HALSEL, Malutline – Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dimanfaatkan oleh tokoh agama dan masyarakat Desa Kusubibi, Kecamatan Bacan Barat, untuk menyampaikan ucapan sekaligus harapan besar bagi kemajuan desa.

Imam Masjid Kusubibi, Muhamat Hi Usman, bersama Badan Syarah Masjid Kusubibi dan Ketua BPD, Yusmin Usman, secara bersama-sama menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh masyarakat Desa Kusubibi.

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kebersamaan di hari yang suci ini membawa keberkahan, kedamaian, serta mempererat tali silaturahmi di tengah masyarakat,” ujar Muhamat Hi Usman.

Ucapan tersebut tidak hanya menjadi pesan spiritual, tetapi juga disertai harapan besar terhadap masa depan desa yang dikenal memiliki potensi sumber daya alam, khususnya di sektor pertambangan emas.

Ketua BPD Kusubibi, Yusmin Usman, menegaskan bahwa masyarakat sangat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah, terutama terkait legalitas dan pengelolaan tambang rakyat yang hingga kini belum sepenuhnya terealisasi.

“Desa Kusubibi memiliki potensi besar di bidang pertambangan emas. Kami berharap di momen penuh berkah ini, pemerintah pusat dapat segera merealisasikan izin dan pengelolaan tambang rakyat sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, kejelasan terkait tambang rakyat bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga menyangkut kesejahteraan masyarakat secara luas. Dengan pengelolaan yang resmi dan terarah, aktivitas pertambangan diharapkan dapat memberikan manfaat maksimal tanpa menimbulkan dampak negatif.

Badan Syarah Masjid Kusubibi juga turut menyampaikan doa agar seluruh potensi yang dimiliki desa dapat dikelola dengan baik dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.

“Semoga Desa Kusubibi yang dianugerahi sumber daya alam melimpah senantiasa diberkahi, dijauhkan dari konflik, serta diberikan kemudahan dalam setiap proses pembangunan,” ujar salah satu perwakilan Badan Syarah.

Masyarakat Kusubibi pun berharap agar pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat lebih responsif terhadap aspirasi yang telah lama disuarakan. Mereka menilai, sudah saatnya potensi besar yang dimiliki desa menjadi sumber kesejahteraan yang nyata, bukan sekadar harapan.

Dengan semangat Idul Fitri yang penuh makna, warga Desa Kusubibi berharap adanya titik terang bagi masa depan desa—di mana keberkahan, kesejahteraan, dan keadilan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. (Red)

TERNATE, Malutline– Kondisi pelabuhan penyeberangan menuju Pulau Hiri di kawasan Sulamadaha kembali menuai sorotan dari masyarakat. Warga Pulau Hiri menilai pembangunan pelabuhan yang menelan anggaran sekitar Rp18 miliar tersebut belum sepenuhnya memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, bahkan dinilai masih menyisakan sejumlah persoalan di lapangan.

Sejumlah warga mengaku heran melihat kondisi pelabuhan yang menurut mereka tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah. Infrastruktur yang seharusnya menjadi akses vital bagi masyarakat Pulau Hiri untuk beraktivitas, berdagang, maupun bepergian ke Kota Ternate justru dianggap belum memadai.

“Kalau melihat nilai proyeknya mencapai Rp18 miliar, seharusnya fasilitas pelabuhan ini bisa lebih baik dan lebih layak. Namun kenyataannya masih banyak hal yang perlu dibenahi,” ungkap salah satu warga Pulau Hiri kepada media ini.


Pelabuhan tersebut sejatinya memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat Pulau Hiri. Jalur laut dari Sulamadaha ke Pulau Hiri merupakan salah satu akses utama yang setiap hari digunakan warga untuk berbagai keperluan, mulai dari aktivitas ekonomi hingga kebutuhan pendidikan dan kesehatan.

Namun, warga menilai pembangunan yang dilakukan belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat. Beberapa bagian fasilitas pelabuhan disebut belum optimal, sementara aktivitas penyeberangan masih menghadapi berbagai kendala.

Kritik masyarakat ini juga diarahkan kepada pihak pemerintah daerah dan instansi terkait agar lebih serius melakukan evaluasi terhadap proyek-proyek infrastruktur yang menggunakan anggaran besar. Warga meminta adanya transparansi dan penjelasan terbuka terkait penggunaan anggaran pembangunan pelabuhan tersebut.

“Jangan sampai proyek besar dengan anggaran miliaran rupiah hanya terlihat megah di atas kertas, tetapi manfaatnya tidak dirasakan secara maksimal oleh masyarakat,” ujar warga lainnya.

Sebagai wilayah kepulauan, masyarakat Pulau Hiri sangat bergantung pada akses transportasi laut. Karena itu, pelabuhan yang layak dan aman menjadi kebutuhan mendasar yang tidak bisa diabaikan.

