HALBAR, Malutline— Meski banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Halmahera Barat telah surut, dampaknya masih dirasakan warga hingga kini. Di beberapa desa terdampak, kondisi permukiman masih memprihatinkan, dengan rumah warga rusak, sebagian bangunan roboh, serta lingkungan dipenuhi lumpur dan material sisa banjir.

Aktivitas dan akses masyarakat belum sepenuhnya pulih. Warga masih bergotong royong membersihkan lumpur dari rumah dan fasilitas umum agar dapat kembali ditempati. Pada fase pemulihan awal pascabencana ini, kebutuhan akan alat kebersihan dan air bersih menjadi sangat mendesak.

Merespons kondisi tersebut, Turun Tangan Maluku Utara berkolaborasi dengan Ayo Baronda menggelar kegiatan penggalangan donasi sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Bantuan difokuskan pada penyediaan air minum dan alat kebersihan lingkungan di salah satu titik terdampak, yakni Desa Tongute Ternate, Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat.

Koordinator Turun Tangan Maluku Utara, Ariyo Dermawan, mengatakan bahwa fase pascabencana sering kali kurang mendapat perhatian, padahal menjadi masa krusial bagi masyarakat terdampak.
“Ketika banjir sudah surut, tantangan justru semakin nyata bagi warga. Rumah rusak, lumpur menumpuk, dan aktivitas belum bisa berjalan normal. Pada fase inilah solidaritas dan kolaborasi semua pihak sangat dibutuhkan,” ujarnya saat dihubungi.

Ia menambahkan, seluruh proses distribusi bantuan dilakukan melalui koordinasi dengan posko resmi serta aparat desa setempat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dan tidak tumpang tindih dengan bantuan dari instansi pemerintah.

Turun Tangan Maluku Utara bersama Ayo Baronda mengapresiasi seluruh donatur, relawan, dan pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam aksi kemanusiaan tersebut. Kolaborasi lintas komunitas ini diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus mempercepat proses pemulihan sosial dan lingkungan di wilayah terdampak banjir dan longsor di Halmahera Barat. (Red)

HALSEL, Malutline– Setelah melalui proses dan kerja keras bersama, Pemerintah Desa Gunange, Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara akhirnya menuntaskan pemasangan pipa air pancuran Ake Dabo, Kehadiran fasilitas ini menjadi harapan baru bagi masyarakat dalam memperoleh akses air bersih yang layak dan berkelanjutan.

Kepala Desa Gunange, Den Muhajir, menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan sarana air bersih tersebut. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah desa terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

“Alhamdulillah, pemasangan pipa air Ake Dabo telah tuntas. Ini adalah hasil kebersamaan dan gotong royong kita semua. Semoga airnya mengalir lancar dan membawa manfaat bagi seluruh warga,” ujar Den Muhajir.

Menurutnya, air bukan hanya sekadar kebutuhan harian, tetapi juga sumber kehidupan yang harus dijaga bersama. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Desa Gunange kecamatan kayoa untuk memiliki rasa tanggung jawab dalam merawat pipa air yang telah dibangun.

“Fasilitas ini bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan. Jika kita jaga bersama, insya Allah air bersih ini bisa dinikmati hingga anak cucu kita,” tambahnya.

Lebih lanjut, Den Muhajir berharap keberadaan pancuran Ake Dabo dapat memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan air secara bijak demi keberlanjutan sumber daya alam.

Pemerintah Desa Gunange optimistis bahwa akses air bersih ini akan memberikan dampak positif bagi kesehatan, kesejahteraan, serta kualitas hidup masyarakat, sekaligus menjadi langkah awal menuju desa yang lebih mandiri dan sejahtera.

Atas kerja keras kepala Desa Den Muhajir tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat Desa Gunange kecamatan kayoa secara keseluruhan ujar salah satu warga gunange. (Haji)

Jakarta, Malutline– Konstelasi politik nasional pasca-Pemilu 2024 mulai memperlihatkan dinamika baru yang kian menarik untuk dicermati. Sejumlah figur bermunculan dan mulai diperbincangkan publik sebagai kandidat potensial dalam bursa Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2029. Di antara nama-nama tersebut, Sherly Tjoanda mencuri perhatian setelah disebut masuk dalam radar calon wakil presiden (cawapres) dengan tingkat elektabilitas yang dinilai menjanjikan, khususnya di kalangan pemilih muda.

Berdasarkan hasil survei terbaru yang dirilis lembaga riset independen dan dipublikasikan oleh platform media digital NOWDOTS, Sherly Tjoanda mencatatkan tingkat dukungan sebesar 7,25 persen di segmen pemilih muda. Capaian ini menempatkannya di atas Gibran Rakabuming Raka, yang meraih 6,13 persen. Meski selisih angka tersebut relatif tipis, temuan ini dinilai signifikan karena menunjukkan adanya pergeseran preferensi politik generasi muda yang semakin terbuka terhadap figur-figur alternatif di luar arus utama kekuasaan.

