LABUHA – Sikap tak terpuji kembali ditujukan Kepala Desa (Kades) Bahu, Kecamatan Mandioli Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Badar Abas.

Badar Abbas tertangkap sedang asyik Minum Minuman Keras (Miras) bersama Wanita Idaman Lain (Wil) di dalam kamar Cafe Bungalow 1 oleh istri keduanya berinisial I di Desa Marabose Kecamatan Bacan.

Menurut Sumber terpercaya wartawan ini, Selasa (4/12/2024) malam, sekitar pukul 11.00 Kades Bahu terlihat mabuk dengan seorang wanita di dalam  Penginapan Bungalow saat ditangkap istri Keduanya.

Sehingga terjadi adu mulut antara Kades dan istri keduanya dan WIL yang berinisial F hingga membuat suasana di Penginapan yang bersebelahan dengan Cafe Bungalow 1 itu ramai karena di halau oleh sejumlah Ledis di Cafe Bungalow 1.

Padahal Kades Bahu sendiri, sudah bermasalah dengan wanita lain sudah berulang kali dengan istri keduanya. Dan bahkan sampai masalahnya diselesaikan di Polres Halsel. Namun Kades Bahu tetap terlihat mabuk terus di Cafe bersama wanita lain. Dan instruksi Bupati Halsel Hasan Ali Bassam kasuba soal larangan mengkonsumsi Miras berdasarkan Perda. Namun Kades Bahu Badar Abbas tetap dilindungi Pemda Halsel meski ia sering konsumsi Miras di sejumlah Cafe di Halsel.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Halsel, DR. Iksan Mursid saat dikonfirmasi terkait sikap Kades Bahu yang sering masuk Cafe, Kamis (5/12/2024) mengatakan bahwa Kades Bahu sudah dipanggil beberapa kali soal Cafe dan dugaan unsur masalah kasus lainnya.

“Dan jika ada dokumentasi baru, maka akan ditindak tegas,” ujar Iksan pria asal Desa Parapakanda, Kecamatan Botang Lomang itu.

Untuk Kades Bahu Badar Abas, hingga berita ini dipublish, yang bersangkutan tidak bisa dihubungi. (Red)

Jakarta, Malutline– Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, memaparkan sejumlah pencapaian luar biasa dalam pemerintahan daerahnya pada Forum Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2024. Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri, Ombudsman RI, dan bekerja sama dengan Majalah Tempo ini berlangsung di Oakwood Suites Kuningan, Jakarta, pada 2 hingga 4 Desember 2024. Forum ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sutego, ST, Kabag Kesra Yudi Eka Prasetia, serta Kabid Infrastruktur Bappeda.

Dalam presentasinya, Bupati Bassam menjelaskan tentang kondisi geografis Halmahera Selatan yang memunculkan tantangan tersendiri dalam pembangunan. Kabupaten yang memiliki luas wilayah mencapai 40.263,72 km² ini terdiri dari 22% daratan (8.779,32 km²) dan 78% lautan (31.484,40 km²). Halmahera Selatan memiliki populasi sekitar 260.758 jiwa, yang tersebar di 371 pulau, namun hanya 41 pulau yang berpenghuni, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023.

Melalui forum ini, Bassam juga mengungkapkan visi besar pemerintahannya untuk periode 2021–2026, yaitu “Bersatu Mengembalikan Senyum Halmahera Selatan yang Lebih Baik, Beradab, dan Penuh Berkah.” Visi tersebut menggambarkan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memastikan keberlanjutan pembangunan yang inklusif di seluruh wilayah Halmahera Selatan.

Salah satu tantangan besar yang dihadapi pemerintah daerah adalah pemerataan pembangunan, mengingat 95% desa di Halmahera Selatan terletak di pesisir, sedangkan hanya 5% desa yang berada di wilayah non-pesisir. Bassam menekankan pentingnya kebijakan berbasis data dalam merancang strategi pembangunan, terutama dalam mengoptimalkan potensi daerah yang beragam.

Sebagai langkah konkrit untuk menghadapi tantangan tersebut, Bassam mengungkapkan bahwa pemerintah daerah sedang mengembangkan konsep agromaritim sebagai alternatif sektor ekonomi baru. Hal ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan daerah pada industri tambang, dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam baik di daratan maupun lautan.

