LABUHA, Malutline – Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026 menjadi saat yang penuh makna bagi umat Muslim di seluruh dunia, termasuk masyarakat di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.

Di tengah suasana kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan, berbagai ucapan selamat dan doa kebaikan pun mengalir dari berbagai kalangan masyarakat.

Salah satu ucapan tersebut datang dari Keluarga Besar Muhammad Zulfikar Ilun Fajar J., S.T., M.A., yang bersama sang istri Nurul Triwulan Dewi, S.E., Ak., C.A., menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh umat Muslim, khususnya masyarakat Halmahera Selatan.

“Atas nama pribadi dan keluarga besar, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Semoga di hari yang suci ini kita semua kembali kepada fitrah, dipenuhi keberkahan, kedamaian, serta selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan oleh Allah SWT,” ungkap Muhammad Zulfikar Ilun Fajar J.

Muhammad Zulfikar Ilun Fajar J. juga dikenal sebagai putra dari Hi Amin Ahmad, yang sebelumnya pernah maju sebagai calon Bupati Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara pada periode sebelumnya. Keluarga tersebut dikenal luas di tengah masyarakat Halmahera Selatan dan memiliki kedekatan dengan berbagai kalangan masyarakat.

Dalam suasana penuh kebahagiaan Idul Fitri ini, keluarga besar Muhammad Zulfikar Ilun Fajar J. berharap agar semangat kebersamaan dan persaudaraan terus terjaga di tengah masyarakat. Mereka menilai bahwa Idul Fitri bukan hanya sekadar perayaan setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperbaiki hubungan dengan sesama serta mempererat tali silaturahmi.

Menurutnya, nilai-nilai yang diajarkan selama bulan Ramadan seperti kesabaran, kepedulian terhadap sesama, serta semangat berbagi hendaknya terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan setelah bulan Ramadan berakhir.

“Ibadah puasa yang telah kita jalani selama bulan Ramadan diharapkan mampu membentuk pribadi yang lebih sabar, lebih peduli terhadap sesama, serta mampu memperkuat rasa persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Idul Fitri sebagai waktu untuk saling memaafkan dan mempererat kembali hubungan persaudaraan yang mungkin sempat renggang akibat berbagai kesibukan dan dinamika kehidupan sehari-hari.

Selain itu, keluarga besar Muhammad Zulfikar Ilun Fajar J. juga menyampaikan harapan agar masyarakat Halmahera Selatan senantiasa hidup dalam suasana yang damai, rukun, serta saling mendukung dalam membangun daerah menuju masa depan yang lebih baik.

“Kami berharap semoga Idul Fitri tahun ini membawa keberkahan bagi kita semua. Mari kita jaga persatuan, mempererat silaturahmi, dan terus menebarkan kebaikan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Di akhir ucapannya, keluarga besar Muhammad Zulfikar Ilun Fajar J. kembali menyampaikan doa agar seluruh amal ibadah umat Muslim selama bulan Ramadan diterima oleh Allah SWT serta diberikan keberkahan dalam menjalani kehidupan ke depan.

Momentum Idul Fitri diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh umat Muslim untuk terus menjaga nilai-nilai keimanan, memperkuat rasa persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah
Taqabbalallahu minna wa minkum
Mohon Maaf Lahir dan Batin (red)

LABUHA, Malutline – Persiapan pelaksanaan Jambore Cabang (Jamcab) Saruma di Kabupaten Halmahera Selatan mulai menunjukkan geliat, Kegiatan yang direncanakan berlangsung dalam waktu dekat ini diproyeksikan akan diikuti oleh ratusan anggota Pramuka dari berbagai gugus depan yang tersebar di wilayah Halmahera Selatan.

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Halmahera Selatan, Ny. Rifa’at Al Sa’adah, S.Sos., M.I.Kom, menyampaikan bahwa kegiatan jambore merupakan bagian penting dari pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka.

Selain sebagai ajang pertemuan antaranggota Pramuka, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membentuk karakter generasi muda yang disiplin, kreatif, dan memiliki jiwa kepemimpinan.

