LABUHA, Malutline — Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dengan semangat kebersamaan melalui kegiatan Pawai Tarhib Ramadhan yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 14 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi agenda resmi pemerintah daerah sebagai bentuk syiar Islam sekaligus momentum mempererat ukhuwah di tengah masyarakat. Pawai dijadwalkan dimulai pukul 15.30 WIT hingga selesai, dengan titik kumpul di kawasan UMKM Tembal dan rute menuju Terminal Perhubungan Labuha.
Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, bersama Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin, mengajak masyarakat dari berbagai kalangan—ASN, pelajar, organisasi kemasyarakatan, komunitas, hingga warga umum—untuk ikut ambil bagian dalam pawai tersebut.
“Kegiatan ini bukan sekadar pawai, tetapi ajakan bersama untuk menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih, penuh kebahagiaan, dan semangat memperbanyak amal ibadah,” demikian ajakan yang disampaikan melalui publikasi resmi kegiatan.
Pawai Tarhib Ramadhan ini juga diharapkan menjadi sarana memperkuat nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan kekeluargaan di tengah keberagaman masyarakat Halmahera Selatan. Nuansa religius akan terasa melalui lantunan salawat, takbir, serta atribut islami yang dikenakan peserta sepanjang rute pawai.
Panitia menetapkan dresscode hitam putih atau putih putih, sebagai simbol kesederhanaan, kesucian, dan kesiapan lahir batin dalam menyambut bulan penuh berkah.
Selain sebagai syiar, kegiatan ini juga diproyeksikan memberi dampak positif bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi kegiatan, karena titik kumpul pawai berada di kawasan UMKM Tembal yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Dengan digelarnya Pawai Tarhib Ramadhan ini, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan berharap semangat Ramadhan sudah mulai terasa sebelum bulan suci tiba. Masyarakat diharapkan tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga mempersiapkan diri secara spiritual untuk memasuki bulan yang penuh ampunan dan rahmat.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata bahwa Ramadhan bukan hanya momentum ibadah personal, tetapi juga perayaan kebersamaan yang mempererat hubungan antarwarga di Bumi Saruma. (Haji)





