LABUHA, Malutline – Mengawali tahun 2026 sekaligus sebagai bentuk persiapan menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Halmahera Selatan di Bawah kepemimpinan Direktur PADAM Soleman Bobote terus melakukan berbagai langkah strategis guna meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Sejumlah kegiatan peningkatan layanan saat ini telah berjalan, sementara beberapa program lainnya masih dalam tahap persiapan. Langkah-langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memastikan kebutuhan dasar air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara optimal, khususnya menjelang Ramadan.

Adapun beberapa kegiatan yang tengah dilaksanakan PDAM Halmahera Selatan antara lain Pemasangan tiang penyangga jaringan pipa distribusi sebagai akses menuju Desa Awanggo, yang saat ini masih dalam proses pengerjaan.

Perluasan jaringan pipa distribusi dari Desa Hidayat menuju Sekolah Unggulan, yang juga sedang berjalan guna mendukung kebutuhan air bersih di fasilitas pendidikan.

Survei pemasangan pompa booster di sumber air Toduku, Desa Kampung Baru, yang direncanakan untuk meningkatkan tekanan air dan memperlancar distribusi layanan kepada pelanggan.

Hal ini di sampaikan Dirut PDAM Soleman Bobote saat di konfirmasi waratawan Sabtu (17/01/2026) mengatakan Selain itu, PDAM Halmahera Selatan juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama PT PLN, yang telah menyiapkan akses jaringan listrik untuk mendukung operasional PDAM, khususnya dalam peningkatan layanan air bersih bagi masyarakat di Pulau Obi.

“Alhamdulillah, berkat dukungan PLN, akses listrik untuk beberapa fasilitas PDAM telah tersedia sehingga pelayanan dasar air bersih dapat ditingkatkan,” demikian keterangan PDAM Halmahera Selatan.

Meski demikian, PDAM mencatat masih terdapat satu gardu listrik yang belum terlayani, yakni di Desa Bajo, Kecamatan Batang Lomang. PDAM memastikan pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan PLN Bacan, agar pemasangan gardu tersebut dapat segera direalisasikan.

“Insya Allah kami tetap berkoordinasi dengan PLN Bacan, agar kebutuhan pelayanan air bersih di Desa Bajo, Kecamatan Batang Lomang, dapat terpenuhi sebelum memasuki bulan Ramadan,” lanjut keterangan tersebut.

PDAM Halmahera Selatan menargetkan seluruh program dan pekerjaan yang telah direncanakan dapat rampung dan mulai dimanfaatkan masyarakat sebelum bulan suci Ramadan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman tanpa terkendala kebutuhan air bersih.

Di akhir keterangannya, PDAM Halmahera Selatan menyampaikan ucapan terima kasih kepada PT PLN atas dukungan yang terus diberikan, serta kepada seluruh pihak yang terlibat dalam upaya peningkatan pelayanan air bersih di daerah.

Langkah-langkah ini menjadi bukti komitmen PDAM Halmahera Selatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup warga di awal tahun 2026 dan menjelang Ramadan 1447 Hijriah. (Haji)

LABUHA, Malutline – Banjir yang melanda wilayah hulu sumber air baku di Kabupaten Halmahera Selatan kembali berdampak pada pelayanan air bersih kepada masyarakat, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma terpaksa melakukan pemadaman sementara produksi dan distribusi air akibat kondisi air baku yang tidak dapat diolah.

Informasi tersebut disampaikan melalui postingan resmi yang dibagikan oleh staf PDAM Halsel, Hasril Umar, yang menjelaskan bahwa Instalasi Pengolahan Air (IPA) Dodola/Sungaira saat ini tidak dapat beroperasi karena tingginya tingkat kekeruhan air akibat banjir.

Dalam pengumuman tersebut disebutkan, pemadaman distribusi air dimulai sejak pukul 11.00 WIT pada jumat, 17 Januari 2026, dan akan berlangsung hingga kondisi air baku kembali normal dan bisa diolah.

“Terjadi gangguan produksi dan distribusi air bersih akibat banjir. Air baku belum bisa diolah karena tingkat kekeruhan yang sangat tinggi,” demikian keterangan dalam pemberitahuan tersebut.

Akibat gangguan ini, sejumlah wilayah terdampak langsung, antara lain:
Babang, Pasir Putih, Pelabuhan, Sayoang, Wayamiga, Marabose, serta wilayah sekitarnya

PDAM Tirta Dharma mengimbau seluruh pelanggan di wilayah terdampak untuk menghemat penggunaan air serta menampung air yang masih tersedia sebagai langkah antisipasi selama proses pemulihan berlangsung.

