, Malutline— Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan menyampaikan ucapan Dirgahayu ke-19 Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) sebagai bentuk apresiasi terhadap peran partai politik dalam menjaga demokrasi dan mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Ucapan tersebut disampaikan melalui media visual resmi yang menampilkan Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba bersama Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin, dengan mengusung tema “Senyum Humanis” sebagai simbol kepemimpinan yang mengedepankan nilai kemanusiaan, pelayanan publik, dan keberpihakan kepada rakyat.

Di Kabupaten Halmahera Selatan, Partai Hanura dipimpin oleh Ketua Alim Rahman Adam dengan Nasurudin Kausaha sebagai Sekretaris, yang selama ini dikenal aktif dalam dinamika politik lokal serta konsisten mengawal aspirasi masyarakat.

Dalam kontestasi politik daerah, Partai Hanura juga tercatat sebagai salah satu partai koalisi pengusung pasangan Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba dan Helmi Umar Muchsin.

Peran Partai Hanura sebagai bagian dari koalisi pemerintahan daerah dinilai strategis dalam menjaga stabilitas politik sekaligus memperkuat legitimasi pemerintahan hasil pilihan rakyat. Sinergi antara partai politik dan pemerintah daerah menjadi fondasi penting dalam memastikan program-program pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Bupati Halmahera Selatan dalam pesan moral yang tercermin dari ucapan tersebut menegaskan bahwa partai politik merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun daerah. Kolaborasi yang sehat dan berorientasi pada kepentingan rakyat dinilai mampu melahirkan kebijakan publik yang adil dan berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin berharap momentum Dirgahayu ke-19 Partai Hanura dapat menjadi refleksi bagi seluruh elemen politik untuk terus menjaga etika demokrasi, persatuan, serta komitmen kebangsaan demi kemajuan Halmahera Selatan.

Tema “Senyum Humanis” yang diangkat Pemda Halmahera Selatan juga dimaknai sebagai ajakan membangun iklim politik yang sejuk, santun, dan bermartabat, jauh dari praktik politik transaksional maupun konflik yang dapat memecah belah masyarakat.

Peringatan hari lahir ke-19 Partai Hanura ini diharapkan menjadi momentum penguatan konsolidasi politik daerah, sekaligus mempertegas komitmen bersama antara pemerintah dan partai koalisi dalam mewujudkan pemerintahan yang demokratis, berkeadilan, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat Halmahera Selatan. (Haji)

HALSEL, Malutline — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Halmahera Selatan menutup tahun 2025 dengan capaian kinerja yang membanggakan, Evaluasi kinerja tahunan yang telah rampung menunjukkan progres pelaksanaan program mencapai 96 persen, disertai raihan 40 penghargaan dari berbagai level serta satu inovasi unggulan yang berhasil masuk nominasi inovasi daerah.

Capaian tersebut disampaikan langsung oleh Kepala DP3AKB Halmahera Selatan, Karima Nasarudin, melalui unggahan reflektif bernuansa syukur dan optimisme. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa seluruh hasil yang diraih merupakan buah dari kerja kolektif, kolaborasi lintas sektor, serta komitmen kuat dalam melayani masyarakat.

“Alhamdulillah, ‘ala kulli haal’—dalam setiap keadaan kami tetap bersyukur. Evaluasi capaian kinerja DP3AKB tahun 2025 telah selesai dengan hasil yang patut disyukuri bersama,” tulis Karima Nasarudin.

Salah satu capaian penting adalah lahirnya inovasi SIKAT (Sarana Implementasi Kontrasepsi Berkualitas) yang berhasil menembus nominasi inovasi daerah. Inovasi ini dinilai mampu memperkuat kualitas layanan keluarga berencana melalui pendekatan yang lebih efektif, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Tak berhenti pada capaian tahun berjalan, DP3AKB Halmahera Selatan juga menegaskan komitmennya untuk terus berjuang mengawal program prioritas berkelanjutan ke depan.

Sejumlah agenda strategis telah ditetapkan sebagai fokus utama, antara lain Percepatan penurunan stunting,
Pemberdayaan serta perlindungan perempuan dan anak secara terintegrasi dan kolaboratif, Penguatan Kabupaten Layak Anak (KLA), Pengembangan Kampung Keluarga Berkualitas, serta Penguatan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) sebagai garda layanan keluarga.

Menurut Karima, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba dan Helmi Umar Muksin serta, DPRD Komisi III, serta seluruh jajaran yang selama ini menjadi mitra strategis DP3AKB.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada kru hebat DP3AKB, para ASN dan P3K, serta jajaran BKKBN, yang dinilai telah bekerja dengan dedikasi tinggi dan semangat pengabdian tanpa lelah.
“Terima kasih atas kerja keras, loyalitas, dan semangat pengabdian seluruh tim. Capaian ini bukan milik individu, tetapi hasil kerja bersama,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Karima Nasarudin mengajak seluruh jajaran dan masyarakat untuk terus menjadi agen perubahan, membawa semangat pembangunan dari Negeri Saruma untuk Indonesia yang lebih baik.

“Teruslah menjadi agen perubahan untuk Indonesia dari Negeri Saruma, Halmahera Selatan,” pungkasnya.

