LABUHA, Malutline– Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Halmahera Selatan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Berbagai pembenahan yang dilakukan secara konsisten membuahkan hasil yang membanggakan, hingga menjadikan PDAM Halsel sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan kinerja sehat di Indonesia.

Atas capaian tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan melalui Bupati Basam Kasuba kembali memberikan kepercayaan kepada Soleman Bobote untuk menjalankan amanah sebagai Direktur PDAM Halmahera Selatan.

Kepercayaan ini bukan tanpa alasan. Di bawah kepemimpinan Soleman Bobote, PDAM Halsel mampu menunjukkan kinerja yang terus meningkat, baik dari sisi pelayanan kepada masyarakat maupun tata kelola perusahaan.

Berdasarkan data penilaian kinerja BUMD air minum secara nasional, PDAM Halmahera Selatan berhasil masuk dalam 257 PDAM berkinerja sehat dari total 393 BUMD air minum di seluruh Indonesia. Capaian ini menjadi bukti bahwa PDAM Halsel mampu bersaing dan menunjukkan kualitas pengelolaan yang baik di tingkat nasional.

Tidak hanya itu, di wilayah Provinsi Maluku Utara, PDAM Halmahera Selatan juga tercatat sebagai salah satu PDAM dengan kinerja terbaik secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir, yakni sejak tahun 2021 hingga 2024.

Capaian ini tentu bukan hal yang mudah, Berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan infrastruktur, kondisi geografis wilayah, hingga kebutuhan pelayanan air bersih yang terus meningkat, menjadi ujian tersendiri bagi manajemen PDAM Halsel. Namun dengan komitmen dan kerja keras seluruh jajaran, PDAM Halsel mampu melakukan pembenahan secara bertahap.

Puncak dari pengakuan atas kinerja tersebut terjadi pada tahun 2023, ketika PDAM Halmahera Selatan menerima apresiasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Maluku Utara sebagai PDAM dengan kinerja sehat.

Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa tata kelola perusahaan, pengelolaan keuangan, serta pelayanan yang diberikan PDAM Halsel dinilai berjalan dengan baik dan sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan BUMD yang sehat dan transparan.

Direktur PDAM Halmahera Selatan, Soleman Bobote, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pegawai dan dukungan dari pemerintah daerah.

Menurutnya, PDAM tidak hanya berfungsi sebagai perusahaan daerah semata, tetapi memiliki peran penting dalam menyediakan pelayanan dasar bagi masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih.

“Capaian ini adalah hasil kerja bersama seluruh jajaran PDAM serta dukungan penuh dari Pemerintah Daerah Halmahera Selatan. Kami terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa berbagai penghargaan dan pengakuan yang diraih bukanlah tujuan akhir, melainkan menjadi motivasi untuk terus berbenah dan meningkatkan kinerja perusahaan ke depan.

Sementara itu, Pemerintah Daerah Halmahera Selatan berharap PDAM dapat terus menjaga kinerja positif tersebut serta meningkatkan cakupan pelayanan air bersih kepada masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang masih membutuhkan akses air bersih yang layak.

Dengan berbagai capaian yang telah diraih, PDAM Halmahera Selatan diharapkan mampu terus berkembang menjadi BUMD yang profesional, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kepercayaan yang kembali diberikan kepada Soleman Bobote sebagai Direktur PDAM Halsel juga menjadi simbol harapan agar perusahaan daerah tersebut terus melanjutkan langkah pembenahan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjaga kinerja sehat yang telah diraih selama ini.

Dengan semangat kerja dan komitmen yang kuat, PDAM Halmahera Selatan diyakini mampu menjadi salah satu contoh BUMD yang berhasil dalam memberikan pelayanan air bersih sekaligus menjaga tata kelola perusahaan yang sehat di Indonesia. (Red)

LABUHA, Malutline — Kabar duka menyelimuti keluarga besar Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Halmahera Selatan. Sosok yang selama ini dikenal sebagai pribadi yang baik, bijaksana, dan penuh dedikasi, Bapak Fajar HaryowimBuko, SH., MH, dikabarkan telah berpulang ke rahmatullah.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi banyak pihak yang pernah merasakan perhatian, bimbingan, serta arahan beliau, termasuk keluarga besar PDAM Halsel.

Pimpinan dan seluruh jajaran PDAM Halsel menyampaikan rasa kehilangan yang begitu mendalam atas wafatnya almarhum. Bagi mereka, Fajar Haryanto Buko bukan sekadar seorang pendamping atau penasehat, tetapi juga sosok yang selalu hadir memberikan semangat, motivasi, dan jalan keluar di saat PDAM menghadapi masa-masa sulit.

Dalam kenangan para pegawai dan pimpinan PDAM, almarhum pernah mendampingi lembaga tersebut ketika berada dalam kondisi yang sangat kritis. Saat itu, berbagai persoalan dan tantangan menghampiri, membuat perjalanan PDAM terasa berat. Namun, dengan ketenangan, kebijaksanaan, serta pengalaman yang dimiliki, almarhum hadir memberikan arahan yang membangun.

