LABUHA, Malutline — Warga Desa Lelei, Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan, menyampaikan surat terbuka kepada Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, S.Pd.I., M.I.Kom, terkait dugaan ketidakefektifan penggunaan Dana Desa dan lambannya penanganan kerusakan jalan akibat abrasi di wilayah mereka.

Dalam surat terbuka yang ditandatangani oleh warga yang mengatasnamakan diri sebagai “Anak Pesisir Lelei,” disampaikan bahwa kondisi jalan utama desa telah mengalami kerusakan cukup parah selama berbulan-bulan, namun tidak ada langkah perbaikan maupun tindak lanjut dari pemerintah desa.

“Sudah beberapa bulan jalan kami rusak parah karena abrasi, tapi tidak ada tindakan nyata dari pemerintah desa. Beberapa waktu lalu mereka hanya menanam cabang pohon mangrove, tapi cara itu sangat tidak efektif dan tidak masuk akal, apalagi dengan anggaran desa yang katanya besar,” tulis warga dalam surat tersebut.

Warga menilai, langkah penanaman mangrove tanpa perencanaan matang tersebut tidak sebanding dengan besarnya anggaran Dana Desa yang seharusnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut, warga juga menyoroti lemahnya respon pemerintah desa terhadap persoalan publik. “Mereka hanya datang melihat kerusakan jalan, lalu pergi begitu saja, tanpa ada inisiatif untuk memperbaikinya,” ungkap isi surat tersebut.

Dalam surat terbuka yang ditujukan langsung kepada Bupati Halmahera Selatan, warga Lelei meminta agar pemerintah kabupaten melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemerintah desa, khususnya dalam pengelolaan Dana Desa dan perencanaan pembangunan.

Selain itu, warga juga menyampaikan saran agar ke depan calon kepala desa, sekretaris desa, dan bendahara desa merupakan figur yang berpendidikan dan berkompeten, minimal berstatus sarjana, agar memahami tata kelola anggaran dan mampu merencanakan program yang tepat sasaran.

“Jika pemerintah desa tetap seperti ini, kami khawatir sepuluh tahun ke depan Desa Lelei akan semakin tertinggal. Padahal negeri yang maju berawal dari desa yang kuat,” tulis warga dengan nada keprihatinan.

Surat terbuka ini diakhiri dengan permohonan kepada Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba untuk turun langsung melihat kondisi di lapangan serta menindaklanjuti persoalan yang telah lama dikeluhkan warga.

“Kami percaya, di bawah kepemimpinan Bupati Bassam Kasuba yang dikenal peduli dan komunikatif, aspirasi masyarakat kecil seperti kami akan mendapat perhatian,” tutup surat tersebut penuh harap.(Red)

LABUHA, Malutline — Innalillahi Wainnailaihi Roji’un…Kullu nafsin dzaikatul maut. Setiap yang bernyawa pasti akan menemui ajalnya.

Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan di Halmahera Selatan. Telah berpulang ke rahmatullah Ibu Rahmania W. Jabid, guru tercinta SD Negeri 16 Halmahera Selatan, Desa Saketa, Kecamatan Gane Barat, pada Senin, 6 Oktober 2025, pukul 08.00 WIT.

Kepergian almarhumah membawa duka mendalam bagi keluarga besar SDN 16 Halsel, para murid, rekan guru, serta seluruh masyarakat Saketa yang mengenalnya sebagai sosok pendidik yang sabar, penuh kasih, dan berdedikasi tinggi terhadap dunia pendidikan.

“Atas nama keluarga besar SDN 16 Halsel, kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya almarhumah Ibu Rahmania. Kami juga memohon maaf kepada orang tua atau wali murid apabila selama beliau mendidik anak-anak terdapat perkataan atau sikap yang kurang berkenan. Mohon kiranya dimaafkan, sebab almarhumah hanyalah manusia biasa yang tak luput dari khilaf,” demikian pernyataan tertulis pihak sekolah dengan penuh haru.

Semasa hidupnya, almarhumah dikenal sebagai guru yang berdedikasi, lembut dalam tutur kata, dan tulus dalam mengabdi. Beliau selalu hadir di tengah murid-muridnya dengan senyum dan kesabaran, menjadi sosok ibu kedua di sekolah yang senantiasa menanamkan nilai kejujuran, disiplin, dan cinta belajar.

Kini, kepergiannya meninggalkan kenangan dan teladan yang abadi bagi dunia pendidikan di Halmahera Selatan. Doa dan air mata mengiringi kepergian sang pahlawan tanpa tanda jasa ini.

