Halsel, Malutline – Debat Pertama Pilkada serentak ditahun 2024 Calon Bupati dan Wakil Bupati Kab. Halsel akan digelar pada Hari ini, Rabu 30 Oktober 2024 sekitar Pukul 20.00 WIT di Aula Kantor Bupati Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara (Malut).

200 Personel Amankan Debat Pertama Pilkada Cabup, Cawabup Kab.Halsel

Menindaklanjuti hal tersebut, Polres Halsel melalui Operasi Mantap Praja (OMP) Kie Raha 2024, siagakan 200 personel gabungan yang terdiri dari Pasukan bawah Kendali Operasi (BKO) Direktorat Samapta Polda Malut, Brimob Kompi C dan Seluruh personel Polres Halsel.

Saat mengambil apel persiapan pengamanan, Kepala Perencanaan dan Pengendalian (Karendal) OMP Polres Halsel, AKP Zikri Muamar, S.I.K, menjelaskan sistem pengamanan akan terdiri dari pengamanan terbuka dan tertutup.

“Dalam mengamankan giat debat nanti, setiap personel akan menempati setiap lokasi yang sudah ditentukan, Personel yang berdinas dan berpakaian Preman semua kami libatkan”. Ucap Karendal Ops Polres Halsel.

AKP Zikri Muamar, S.I.K, menambahkan, Debat yang dilaksanakan adalah tahapan Penyelenggaraan Pesta Demokrasi yang penting untuk diamankan, Melalui Operasi Mantap Praja Kie Raha Polres Halsel dapat menyukseskan penyelenggaraan Pilkada Serentak di Kab. Halsel.

“Debat ini adalah tahapan penting yang harus kami amankan, kami berharap melalui pengamanan yang kami laksanakan dapat mewujudkan penyelenggaraan Pilkada Serentak di Kab. Halsel yang aman, damai dan kondusif”. Tutup AKP Zikri Muamar, S.I.K. (Red)

Haltim, Malutline – Politisi Senior Halmahera Timur (Haltim) Maluku Utara (Malut), Mursit Amalan yang akrab dikenal sebagai  Obama Haltim, yang juga pernah menjadi anggota tim sukses Ubait Anjas itu. Kini dirinya kembali menegaskan pada dukunganya pada Paslon M. Farrel Adhitama dan Hi. Tahib Jalaludin pada Pilkada 2024.

Dengan dukungan  itu Obama Haltim  bergabung sebagai Ketua Tim Pemenangan Paslon yang dikenal dengan Taglinenya Fatha Jadi, setelah bergabung sebagai Ketua Tim Pemenagan Obama menegaskan bahwa anak muda harus diberi ruang dan peran aktif dalam kontestasi politik lokal.

Masyarakat di lapangan Fermento Buli

Selain itu Obama juga menjawab isu yang beredar mengenai keterlibatannya, di mana sejumlah pihak menganggap hanya Partai Amanat Nasional (PAN) yang mendukung Farrel, sementara dirinya tidak turut serta. Namun, menyatakan bahwa sebagai kader partai, ia akan mengikuti arahan yang telah diputuskan, “Ungkapnya”

Obama saat berbicara di hadapan masyarakat di lapangan Fermento Buli, banyak yang mengatakan hanya PAN saja yang ke Farrel sedangkan saya tidak,  Itu salah  ini adalah instruksi Partai dan sebagai kader  kita harus taat.” Ucap Obama “

Peryataan sikap tegas Obama dengan kesiapannya untuk berjuang bersama tim Fatha guna memenangkan M. Farrel Adhitama dan Hi. Tahib Jalaludin dalam Pilkada Halmahera Timur. “Saya siap menangkan Farrel dan Tahib,” tutupnya. (Asrul)

LABUHA, Malutline – Konsep Dasar Kampung KB Kampung Keluarga Berkualitas adalah Kampung yang mandiri ,Tentram,dan Bahagia, Dalam Konsep lama disebut Kampung Keluarga Berencana dengan wilayah setingkat desa atau kelurahan yang memiliki kriteria tertentu dan terdapat keterpaduan Program Bangga Kencan dengan Tujuan dibentuknya kampung KB Secara umum Kampung KB ini Adalah untuk meningkatkan kualitas hidup Masyarakat,ditingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta Pembangunan sektor terkait lainya , dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas

Hal ini di sampaikan oleh kepala Dinas pemberdayaan perlindungan perempuan, anak dan keluarga berencana (DP3AKB) Kabupaten Halmahera Selatan, karima Nasarudin, melalui pres relisnya Rabu (30/10/2024) mengatakan Didalam Kampung KB terdapat atau ada Data dan Dokumen Kependudukan Komunikasi Perubahan Prilaku layanan Kesehatan dan KB-KR Pendamping dan Layanan Sunting Akses Pendidikan jaminan dan Perlindungan Sosial Pemberdayaan Ekonomi Penataan Lingkungan dengan Tujuan utama Program Kampung KB Menurunnya jumlah angka kelahiran bayi ,Meningkatnya Kesehatan keluarga berencana dengan penjarangan Kelahirani, Menjalani program kb sangat bermanfaat bagi pasangan suami istri ,selain membatasi kelahiran,juga bermanfaat mengurangi resiko penyakit hingga gangguan mental.

