LABUHA, Malutline – Civitas Akademika Universitas Nurul Hasan Bacan menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Prof. Dr. Saiful Deni, S.Ag., M.Si atas amanah baru yang diemban sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Kepala LLDIKTI Wilayah XII Maluku dan Maluku Utara. Pengangkatan ini menjadi momentum penting bagi penguatan tata kelola pendidikan tinggi di kawasan timur Indonesia, khususnya dalam meningkatkan mutu, daya saing, serta kolaborasi antar perguruan tinggi.

Amanah tersebut merupakan bentuk kepercayaan negara atas dedikasi, integritas, dan rekam jejak kepemimpinan Prof. Dr. Saiful Deni dalam dunia akademik dan pengembangan pendidikan tinggi. Sebagai sosok akademisi dan pemimpin yang berpengalaman, beliau diharapkan mampu menghadirkan terobosan strategis dalam pembinaan, pendampingan, dan pengawasan perguruan tinggi swasta di wilayah Maluku dan Maluku Utara.

Rektor, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh mahasiswa Universitas Nurul Hasan Bacan menyambut baik penunjukan ini dengan penuh optimisme, Keberadaan PLT Kepala LLDIKTI yang memahami karakteristik wilayah kepulauan, tantangan akses, serta dinamika perguruan tinggi daerah diyakini akan membawa angin segar bagi percepatan peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi.

Dalam konteks pembangunan sumber daya manusia, peran LLDIKTI sangat strategis sebagai penghubung antara kebijakan nasional dan implementasi di tingkat perguruan tinggi. Oleh karena itu, kepemimpinan Prof. Dr. Saiful Deni diharapkan mampu mendorong terciptanya ekosistem akademik yang sehat, adaptif terhadap perubahan, serta berorientasi pada mutu dan relevansi lulusan.

Universitas Nurul Hasan Bacan menaruh harapan besar agar sinergi antara LLDIKTI Wilayah XII dan perguruan tinggi terus diperkuat, baik melalui pembinaan kelembagaan, peningkatan kualitas dosen, penguatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, maupun akselerasi akreditasi dan transformasi digital pendidikan tinggi.

Lebih dari itu, pengangkatan ini juga menjadi inspirasi dan motivasi bagi sivitas akademika, khususnya generasi muda akademisi, bahwa dedikasi, konsistensi, dan komitmen terhadap pendidikan akan selalu menemukan jalannya menuju pengabdian yang lebih luas bagi bangsa dan daerah.

Akhir kata, Civitas Akademika Universitas Nurul Hasan Bacan mendoakan semoga Prof. Dr. Saiful Deni senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam mengemban amanah sebagai PLT Kepala LLDIKTI Wilayah XII Maluku dan Maluku Utara, serta mampu membawa kemajuan nyata bagi pendidikan tinggi di kawasan ini.

Selamat bertugas dan sukses selalu.
Semoga amanah ini menjadi ladang pengabdian terbaik untuk kemajuan pendidikan dan masa depan generasi bangsa. (Haji)

LABUHA, Malutline – Warga Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, kembali menyuarakan kebutuhan akan pembangunan pasar yang lebih layak di Desa Laluin, Pasar yang berada di desa tersebut selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, tidak hanya bagi warga Desa Laluin, tetapi juga dimanfaatkan oleh warga dari desa lain di kabupaten Halmahera Selatan.

Pasar Desa Laluin diketahui menjadi tempat berjualan dan berbelanja bagi warga dari Desa Orimakurunga, Sagawelei, ngute-ngyte Posi-Posi, hingga desa-desa lain di wilayah Kayoa Selatan. Bahkan, sejumlah pedagang dari kecamatan lain juga kerap datang untuk menjajakan hasil pertanian, perikanan, dan kebutuhan pokok di pasar tersebut. Hal ini menjadikan Pasar Laluin sebagai salah satu pusat ekonomi terpenting di wilayah tersebut.

Namun, kondisi pasar saat ini dinilai belum memadai. Fasilitas yang terbatas, tidak lapak yang tidak tertata dengan baik, serta minimnya sarana pendukung seperti atap permanen, sehingga pedagang Barito dan sayuran harus berjualan di atas tanah beralaskan karun sehingga sangat mengganggu para pedagang terutama saat musim hujan. Para pedagang sering mengeluhkan kondisi jalan sempit, mengganggu warga desa laluin karena badan jalan sudah di gunakan untuk berjualan dan pembeli merasa kurang aman dan nyaman saat bertransaksi.

