LABUHA, Malutline — Seorang pasien asal Desa Laluin, Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, dilaporkan mengalami kondisi sakit parah dan membutuhkan pertolongan medis segera pada Selasa malam (27/01/2026). Namun hingga beberapa waktu, pasien tersebut diduga tidak mendapatkan penanganan medis yang semestinya, sehingga menuai kekecewaan dan kritik keras dari warga setempat.
Kritik tersebut disampaikan langsung oleh Pemerhati Kesehatan publik Muslim Jufri, warga Desa Laluin, kepada wartawan pada Rabu (28/01/2026). Ia mengungkapkan bahwa pihak keluarga pasien telah berupaya menghubungi sejumlah tenaga kesehatan dan perawat, namun tidak mendapatkan respons yang diharapkan.
“Pasien sudah dalam kondisi sangat parah. Keluarga sudah menghubungi beberapa perawat, tetapi tidak ada yang datang. Alasannya bermacam-macam,” ujar Muslim Jufri.
Ia menambahkan, warga juga telah menghubungi Kepala Puskesmas (Kapus) Kayoa Selatan, Ikram Mahmud, untuk meminta penanganan medis. Namun jawaban yang diterima justru menyebutkan bahwa stok obat di puskesmas laluin kecamatan kayoa selatan sedang kosong, sehingga pelayanan tidak dapat diberikan secara maksimal.
Menurut Muslim Jufri, alasan tersebut tidak masuk akal dan sulit diterima oleh masyarakat. Ia menilai, puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama seharusnya selalu siap dengan ketersediaan obat-obatan dasar, terlebih dalam kondisi darurat.
“Yang paling saya sesalkan, tidak ada motivasi dan dorongan dari kepala puskesmas dalam meningkatkan kinerja pelayanan kesehatan yang maksimal terhadap petugas kesehatan yang dia pimpin,” tegas Muslim.
Ia juga menyoroti kondisi di mana banyak tenaga kesehatan justru berdomisili di desa lain, sehingga pada waktu-waktu tertentu tidak dapat dihubungi ketika masyarakat membutuhkan pertolongan medis darurat.
“Banyak petugas kesehatan tidak tinggal di wilayah tugasnya. Akibatnya, saat kondisi darurat, mereka sulit dihubungi. Ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan kepemimpinan di tingkat puskesmas,” lanjutnya.
Muslim Jufri menilai, kondisi tersebut sangat bertolak belakang dengan semangat pelayanan kesehatan yang selama ini diklaim oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, terlebih daerah ini baru saja menerima penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Madya.
“Kami merasa kejadian ini mencederai prestasi Pemda Halsel. Penghargaan UHC Madya seharusnya mencerminkan pelayanan kesehatan yang benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke desa, bukan hanya pencapaian administratif,” katanya.
Warga Desa Laluin berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan, manajemen pelayanan, kesiapsiagaan tenaga kesehatan, serta sistem pengawasan di Puskesmas Kayoa Selatan, agar kejadian serupa tidak terulang.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Puskesmas Kayoa Selatan maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga tersebut. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait demi menjaga keberimbangan informasi.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan yang cepat, tanggap, dan berkeadilan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan anggaran, tetapi juga oleh kepemimpinan dan komitmen moral para penanggung jawab layanan kesehatan di lapangan. (Red)




Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menegaskan bahwa capaian UHC bukan sekadar angka statistik, melainkan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan yang adil dan merata, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.
