KALBAR, Malutline – Nama Gubernur Provinsi Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mendadak ramai diperbincangkan warganet setelah seorang warga Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, mengunggah permintaan bantuan terkait kondisi jalan rusak parah di daerahnya.
Video yang diunggah seorang warga bernama Elisabeth itu viral di media sosial, khususnya Instagram dan TikTok. Dalam rekaman tersebut, terlihat akses jalan desa dipenuhi lumpur dan timbunan tanah tebal hingga menyulitkan kendaraan melintas, terutama saat musim hujan.
Di tengah kondisi memprihatinkan itu, Elisabeth terdengar menyampaikan harapan sederhana namun menyentuh hati.
“Tolonglah Bu Sherly,” ucapnya dalam video yang kini telah ditonton ribuan pengguna media sosial.
Unggahan tersebut langsung memantik perhatian publik. Banyak netizen mengaku tersentuh karena warga harus berharap kepada gubernur dari provinsi lain demi mendapatkan perhatian terhadap persoalan infrastruktur dasar di daerah mereka.
Tak sedikit pula yang memuji sosok Sherly Tjoanda sebagai pemimpin perempuan yang dikenal aktif turun langsung ke lapangan dan dekat dengan masyarakat kecil. Nama Sherly bahkan disebut warga sebagai simbol harapan agar suara mereka bisa didengar pemerintah.
“Kalau sampai warga daerah lain minta tolong ke Bu Sherly, berarti mereka benar-benar butuh perhatian,” tulis salah satu netizen dalam kolom komentar.
Viralnya video tersebut akhirnya memicu respons cepat. Beberapa titik jalan di wilayah itu mulai diperbaiki setelah sorotan publik semakin besar. Elisabeth pun sempat mengunggah video lanjutan berisi ucapan terima kasih karena pemerintah mulai turun tangan memperbaiki akses jalan warga.
Meski demikian, kondisi jalan disebut belum sepenuhnya pulih. Dalam unggahan terbaru, Elisabeth kembali memperlihatkan jalan yang masih dipenuhi timbunan tanah dan licin saat dilalui kendaraan roda dua.
Warga berharap perbaikan tidak berhenti sementara, melainkan benar-benar dituntaskan agar aktivitas masyarakat, anak sekolah, hingga distribusi hasil pertanian bisa berjalan normal.
Fenomena ini kembali membuka mata publik tentang masih banyaknya persoalan infrastruktur di berbagai daerah terpencil Indonesia. Di era media sosial saat ini, suara warga yang sebelumnya sulit terdengar kini dapat menjadi perhatian nasional hanya lewat sebuah video sederhana.
Kisah Elisabeth juga menjadi gambaran bahwa masyarakat saat ini tidak hanya membutuhkan janji, tetapi kehadiran nyata pemimpin yang mau mendengar dan melihat langsung kondisi rakyat di lapangan. (Red)