Salah seorang warga Kayoa Selatan menyampaikan bahwa pasar di desa laluin seharusnya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah untuk membangun. “kareja jika Pasar di Laluin ini vangun bukan hanya milik satu desa. Hampir seluruh warga sekecamatan Kayoa Selatan beraktivitas di sini. Kalau pasarnya lebih di bangun lebih layak, tentu ekonomi masyarakat akan jauh lebih baik,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah kecamatan maupun pemerintah kabupaten dapat melihat peran strategis Pasar Laluin sebagai pusat ekonomi rakyat. Pembangunan pasar yang lebih representatif dinilai dapat meningkatkan pendapatan pedagang, memperlancar distribusi hasil bumi dan hasil laut, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kayoa Selatan secara keseluruhan.

Selain itu, keberadaan pasar yang layak juga diyakini dapat menarik lebih banyak pedagang dari luar wilayah, sehingga perputaran uang di Kecamatan Kayoa Selatan semakin meningkat. Warga menilai, dengan potensi tersebut, Pasar Desa Laluin sudah selayaknya mendapatkan perhatian dan anggaran pembangunan yang memadai.

Hingga kini, masyarakat Kayoa Selatan masih menantikan langkah nyata dari pemerintah untuk menjawab kebutuhan tersebut. Mereka berharap pembangunan pasar yang layak tidak hanya menjadi wacana, tetapi segera direalisasikan demi kesejahteraan bersama.(Red)

HALSEL, Malutline– Dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media sosial kembali mencuat di Kabupaten Halmahera Selatan. Seorang mahasiswa bernama M. Rizal Rizky Ramli secara resmi melaporkan peristiwa tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Halmahera Selatan, Jumat (9/1/2026).

Laporan tersebut tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan Pengaduan (STPL) dengan nomor STPL/24/I/2026/SPKT, yang dikeluarkan oleh Polres Halmahera Selatan, Polda Maluku Utara. Dalam laporan itu, pelapor mengadukan dugaan pencemaran nama baik yang diduga dilakukan melalui percakapan di grup WhatsApp keluarga.

Berdasarkan isi laporan, M. Rizal Rizky Ramli yang merupakan mahasiswa asal Desa Saketa, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, melaporkan kejadian tersebut atas kuasa dari Sdri. Fatima M. Nasir, yang disebut sebagai ibu kandungnya. Dugaan pencemaran nama baik itu diduga dilakukan oleh pihak tertentu melalui percakapan di grup WhatsApp keluarga, yang kemudian menimbulkan dampak serius terhadap nama baik dan kehormatan korban.

Dalam laporan tersebut dijelaskan, dugaan perbuatan tersebut baru diketahui oleh korban setelah adanya percakapan di dalam grup WhatsApp keluarga yang dinilai mengandung unsur pencemaran nama baik. Percakapan tersebut kemudian didokumentasikan, termasuk dengan cara mengambil tangkapan layar (screenshot), sebagai bukti awal yang dilampirkan dalam pengaduan ke pihak kepolisian.

Peristiwa dugaan pencemaran nama baik itu disebut terjadi di Desa Saketa, Kecamatan Gane Barat, pada 1 Januari 2026. Akibat kejadian tersebut, pihak korban mengaku merasa dirugikan secara moral dan nama baiknya tercemar di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar.

“Dengan adanya permasalahan ini, kami merasa dirugikan sehingga memilih menempuh jalur hukum agar persoalan ini dapat diproses sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” demikian keterangan yang tertuang dalam laporan pengaduan tersebut.

Pihak Polres Halmahera Selatan melalui SPKT telah menerima laporan tersebut dan menerbitkan STPL sebagai bukti awal penerimaan pengaduan. Dokumen tersebut ditandatangani oleh petugas SPKT Polres Halmahera Selatan atas nama Kepala Kepolisian Resor Halmahera Selatan.

Kasus ini selanjutnya akan ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku, termasuk pendalaman materi laporan, pemeriksaan saksi-saksi, serta pengumpulan alat bukti untuk menentukan ada tidaknya unsur pidana sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan grup percakapan digital, terutama yang berkaitan dengan penyampaian informasi, opini, maupun pernyataan yang dapat berdampak pada kehormatan dan nama baik seseorang.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan proses awal penanganan laporan dan belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut terkait perkembangan kasus tersebut. (Haji)

HALSEL, Malutline – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Halmahera Selatan, Idham Pora, melakukan survei langsung kondisi jalan masuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Marabose yang selama ini kerap tergenang air dan menjadi keluhan masyarakat setempat.

Dari hasil survei lapangan tersebut, Idham Pora menegaskan bahwa penyebab utama terjadinya genangan air bukan semata kerusakan jalan, melainkan tidak adanya saluran drainase sama sekali di sepanjang ruas jalan masuk menuju TPA Marabose.