Sejumlah tokoh masyarakat bahkan mendorong agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembangunan pelabuhan tersebut, termasuk meninjau kembali kualitas pekerjaan, perencanaan, serta pengawasan proyek.

Mereka menilai proyek-proyek infrastruktur dengan nilai anggaran besar harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi proyek fisik tanpa dampak signifikan.
“Pembangunan harus berpihak kepada masyarakat. Jika anggaran sudah besar, maka kualitas dan manfaatnya juga harus besar,” tegas salah satu tokoh masyarakat Hiri.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih berharap pemerintah daerah dapat memberikan penjelasan resmi terkait kondisi pelabuhan tersebut serta langkah-langkah yang akan diambil untuk memperbaiki berbagai kekurangan yang ada.

Bagi warga Pulau Hiri, pelabuhan bukan sekadar bangunan fisik, tetapi urat nadi kehidupan masyarakat kepulauan yang menentukan kelancaran aktivitas ekonomi, sosial, dan mobilitas sehari-hari. Oleh karena itu, mereka berharap pembangunan yang dilakukan benar-benar memperhatikan kualitas, keselamatan, serta kebutuhan riil masyarakat. (Red)

HALSEL, Malutline – Harapan masyarakat Desa Sambiki, Kecamatan Obi, untuk menikmati infrastruktur jalan yang layak kembali pupus. Tahun demi tahun berganti, kepemimpinan silih berganti, namun kondisi jalan desa tetap memprihatinkan—bahkan disebut semakin tak terurus.

Jalan yang menjadi akses utama aktivitas warga kini berubah menjadi jalur penuh lubang, berlumpur saat hujan, dan berdebu saat kemarau. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berdampak langsung pada perekonomian, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan masyarakat.

Keluhan warga pun kembali mencuat, kali ini dengan nada yang lebih keras. Mereka menilai, persoalan ini bukan lagi hal baru, melainkan masalah lama yang terus berulang tanpa solusi nyata.

“Ini bukan baru terjadi, tapi sudah lama. Setiap pergantian pemimpin kami selalu berharap ada perubahan, tapi kenyataannya tetap sama. Jalan desa makin rusak dan kami yang terus merasakan dampaknya,” ungkap salah satu warga dengan nada kecewa.

Tak hanya Desa Sambiki, kondisi serupa juga dirasakan oleh masyarakat Desa Anggai. Dua desa ini seakan menjadi simbol minimnya perhatian terhadap infrastruktur dasar di wilayah tersebut. Padahal, akses jalan yang baik merupakan kebutuhan vital bagi mobilitas dan kesejahteraan warga.

Yang membuat sorotan semakin tajam, masyarakat menilai bahwa wilayah ini bukan tanpa keterwakilan. Tercatat ada dua figur yang duduk sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku Utara yang berasal dari wilayah tersebut, yakni Iksan Subur dari Desa Anggai dan Hi Ibrahim dari Desa Sambiki.

Namun, keberadaan dua wakil rakyat tersebut justru memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Warga mempertanyakan sejauh mana peran dan kontribusi mereka dalam memperjuangkan kebutuhan dasar seperti perbaikan jalan desa.

“Kalau sudah ada perwakilan di DPRD provinsi, kenapa kondisi jalan masih seperti ini? Kami butuh bukti kerja, bukan sekadar janji,” tegas warga lainnya.

Kritik ini tidak hanya ditujukan kepada para wakil rakyat, tetapi juga kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Masyarakat mendesak agar ada langkah konkret, bukan sekadar wacana atau janji politik yang terus diulang setiap musim pemilihan.

Warga menilai, masa kepemimpinan saat ini seharusnya menjadi momentum untuk meninggalkan jejak positif, bukan mewariskan persoalan yang sama kepada generasi berikutnya.

“Jangan sampai masa jabatan berakhir tanpa ada perubahan berarti. Kami ingin pemimpin yang dikenang karena kerja nyata, bukan karena janji yang tak ditepati,” ujar seorang tokoh masyarakat.

Kondisi ini menjadi cerminan bahwa masih adanya kesenjangan pembangunan di wilayah Halmahera Selatan, khususnya di daerah-daerah yang jauh dari pusat pemerintahan. Padahal, pemerataan pembangunan telah lama menjadi slogan yang terus digaungkan.

Kini, masyarakat hanya menuntut satu hal sederhana: perhatian dan tindakan nyata. Jalan yang layak bukan kemewahan, melainkan hak dasar yang seharusnya dipenuhi oleh pemerintah.
Sorotan publik semakin menguat.

Pertanyaannya kini, apakah pemerintah dan para wakil rakyat akan tetap diam, atau mulai bergerak menjawab jeritan masyarakat dari Sambiki dan Anggai?
Waktu akan menjadi saksi, apakah kritik ini akan berujung pada perubahan—atau kembali menjadi cerita lama yang terus terulang tanpa akhir. (Red)

HALSEL, Malutline – Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026, Ketua Komisi II DPRD Halmahera Selatan, Rustam Djalil, menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan penuh makna kepada seluruh masyarakat.