Ny. Rifa’at Al Sa’adah diketahui menjabat sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Halmahera Selatan masa bakti 2025–2029. Ia resmi dilantik untuk memimpin gerakan Pramuka di Kabupaten Halmahera Selatan dengan tujuan membangun organisasi yang lebih kuat, tangguh, serta mampu melahirkan generasi muda yang mandiri dan berkarakter.

Menurutnya, Jambore Cabang Saruma bukan sekadar kegiatan perkemahan biasa, tetapi merupakan wadah pendidikan nonformal bagi generasi muda. Dalam kegiatan tersebut, para peserta akan dibekali berbagai materi pembinaan seperti kedisiplinan, kerja sama tim, keterampilan Pramuka, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang berkemah, tetapi bagaimana melatih diri untuk menjadi pribadi yang disiplin, kreatif, dan memiliki semangat kebersamaan,” ujar Rifa’at.

Ia juga mengajak seluruh anggota Pramuka di Halmahera Selatan untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam kegiatan Pramuka, maka semakin besar pula peluang untuk membentuk karakter pemuda yang tangguh dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Selain itu, kegiatan Jambore Cabang Saruma juga akan menjadi ajang seleksi bagi peserta terbaik yang nantinya berkesempatan mewakili Kabupaten Halmahera Selatan dalam Jambore Nasional yang akan digelar di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan dapat menunjukkan kemampuan serta potensi terbaik mereka, sekaligus membawa nama baik daerah di tingkat nasional.

Para pembina Pramuka di Halmahera Selatan juga menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Mereka menilai jambore menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan antaranggota Pramuka sekaligus meningkatkan keterampilan dan pengalaman para peserta.

Dengan dukungan berbagai pihak, pelaksanaan Jambore Cabang Saruma diharapkan dapat berjalan sukses dan menjadi langkah awal bagi generasi muda Halmahera Selatan untuk terus berprestasi dalam kegiatan kepramukaan, baik di tingkat daerah maupun nasional. (Red

LABUHA, Malutline – Sengketa lahan yang terjadi di ruas Jalan Baru Tomori–Mandaong, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, akhirnya mulai menemukan titik terang. Persoalan yang telah berlangsung cukup lama itu mencuat kembali setelah pemilik lahan, Charles Ong, melakukan pemalangan jalan sebagai bentuk protes karena hingga kini belum menerima ganti rugi sejak pembangunan jalan tersebut dilakukan pada tahun 2015.

Aksi pemalangan jalan yang dilakukan Charles Ong tersebut akhirnya mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan untuk segera mengambil langkah penyelesaian. Pemilik lahan kemudian melakukan pertemuan langsung dengan Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muksin, yang turut didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) serta Kepala Bagian Aset.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Kantor Bupati Halmahera Selatan, Selasa (3/3/2026), Pemerintah Daerah melalui Bupati dan Wakil Bupati, Hasan Ali Bassam Kasuba dan Helmi Umar Muksin, memastikan bahwa pembayaran ganti rugi atas lahan milik Charles Ong akan segera direalisasikan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muksin, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah melakukan pembahasan serius terkait persoalan tersebut. Menurutnya, seluruh dokumen yang berkaitan dengan proses pembayaran ganti rugi telah diverifikasi dan mendapat persetujuan dari Bupati Halmahera Selatan.

“Pemerintah daerah sudah melakukan pertemuan dengan Charles Ong. Proses pembayaran ganti rugi akan segera dilaksanakan sesuai mekanisme yang berlaku. Saat ini kami tinggal menunggu kedatangan Kepala Bidang Aset selaku pelaksana teknis pembayaran,” jelas Helmi Umar Muksin.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh berkas administrasi yang berkaitan dengan lahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba. Dengan demikian, proses pembayaran tinggal menunggu tahapan teknis untuk segera direalisasikan.

“Semua berkas dokumen sudah di-ACC oleh Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam kasuba. Tinggal dilakukan pembayaran untuk lahan yang luasnya kurang lebih 1 hektare lebih,” tambahnya.