Selamat jalan, Ibu Rahmania W. Jabid.
Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah dan pengabdianmu, melapangkan jalanmu menuju surga-Nya, serta memberikan kekuatan dan keikhlasan bagi keluarga yang ditinggalkan.(Red)

HALSEL, Malutline — Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Waris Agono, melakukan kunjungan kerja ke Polres Halmahera Selatan, Senin (6/10/2025). Dalam kunjungan tersebut, Kapolda menegaskan dukungannya terhadap upaya percepatan penyelesaian Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) sebagai langkah penting dalam melegalkan aktivitas tambang rakyat di daerah itu.

Saat ditemui awak media di Mapolres Halmahera Selatan, Irjen Pol. Waris Agono menjelaskan bahwa proses pengusulan WPR dan IPR untuk Kabupaten Halmahera Selatan saat ini telah sampai di tingkat Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Namun, masih terdapat satu persyaratan yang perlu dilengkapi, yakni dokumen tata ruang wilayah.

“Supaya Pemda Kabupaten Halmahera Selatan itu mengupayakan percepatan WPR-IPR. Saat ini sedang dalam proses, sudah sampai ke provinsi, tapi kemarin ada persyaratan yang kurang yaitu mengenai tata ruang. Nah, itu sedang dikerjakan oleh Pemda. Beberapa kali saya juga selalu berkomunikasi dengan Bapak Bupati untuk dipercepat,” jelas Kapolda.

Ia menambahkan, baik Pemerintah Daerah Halmahera Selatan maupun Pemerintah Provinsi Maluku Utara telah menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat penyelesaian dokumen tersebut. Bahkan, menurut Kapolda, Pemprov Malut memberikan apresiasi atas langkah progresif yang dilakukan oleh Pemkab Halsel.

“Prinsipnya, dari Pemda sudah berjalan dan dari provinsi juga sangat mengapresiasi. Nanti Halsel akan dijadikan contoh untuk kabupaten lain di Maluku Utara,” tambahnya.

Selain fokus pada percepatan WPR dan IPR, Irjen Pol. Waris Agono juga menyoroti pentingnya pemberdayaan koperasi pertambangan rakyat agar mampu bersaing dengan perusahaan besar. Ia menyebut, saat ini pemerintah membuka peluang bagi koperasi yang memiliki izin usaha pertambangan untuk mengelola wilayah hingga 2.500 hektare (ha).

“Sekarang ada kemudahan bagi koperasi yang memiliki izin usaha pertambangan. Mereka bisa mendapatkan wilayah hingga 2.500 hektare. Tinggal koperasi-koperasi yang sedang mengurus izin usaha jasa pertambangan (IUJP) agar tidak kalah dengan perusahaan besar yang beroperasi di sini,” ujar Kapolda.

Irjen Pol. Waris Agono menegaskan, kebijakan ini bukan semata untuk meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga untuk memastikan masyarakat lokal memperoleh manfaat ekonomi dari sumber daya alam tanpa melanggar hukum.

“Saya ingin rakyat yang ada di sini bisa hidup dengan alamnya tanpa harus melanggar hukum. Itu yang penting,” tegasnya.

Dengan dukungan kuat dari Kapolda Maluku Utara serta komitmen Pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi, Kabupaten Halmahera Selatan diharapkan menjadi model pengelolaan pertambangan rakyat yang legal, berkeadilan, dan berkelanjutan di Maluku Utara. (Red)

LABUHA, Malutline — Suasana penuh keakraban mewarnai kegiatan tatap muka Kapolda Maluku Utara, Irjen. Pol. Drs. Waris Agono, bersama para pejabat utama Polda, Kapolres se-Maluku Utara, serta jajaran Kapolsek dan anggota Polri di Aula Kantor Bupati Halmahera Selatan, Senin (6/10/2025). Dalam arahannya, jenderal polisi bintang dua ini menyampaikan pesan inspiratif: Polri harus menampilkan wajah yang humanis, rendah hati, dan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.

Kapolda menegaskan, pelayanan terbaik bukan diukur dari seberapa cepat tugas selesai, tetapi dari sikap ramah dan tutur kata santun yang diberikan kepada masyarakat. “Pelayanan yang baik itu bukan dengan nada tinggi atau sikap arogan. Tapi dengan senyum, sapaan yang tulus, dan ucapan yang sopan,” ujar Kapolda dengan penuh makna.