Gangguan ini kembali menegaskan kerentanan sistem penyediaan air bersih terhadap faktor cuaca ekstrem, khususnya banjir yang kerap terjadi di daerah tangkapan air. Ketika air sungai mengalami kekeruhan tinggi, instalasi pengolahan air tidak dapat beroperasi demi menjaga kualitas dan keamanan air yang disalurkan kepada pelanggan.

Pihak PDAM memastikan bahwa pemadaman dilakukan sebagai langkah teknis dan keselamatan, agar air yang didistribusikan tetap memenuhi standar kualitas. Petugas juga terus melakukan pemantauan kondisi air baku dan siap menormalkan kembali pelayanan begitu situasi memungkinkan.

Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mengikuti imbauan yang telah disampaikan, sembari menunggu perkembangan terbaru dari PDAM Tirta Dharma. Informasi lanjutan terkait normalisasi distribusi air akan disampaikan melalui kanal resmi PDAM dan media sosial.

Gangguan layanan ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bersama menghadapi dampak cuaca ekstrem, sekaligus perlunya penguatan sistem pengelolaan air bersih yang lebih tahan terhadap bencana alam. (Haji)

LABUHA, Malutline – Rasa haru dan bangga menyelimuti keluarga besar Abdurahman Hamzah, mantan anggota DPRD Kabupaten Halmahera Selatan, atas keberhasilan putri tercintanya, Marwa Rizki Dwi Wardani Hamzah, yang secara resmi telah mengucapkan Sumpah Dokter.

Dalam pernyataannya, Abdurahman Hamzah menyampaikan rasa syukur mendalam atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan semata prestasi akademik, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan tanggung jawab moral dan sosial.

“Alhamdulillah wa syukrillah. Saya sebagai orang tua sangat bersyukur atas pengambilan sumpah dokter ananda Marwa Rizki Dwi Wardani Hamzah.

Semoga ilmu yang diperoleh dapat didedikasikan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat, bangsa, negara, dan agama,” ujar Abdurahman Hamzah.
Ia juga berpesan agar putrinya senantiasa menjunjung tinggi etika profesi, nilai kemanusiaan, serta keikhlasan dalam menjalankan tugas sebagai dokter.

Menurutnya, profesi dokter bukan hanya soal keahlian medis, tetapi juga panggilan nurani untuk melayani dan menolong sesama tanpa membedakan latar belakang.

“Jadilah dokter yang rendah hati, amanah, dan selalu berpihak pada kemanusiaan. Semoga profesi ini menjadi ladang ibadah dan membawa keberkahan,” tambahnya.

Keberhasilan Marwa Rizki Dwi Wardani Hamzah ini menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Halmahera Selatan. Dukungan dan doa terus mengalir agar dokter muda yang akrab disapa Dokter Awa tersebut dapat mengabdikan diri secara profesional dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia kesehatan.

Momentum pengambilan sumpah dokter ini menandai awal perjalanan pengabdian panjang di bidang kesehatan, sebuah jalan mulia yang diharapkan membawa manfaat luas bagi masyarakat dan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya. (Haji)

HALSEL, Malutline – Dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1447 Hijriah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Halmahera Selatan, apt. Karima Nasaruddin, S.Si., M.Kes, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Isra Mi’raj sebagai sarana memperkuat keimanan, akhlak, serta ketahanan keluarga.

Menurut Karima Nasaruddin, peristiwa Isra Mi’raj merupakan perjalanan spiritual agung Rasulullah SAW yang sarat dengan nilai-nilai keteladanan dan menjadi fondasi penting dalam kehidupan umat Islam, khususnya melalui perintah shalat lima waktu sebagai tiang agama.

“Isra Mi’raj mengajarkan kepada kita bahwa shalat bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi juga sarana pembentukan karakter, pengendalian diri, serta penguat hubungan antara manusia dengan Allah SWT dan sesama,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Isra Mi’raj sangat relevan dengan tugas dan fungsi DP3AKB, terutama dalam membangun keluarga yang harmonis, melindungi perempuan dan anak, serta menciptakan lingkungan keluarga yang aman, sehat, dan berlandaskan nilai-nilai keimanan.

Menurutnya, keluarga merupakan pondasi utama dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia. Ketika nilai ibadah dan ketakwaan ditanamkan sejak dini dalam keluarga, maka akan lahir generasi yang kuat secara mental, spiritual, dan sosial.

