HALSEL, Malutline — Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB-PII) Kabupaten Halmahera Selatan menggelar silaturahmi bersama Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muchsin, sebagai bagian dari rangkaian persiapan penjemputan Wali Kota Ternate, Bapak M. Tauhid Soleman, yang dijadwalkan berkunjung ke Bumi Saruma pada Jumat, 23 Januari 2026.

Silaturahmi yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi antara KB-PII dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, sekaligus memastikan seluruh aspek teknis kegiatan berjalan dengan baik dan tertib.

Selain membahas agenda penjemputan Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman pertemuan ini juga difokuskan pada pemantapan persiapan Pelantikan Pengurus Cabang KB-PII Kabupaten Halmahera Selatan periode 2026–2030, yang akan dilaksanakan pada Jumat malam. Panitia pelaksana bersama jajaran pemerintah daerah membahas sejumlah hal teknis, mulai dari alur kegiatan, kesiapan tempat, hingga pengaturan tamu undangan.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin menyambut baik inisiatif KB-PII Halmahera Selatan dan menyampaikan dukungan terhadap kegiatan pelantikan sebagai bagian dari proses kaderisasi dan penguatan peran pelajar serta pemuda Islam di daerah.

Atas nama panitia pelantikan, Amrul Doturu, selaku pengurus KB-PII yang juga juga pengurus Kabupaten Halmahera Selatan yang bakal di lantik, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam kasuba dan Helmi Umar Muksin atas kesediaan waktu dan dukungan yang diberikan.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam kasuba atas kesediaan beliau untuk menghadiri kegiatan pelantikan Pengurus Cabang KB-PII Halmahera Selatan pada Jumat malam nanti. Dukungan ini menjadi motivasi besar bagi kami,” ujar Amrul.

Ia menambahkan, kehadiran pimpinan daerah dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan semangat, arahan, serta penguatan nilai-nilai kepemimpinan kepada pengurus KB-PII yang akan dilantik.

Silaturahmi ini menegaskan komitmen KB-PII Halmahera Selatan untuk terus menjalin sinergi yang konstruktif dengan pemerintah daerah, demi melahirkan generasi pelajar Islam yang berintegritas, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah. (Haji)

SOFIFI, Malutline — Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terus berupaya menjaga ketertiban umum, keindahan kota, serta fungsi fasilitas publik di kawasan pusat pemerintahan. Menyikapi maraknya pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di atas trotoar sekitar Bundaran 40 Kota Sofifi, Satpol PP Provinsi Maluku Utara melakukan langkah persuasif dan humanis.

Penertiban tersebut berawal dari perintah lisan Kepala Satpol PP Provinsi Maluku Utara yang dipimpin oleh Ridwan Harun, S.Sos., M.Si, melalui Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Kabid Gakda), agar segera melakukan imbauan kepada para pedagang yang berjualan di atas trotoar.

Trotoar sebagai fasilitas umum sejatinya diperuntukkan bagi pejalan kaki. Namun dalam beberapa waktu terakhir, kawasan Bundaran 40 Sofifi terlihat dipadati lapak-lapak pedagang yang memanfaatkan badan trotoar sebagai tempat berjualan. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu hak pejalan kaki, tetapi juga berdampak pada estetika kawasan pusat kota, sehingga menimbulkan kesan kurang tertata dan kumuh.

Menindaklanjuti hal tersebut, Kabid Penegakan Perda Satpol PP Provinsi Maluku Utara bersama jajaran anggota turun langsung ke lapangan untuk memberikan imbauan secara santun dan dialogis. Para pedagang diminta agar tidak lagi berjualan di atas trotoar dan diarahkan untuk menempati lokasi-lokasi yang telah disediakan oleh pemerintah.

“Kegiatan ini bukan semata-mata penertiban, tetapi lebih pada upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga fungsi fasilitas umum serta wajah Kota Sofifi sebagai pusat pemerintahan Provinsi Maluku Utara,” ujar salah satu petugas di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Pendekatan yang dilakukan secara humanis membuat para pedagang dapat menerima imbauan dengan baik. Sebagian besar pedagang menunjukkan sikap kooperatif dan menyatakan kesediaannya untuk mematuhi aturan yang berlaku.

