HALSEL, Malutline— Warga masyarakat Kecamatan Gane Barat dan Gane Timur, termasuk para pengguna jalan lintas Saketa–Matutin, mengeluhkan kondisi ruas jalan yang telah dibongkar sejak hampir empat bulan lalu oleh PT Buli Bangun namun hingga kini belum juga dilakukan pengaspalan kembali. Kondisi tersebut dinilai sangat mengganggu aktivitas masyarakat serta membahayakan keselamatan para pengendara.

Ruas jalan lintas Saketa–Matutin merupakan jalur utama penghubung antarwilayah yang setiap hari dilalui oleh masyarakat, baik untuk keperluan bekerja, berdagang, bersekolah, maupun mengangkut hasil pertanian. Namun sejak dilakukan pembongkaran badan jalan beberapa bulan lalu, permukaan jalan dibiarkan terbuka tanpa lapisan aspal, sehingga menimbulkan berbagai persoalan baru.

Keluhan masyarakat semakin meningkat memasuki musim panas. Debu tebal yang beterbangan akibat lalu lalang kendaraan dinilai sangat mengganggu jarak pandang pengendara dan berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Selain itu, debu juga masuk ke rumah-rumah warga yang berada di sepanjang jalan, mencemari perabotan, mengganggu pernapasan, serta menurunkan kualitas kenyamanan hidup masyarakat.

“Kalau sudah siang hari, debunya tebal sekali. Penglihatan jadi terganggu, motor dan mobil sulit melihat ke depan. Sudah lama sekali jalan ini dibongkar, tapi sampai sekarang belum juga diaspal,” ujar salah seorang warga Gane Barat saat ditemui di lokasi.

Keluhan serupa juga disampaikan warga Gane Timur. Mereka berharap pihak perusahaan dan instansi terkait segera mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan pekerjaan pengaspalan. Pasalnya, selain menimbulkan gangguan kesehatan, kondisi jalan yang rusak dan berdebu juga mempercepat kerusakan kendaraan.

Dalam bahasa daerah, keluhan masyarakat bahkan kerap diungkapkan dengan nada kecewa, “dg tarlama panyake rangi p torang dia p abu nae tu,” yang menggambarkan betapa lamanya masyarakat harus bersabar menghadapi debu yang terus berterbangan setiap hari.

Tidak hanya pengendara roda dua, sopir angkutan umum dan kendaraan pengangkut hasil kebun juga merasakan dampak serius dari kondisi tersebut. Debu yang pekat membuat kaca kendaraan cepat kotor, jarak pandang menurun drastis, dan risiko kecelakaan semakin tinggi, terutama pada sore hari saat lalu lintas padat.

Warga menilai keterlambatan pengaspalan ini menunjukkan kurangnya perhatian terhadap kenyamanan dan keselamatan masyarakat. Mereka meminta PT Buli Bangun selaku pihak yang melakukan pembongkaran agar segera menuntaskan kewajibannya, serta meminta pemerintah daerah dan dinas terkait turun tangan melakukan pengawasan.

“Kami tidak menolak pembangunan, tapi mohon setelah dibongkar segera diselesaikan Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban debu dan jalan rusak,” ungkap warga lainnya.

Masyarakat berharap dalam waktu dekat ada kepastian jadwal pengaspalan dan perbaikan jalan lintas Saketa–Matutin. Pasalnya, jalan tersebut merupakan urat nadi perekonomian dan mobilitas warga di wilayah Gane Barat dan Gane Timur.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Buli Bangun maupun instansi terkait mengenai alasan keterlambatan pengaspalan dan kepastian waktu penyelesaian pekerjaan. Warga pun berharap keluhan mereka segera mendapat perhatian serius demi keselamatan, kesehatan, dan kelancaran aktivitas sehari-hari. (Haji)

HALSEL, Malutline — Bidang Pendapatan pada Dinas Keuangan Kabupaten Halmahera Selatan mencatat sedikitnya terdapat 22 tempat hiburan berupa kafe karaoke yang tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Bacan, Obi, Laiwui, dan Kawasi. Data tersebut merupakan hasil pemutakhiran terbaru yang dilakukan sebagai bagian dari upaya optimalisasi pendapatan daerah dari sektor pajak hiburan.