Kampung KB Memilki Kelompok Kegiatan yang terdiri dari Poktan KB Adalah kelompok kegiatan yang merupakan wadah program Bangga Kencana di kampung kb. Poktan kb terdiri dari beberapa kelompok diantaranya, Kelompokn BKB,BKL,PIKR,dan UPPKA, Pokja KB adalah Kelompok Kerja ,Pokja merupakan suatu organisasi yang sudah ada ,termasuk bentuk panitia atau tim yang bersifat sebentara,anggotanya terdiri dari unsur unsur intern maupun ekstern organisasi yang bersangkutan.

Di katakannya Indikator keberhasilan Kampung KB terdiri dari indikator input dan output. Maksudnya input jika ada partisipasi masyarakat dan output lebih pada pelaksanaan 8 fungsi keluarga seperti keagamaan, keterampilan, mesyarakat, dan indikator yang digunakan untuk melihat kondisi kependudukan melalui program KB? Total Fertility Rate atau angka kelahiran total merupakan salah satu indikator untuk mengukur capaian program KB. Angka kelahiran total secara sederhana diartikan sebagai jumlah total anak yang lahir dari seorang wanita selama masa usia subur.

Jika indikator keberhasilan suatu program adalah kesesuaian bentuk prasarana dengan rencana yang ditetapkan, kesesuaian faktor yang terlibat, memperoleh rekomendasi kebijaksanaan, dan membangun sistem monitoring untuk pembangunan selanjutnya, Kampung KB memiliki 8 fungsi keluarga, yaitu, Fungsi keagamaan, Fungsi sosial budaya, Fungsi cinta kasih, Fungsi perlindungan, Fungsi reproduksi, Fungsi sosialisasi dan pendidikan, Fungsi ekonomi Fungsi pembinaan lingkungan

Kampung KB adalah satuan wilayah setingkat kelurahan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kampung KB menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk mewujudkan keluarga kecil berkualitas, di antaranya, Penyuluhan 8 fungsi keluarga Pembinaan pengurus seksi 8 fungsi keluarga Kegiatan lintas sektor, seperti bidang pemukiman, sosial ekonomi, kesehatan, pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak, Beberapa contoh kegiatan seksi 8 fungsi keluarga di Kampung KB, yaitu Seksi Keagamaan: Membuat program magrib mengaji, kebersamaan ibadah di tempat beribadah, dan pengajian rutin Seksi Pendidikan: Membentuk, membina, dan mengembangkan BKB (Bina Keluarga Balita), BKR (Bina Keluarga Remaja), BKL (Bina Keluarga Lansia), dan PAUD (Pendidikan Usia Dini)

Seksi Reproduksi, Memotivasi PUS untuk ber-KB dan membina kelangsungan ber-KB Seksi Ekonomi: Mempromosikan potensi atau profesi yang dimiliki oleh warga kampung dan membina produk unggulan, Seksi Perlindungan: Penyuluhan anti KDRT dan penyuluhan narkoba, Seksi Kasih Sayang: Iuran kematian dan donor darah, Seksi Sosial Budaya: Menanamkan budaya budi pekerti di keluarga dan mengembangkan tradisi yang baik.

Dan untuk di Kabupaten Halmahera Selatan Desa Kubung merupakan Kampung KB perdana yg dilaunching tahun 2016 dan sampai saat ini Halmahera Selatan telah memiliki 82 kampung KB yang menjadi binaan BKKBN melalui DP3AKB, Harapan ke depannya seluruh kampung KB Halmahera Selatan dapat mencapai Kategori Mandiri sebagai barometer keberhasilan pembangunan keluarga, untuk DP3AKB halsel sendiri dinilai mampu genjot kampung KB (keluarga berkualitas menuju Halsel sejahterah. harapnya.(Red)

LABUHA, Malutline – Warga Desa Pasir Putih Kecamatan Obi Utara Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara mengeluhkan kinerja kepala Desa Sunarjo La Nihu, yang jarang mengaktifkan pelayanan pada kantor Desa sehingga masyarakat merasa sulit ketika melakukan pengurusan kepentingan mereka di Kantor Desa Pasir Putih.

