LABUHA, Malutline – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara, Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si., menggelar tatap muka bersama para Kapolres dan pejabat utama Polda Maluku Utara yang dipusatkan di Aula Kantor Bupati Halmahera Selatan, Sabtu (5/10/2025).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh seluruh Perwira, Bintara, dan personel Brimob baik dari jajaran Polsek maupun Polres Halmahera Selatan, dalam rangka memperkuat koordinasi dan evaluasi kinerja Polri di wilayah selatan Maluku Utara.
Dalam kesempatan itu, Kapolres Halmahera Selatan AKBP Hendra Gunawan, S.I.K., M.Si., M.M., memaparkan situasi umum kamtibmas serta kondisi sosial masyarakat di wilayah hukumnya. Ia menjelaskan, Kabupaten Halmahera Selatan terdiri dari 30 kecamatan dan 249 desa, dengan dukungan personel Brimob yang tersebar di Pulau Bacan dan Pulau Obi.
Menurut Kapolres, beberapa potensi gangguan keamanan masih perlu diwaspadai, antara lain konflik antara penambang dan pemerintah akibat belum lengkapnya izin tambang, sengketa tapal batas di wilayah Bacan Selatan, serta gejolak pasca-Pilkades 2022 yang menyebabkan 12 desa harus dilakukan pemilihan ulang.
Selain itu, masalah relokasi warga dan perizinan pertambangan di wilayah Obi Barat juga menjadi perhatian serius jajaran Polres Halsel.
Dalam bidang operasional, Polres Halmahera Selatan sepanjang tahun 2025 telah menangani 126 kasus dan berhasil menyelesaikan 102 perkara. Sementara itu, pada bidang narkotika, terdapat 7 kasus yang telah ditangani tuntas melalui proses hukum serta diimbangi dengan kegiatan sosialisasi dan edukasi bahaya narkoba kepada masyarakat.
Dari sisi pembinaan, jajaran Polres Halsel rutin melaksanakan pelatihan Dalmas dan bela diri setiap minggu untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan personel di lapangan.
Selain itu, Kapolres juga melaporkan pelaksanaan Program Astacita, di mana hingga September 2025 telah dilaksanakan di 62 desa dengan total luas lahan 42 hektare. Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian masyarakat desa dengan dukungan penuh dari Polri.
Sementara itu, dalam arahannya, Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Waris Agono menegaskan pentingnya disiplin, loyalitas, dan rasa syukur dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.
“Anggota harus banyak bersyukur. Jangan buat masalah baru, apalagi melakukan perlawanan terhadap institusi. Kalau melawan institusi, ibarat timun melawan durian -pasti hancur sendiri,” tegas Kapolda di hadapan seluruh peserta tatap muka.
Ia juga menekankan bahwa setiap pelaksanaan tugas harus berpedoman pada prosedur hukum dan profesionalisme, serta disertai sikap sopan santun dan tanggung jawab moral terhadap masyarakat.
“Dalam menjalankan tugas, Polri harus punya kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan yang memadai. Tindakan anggota tidak boleh berlebihan dan harus sesuai dengan tingkat kesalahan. Kita jaga nama baik institusi dengan kerja tulus dan disiplin,” pesan Irjen Waris Agono.
Kegiatan tatap muka tersebut berlangsung penuh kekeluargaan, diakhiri dengan arahan Kapolda untuk seluruh jajaran agar terus meningkatkan kinerja, menjaga soliditas, dan memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat demi terciptanya keamanan dan ketertiban di Maluku Utara. (Red)