Kepala Bidang Pendapatan Dinas Keuangan Halmahera Selatan, Sarjan Jafar, menjelaskan bahwa secara umum para pengusaha kafe karaoke yang telah terdata menunjukkan kepatuhan dalam memenuhi kewajiban pembayaran pajak. Meskipun dalam beberapa kasus terdapat keterlambatan, namun seluruh wajib pajak tetap melakukan pembayaran sesuai ketentuan yang berlaku.

“Dari hasil pendataan kami, kurang lebih ada 22 tempat hiburan berupa kafe karaoke. Untuk yang sudah terdata, semuanya aktif membayar pajak. Memang kadang ada keterlambatan, tetapi mereka tetap melunasi kewajibannya, tergantung situasi dan kondisi jumlah pengunjung,” ujar Sarjan Jafar saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (20/01/2026).

Ia mengungkapkan bahwa tingkat kunjungan ke sejumlah tempat karaoke di wilayah Obi, Kawasi, dan Laiwui hingga saat ini masih tergolong cukup ramai. Namun demikian, beberapa lokasi usaha hiburan di wilayah tersebut belum sepenuhnya terdata oleh pihak dinas, sehingga belum dilakukan pemungutan pajak secara optimal.

Menurut Sarjan, pendataan lanjutan terhadap tempat-tempat hiburan yang belum terjangkau akan menjadi prioritas pada tahun 2026 mendatang. Pemerintah daerah berencana mulai melakukan penagihan pajak secara menyeluruh setelah proses pendataan selesai dilakukan.

“Untuk beberapa lokasi seperti Obi, Kawasi, dan Laiwui masih ada yang belum masuk dalam database. Insya Allah pada tahun 2026 nanti sudah dilakukan penagihan setelah pendataan rampung,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sarjan Jafar menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kesadaran para pelaku usaha terhadap kewajiban perpajakan. Meskipun dihadapkan pada keterbatasan sumber daya manusia di Bidang Pendapatan, upaya sosialisasi tetap dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Kami tetap melakukan sosialisasi kepada para wajib pajak, khususnya pengusaha kafe dan karaoke. Walaupun SDM kami terbatas, tetapi kami terus berusaha memberikan pemahaman agar para pengusaha sadar akan pentingnya membayar pajak,” katanya.

Ia menambahkan bahwa sektor hiburan memiliki potensi besar dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) apabila dikelola secara tertib dan transparan. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan para pelaku usaha dinilai sangat penting guna menciptakan iklim usaha yang sehat sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Sarjan berharap, melalui sosialisasi yang intensif dan pendataan yang lebih akurat, tingkat kepatuhan wajib pajak di sektor hiburan dapat terus meningkat. Dengan demikian, kontribusi pajak dari kafe karaoke dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Halmahera Selatan.

“Pajak yang dibayarkan para pengusaha akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik. Karena itu, kami berharap kerja sama dan kesadaran semua pihak terus terjaga,” pungkasnya. (Haji)

HALSEL, Malutline — Di tengah dinamika kehidupan yang kian kompleks dan penuh tantangan, pesan-pesan sederhana namun sarat makna kembali hadir menguatkan masyarakat. Kali ini, sebuah bait reflektif dari Rifa’at Al Sa’adah, istri Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba, menarik perhatian publik melalui ungkapan kata-kata yang menyejukkan dan bernilai spiritual.

Dalam bait yang dibagikan melalui media sosial dengan tagar #sebaitkatarifa, #maasyaAllahtabaarakallah, dan #semangatpagi, Rifa’at Al Sa’adah menuliskan “Saat kehidupan terasa tiada pernah hening, mungkin banyak kisah yang nampak pening, maka belajarlah dari air jernih yang bening, mengalirlah selalu menjadi manfaat untuk sekeliling…”

Rangkaian kalimat tersebut memuat pesan mendalam tentang ketenangan, kesabaran, dan pentingnya menghadirkan kebermanfaatan di tengah hiruk pikuk kehidupan. Melalui simbol air yang jernih dan terus mengalir, Rifa’at Al Sa’adah mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga kejernihan hati serta menebarkan kebaikan tanpa henti.