Sementara itu, pemilik lahan Charles Ong menyambut baik komitmen yang disampaikan oleh Pemerintah Daerah Halmahera Selatan. Ia berharap janji tersebut benar-benar direalisasikan dalam waktu dekat, mengingat perjuangan untuk mendapatkan haknya telah berlangsung selama lebih dari dua dekade.

“Saya menghargai komitmen Pemda Halsel untuk menyelesaikan pembayaran ini. Harapan saya, hal ini segera ditindaklanjuti karena sudah terlalu lama saya perjuangkan,” ungkap Charles Ong.

Menurutnya, persoalan ini sebenarnya bisa diselesaikan sejak lama apabila ada keseriusan dari pemerintah daerah untuk menuntaskan kewajiban pembayaran ganti rugi. Namun hingga saat ini, ia baru kembali mendapatkan kepastian setelah melakukan langkah tegas dengan melakukan pemalangan jalan.

Di sisi lain, masyarakat sekitar juga menyambut positif langkah yang diambil oleh Pemerintah Daerah Halmahera Selatan untuk menyelesaikan sengketa lahan tersebut. Warga menilai kepastian pembayaran ganti rugi tidak hanya penting untuk menegakkan keadilan bagi pemilik lahan, tetapi juga untuk memastikan akses jalan kembali normal.

Ruas Jalan Baru Tomori–Mandaong sendiri merupakan jalur penting yang digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari. Pemalangan jalan yang sempat terjadi sebelumnya membuat aktivitas warga menjadi terganggu.

Dengan adanya komitmen dari pemerintah daerah untuk segera membayar ganti rugi lahan tersebut, masyarakat berharap permasalahan ini dapat segera diselesaikan secara tuntas sehingga akses jalan kembali lancar dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat tanpa hambatan.

Kasus ini juga menjadi perhatian publik karena menyangkut hak masyarakat yang lahannya digunakan untuk pembangunan infrastruktur pemerintah. Oleh karena itu, penyelesaian sengketa secara adil dan transparan dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. (Red)

TERNATE, Malutline— Seorang bocah laki-laki bernama Alfatih Dukomalamo dilaporkan hilang oleh keluarganya setelah meninggalkan rumah pada Minggu, 15 Maret 2026 sekitar pukul 14.00 WIT di wilayah Kota Ternate.

Laporan kehilangan tersebut secara resmi telah dibuat oleh ayah korban, Irsan Ali Dukomalamo, kepada pihak Polres Ternate melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Berdasarkan surat keterangan orang hilang yang diterbitkan oleh Polres Ternate, bocah tersebut diketahui bernama Alfatih Dukomalamo, lahir di Ternate pada tahun 2022. Hingga saat ini, anak tersebut belum diketahui keberadaannya sejak meninggalkan rumah.

Menurut keterangan keluarga, sebelum dinyatakan hilang, Alfatih terakhir terlihat keluar dari rumah pada Minggu siang sekitar pukul 14.00 WIT. Saat itu ia mengenakan baju berwarna oranye dan celana panjang warna putih. Namun setelah keluar rumah, bocah tersebut tidak kembali hingga malam hari sehingga keluarga mulai merasa khawatir.

Setelah melakukan pencarian di sekitar lingkungan rumah dan menanyakan kepada warga sekitar, keluarga tidak juga menemukan keberadaan Alfatih. Karena tidak ada tanda-tanda keberadaannya, pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Berdasarkan keterangan dalam laporan tersebut, bocah yang masih berusia sekitar 4 tahun itu memiliki ciri-ciri fisik sebagai berikut, Tinggi badan sekitar 103 cm Berat badan sekitar 13 kilogram
Warna kulit sawo matang Bentuk wajah bulat Rambut lurus

Anak tersebut diketahui tinggal bersama keluarganya di Kelurahan Mangga Dua, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate.
Kehilangan seorang anak kecil tentu menjadi pukulan berat bagi keluarga. Pihak keluarga hingga saat ini masih terus berupaya melakukan pencarian dengan harapan sang anak dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Ayah korban, Irsan Ali Dukomalamo, berharap masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan anaknya dapat segera memberikan informasi kepada keluarga ataupun pihak kepolisian.