Capaian DP3AKB Halmahera Selatan ini menjadi bukti bahwa dengan kolaborasi, inovasi, dan konsistensi, pembangunan sumber daya manusia—khususnya perempuan, anak, dan keluarga—dapat berjalan selaras menuju masa depan yang lebih berkualitas. (Haji)

HALSEL, Malutline — Guna meningkatkan kedisiplinan serta kualitas kinerja personel, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Halmahera Selatan melaksanakan apel pagi yang dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) IPTU Irfan Muzaffar Sondani, S.Tr.K. Apel tersebut berlangsung di halaman Mapolres Halmahera Selatan dan diikuti oleh seluruh personel Satlantas dengan penuh khidmat.

Dalam arahannya, IPTU Irfan Muzaffar Sondani menekankan pentingnya menjaga semangat, profesionalisme, dan loyalitas dalam menjalankan tugas-tugas rutin kepolisian, khususnya dalam bidang lalu lintas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat setiap hari.

“Apel pagi bukan sekadar rutinitas, tetapi momentum untuk menyatukan komitmen dan meningkatkan disiplin. Setiap personel harus tetap semangat, bertanggung jawab, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas IPTU Irfan.

Kasat Lantas juga mengingatkan seluruh anggota agar terus meningkatkan kualitas kinerja, baik dalam pengaturan lalu lintas, penegakan hukum, maupun pelayanan publik. Menurutnya, kualitas pelayanan yang baik hanya dapat terwujud apabila setiap personel memiliki disiplin tinggi, sikap humanis, serta integritas dalam bertugas.

Ia menegaskan bahwa disiplin merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Oleh karena itu, seluruh personel diminta untuk mematuhi aturan internal, menjaga sikap, serta menjadi teladan dalam berlalu lintas maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

“Pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan dengan pendekatan yang humanis, sopan, dan profesional. Hindari tindakan arogan, kedepankan edukasi, dan berikan solusi yang terbaik bagi masyarakat,” lanjutnya.

Selain itu, IPTU Irfan Muzaffar Sondani juga mengajak seluruh personel Satlantas untuk terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan, mengikuti perkembangan tugas kepolisian, serta beradaptasi dengan dinamika di lapangan yang semakin kompleks.

Apel pagi tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi singkat terhadap pelaksanaan tugas sebelumnya serta penyampaian rencana kegiatan yang akan dilaksanakan ke depan. Dengan demikian, setiap personel diharapkan memiliki pemahaman yang sama dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Melalui apel pagi ini, Satlantas Polres Halmahera Selatan berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan prima, cepat, dan transparan kepada masyarakat, sekaligus menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di wilayah hukum Polres Halmahera Selatan.

Kegiatan apel diakhiri dengan doa bersama, sebagai bentuk harapan agar seluruh personel senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. (Red)

HALSEL, Malutline — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Halmahera Selatan terus menggencarkan himbauan dan penertiban secara humanis kepada para pengemudi mobil bak terbuka (pickup dan truk) agar tidak mengangkut orang atau penumpang, karena berisiko tinggi terhadap keselamatan dan melanggar aturan perundang-undangan yang berlaku.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara rutin di sejumlah titik jalan di wilayah hukum Polres Halmahera Selatan sebagai bagian dari upaya preventif untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan di jalan raya.

Petugas Satlantas memberikan teguran simpatik disertai edukasi kepada para pengemudi, dengan menjelaskan bahwa mobil bak terbuka merupakan kendaraan angkutan barang, bukan kendaraan angkutan orang. Kendaraan jenis ini tidak dilengkapi dengan fitur keselamatan penumpang seperti sabuk pengaman, jok yang layak, maupun pelindung atap, sehingga sangat berbahaya apabila digunakan untuk mengangkut manusia.

“Mobil bak terbuka tidak dirancang untuk penumpang. Risiko terlempar saat pengereman mendadak atau kecelakaan sangat tinggi, sehingga kami terus mengingatkan pengemudi demi keselamatan bersama,” ujar salah satu petugas Satlantas di sela-sela kegiatan.

Selain aspek keselamatan, Satlantas Polres Halsel juga menegaskan bahwa praktik mengangkut orang menggunakan mobil bak terbuka merupakan pelanggaran hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Dalam ketentuan tersebut, khususnya Pasal 137 ayat (4) ditegaskan bahwa kendaraan angkutan barang dilarang mengangkut penumpang, serta Pasal 303 mengatur sanksi berupa denda atau kurungan bagi pelanggar.

Pendekatan humanis yang dikedepankan Satlantas Polres Halmahera Selatan bertujuan agar masyarakat tidak hanya takut pada sanksi, tetapi juga memahami risiko dan bahaya yang dapat mengancam keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Melalui kegiatan ini, Satlantas Polres Halsel berharap dapat Menekan angka kecelakaan lalu lintas, Meningkatkan kesadaran pengemudi terhadap keselamatan berlalu lintas, dan
Mendorong kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas demi keamanan bersama.

Satlantas Polres Halmahera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus melakukan edukasi dan penertiban secara berkelanjutan sebagai bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat, guna mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan. (Haji)