Melalui sebuah baliho ucapan yang tersebar di sejumlah titik strategis, Rustam Djalil mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum Idul Fitri sebagai ajang mempererat tali silaturahmi serta memperkuat kebersamaan dalam membangun daerah.

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin,” demikian pesan yang disampaikan.

Dalam ucapannya, Rustam menekankan pentingnya kembali ke fitrah di hari yang suci ini. Ia berharap seluruh masyarakat diberikan kesehatan, keberkahan, serta kebahagiaan dalam menjalani kehidupan ke depan.

“Semoga di hari yang suci ini, kita semua kembali fitrah, diberikan kesehatan, keberkahan, dan kebahagiaan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat Halmahera Selatan untuk terus menjaga persatuan dan meningkatkan sinergi dalam membangun daerah agar lebih maju dan sejahtera.

“Momentum Idul Fitri ini harus menjadi titik awal untuk mempererat silaturahmi serta terus bersinergi membangun Halmahera Selatan yang lebih maju dan sejahtera,” tambahnya.

Ucapan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak yang menilai pesan itu bukan sekadar formalitas, tetapi juga bentuk kepedulian seorang wakil rakyat terhadap kondisi sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Di tengah suasana Lebaran yang penuh kebahagiaan, pesan-pesan seperti ini menjadi pengingat bahwa Idul Fitri bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga refleksi diri, memperbaiki hubungan antar sesama, serta memperkuat komitmen untuk kemajuan bersama.

Dengan semangat Idul Fitri 1447 Hijriah, masyarakat Halmahera Selatan diharapkan dapat terus menjaga nilai-nilai kebersamaan, saling memaafkan, dan bahu-membahu dalam membangun masa depan daerah yang lebih baik.

Hari kemenangan pun menjadi lebih bermakna ketika diisi dengan kebersamaan, kepedulian, dan harapan untuk kehidupan yang lebih harmonis di Bumi Saruma. (Bur)

HALSEL, Malutline – Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dimanfaatkan oleh Harita Nickel untuk menyampaikan ucapan penuh makna kepada seluruh masyarakat, khususnya di wilayah operasionalnya di Pulau Obi, Halmahera Selatan.

Melalui sebuah desain visual yang menampilkan keindahan kawasan industri yang berpadu dengan lanskap pesisir, perusahaan ini mengajak semua pihak untuk menjadikan Idulfitri sebagai ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat semangat kebersamaan.

Dalam ucapan resminya, Harita Nickel menyampaikan “Selamat Idulfitri 1447 Hijriah, Mohon maaf lahir dan batin.” Pesan sederhana namun sarat makna ini menjadi refleksi penting setelah menjalani bulan suci Ramadan, di mana umat Muslim ditempa untuk meningkatkan kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama.

Kawasan Industri Obi yang menjadi latar dalam ucapan tersebut menggambarkan sinergi antara pembangunan industri dan kehidupan masyarakat lokal. Terlihat jelas aktivitas pelabuhan, pemukiman warga, serta bentang alam yang indah, menjadi simbol bagaimana industri dan masyarakat dapat tumbuh berdampingan.

Harita Nickel sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu perusahaan yang berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Halmahera Selatan, khususnya melalui sektor pertambangan dan hilirisasi nikel.

Perayaan Idulfitri tidak hanya dimaknai sebagai hari kemenangan secara spiritual, tetapi juga sebagai momen evaluasi diri dan memperbaiki hubungan sosial. Harita Nickel menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut juga menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan, yang terus berupaya menjunjung tinggi keharmonisan dengan masyarakat sekitar.

Selain itu, kehadiran industri di Pulau Obi turut membawa dampak signifikan, baik dari sisi lapangan pekerjaan maupun peningkatan infrastruktur. Jalan, fasilitas umum, hingga geliat ekonomi lokal menjadi bukti nyata perubahan yang dirasakan masyarakat. Meski demikian, perusahaan juga diharapkan terus menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan, agar keberlanjutan tetap terjaga di masa depan.

Idulfitri tahun ini pun menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari capaian ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana nilai kemanusiaan dan kebersamaan dijaga. Dengan semangat saling memaafkan, Harita Nickel mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus membangun hubungan yang harmonis, saling mendukung, dan bersama-sama menciptakan masa depan yang lebih baik bagi Halmahera Selatan.

Di tengah suasana penuh kebahagiaan, gema takbir yang berkumandang menjadi simbol kemenangan dan harapan baru. Harita Nickel berharap, Idulfitri kali ini membawa berkah, kedamaian, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Selamat Idulfitri 1447 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin. (Bur)