Beliau mencontohkan cara sederhana yang bisa menciptakan kesan positif di hati masyarakat. “Kalau ada masyarakat datang ke kantor polisi, sambut dengan hangat. Katakan: ‘Terima kasih Bapak atau Ibu sudah datang ke sini.’ Ucapan kecil seperti itu bisa menumbuhkan rasa hormat dan kepercayaan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolda juga menyoroti pentingnya pelayanan di unit-unit publik seperti SKCK, Samsat, dan perizinan agar dilakukan dengan sikap ramah, sabar, dan terbuka. Ia menegaskan bahwa pelayanan prima bukan hanya tugas personel di meja depan, tetapi tanggung jawab seluruh jajaran kepolisian.

Dengan gaya bicara yang tegas namun bersahabat, Kapolda menyelipkan canda ringan yang membuat suasana menjadi hangat. “Jangan sampai masyarakat lebih percaya sama Damkar. Nanti kalau kemalingan malah lapornya ke pemadam kebakaran, bukan ke polisi,” ujarnya disambut tawa para peserta.

Lebih lanjut, Kapolda mengingatkan pentingnya membiasakan tiga kata ajaib dalam budaya pelayanan Polri: maaf, tolong, dan terima kasih. Tiga kata sederhana ini, menurutnya, adalah kunci untuk menampilkan citra Polri yang dekat dengan masyarakat.

“Kalimat sopan itu tidak mengurangi wibawa seorang polisi, justru menambah rasa hormat dan kedekatan masyarakat kepada kita,” pesan Kapolda.

Di akhir arahannya, Irjen Pol. Waris Agono berharap seluruh jajaran Polri di Maluku Utara terus bertransformasi menjadi aparat yang profesional, empatik, dan berintegritas. Ia menegaskan bahwa senyum tulus dan pelayanan ramah bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk nyata pengabdian kepada bangsa dan negara.

Dengan pesan penuh makna itu, tatap muka bersama Kapolda Maluku Utara terasa bukan sekadar pertemuan kerja, melainkan momentum penyegaran semangat bagi seluruh personel Polri untuk kembali mengingat hakikat tugas mereka: melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat dengan hati. (Red)

LABUHA, Malutline–Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Drs. Waris Agono menegaskan komitmennya untuk menegakkan disiplin moral di tubuh Polri, dengan melarang seluruh anggota dan keluarganya memamerkan gaya hidup mewah atau harta kekayaan di media sosial maupun di tengah masyarakat.

Pesan inspiratif ini disampaikan dalam kegiatan tatap muka bersama para Kapolres dan pejabat utama Polda Maluku Utara yang dipusatkan di aula Kantor Bupati Halmahera Selatan, dihadiri oleh seluruh perwira, bintara, personel Polres Halmahera Selatan, serta anggota Brimob dan jajaran Polsek di wilayah hukum setempat.

Dalam arahannya, Kapolda Waris Agono mengingatkan bahwa setiap anggota Polri harus mampu menjadi teladan bagi masyarakat, bukan hanya dalam menjalankan tugas penegakan hukum, tetapi juga dalam kehidupan pribadi dan sosial. “Kita ini adalah pelayan masyarakat. Jangan justru memperlihatkan kemewahan yang bisa melukai hati rakyat. Pangkat, jabatan, dan rezeki yang kita miliki hanyalah titipan Tuhan. Jalankanlah amanah itu dengan penuh tanggung jawab dan rasa syukur,” tegasnya.

Kapolda juga menekankan pentingnya kesadaran diri bagi setiap personel Polri agar tidak terjebak dalam perilaku pamer yang dapat mencederai marwah institusi. Ia mengingatkan bahwa masyarakat kini lebih kritis dan mudah menilai perilaku aparat, apalagi di era digital dan media sosial yang serba terbuka.

“Saya instruksikan kepada seluruh anggota dan keluarganya agar tidak memposting foto atau video yang menunjukkan kemewahan. Jadikan kesederhanaan sebagai cermin dari ketulusan pengabdian kita kepada bangsa dan negara,” ujarnya dengan tegas namun penuh makna.

Lebih lanjut, Kapolda berharap budaya hidup sederhana dapat menjadi bagian dari karakter setiap anggota Polri, sehingga mampu membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Ia menambahkan, Polri tidak hanya dituntut profesional dalam bekerja, tetapi juga berintegritas dalam bersikap.

Pesan inspiratif dari Kapolda Maluku Utara ini menjadi pengingat bahwa kekuatan sejati seorang aparat bukan terletak pada harta atau jabatan, melainkan pada ketulusan dalam mengabdi, kesederhanaan dalam hidup, serta kejujuran dalam setiap tindakan. Dengan demikian, Polri dapat terus menjadi panutan yang dihormati dan dicintai masyarakat. (Red)