Pengamat politik menilai, menguatnya elektabilitas Sherly Tjoanda tidak terjadi secara tiba-tiba. Sosoknya dinilai merepresentasikan wajah kepemimpinan baru yang modern, komunikatif, serta responsif terhadap isu-isu strategis yang dekat dengan kehidupan anak muda. Narasi pembangunan berkelanjutan, penguatan peran perempuan, serta pemberdayaan generasi muda menjadi tema-tema yang kerap melekat dalam citra publik Sherly.

Di sisi lain, Gibran Rakabuming Raka tetap dipandang sebagai figur kuat dalam lanskap politik nasional. Dengan latar belakang keluarga politik dan pengalaman di pemerintahan, Gibran masih memiliki basis dukungan yang solid, terutama dari pemilih yang menginginkan kesinambungan kepemimpinan nasional. Namun, hasil survei ini mengindikasikan bahwa generasi muda kini semakin kritis dan selektif, tidak semata-mata mempertimbangkan popularitas atau garis keturunan politik.

Menariknya, diskursus politik yang berkembang belakangan juga mulai mengaitkan kemungkinan terbentuknya duet-duet potensial menuju 2029. Salah satu yang ramai diperbincangkan publik adalah wacana duet Prabowo Subianto–Sherly Tjoanda. Kombinasi ini dinilai memiliki daya tarik tersendiri karena merepresentasikan pertemuan antara pengalaman politik nasional yang matang dan figur perempuan muda yang progresif serta adaptif terhadap perubahan zaman.

Sejumlah analis menilai, duet semacam ini berpotensi menjangkau spektrum pemilih yang lebih luas. Prabowo Subianto dikenal memiliki basis pemilih nasionalis dan loyal yang kuat, sementara Sherly Tjoanda dinilai mampu menggaet dukungan pemilih muda, pemilih perempuan, serta kelompok urban yang menginginkan pembaruan dalam gaya kepemimpinan.

Meski demikian, para pengamat mengingatkan bahwa peta politik menuju 2029 masih sangat cair dan dinamis. Elektabilitas figur-figur yang kini muncul masih berpotensi berubah seiring waktu, dipengaruhi oleh kinerja, konsistensi komunikasi publik, serta kemampuan merespons isu-isu strategis nasional yang berkembang. Dengan rentang waktu yang masih cukup panjang, ruang kompetisi tetap terbuka lebar bagi figur-figur lain untuk menguatkan posisi mereka di mata publik.

Fenomena menguatnya nama-nama baru dalam bursa cawapres 2029 mencerminkan semakin dewasanya demokrasi Indonesia. Pemilih, khususnya generasi muda, tidak lagi terpaku pada nama besar semata, melainkan mulai menimbang kapasitas kepemimpinan, gagasan, serta rekam jejak yang ditawarkan.

Ke depan, publik akan terus mencermati langkah-langkah politik Sherly Tjoanda dan tokoh-tokoh lainnya dalam membangun komunikasi, memperluas basis dukungan, serta menghadirkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Apakah tren dukungan ini mampu dipertahankan atau justru bergeser, akan sangat bergantung pada konsistensi, integritas, dan kemampuan menjawab harapan rakyat.

Satu hal yang pasti, suhu politik menuju 2029 mulai menghangat. Persaingan gagasan antara generasi pemimpin lama dan baru dipastikan akan menjadi dinamika menarik yang mewarnai perjalanan demokrasi Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. (Haji

HALSEL, Malutline – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, Suasana duka menyelimuti keluarga besar Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Halmahera Selatan atas wafatnya almarhumah Aisa Hi. Usman, ibunda tercinta dari M. Hijra Hi. Kamuning, S.H, Anggota Bawaslu Kabupaten Halmahera Selatan.

Kepergian almarhumah merupakan kehilangan yang sangat mendalam, tidak hanya bagi keluarga inti yang ditinggalkan, tetapi juga bagi seluruh jajaran dan keluarga besar Bawaslu Halmahera Selatan. Almarhumah dikenal sebagai sosok ibu yang bersahaja, penuh kelembutan, serta senantiasa menanamkan nilai-nilai keislaman, ketakwaan, dan akhlakul karimah dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan sekitarnya.

