LABUHA, Malutline- Hujan yang mengguyur Kota Labuha sejak siang hingga malam pada Sabtu (31/01/2026) berdampak langsung pada meningkatnya debit air di Kali Amasing, Arus air terlihat deras dan volume terus bertambah, memicu kekhawatiran warga karena ketinggian air nyaris mencapai badan jalan di sekitar bantaran kali.
Warga setempat menyebut kondisi kali saat itu “tidak main-main”. Jika tanpa pengaman di tepi sungai, air diperkirakan sudah meluber ke jalan utama dan mengganggu aktivitas masyarakat serta arus lalu lintas.
Beruntung, bronjong penahan yang terpasang di sepanjang bantaran Kali Amasing berfungsi efektif menahan tekanan arus, Struktur pengaman tersebut mampu mencegah luapan air meluas ke jalan dan permukiman di sekitarnya.
“Alhamdulillah ada bronjong. Kalau tidak, air sudah naik ke jalan,” ujar salah seorang warga yang memantau kondisi kali saat debit air berada di titik tinggi.
Peristiwa ini menjadi bukti pentingnya penguatan bantaran sungai di titik-titik rawan banjir. Infrastruktur yang dibangun bukan sekadar proyek fisik, tetapi nyata dirasakan manfaatnya ketika kondisi cuaca ekstrem terjadi.
Meski situasi dapat dikendalikan, warga Amasing tetap memilih waspada dan terus memantau perkembangan debit air. Mereka berharap intensitas hujan segera menurun agar kondisi kali kembali normal.
Sejumlah warga juga menilai, pekerjaan penguatan bantaran kali yang dilaksanakan pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati dan wakil Bupati Halsel Hasan Ali Bassam kasuba dan Helmi Umar Muksin bersama pihak kontraktor dinilai berhasil.
Pasalnya, meski hujan deras mengguyur selama satu hari penuh, kondisi banjir seperti yang pernah dialami warga pada tahun-tahun sebelumnya tidak lagi terjadi.
Menurut warga, sebelumnya setiap hujan dengan durasi panjang, air kali kerap meluap hingga ke badan jalan bahkan mendekati permukiman. Namun kali ini, kondisi tersebut berhasil dicegah berkat keberadaan bronjong yang kokoh menahan arus.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya langkah mitigasi bencana berbasis infrastruktur di wilayah yang memiliki potensi luapan sungai saat curah hujan tinggi, agar dampak banjir dapat diminimalisir dan aktivitas masyarakat tetap berjalan aman. (Haji)