“Jika ada yang menemukan atau mengetahui keberadaan anak kami, mohon kiranya dapat segera menghubungi pihak keluarga atau melapor ke kantor polisi terdekat,” ujar keluarga dengan penuh harap.

Sementara itu, pihak Polres Ternate juga mengimbau kepada masyarakat untuk turut membantu memberikan informasi apabila melihat anak dengan ciri-ciri tersebut. Kerja sama masyarakat sangat diharapkan agar proses pencarian dapat segera membuahkan hasil.

Kasus hilangnya bocah tersebut kini masih dalam penanganan pihak kepolisian. Pihak keluarga dan aparat berharap informasi dari masyarakat dapat membantu mempercepat proses pencarian sehingga anak tersebut dapat segera ditemukan dan kembali ke pelukan keluarganya.

Bagi masyarakat yang mengetahui atau melihat anak dengan ciri-ciri tersebut, diharapkan segera melapor ke Polres Ternate atau menghubungi pihak keluarga melalui nomor yang tersedia dalam laporan kehilangan.

Harapan besar kini tertuju pada kepedulian masyarakat agar bocah kecil tersebut dapat segera ditemukan dengan selamat.(Red)

TERNATE, Malutline— Senin, 16 Maret 2026. Warga dan nelayan di perairan antara Kota Tidore Kepulauan dan Kota Ternate digegerkan dengan penemuan jasad seorang bayi yang ditemukan dalam kondisi hanyut dan terapung di laut pada hari ini, Senin (16/3/2026).

Peristiwa yang menyayat hati ini pertama kali diketahui oleh sejumlah nelayan yang sedang melaut di kawasan perairan antara kedua pulau tersebut pada pagi hari. Saat itu para nelayan melihat sesuatu yang mengapung di permukaan laut dan terbawa arus.

Awalnya para nelayan mengira benda tersebut hanyalah sampah atau potongan kayu yang sering hanyut di laut. Namun ketika mereka mendekati benda tersebut menggunakan perahu, mereka terkejut karena yang terlihat ternyata adalah tubuh seorang bayi yang sedang terapung di permukaan air.

Para nelayan yang menemukan jasad bayi itu langsung menghentikan aktivitas mereka. Dengan rasa kaget dan sedih, mereka memastikan kondisi bayi tersebut. Namun setelah diperiksa, bayi malang itu sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Penemuan tersebut segera dilaporkan kepada warga serta aparat setempat. Tidak lama kemudian, informasi mengenai kejadian tersebut menyebar dengan cepat di kalangan masyarakat pesisir di wilayah Tidore dan Ternate.

Banyak warga yang merasa sangat prihatin dan terpukul dengan peristiwa tersebut. Mereka tidak menyangka bahwa seorang bayi yang seharusnya mendapatkan kasih sayang dan perlindungan justru ditemukan dalam kondisi hanyut dan terapung di tengah laut.

“Ini sangat menyedihkan. Bayi sekecil itu ditemukan hanyut di laut. Kami berharap pihak berwenang bisa segera menyelidiki kejadian ini dan menemukan siapa yang bertanggung jawab,” ujar salah satu warga yang mengetahui peristiwa tersebut.

Setelah menerima laporan dari nelayan, aparat keamanan bersama pihak terkait langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap jasad bayi tersebut.

Jasad bayi kemudian dibawa oleh petugas guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kematian serta kemungkinan identitas bayi tersebut.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan guna mengungkap kronologi lengkap kejadian tersebut, termasuk mencari tahu bagaimana bayi tersebut bisa berada di laut.

Peristiwa tragis ini menjadi perhatian serius masyarakat di Maluku Utara. Banyak pihak berharap agar kejadian seperti ini tidak kembali terulang di masa mendatang.

Sementara itu, masyarakat di wilayah pesisir antara Tidore dan Ternate masih membicarakan peristiwa tersebut dengan rasa sedih dan keprihatinan mendalam. Mereka berharap bayi malang tersebut dapat dimakamkan secara layak serta didoakan agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan. (Red)