Sebagai pendamping kepala daerah, Rifa’at Al Sa’adah dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat. Namun, perannya tidak hanya terbatas pada aktivitas formal.

Melalui ungkapan-ungkapan reflektif yang ia bagikan, ia turut menghadirkan ruang perenungan bagi masyarakat, khususnya di tengah tekanan hidup dan derasnya arus informasi, Pesan yang disampaikan dalam bait tersebut dinilai sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang menekankan pentingnya keikhlasan, kesabaran, dan kebermanfaatan bagi sesama.

Dalam ajaran agama, sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain. Filosofi inilah yang tersirat kuat dalam ungkapan “mengalirlah selalu menjadi manfaat untuk sekeliling.”

Sejumlah warganet memberikan respons positif terhadap bait tersebut. Banyak yang mengungkapkan rasa syukur dan terinspirasi, serta menjadikan pesan itu sebagai penguat semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Di tengah situasi yang kerap menimbulkan kegelisahan, pesan bernuansa religius dan reflektif ini dinilai mampu menghadirkan ketenangan batin.

Lebih dari sekadar puisi, bait tersebut menjadi pengingat bahwa setiap individu memiliki peran untuk menjaga keharmonisan sosial, Dengan hati yang jernih dan niat yang tulus, setiap langkah kecil dapat menghadirkan manfaat besar bagi lingkungan sekitar.

Melalui sebaris kata, Rifa’at Al Sa’adah kembali menegaskan bahwa dakwah dan pengabdian tidak selalu harus disampaikan melalui mimbar atau forum resmi. Kata-kata yang lahir dari ketulusan hati pun mampu menjadi wasilah kebaikan, menuntun banyak orang untuk kembali merenungi makna hidup, kesabaran, dan pengabdian kepada sesama serta kepada Allah SWT. (Haji)

HALSEL, Malutline – Gerakan Pramuka Kabupaten Halmahera Selatan kembali meneguhkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kepramukaan melalui pelaksanaan Kursus Pembina Mahir Tingkat Dasar (KMD) yang akan digelar pada 21 hingga 25 Januari 2026 di Bumi Perkemahan Omamoi, Panamboang, Bacan Selatan.

Kegiatan bergengsi ini mengusung tema besar “Sinergi Pembina Pramuka Memperkuat Kemitraan untuk Pembinaan yang Inovatif dan Berdampak”, sebuah tema yang mencerminkan semangat kolaborasi, pembaruan, serta tekad kuat untuk melahirkan pembina-pembina Pramuka yang profesional, kreatif, dan berdaya saing.

Pelaksanaan KMD tahun ini mendapat perhatian khusus karena dihadiri langsung oleh dua tokoh penting kepramukaan Halmahera Selatan, yakni Kakak Bassam Kasuba, selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Halmahera Selatan, serta Kakak Rifaat, Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Halmahera Selatan. Kehadiran kedua pimpinan ini menjadi simbol kuatnya dukungan pimpinan daerah terhadap kemajuan pembinaan generasi muda melalui gerakan Pramuka.

Dalam suasana perkemahan yang sarat nilai kebersamaan dan pendidikan karakter, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang inspiratif bagi para peserta. Selama lima hari pelaksanaan, para calon pembina akan dibekali berbagai materi dasar kepramukaan, mulai dari metodik pembinaan, kepemimpinan, manajemen satuan, hingga penguatan nilai-nilai kepramukaan yang berlandaskan Dasa Dharma dan Tri Satya.