“Almarhum adalah orang baik. Beliau pernah mendampingi kami ketika kondisi PDAM dalam keadaan sangat sulit. Arahan dan nasihat beliau sangat berarti bagi kami. Berkat bimbingannya, kami perlahan bisa berbenah dan tetap melangkah hingga sejauh ini,” ungkap salah satu perwakilan PDAM Halsel dengan penuh haru.

Banyak pihak masih mengingat dengan jelas pesan-pesan yang sering disampaikan almarhum. Salah satunya adalah tentang pentingnya menjaga integritas dalam kepemimpinan serta komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Menurut direktur PDAM Halsel soleman Bobote, almarhum Aspidsus kajati Maluku Utara yang juga mantan kaharu Halsel itu selalu memberi pesan-pesab semasa hidupnya PDAM bukan sekadar lembaga atau perusahaan daerah, tetapi merupakan pelayanan dasar bagi masyarakat yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab dan kejujuran.

“Beliau selalu mengatakan bahwa PDAM harus terus maju, karena PDAM adalah pelayanan dasar masyarakat. Seorang pemimpin harus memiliki integritas di atas segalanya. Jika ada kemauan dan usaha yang sungguh-sungguh, maka PDAM pasti bisa berkembang dan melayani masyarakat dengan lebih baik,” kenang mereka.

Nasihat tersebut hingga kini masih menjadi pegangan dan pengingat bagi jajaran PDAM Halsel dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka kepada masyarakat.

Kepergian almarhum meninggalkan jejak yang begitu dalam. Sosoknya dikenang sebagai pribadi yang sederhana, ramah, dan selalu siap membantu siapa saja yang membutuhkan. Bagi banyak orang, beliau bukan hanya seorang profesional di bidangnya, tetapi juga sahabat, guru, dan teladan dalam kehidupan.

Kini, sosok yang pernah memberikan banyak inspirasi itu telah berpulang. Namun, nilai-nilai, pesan, serta semangat yang beliau tinggalkan akan terus hidup dalam hati orang-orang yang pernah mengenalnya.

Atas nama pimpinan, seluruh jajaran, serta pribadi keluarga besar PDAM Halsel, disampaikan doa dan penghormatan terakhir bagi almarhum.

“Selamat jalan Bapak Fajar HariwiBuko. Terima kasih atas segala jasa, bimbingan, dan ketulusan yang telah diberikan kepada kami. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya.”

Duka mendalam masih terasa, namun keluarga besar PDAM Halsel percaya bahwa setiap pertemuan pasti akan berakhir dengan perpisahan. Mereka hanya bisa mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terindah di sisi Allah SWT.

Innalillahi wainnailaihi raji’un.
Semoga almarhum husnul khatimah dan diberikan tempat terbaik di Jannah-Nya. Aamiin Allahumma Aamiin tutup direktur PDAM Halsel soleman Bobote (Red)

TERNATE, Malutline – Kabar duka datang dari lingkungan Kejaksaan Tinggi Maluku Utara. Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Fajar Haryowimbuko dikabarkan meninggal dunia pada Minggu malam, 15 Maret 2026.

Almarhum menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Daerah Hasan Boesorie setelah sebelumnya menjalani perawatan medis.

Kabar meninggalnya pejabat di lingkungan Kejaksaan Tinggi Maluku Utara tersebut dibenarkan oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum), Matheos Matulessy.

Matheos menyampaikan bahwa pihaknya menerima informasi duka tersebut pada Minggu malam. Namun hingga saat ini, pihak kejaksaan masih menunggu keterangan resmi dari pihak rumah sakit terkait penyebab pasti meninggalnya almarhum.

“Benar, kami menerima kabar bahwa Aspidsus Kejati Maluku Utara meninggal dunia malam ini. Untuk penyebab meninggalnya almarhum, kami masih menunggu informasi resmi dari pihak rumah sakit,” ujar Matheos saat dikonfirmasi.

Ia juga menjelaskan bahwa terkait rencana pemakaman almarhum masih dalam proses komunikasi dengan pihak keluarga, khususnya dengan istri almarhum.
“Untuk rencana pemakaman masih dikomunikasikan dengan pihak keluarga,” tambahnya.

Diketahui, sebelum menjabat sebagai Aspidsus Kejati Maluku Utara, almarhum juga pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan. Selama bertugas, almarhum dikenal sebagai sosok jaksa yang tegas dan berdedikasi dalam menangani berbagai perkara, khususnya tindak pidana khusus.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Adhyaksa di Maluku Utara serta para rekan kerja yang selama ini mengenal dedikasi dan pengabdiannya dalam menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum.

Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai pihak yang mengenal almarhum sebagai sosok yang profesional dan berkomitmen dalam menjalankan tugas negara. (Red)

LABUHA, Malutline— Suasana bulan suci Ramadhan selalu menjadi momentum bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pesan penuh makna pun datang dari Rifa’at Al Sa’adah, istri dari Hasan Ali Bassam Kasuba, yang mengajak masyarakat untuk menghiasi hari-hari Ramadhan dengan memperbanyak istighfar.