Ketua beserta seluruh pimpinan dan jajaran Bawaslu Kabupaten Halmahera Selatan menyampaikan belasungkawa yang setulus-tulusnya atas berpulangnya almarhumah ke hadirat Allah SWT. Dalam pernyataan resminya, keluarga besar Bawaslu Halmahera Selatan turut mendoakan agar almarhumah memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhumah, mengampuni segala dosa dan khilafnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di surga-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, khususnya Bapak M. Hijra Hi. Kamuning, S.H., semoga senantiasa dianugerahi kesabaran, keikhlasan, serta keteguhan hati dalam menghadapi cobaan ini,” demikian ungkapan duka dari keluarga besar Bawaslu Halmahera Selatan.

Dalam ajaran Islam, kematian merupakan sebuah keniscayaan yang akan dialami oleh setiap makhluk bernyawa. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian” (QS. Ali Imran: 185). Oleh karena itu, musibah ini hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk senantiasa meningkatkan keimanan, memperbanyak amal saleh, dan mempersiapkan bekal terbaik untuk kembali menghadap Allah SWT.

Almarhumah Aisa Hi. Usman semasa hidupnya dikenal sebagai figur ibu yang memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan kepribadian anak-anaknya. Nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, kesederhanaan, serta keikhlasan yang beliau tanamkan tercermin dalam dedikasi dan integritas putra beliau dalam menjalankan amanah sebagai penyelenggara pengawasan pemilu.

Keluarga besar Bawaslu Kabupaten Halmahera Selatan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi almarhumah, agar setiap amal kebaikannya diterima dan menjadi pemberat timbangan di hari akhir kelak. Doa dari sesama insan merupakan wujud kasih sayang dan penghormatan terakhir bagi mereka yang telah mendahului kita.

“Ya Allah, ampunilah dosa almarhumah, rahmatilah beliau, lapangkan kuburnya, terangi alam barzakhnya, serta jadikan kuburnya sebagai taman dari taman-taman surga-Mu,” demikian doa yang senantiasa dipanjatkan.

Akhir kata, semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa berada dalam lindungan dan kasih sayang Allah SWT, serta dikaruniai kesabaran yang indah (shabran jamilan). Semoga musibah ini menjadi wasilah untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan kepedulian kita semua Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. (Haji)

LABUHA, Malutline – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan di bawah kepemimpinan Hasan Ali Bassam kasuba dan Helmi Umar Muksin melalui PDAM kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pelayanan dasar bagi masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan.

Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui pemasangan akses jaringan listrik untuk sumber air baku Tadoku yang berada di Desa Kampung Baru, Kecamatan Obi Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara.

Pemasangan jaringan listrik ini menjadi bagian penting dalam mendukung operasional sistem penyediaan air bersih, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat Obi akan layanan air yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Direktur PDAM Kabupaten Halmahera Selatan, Soleman Bobote, Sabtu (17/01/2026) menyampaikan bahwa tersedianya akses listrik pada sumber air baku Tadoku merupakan langkah strategis yang sangat membantu PDAM dalam meningkatkan kinerja pelayanan.

“Dengan terpasangnya jaringan listrik di sumber air baku Tadoku, proses pengolahan dan distribusi air bersih akan berjalan lebih optimal. Ini tentu berdampak langsung pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Soleman Bobote.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pemasangan akses listrik tersebut tidak terlepas dari dukungan penuh Pemerintah Daerah Halmahera Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muksin, yang secara konsisten menempatkan sektor pelayanan publik sebagai prioritas pembangunan.

Menurut Soleman, perhatian pemerintah daerah terhadap infrastruktur pendukung air bersih menjadi bukti keseriusan dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang secara geografis memiliki tantangan tersendiri seperti Kecamatan Obi.

“Ini adalah bentuk nyata kepedulian dan keberpihakan pemerintah daerah. Air bersih adalah kebutuhan mendasar, dan kami di PDAM sangat merasakan dukungan pemerintah dalam upaya memperluas dan memperbaiki layanan,” tambahnya
.
Di bawah kepemimpinan Hasan Ali Bassam Kasuba dan Helmi Umar Muksin, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan terus mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terluar. Pemasangan akses jaringan listrik di sumber air baku Tadoku menjadi simbol kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung dan berkelanjutan.

Masyarakat Desa Kampung Baru dan sekitarnya pun diharapkan dapat segera merasakan manfaat dari peningkatan layanan air bersih ini, baik dari sisi kontinuitas distribusi maupun kualitas air yang dihasilkan.

Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dasar di Halmahera Selatan tidak hanya terfokus di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah kepulauan dan pedesaan. Sinergi antara pemerintah daerah dan PDAM menjadi kunci dalam mewujudkan pelayanan publik yang adil, merata, dan berkelanjutan.

Dengan terpasangnya akses jaringan listrik sumber air baku Tadoku, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan kembali memperkuat fondasi pelayanan air bersih, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat di bawah kepemimpinan Bassam–Helmi (haji)