Dengan semangat untuk mewujudkan visi dan misi tersebut, Bupati Bassam berharap Halmahera Selatan dapat menjadi contoh daerah yang sukses dalam menciptakan kesejahteraan dan kemajuan yang merata, melalui pendekatan yang inovatif dan berbasis data.(Red)

HALSEL,Malutline – Ketua Srikandi Konemat Halmahera Selatan (Halsel), Sadia Iskandar Alam, menyampaikan apresiasi terhadap keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Halsel atas keberhasilan pasangan Hasan Ali Bassam Kasuba dan Helmi Umar Muchsin sebagai Bupati dan Wakil Bupati Halsel periode 2024-2029.

Hasan Ali Bassam Kasuba dan Helmi Umar Muchsin berhasil memenangkan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Halsel 2024. Keputusan ini diumumkan secara resmi oleh KPU Halsel setelah proses pemilihan dan penghitungan suara yang berlangsung dengan lancar.

Sadia Iskandar Alam, selaku Ketua Srikandi Konemat Halsel, menjadi salah satu pihak yang memberikan ucapan selamat kepada pasangan Bassam-Helmi. Ia juga memuji kinerja KPU Halsel atas pelaksanaan Pilkada yang dinilai transparan dan profesional.

Proses Pilkada Halsel berlangsung pada tahun 2024, dan keputusan resmi mengenai kemenangan Bassam-Helmi diumumkan oleh KPU Halsel tak lama setelah penghitungan suara selesai.

Proses Pilkada berlangsung di seluruh wilayah Halmahera Selatan, sementara pengumuman keputusan dilakukan di Hotel Buana Lipu  Setelah Pleno KPUD Halmahera Selatan selesai dengan total suara diperoleh sebagai berikut :

  1. 12.499 Jasri-Muhlis
  2. 22.366 BK-UHS
  3. 36.144 Rusihan-Muhtar
  4. 53.074 Bassam-Helmi
Rekapitulasi Perlehan Suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Selatan 2025-2030

Kemenangan Bassam-Helmi dianggap sebagai hasil dari proses demokrasi yang sehat. Sadia juga menggarisbawahi pentingnya kedewasaan politik yang ditunjukkan oleh masyarakat Halsel, baik dari pendukung Bassam-Helmi maupun kubu lain, dalam menerima hasil Pilkada dengan bijak.

Masyarakat Halsel menyambut hasil Pilkada ini dengan antusias, termasuk para pendukung pasangan terpilih. Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Sadia kepada semua pihak yang berpartisipasi, termasuk warga yang telah menggunakan hak pilih mereka.

Ketua Srikandi Konemat berharap pasangan Bassam-Helmi dapat menjalankan amanah rakyat dengan baik dan membawa perubahan positif bagi Halmahera Selatan selama masa kepemimpinan mereka. (Red)

LABUHA, Malutline – Bakal calon Bupati yang jug politisi senior Rusihan jafar, yang sudah dua kali bertarung di pilkada Halsel, pertarungan pertama diriny di pilkada Halsel pada periode 2015-2020 yang bersangkutan berpasangan dengan Beny Paulus parengkuan (RUSIHAN-BENI) dan di kalahkan oleh pasangan Bahrain Kasuba -Iswan Hasjim, sehingga tahun 2020 Rusihan jafar tidak maju lagi dan dipemilihan DPRD Provinsi Maluku Utara Dapil Halsel dan terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku Utara dan pertarungan hanya dua pasangan yakni pasangan Helmi Umar Muksin dan Laode Arfan dan Hi. usman sidik berpasangan dengan Hasan Ali Bassam kasuba (Usman -Bassam) namun pertarungan itu di menangkan oleh pasangan Usman Sidik dan Hasan Ali Basam Kasuba.