Keluhan ini di sampaikan salah seorang warga Desa pasir putih kecamatan Obi Utara Kabupaten Halsel kepada Malutline, Selasa (29/10/2024) melalui saluran teleponnya mengatakan warga masyarakat desa pasir putih merasa sangat sulit mendapatkan pelayanan dari kepala desa pasir putih Sunarjo Lanihu, karena yang bersangkutan tidak pernah melakukan pelayanan terhadap masyarakat di kantor desa sehingga ketika masyarakat ingin mngurus administarsi maupun kepentingan lainnya di Kantor desa pintu kantor desa selalu tertutup rapat.

Bukan hanya pelayanan di kantor Desa kepala desa pasir putih juga tidak melakukan pelayanan terhadap masyarakat di rumahnya jika masyarakat ingin melakukan pengurusan dalam bentuk kepentingan administarsi di Desa bahkan yang bersangkutan jarang berada di desa jika kades berada di desa pasir putih selain ada kunjungan dinas dari petugas kabupaten ke desa pasir putih baru kades terlihat berada di desa pasir putih kecamatan Obi Utara Kabupaten Halsel.

Olehnya itu masyarakat meminta kepada PJs. Bupati Halsel Kadri La ece dapat memberikan teguran dan sangsi tegas kepada kades pasir putih atas pelayanan yang baik kepada masyarakat desa pasir putih karena yang bersangkutan sejak di Lantik sebagai kades hingga kini yang bersangkutan di ketahui sangat jarang beraktifitas di desa khususnya di kantor desa. pintahnya.

Sementara itu kpala desa pasir putih kecamatan Obi Utara Sunarjo Lanihu hingga berita ini di publish masih upaya di konfirmasih (Red)

Menguak Kebenaran Sumpah Pemuda  (Catatan Singkat Kontroversi Sejarah)

Sumpah Kita Adalah Satu
Kepalkan Tangan dan Maju
Jangan Sungkan Untuk Melawan Musuh
Karena Ulah Mereka Negara Jadi Rusuh
(Ismit G.Abdullah)

28 Oktober 1928 merupakan peringatan dalam upaya meyatukan gagasan serta gerakan kaum muda untuk melepas mata rantai kolonialisme, sehingga peringatan ini sebut sebagai “sumpah pemuda”.

Tepat pada tanggal 27-28 Oktober 1928  diselengarakan suatu agenda yang membahas berbagai macam problem di bangsa ini, dan pembahasan demikian diawali dengan semangat nasionalisme, bahasa, hukum adat, pendidikan dan lain sebagainya, sehingga hal itu menjadi instrumen yang diperingati pada setiap momentum.

Pada setiap tanggal 28 Oktober dari Sabang sampai Merauke memperingati hari “Sumpah Pemuda” dan dianggap sebagai suatu momentum berharga untuk menyerukan persatuan bangsa Indonesia dengan samangat nasionalisme.

Dalam sejarah justru istilah “Sumpah Pemuda” menjadi perdebatan dikalangan sejarawan, sementara kita hanya memperingati Sumpah Pemuda tetapi mengabaikan kebenaranya, alhasil semua itu kita anggap sebagai simbol pada saat diperingati hari Sumpah Pemuda. Istilah “Sumpah Pemuda” yang diperdebatkan para sejarawan seperti J.J. Rizal dan Batara Richard Hutagalung, bahwa istilah itu tidak pernah ditemui dalam teks asli yang dihasilkan pada Kongres II yang diselenggrakakan di Jakarta pada tahun 1928. Sehingga mereka mempertanyakan atas kevalidan peristiwa “Sumpah” yang sebenarnya,mereka menyebutnya “Putusan Kongres” yang tidak memiliki ikrar resmi. Kalau pun demikian mengapa kita dengan gagah berani memperingati makna ikrar yang tak resmi itu?

Menguak Kongres Pemuda ke II 1928

Sekalipun dalam Kongres Pemuda ke II dapat menghasilkan sebuah keputusan resmi yang disebut sebagai “Poetoesan Congres Pomoeda-Pomoeda Indonesia” yang menghasilkan tiga deklarasi diantaranya adalah, tentang tanah, bangsa, dan bahasa. Melalui sebuah tullisan dari media Titastory yang berjudul “Kontroversi Sumpah Pemuda Sejarah Yang Diperdebatkan Sejarawan” bahwa dokumen yang tersimpan di Museum Sumpah Pemuda di Jakarta, terkait sebuah deklarasi itu yang menggunakan kata “mengakui” dan “menjunjung” sebagai bentuk kesepakatan atas gagasan kesatuan. Tidak ada kata “sumpah” atau “janji” yang kuat yang mengisyaratkan pengikatan diri sebagaimana yang dipahami dalam istilah “Sumpah Pemuda”.