“Hasil survei kami di lapangan menunjukkan bahwa di sepanjang jalan ini tidak terdapat saluran drainase, sehingga air hujan tidak memiliki jalur pembuangan dan akhirnya menggenangi badan jalan,” jelas Idham Pora di sela-sela peninjauan.

Kondisi tersebut menyebabkan air hujan tertahan di permukaan jalan dalam waktu lama, terlebih saat hujan dengan intensitas tinggi. Akibatnya, jalan menjadi licin, berlubang, dan sulit dilalui, terutama oleh kendaraan pengangkut sampah dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut.

Hal ini sampaikan kepala dinas (kadis) pekerjaan umum (PU) kepada wartawan Jumat (9/01/2026) melalui saluran teleponnya menyampaikan bahwa ketiadaan drainase merupakan persoalan serius yang harus segera ditangani secara menyeluruh.

Menurutnya, perbaikan jalan tanpa dibarengi pembangunan saluran drainase tidak akan menyelesaikan masalah secara permanen.

“Kalau hanya ditambal atau diaspal ulang tanpa membuat saluran air, maka genangan akan tetap terjadi. Drainase adalah kunci utama agar air bisa teralirkan dengan baik,” tegasnya.

Ia menambahkan, hasil survei ini akan menjadi dasar bagi Dinas PU untuk menyusun perencanaan teknis pembangunan saluran drainase baru, sekaligus peningkatan kualitas badan jalan menuju TPA Marabose agar lebih tahan terhadap genangan air.

Sementara itu, masyarakat Marabose mengaku lega setelah mengetahui penyebab pasti dari persoalan yang selama ini mereka keluhkan. Warga berharap, setelah adanya survei dan pernyataan resmi dari Kadis PU, pemerintah daerah dapat segera merealisasikan pembangunan drainase agar masalah genangan tidak terus berulang setiap musim hujan.

“Setiap hujan pasti tergenang karena air tidak ke mana-mana. Kami berharap segera dibuatkan saluran air supaya jalan ini bisa normal,” ujar salah satu warga.

Warga juga menilai jalan masuk TPA Marabose memiliki peran penting, tidak hanya sebagai akses pengangkutan sampah, tetapi juga sebagai jalur aktivitas masyarakat sekitar, Oleh karena itu, penanganan infrastruktur di kawasan tersebut dinilai mendesak demi kenyamanan, keselamatan, dan kelancaran mobilitas warga.

Dengan adanya survei lapangan ini, Dinas PU Halmahera Selatan berkomitmen menjadikan persoalan jalan dan drainase menuju TPA Marabose sebagai prioritas penanganan, guna memberikan solusi jangka panjang dan mengakhiri keluhan masyarakat yang telah berlangsung bertahun-tahun. (Haji)

LABUHA, Malutline – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,4 yang terjadi pada Kamis malam, 8 Januari 2026, sekitar pukul 21.57 WIT, mengguncang wilayah Halmahera Selatan, khususnya Kota Labuha, dan dirasakan cukup kuat oleh masyarakat.

Berdasarkan informasi resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di 15 kilometer Timur Laut Labuha, Maluku Utara, dengan kedalaman dangkal sekitar 3 kilometer.

Gempa dangkal tersebut menyebabkan getaran terasa jelas di permukiman warga.
Sejumlah warga Labuha mengaku terkejut dan panik saat gempa terjadi.

Getaran kuat membuat rumah-rumah warga bergoyang, perabotan bergetar, dan sebagian warga langsung berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
“Getarannya kuat sekali, tempat tidur sampai bergoyang. Kami langsung keluar rumah, takut ada gempa susulan,” ujar salah satu warga Labuha.

Akibat kepanikan tersebut, banyak warga memilih tidur di luar rumah, di teras, halaman, hingga pinggir jalan, karena khawatir akan terjadi gempa susulan. Beberapa keluarga bahkan menggelar tikar dan bertahan di luar rumah hingga larut malam.

Situasi di sejumlah lingkungan di Labuha tampak ramai oleh warga yang berkumpul, saling memastikan kondisi keluarga dan tetangga. Anak-anak terlihat menangis ketakutan, sementara orang tua berusaha menenangkan mereka.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa. Namun, trauma dan rasa cemas masih dirasakan warga, terutama mengingat Halmahera Selatan merupakan wilayah rawan aktivitas gempa.

BMKG melalui keterangannya mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak terpancing isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta selalu mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG.

Masyarakat juga diingatkan untuk mengecek kondisi bangunan rumah, memastikan tidak ada retakan berbahaya, serta menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi gempa susulan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Halmahera Selatan akan pentingnya kesiapsiagaan bencana, terutama di wilayah yang berada pada jalur seismik aktif. (Haji)