Melalui pesan singkat yang sarat makna, ia menyampaikan kalimat sederhana namun penuh hikmah”Agar wajah terlihat segar, dan badan terasa bugar, hiasi hari untuk selalu beristighfar.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa ketenangan hati dan kebugaran jiwa tidak hanya berasal dari pola hidup sehat semata, tetapi juga dari kedekatan spiritual kepada Sang Pencipta. Dalam suasana Ramadhan yang penuh berkah, istighfar menjadi salah satu amalan ringan namun memiliki keutamaan yang sangat besar.

Menurutnya, memperbanyak istighfar bukan hanya membersihkan dosa, tetapi juga memberi ketenangan batin. Ketika hati tenang, pikiran menjadi jernih dan tubuh pun terasa lebih ringan menjalani berbagai aktivitas, termasuk ibadah puasa dan kegiatan sehari-hari.

Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki diri. Banyak ulama menyebutkan bahwa istighfar memiliki kekuatan luar biasa dalam membuka pintu rezeki, menghapus kesalahan, serta memberikan ketentraman dalam hidup.

Karena itu, ia mengajak masyarakat Kabupaten Halmahera Selatan untuk menjadikan istighfar sebagai kebiasaan harian, bukan hanya di bulan Ramadhan, tetapi juga setelah bulan suci berlalu.

Sebagai sosok yang aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan di daerah, Rifa’at Al Sa’adah juga dikenal sering mengingatkan masyarakat, khususnya kaum perempuan dan keluarga, agar memanfaatkan Ramadhan sebagai momentum memperkuat keimanan, mempererat silaturahmi, serta menebarkan kebaikan kepada sesama.

Pesan yang ia sampaikan pun mendapat banyak respons positif dari masyarakat. Banyak warga menilai kalimat sederhana tersebut mampu menjadi motivasi untuk tetap menjaga hati, pikiran, dan sikap selama menjalankan ibadah puasa.

Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membersihkan hati dari kesalahan dan memperbanyak amalan baik. Dengan memperbanyak istighfar, setiap Muslim diharapkan mampu menjalani hari-hari Ramadhan dengan hati yang lebih tenang, wajah yang berseri, dan tubuh yang tetap bugar.

Di akhir pesannya, ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga semangat ibadah dan saling mengingatkan dalam kebaikan selama bulan suci ini.

“Semoga Ramadhan kali ini menjadi momentum bagi kita semua untuk memperbanyak istighfar, memperkuat iman, dan menebar kebaikan kepada sesama,” ujarnya.

Semangat Ramadhan pun terus terasa di tengah masyarakat Halmahera Selatan, dengan harapan setiap hari yang dijalani membawa keberkahan dan kedamaian bagi semua. (Red)

LABUHA, Malutline – Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan kembali menghadirkan program Mudik Gratis Lebaran 1447 Hijriah / 2026 Masehi bagi masyarakat. Program ini diselenggarakan melalui Dinas Perhubungan Halmahera Selatan untuk membantu warga yang ingin pulang kampung merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga.

Program mudik gratis tersebut diumumkan melalui publikasi resmi yang menampilkan Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba, Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin, serta sejumlah pejabat daerah lainnya. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat, khususnya warga yang berada di wilayah kepulauan.

Dalam program ini, Pemda Halsel menyediakan sejumlah rute pelayaran gratis dengan jadwal keberangkatan mulai 17 hingga 19 Maret 2026 dari beberapa pelabuhan utama seperti Ternate, Babang, dan Labuha menuju berbagai wilayah di Halmahera Selatan.

Beberapa rute yang disiapkan pada 17 Maret 2026 antara lain
Ternate – Babang
Ternate – Kupal – Jikotamo
Ternate – Kayoa
Ternate – Gane
Sementara pada 18 Maret 2026, rute mudik gratis dilanjutkan dengan tujuan:
Babang – Pigaraja
Labuha – Obi Selatan
Labuha – Obi Barat
Labuha – Mandioli Selatan
Labuha – Mandioli Utara

Selain itu, terdapat pula rute tambahan untuk wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil seperti Babang – Yamli dan pesisirnya (17–19 Maret) Babang – Papaceda (17 & 19 Maret) Babang – Tawabi dan pesisirnya (17–18 Maret) Ternate – Makian Barat (17–18 Maret) Ternate – Makian Dalam (17–18 Maret) Labuha – Kayoa Barat (18 Maret) Labuha – Kasiruta Timur (18 Maret)
Program ini diharapkan dapat meringankan beban biaya transportasi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri, sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Halmahera Selatan yang sebagian besar merupakan daerah kepulauan.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat yang ingin mengikuti program mudik gratis ini agar memperhatikan jadwal keberangkatan dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh Dinas Perhubungan setempat.

Dengan adanya program ini, Pemda Halmahera Selatan berharap masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan tanpa biaya, sehingga suasana Idul Fitri dapat dirayakan bersama keluarga di kampung halaman. (Red)