Melalui sebuah rekonstruksi “Sumpah Pemuda” oleh Muhammad Yamin yang dianggap sebagai rekayasa ideologis, yang mengundang banyak kritikan para sejarawan. Muhammad Yamin adalah seorang tokoh sekaligus kunci dalam sejarah kemerdekaan yang dianggap sebagai aristek pengangkatan istilah “Sumpah Pemuda” juga Mentri Pendidikan dan Kebudayaan dalam kabinet Ali Sastroamijoyo. Yamin kemudian memberi nama “Putusan Kongres Pemuda” sebagai “Sumpah Indonesia Raya” yang kemudian bergeser menjadi “Sumpah Pemuda”

Lalu apa yang menjadi kontroversi pada istilah “Sumpah Pemuda” para sejarawan menganggap atas rekonstruksi Muhammad Yamin merupakan rekayasa ideologis untuk memperkuat rasa kebangsaan  Indonesia. Rekayasa yang dimaksud atas istilah “Sumpah Pemuda” tersebut adalah karena tidak pernah ditemui dalam dokumen asli pada Putusan Kongres Pemuda II di Jakarta tahun 1928, yang kemudian menjadi kotroversi dikalangan sejarawan.

Olehnya itu ada sebuah artikel yang ditulis Apituley yang mencakup kritik tajam oleh sejumlah sejarawan terhadap konsep “Sumpah Pemuda” dalam tulisan itu diungkapkan bahwa istilah tersebut merupakan rekayasa yang tidak tercatum dalam dokumen asli Putusan Kogres Pemuda II, dan itu hasil pertemuan dalam sejarah tepat pada 27-28 Oktober 1928 yang dihadiri berbagai organisasi pemuda. Hal ini juga diungkapkan oleh J.J. Rizal, Batara Richard Hutagalung, dan Ichwan Azhari bahwa Sumpah Pemuda sebenarnya muncul sebagai narasi simbolik belaka atas inisiatif Muhammad Yamin. Yamin, dengan restu Soekarno yang kemudian dianggap mempopulerkan konsep tersebut untuk memperkuat nasionalisme Indonesia pasca-kemerdekaan.

Kalaupun alasanya bahwa konsep “Sumpah Pemuda” merupakan sebuah upaya agar memperkuat rasa nasionalisme, harusnya berdasarkan pada keputusan yang diputuskan dalam Kogres ke II, sehingga istilah itupun tidak hanya menjadi narasi simbolik semata tetapi menjadi narasi sejuta makna. Namun yang terjadi justru menuai banyak kritikan oleh para sejarawan.

Kemudian, jika konsep “Sumpah Pemuda” merupakan narasi simbolik, maka peran bahasa dan simbolik menjadi kekuasaan, sehingga makna pembenaran yang terkandung dalam teks pun tidak dipahami dengan jelas oleh generasi hari ini.

Menurut hemat saya selain kritikan tajam diatas, bahwa dibalik pembentukan Organisasi Boedi Uetomo 1908-1928 yang merupakan sentral penuntut kemerdekaan Indonesia, menyimpan banyak keanehan. 1928 menurut Mr.A.K.Pringgodigdo dalam Sejarah Pergerakan Rakyat Indonesia bahwa Boedi Oetomo menolak pelaksanaan cita-cita persatuan Indonesia, walaupun sampai dengan kongres tersebut, karena Boedi Oetomo lebih merpertahankan Djawanisme ketimbang persatuan. Itu artinya bahwa Sumpah Pemuda merupakan rekayasa juga bukan penuntut kemerdekaan Indonesia. Lalu apa yang dibanggakan pada 28 Oktober 1928? Boedi Oetomo saja dibubarkan oleh Dr.Soetomo sendiri pada tahun 1931 karena tidak sejalan dengan tuntutan zamanya, persoalnya adalah ajaran Kedjawean atau Djawanisme dipertahankan dalam Boedi Oetomo. Bahkan Boedi Oetomo juga berani menghina Rasulullah Saw. Tetapi tetap saja diperingati dan dihormati.

Saya berharap agar kiranya catatan singkat ini menjadi refleksi sejarah, agar kita menjelajah kembali dalam sejarah untuk menguak kebenaran yang disembunyikan.

 

Referensi :

Titastory.id : Kontroversi Sumpah Pemuda Sejarah Yang Diperdebatkan Sejarawan.

J.J. Rizal : Melawan Lupa, Sumpah Pemuda Kebohongan Besar.

Mr.A.K.Pringgodigdo : Sejarah Pergerakan Rakyat Indonesia.

Amad Mansur Suryanegara : Api Sejarah Jilid I.