Ketua Mabicab Halmahera Selatan, Kakak Bassam Kasuba, dalam pesannya menegaskan bahwa pembina Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, keberhasilan pembinaan di gugus depan sangat ditentukan oleh kualitas pembina yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam sikap, perilaku, dan pengabdian.

“Melalui kursus ini, kita berharap lahir para pembina yang tidak hanya mahir secara keterampilan, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, jiwa kepemimpinan, dan semangat pengabdian yang tinggi kepada bangsa dan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kwarcab Halmahera Selatan, Kakak Rifaat, menyampaikan bahwa KMD merupakan fondasi penting dalam jenjang pendidikan pembina. Ia menekankan pentingnya inovasi dalam pembinaan agar kegiatan Pramuka tetap relevan dengan perkembangan zaman dan mampu menjawab tantangan generasi muda saat ini.

“Tema sinergi dan kemitraan menjadi sangat penting. Pembinaan Pramuka tidak bisa berjalan sendiri, tetapi harus melibatkan sekolah, orang tua, pemerintah, serta seluruh elemen masyarakat,” tuturnya.

Bumi Perkemahan Omamoi yang dipilih sebagai lokasi kegiatan menghadirkan suasana alam yang asri dan mendukung proses pendidikan karakter. Di tengah rindangnya pepohonan dan semilir angin pesisir Bacan Selatan, para peserta diharapkan dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, disiplin, dan rasa tanggung jawab.

Kegiatan Kursus Pembina Mahir Tingkat Dasar ini tidak hanya menjadi ajang peningkatan kapasitas, tetapi juga wahana silaturahmi, berbagi pengalaman, serta mempererat persaudaraan antarpembina dari berbagai gugus depan di Halmahera Selatan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi investasi jangka panjang bagi pembentukan generasi muda yang berkarakter, mandiri, dan cinta tanah air.

Dengan terselenggaranya KMD 2026 ini, Gerakan Pramuka Halmahera Selatan optimistis dapat melahirkan pembina-pembina andal yang mampu menggerakkan satuan Pramuka secara lebih kreatif, inovatif, dan berdampak nyata bagi pembangunan karakter generasi penerus bangsa. (Haji)

HALSEL, Malutline-— Warga Desa Kaireu, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, digegerkan dengan penemuan seorang warga yang ditemukan meninggal dunia di samping rumahnya, Senin (19/1/2026) sekitar pukul 10.40 WIT.

Korban diketahui bernama Lasamadi, warga setempat. Jasad korban ditemukan tergeletak di samping rumah miliknya dalam kondisi tidak bernyawa. Penemuan tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar dan menghebohkan lingkungan setempat.

Informasi awal terkait peristiwa ini pertama kali diterima media dari seorang warga bernama Edo, yang melaporkan kejadian tersebut melalui sambungan telepon WhatsApp. Ia menyampaikan bahwa telah terjadi penemuan mayat seorang warga di Desa Kaireu.

Menurut keterangan warga setempat, Rusdi, penemuan mayat bermula saat dirinya hendak meminjam sepeda motor milik korban. Namun setibanya di rumah korban, ia melihat korban sudah terbaring di samping rumah dalam keadaan tidak bernyawa.

“Saya mau pinjam motor, tapi waktu sampai di rumah, korban sudah terbaring dan tidak bernyawa di samping rumah,” ujar Rusdi kepada warga.

Melihat kondisi tersebut, Rusdi segera memberitahukan warga sekitar untuk memastikan keadaan korban sekaligus meminta agar peristiwa itu segera dilaporkan kepada pihak berwajib. Warga kemudian berdatangan ke lokasi untuk melihat langsung kejadian tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga bersama warga setempat masih menunggu kedatangan aparat kepolisian dari Polsek Bacan Timur untuk melakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut. Polisi diharapkan segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Belum diketahui secara pasti penyebab meninggalnya korban. Namun, pihak kepolisian akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk meminta keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian.

Peristiwa ini menambah daftar kejadian penemuan mayat yang menggegerkan masyarakat di wilayah Halmahera Selatan. Warga berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap penyebab kematian korban agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. (Haji)