SOFIFI, Malutline — Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kembali menggerakkan jajaran personelnya dalam rangka memperkuat koordinasi dan pendataan perlindungan masyarakat (Linmas) di wilayah kabupaten/kota.

Berdasarkan Surat Perintah Tugas Nomor 300.1.1/…./Satpol-PP, tertanggal 7 Oktober 2025, Kepala Satpol PP Provinsi Maluku Utara, Drs. Rachmat Djabir, MM, secara resmi menugaskan Sekretaris Satpol PP Provinsi Malut, Djabal Badar, S.Pd, dan Kepala Seksi Kerja Sama, Yasin Meneer, untuk melaksanakan tugas dinas pengambilan data Linmas di Kabupaten Halmahera Tengah, tepatnya di wilayah Weda, mulai tanggal 8 hingga 10 Oktober 2025.

Langkah ini merupakan bagian dari pelaksanaan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2018 tentang Satuan Polisi Pamong Praja, serta tindak lanjut Peraturan Gubernur Maluku Utara Nomor 59 Tahun 2017 mengenai tugas pokok dan fungsi Satpol PP di tingkat provinsi.

Dalam surat tersebut ditegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya pembinaan dan pendataan Linmas di seluruh desa dan kabupaten di Maluku Utara, guna memastikan kesiapan personel Linmas dalam mendukung ketenteraman dan ketertiban umum di tingkat masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan di lapangan akan mendapat dukungan penuh dari Plt. Kasatpol PP Kabupaten Halmahera Tengah, Yanto Kunup, S.Sos, yang bertindak sebagai tuan rumah sekaligus koordinator wilayah dalam kegiatan dimaksud.

Sekretaris Satpol PP Provinsi Malut, Djabal Badar S.pp, dalam keterangannya menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai bentuk sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam memperkuat data kelembagaan Linmas di daerah.

“Pendataan Linmas ini penting untuk memastikan setiap desa memiliki personel dan sarana yang memadai dalam mendukung ketertiban umum, terutama menghadapi situasi darurat dan kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujarnya.

Ia juga berharap hasil kegiatan ini dapat menjadi bahan evaluasi dan perencanaan bagi pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas Linmas sebagai garda terdepan perlindungan masyarakat.

Kegiatan pengambilan data Linmas ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dan akan dilanjutkan dengan pelaporan resmi kepada Kepala Satpol PP Provinsi Maluku Utara setelah kegiatan selesai dilaksanakan. (Red)

LABUHA, Malutline. Aroma penyimpangan birokrasi kembali menyeruak dari tubuh UPTD Puskesmas Babang, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan. Informasi yang dihimpun Malutline menyebut adanya dugaan monopoli anggaran dan kewenangan oleh tiga staf perempuan yang dikenal di internal puskesmas masing-masing Marini Mansur, SKM, Fayakun Hasan, dan Hazrivan.

Sumber internal menyebut, Kepala Puskesmas Babang, Noce Dumede, SKM, tak lagi leluasa menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pimpinan unit kerja, karena hampir semua kegiatan, kebijakan, dan alokasi dana dikendalikan oleh Tiga orang staf tersebut “Semua kegiatan dan dana mereka yang atur. Bahkan keputusan penting sering kali tanpa sepengetahuan kepala puskesmas,” ujar salah satu staf, Rabu (08/10/2025).

Kondisi ini sudah berlangsung lama dan terus berulang setiap kali terjadi pergantian pimpinan. “Begitu ganti kepala puskesmas, masalah yang sama muncul lagi. Banyak staf merasa tidak nyaman, suasana kerja jadi tidak kondusif,” tambah sumber lain.

Situasi memanas setelah insiden memalukan di lapangan, Sejumlah staf yang ditugaskan melakukan pelayanan keliling (pusling) di wilayah kerja Puskesmas Babang dilaporkan diturunkan secara paksa dari speedboat oleh orang-orang yang disebut tiga orang staf yang memonopoli tugas kapus Babang

“Padahal para petugas sudah naik ke atas speedboat dan siap berangkat, tapi tiba-tiba disuruh turun. Alasannya tidak jelas, tapi semua tahu siapa yang perintahkan,” kata seorang tenaga kesehatan yang meminta identitasnya dirahasiakan, Insiden ini membuat pelayanan kesehatan kepada masyarakat terganggu.