“Keluarga yang dilandasi iman dan ketaatan akan mampu melahirkan anak-anak yang berkarakter, saling menghormati, serta menjunjung tinggi nilai kasih sayang dan tanggung jawab,” kata Karima.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperbaiki kualitas diri, memperkuat peran orang tua dalam pengasuhan anak, serta meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi.

Karima Nasaruddin menambahkan bahwa dalam konteks pembangunan daerah, penguatan nilai-nilai spiritual dan ketahanan keluarga memiliki peran strategis dalam menciptakan masyarakat Halmahera Selatan yang sejahtera, berdaya, dan bermartabat.

“Pembangunan tidak hanya diukur dari aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga dari kualitas manusia dan keluarganya. Isra Mi’raj mengingatkan kita akan pentingnya keseimbangan antara pembangunan lahiriah dan batiniah,” jelasnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Halmahera Selatan untuk menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai ajang mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah, serta meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan masing-masing.

Menutup pernyataannya, Karima Nasaruddin berharap agar nilai-nilai luhur Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dapat terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada publik.

“Semoga melalui peringatan Isra Mi’raj ini, kita semua senantiasa diberikan kekuatan iman, keikhlasan dalam beramal, serta keberkahan dalam membangun keluarga dan daerah yang lebih baik,” pungkasnya. (Haji)

HALSEL, Malutline – Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1447 Hijriah menjadi momentum penting untuk memperkuat keimanan dan memperbanyak munajat bagi keselamatan bangsa. Hal tersebut disampaikan oleh Sririeski Jainal, M.Pd, Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Halmahera Selatan, dalam refleksi peringatan Isra Mi’raj tahun ini.

Menurut Sririeski Jainal, peristiwa Isra Mi’raj merupakan perjalanan spiritual yang sarat makna dan pelajaran mendalam bagi umat Islam. Tidak hanya sebagai peristiwa luar biasa yang dialami Rasulullah SAW, Isra Mi’raj juga menjadi tonggak penting diturunkannya perintah shalat lima waktu sebagai fondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim.

“Isra Mi’raj mengajarkan kita tentang pentingnya shalat sebagai penguat iman, pengendali diri, dan penuntun akhlak. Di tengah berbagai tantangan kehidupan saat ini, shalat menjadi ruang munajat dan pengaduan terbaik kepada Allah SWT,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, hingga ke Sidratul Muntaha, mengandung pesan kuat tentang keimanan, keteguhan, serta ketaatan total kepada Allah SWT. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan berbangsa.

Sebagai Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga DPD PKS Halmahera Selatan, Sririeski Jainal menekankan pentingnya peran perempuan dan keluarga dalam membumikan nilai-nilai Isra Mi’raj. Keluarga, kata dia, adalah madrasah pertama dalam membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan cinta terhadap agama.

“Ketahanan keluarga berawal dari keimanan. Jika shalat ditegakkan dalam keluarga, insya Allah akan lahir generasi yang kuat iman, beradab, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai momentum muhasabah diri, memperbaiki kualitas ibadah, serta mempererat ukhuwah Islamiyah.

Menurutnya, tantangan bangsa saat ini tidak hanya bersifat ekonomi dan sosial, tetapi juga tantangan moral dan spiritual yang membutuhkan penguatan iman secara kolektif.

Dengan mengusung pesan “Kokohkan Keimanan, Munajatkan Keselamatan untuk Indonesia”, Sririeski Jainal mengajak seluruh umat Islam, khususnya di Halmahera Selatan, untuk memperbanyak doa demi kedamaian, persatuan, dan kesejahteraan bangsa.

“Indonesia membutuhkan doa dan ikhtiar bersama. Melalui peringatan Isra Mi’raj, mari kita satukan langkah dalam doa, memperkuat kepedulian sosial, dan menjaga persatuan di tengah keberagaman,” tuturnya.

Ia juga menegaskan komitmen PKS untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan dakwah, sosial, dan pendidikan, serta mendorong penguatan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Menutup pernyataannya, Sririeski Jainal berharap agar peringatan Isra Mi’raj tahun ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi benar-benar melahirkan perubahan sikap dan perilaku menuju pribadi, keluarga, dan masyarakat yang lebih bertakwa.

“Semoga kita semua termasuk golongan hamba yang mampu mengambil hikmah dari Isra Mi’raj dan menjadikannya sebagai pijakan untuk terus memperbaiki diri serta mendekatkan diri kepada Allah SWT,” pungkasnya. (Haji)