Dan pada periode tahun 2024-2029 Rusihan jafar tidak kapok dalam pertarungan politik sehingga Rusihan jafar kembali bertarung di pilkada Halsel, dan berpasangan dengan Muhtar samaila namun Rusihan jafar dan Mohtar sumaila (Rj-MS) kalah (keok) di tangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Halsel Nomor urut 3 yang di kenal Ramah dan murah Senyum Hasan Ali Bassam Kasuba dan Helmi Umar Muksin (BASSAM -HELMI) sehingga Rusihan Jafar diketahui sudah dua kali kalah bertarung karena Pasangan Hassan Ali Basam Kasuba dan Helmi Umar Muchsin resmi ditetapkan menjadi Bupati dan wakil Bupati terpilih Pilbup 2024.

Penetapan itu dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui sidang pleno terbuka yang digelar di Hotel Buana Lipu, pada Rabu (4/12/2024) Hasil ini dituangkan dalam Keputusan KPU Halmahera Selatan Nomor 1064 Tahun 2024 tentang Penetapan Hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan Tahun 2024.

Keputusan kemenangan Hasan Ali Bassam Kasuba ini ditandatangani oleh Ketua KPU Halmahera Selatan Tabrid S. Thalib tertanggal 4 Desember 2024 adapun isinya menetapkan perolehan suara pasangan calon nomor urut 1 Bahrain Kasuba-Umar Hi Soleman sebanyak 22.362 suara sah, Selanjutnya Pasangan calon nomor urut 2 Rusihan Djafar- Mochtar Somaila sebanyak 36,144 suara sah.

Sementara Pasangan calon nomor urut 3 Hasan Ali Bassam Kasuba dan Helmi Umar Muchsin sebanyak 53.074 suara, Dan Pasangan calon nomor urut 4 Jasri Usman – Muhlis Jafar sebanyak 12,526 suara, Berdasarkan hasil rekapitulasi suara, ditetapkan bahwa Bassam-Helmi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan terpilih 2024.

Paslon dengan tagline Senyum -Humanis ini diusung PKS, NasDem- dan Hanura. (Red)

LABUHA,Malutline – Krisis pasokan bahan bakar minyak (BBM) terjadi di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, sejak beberapa hari terakhir. Stok BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menipis hingga mengakibatkan antrean panjang kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, di sejumlah titik di wilayah tersebut.

Dalam pantauan Malutline, pada Selasa, 03 Desember 2024, sekitar pukul 08:30 WIT hingga 15:30 WIT, antrean kendaraan tampak memenuhi ruas jalan Labuha di sekitar SPBU. Bahkan, antrean kendaraan yang terus membesar hingga ke bahu jalan, menyebabkan kemacetan yang cukup parah.

Selain itu, beberapa depot minyak di Labuha juga terpaksa tidak melayani penjualan BBM karena kehabisan stok. Jenis BBM yang paling banyak dicari, yakni Pertalite dan Pertamax, saat ini hampir tidak tersedia di beberapa titik, menyusul kelangkaan pasokan yang terjadi sejak beberapa hari terakhir. Hal ini semakin memperburuk situasi, mengingat BBM merupakan kebutuhan vital bagi sebagian besar warga yang sehari-hari bergantung pada kendaraan bermotor.

Antrian di SPBU Halsel

Seorang warga Kampung Makian, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa hampir tiga hari terakhir ia dan warga lainnya kesulitan mendapatkan BBM. “Biasanya kami bisa membeli bensin di depot-depot sekitar sini, tapi sekarang sudah tidak ada stok lagi. Kami benar-benar kesulitan,” ujarnya. Warga tersebut berharap pemerintah atau pihak berwenang dapat segera mengambil tindakan untuk mengatasi kelangkaan ini, karena hal tersebut sangat memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang mengenai penyebab kelangkaan pasokan BBM tersebut. Namun, masyarakat berharap agar pihak terkait segera melakukan langkah-langkah konkret, baik dalam memastikan kelancaran distribusi maupun penyediaan BBM agar kebutuhan warga dapat terpenuhi.

Kelangkaan pasokan BBM ini menjadi perhatian serius, mengingat dampaknya tidak hanya terhadap kendaraan pribadi, tetapi juga terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Halmahera Selatan. Pihak berwenang diharapkan segera melakukan evaluasi dan mengatasi masalah ini agar tidak berlarut-larut dan berdampak lebih besar pada kehidupan masyarakat.(Red)