Menanggapi hal tersebut, ketua LSM Front Anti Korupsi Indonesia (FAKI) Maluku Utara Dani Haris Purnawan mendesak Bupati Halmahera Selatan segera mengambil langkah tegas.
“Kuasa pengguna anggaran ada di tangan kepala puskesmas, bukan staf. Kalau benar ada staf yang mengambil alih kewenangan pimpinan, itu pelanggaran serius dan bisa masuk ranah hukum,” tegas perwakilan FAKI, Rabu (08/10/2025).

Ketua front Anti Korupsi Indonesia Dani Haris Purnawan juga meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Inspektorat Halsel melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan dana Biaya Operasional Kesehatan (BOK) dan program lainnya di Puskesmas Babang.

Menurut Dani Haris purnawan, praktik semacam ini tidak hanya mencederai etika birokrasi, tetapi juga berpotensi merusak sistem pelayanan kesehatan masyarakat.
“Ini harus segera dihentikan. Jangan sampai pelayanan publik terganggu hanya karena oknum-oknum yang merasa lebih berkuasa dari pimpinan,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Marini Mansur dan Kepala Puskesmas Babang, Noce Dumede, belum memberikan tanggapan resmi. Tim Malutline masih berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada keduanya.

Kasus dugaan monopoli kewenangan dan anggaran oleh Tiga orang staf pada puskesmas babang ini kini menjadi sorotan publik. Masyarakat menunggu langkah tegas Pemkab Halsel untuk memulihkan wibawa pimpinan dan menegakkan kembali integritas pelayanan kesehatan di Puskesmas Babang.
(Jul/Red)

TERNATE, Malutline – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultan Babullah Ternate merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Provinsi Maluku Utara pada Rabu, 8 Oktober 2025. Dalam laporan tersebut, BMKG memprediksi sebagian besar daerah di Maluku Utara akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga disertai petir.

Secara umum, suhu udara di wilayah Maluku Utara diperkirakan berkisar antara 21 hingga 28 derajat Celcius, sementara kelembapan udara berada pada rentang 76 hingga 99 persen. BMKG menyebut, variasi suhu dan kelembapan ini dipengaruhi oleh kondisi geografis dan pola angin di masing-masing kabupaten/kota.

Berikut rangkuman prakiraan cuaca lengkap berdasarkan data BMKG Sultan Babullah Ternate:

Halmahera Barat: Hujan ringan, suhu 21–25°C, kelembapan 86–99%.

Halmahera Tengah: Hujan petir, suhu 25–27°C, kelembapan 79–88%.

Halmahera Utara: Hujan ringan, suhu 22–27°C, kelembapan 77–98%.

Halmahera Selatan: Hujan ringan, suhu 24–26°C, kelembapan 83–93%.

Kepulauan Sula: Petir, suhu 25–28°C, kelembapan 76–88%.

Halmahera Timur: Hujan ringan, suhu 20–25°C, kelembapan 85–99%.

Pulau Morotai: Hujan ringan, suhu 21–25°C, kelembapan 83–98%.

Pulau Taliabu: Hujan ringan, suhu 20–24°C, kelembapan 81–97%.

Kota Ternate: Hujan ringan, suhu 26–27°C, kelembapan 79–86%.

Kota Tidore Kepulauan: Udara kabur, suhu 21–24°C, kelembapan 89–99%.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan disertai petir dan angin kencang, terutama di wilayah Halmahera Tengah dan Kepulauan Sula. Warga pesisir juga diminta berhati-hati terhadap gelombang laut yang berpotensi meningkat akibat perubahan cuaca mendadak.

“BMKG terus memantau perkembangan cuaca harian dan akan memberikan pembaruan jika terjadi perubahan signifikan,” tulis lembaga tersebut dalam keterangannya resmi, Rabu (8/10/2025). (Red)

LABUHA, Malutline – Musibah angin kencang disertai gelombang laut tinggi kembali melanda wilayah pesisir Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Pada Selasa subuh, 7 Oktober 2025 sekitar pukul 06.00 WIT, angin kencang menghantam Desa Kampung Baru, Kecamatan Kepulauan Botang Lomang, hingga menyebabkan satu unit rumah milik Bapak Abdillah Rajak roboh dan rusak parah.

Bangunan yang terbuat dari bahan kayu dan papan tersebut ambruk setelah diterjang hembusan angin dan hantaman ombak besar dari arah laut. Berdasarkan keterangan warga, kejadian berlangsung sangat cepat dan mengejutkan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

“Angin datang tiba-tiba dari arah laut. Suara ombak besar sekali, kami tidak sempat selamatkan banyak barang. Rumah langsung roboh,” tutur Abdillah Rajak dengan nada sedih saat ditemui di lokasi kejadian.