Kasat Pol PP Provinsi Maluku Utara melalui jajarannya menegaskan bahwa penataan kawasan kota membutuhkan peran serta semua pihak. Pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi masyarakat kecil dan kepentingan umum, sehingga ketertiban, kenyamanan, dan keindahan kota dapat terwujud secara berkelanjutan.

Dengan langkah persuasif ini, diharapkan kawasan Bundaran 40 Sofifi dapat kembali tertata rapi, nyaman bagi pejalan kaki, serta mencerminkan wajah ibu kota provinsi yang bersih, tertib, dan berwibawa. (Red)

HALSEL, Malutline— Pelantikan Pengurus Cabang dan Dialog Publik Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB-PII) Kabupaten Halmahera Selatan dipastikan menjadi agenda strategis yang menyedot perhatian lintas daerah. Sejumlah tokoh penting di Maluku Utara dijadwalkan menghadiri kegiatan tersebut, termasuk Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman yang direncanakan hadir bersama rombongan pejabat Pemerintah Kota Ternate.

Kehadiran Wali Kota Ternate merupakan Ketua KB-PII Wilayah Provinsi Maluku Utara, M. Tauhid Soleman. Dalam rombongan tersebut yang turut serta sejumlah pejabat strategis Kota Ternate, di antaranya Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, Kepala Bappeda Kota Ternate, Thamrin Marsaoly, serta beberapa pejabat lainnya.

Kegiatan pelantikan dan dialog publik KB-PII Halmahera Selatan di laksanakan di aula kantor Bupati Halsel pada Jumat malam (23/01/2026) ini menjadi momentum penting dalam memperkuat jejaring kepemudaan dan kepeloporan pelajar Islam lintas kabupaten/kota di Provinsi Maluku Utara. Selain itu, forum dialog publik diharapkan menjadi ruang bertukar gagasan antara pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, dan elemen masyarakat dalam mendorong pembangunan berbasis nilai keagamaan, sosial, dan etika lingkungan.

Dari Kabupaten Halmahera Selatan, kegiatan ini akan dihadiri langsung oleh Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, didampingi Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muksin. Kehadiran pimpinan daerah ini menegaskan dukungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan terhadap peran strategis organisasi pelajar Islam dalam pembangunan sumber daya manusia.

Tak hanya pimpinan daerah, seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan juga dijadwalkan turut hadir. Partisipasi ini mencerminkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan dalam membangun ruang kolaborasi yang inklusif dan berkelanjutan.

Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan bahwa kehadiran para pejabat lintas daerah tersebut diharapkan dapat memperkaya substansi dialog publik, sekaligus memberikan motivasi kepada pengurus KB-PII yang baru dilantik untuk berperan aktif sebagai mitra kritis dan konstruktif pemerintah.

Melalui pelantikan dan dialog publik ini, KB-PII Halmahera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan kader pelajar dan pemuda Islam yang berintegritas, visioner, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap persoalan umat dan daerah. (Haji)

HALSEL, Malutline— Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB-PII) Kabupaten Halmahera Selatan dijadwalkan akan menggelar Pelantikan Pengurus Cabang sekaligus Dialog Publik sebagai bagian dari penguatan peran pelajar dan pemuda dalam pembangunan daerah yang berlandaskan nilai keagamaan, kepedulian sosial, dan etika lingkungan.

Kegiatan tersebut rencananya akan dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2026, bertempat di Aula Kantor Bupati Halmahera Selatan, mulai pukul 20.00 WIT hingga selesai. Acara ini menjadi momentum penting bagi KB-PII Halmahera Selatan dalam meneguhkan komitmen organisasi sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat.

Panitia pelaksana secara resmi telah mengundang Bupati Halmahera Selatan, Bapak Hasan Ali Bassam Kasuba, untuk berkenan hadir sekaligus memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Kehadiran kepala daerah diharapkan dapat memberikan arahan, motivasi, serta penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan berbasis keislaman.

Dalam undangan resmi yang dikeluarkan panitia, pelantikan dan dialog publik ini mengusung tema “Membangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Agama, Kepedulian Sosial, dan Etika Lingkungan.”

Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini, khususnya dalam menghadirkan kepemimpinan yang berintegritas, berakhlak, dan peka terhadap persoalan masyarakat.

Ketua Panitia Pelaksana, Bahrudin Saji, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan diskusi terbuka mengenai peran strategis pelajar dan pemuda Islam dalam pembangunan daerah.

“Melalui dialog publik ini, kami ingin menghadirkan gagasan-gagasan konstruktif yang berorientasi pada solusi, serta memperkuat kontribusi pelajar Islam dalam menjaga harmoni sosial dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Panitia, Abdul Murad, menambahkan bahwa pelantikan pengurus cabang KB-PII Halmahera Selatan periode 2025–2029 menjadi tonggak awal konsolidasi organisasi ke depan, guna memperkuat kaderisasi dan pengabdian di tengah masyarakat.

Kegiatan ini berada di bawah kepemimpinan Irwan Abubakar selaku Ketua Formatur Pengurus Cabang KB-PII Halmahera Selatan, yang diharapkan mampu membawa organisasi semakin progresif dan responsif terhadap dinamika zaman.

Dengan terselenggaranya pelantikan dan dialog publik ini, KB-PII Halmahera Selatan berharap dapat melahirkan kepemimpinan pelajar yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan spiritual, demi terwujudnya Halmahera Selatan yang berkeadaban, religius, dan berkelanjutan. (Haji)

HALSEL, Malutline— Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Obi terus dilakukan secara berkelanjutan oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Obi. Melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), kepolisian mengedepankan pendekatan preventif, persuasif, dan humanis dalam menyikapi dinamika sosial, khususnya yang berkaitan dengan aktivitas tempat hiburan dan peredaran minuman keras.

Kapolsek Obi, IPDA Dafa, menjelaskan bahwa patroli KRYD tidak hanya bertujuan untuk penegakan hukum, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan dialog antara aparat kepolisian dengan masyarakat serta pelaku usaha hiburan.

“Kami secara rutin mengingatkan pengelola tempat hiburan terkait ketentuan-ketentuan yang berlaku melalui patroli KRYD. Selain itu, kami juga melaksanakan razia minuman keras di wilayah hukum Polsek Obi sebagai langkah pencegahan gangguan kamtibmas,” ujar IPDA Dafa saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (22/01/2026).

Menurutnya, keberadaan tempat hiburan merupakan bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat yang perlu dikelola dengan baik agar tetap berjalan selaras dengan norma hukum, sosial, dan budaya setempat. Oleh karena itu, penataan jam operasional dan izin usaha menjadi hal penting agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Terkait jam operasional tempat hiburan, Kapolsek menegaskan bahwa pihak kepolisian mengedepankan koordinasi lintas sektor dengan pemerintah daerah sebagai pihak yang memiliki kewenangan dalam hal perizinan.

“Untuk jam operasional tempat hiburan, kami akan berkoordinasi dan memastikan bersama pihak pemerintah daerah agar dapat menindaklanjuti persoalan izin operasional sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.

Pendekatan ini, kata IPDA Dafa, diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara kepentingan pelaku usaha dan hak masyarakat untuk memperoleh rasa aman dan nyaman. Polsek Obi berkomitmen untuk tidak bertindak sepihak, melainkan menjadikan komunikasi dan kerja sama sebagai dasar utama dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan serta melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas melalui jalur yang tepat, sehingga dapat ditangani secara cepat dan proporsional.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Dengan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, kami optimistis situasi kamtibmas di wilayah Obi dapat terus terjaga dengan baik,” tutup Kapolsek.

Langkah preventif dan koordinatif yang dilakukan Polsek Obi ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan iklim sosial yang aman, tertib, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat tanpa mengesampingkan nilai-nilai ketertiban dan kenyamanan publik. (Haji)