Kini, Abdillah dan keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Mereka berharap adanya perhatian dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, terutama dari Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muksin, agar bisa segera mendapatkan bantuan darurat dan perbaikan rumah.

“Kami hanya bisa berharap pemerintah bisa melihat kondisi kami di sini. Rumah kami sudah tidak bisa ditempati lagi. Semoga ada bantuan, setidaknya untuk memperbaiki tempat tinggal kami,” ujarnya lirih.

Warga sekitar turut meminta agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halsel segera turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan kepada korban terdampak. Menurut warga, musibah serupa sering kali terjadi di wilayah pesisir Botang Lomang akibat cuaca ekstrem, namun penanganan masih minim.

“Daerah kami ini rawan gelombang dan angin besar. Kami harap pemerintah bisa perhatikan, jangan tunggu ada korban baru turun tangan,” kata seorang warga lainnya.

Masyarakat berharap Pemkab Halsel melalui Dinas Sosial dan BPBD segera menindaklanjuti laporan tersebut agar keluarga korban dapat segera memperoleh bantuan dan tempat tinggal layak.

LABUHA, Malutline — Dalam dinamika kepemimpinan daerah, hadir sosok muda yang menjadi inspirasi dan teladan bagi banyak orang. Beliau adalah Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, S.Pd.I., M.I.Kom, figur pemimpin muda yang dikenal luas karena keteguhan prinsip, keterbukaan dalam berdialog, serta kebiasaan bermusyawarah dalam setiap pengambilan keputusan.

Ir. Masykur Mahdi ST tokoh muda makayoa ini mengatakan Bagi banyak kalangan, Bassam Kasuba bukan sekedar seorang kepala daerah, tetapi simbol kepemimpinan yang berakar pada nilai kekeluargaan dan musyawarah. Dalam setiap kebijakan yang diambil, ia selalu membuka ruang bagi semua pihak untuk menyampaikan pandangan dan masukan, agar keputusan yang dihasilkan menjadi keputusan bersama, bukan semata keputusan seorang pemimpin.

“Bupati Bassam selalu memberikan kesempatan kepada siapa pun untuk berbicara dan berpendapat. Ia ingin setiap keputusan lahir dari kesepahaman, bukan paksaan,” ungkap salah satu pejabat di lingkungan Pemkab Halmahera Selatan dengan nada kagum.

Kebiasaan bermusyawarah ini tidak hanya diterapkan di lingkup pemerintahan daerah, tetapi juga dalam berbagai kebijakan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Bupati kelahiran tahun 1988 ini dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang komunikatif dan inklusif, mampu menjembatani setiap perbedaan pandangan dengan pendekatan dialog yang hangat dan penuh empati.

Selain dikenal piawai dalam membangun komunikasi lintas lapisan masyarakat, Bassam Kasuba juga memiliki kepribadian yang sederhana, rendah hati, dan apa adanya. Ia tidak menempatkan dirinya sebagai sosok yang harus dijaga jarak, melainkan sebagai pemimpin yang dekat dan mudah dijangkau oleh masyarakatnya.

Sikap terbuka dan kepedulian yang tinggi terhadap aspirasi rakyat membuatnya digambarkan sebagai pemimpin yang adil, mengayomi, dan bersahaja. Ia tidak hanya mendengarkan, tetapi juga hadir di tengah masyarakat, merasakan langsung denyut kehidupan mereka — dari para petani dan nelayan, hingga pelaku UMKM dan generasi muda.

Dalam setiap langkah dan kebijakannya, Bupati Bassam Kasuba seolah menegaskan bahwa kepemimpinan bukan tentang kekuasaan, melainkan tentang pelayanan dan pengabdian.

Dengan prinsip “bermusyawarah sebelum menetapkan,” beliau menunjukkan bahwa kemajuan daerah tidak lahir dari satu pikiran, melainkan dari kesatuan hati dan semangat bersama seluruh elemen masyarakat.

Sosok muda yang visioner, komunikatif, dan penuh ketulusan ini kini menjadi inspirasi bagi generasi baru Halmahera Selatan — bahwa memimpin dengan hati jauh lebih kuat daripada memimpin dengan kuasa. (Red)