TERNATE, Malutline – 1 November 2025 – Tepat tiga tahun sudah perjalanan pengabdian Lurah Akehuda sejak dilantik pada 1 November 2022 lalu. Dalam rentang waktu itu, banyak kisah suka dan duka yang mewarnai langkah kepemimpinannya.

“Tiga tahun sudah mengemban amanah sebagai Lurah Akehuda. Waktu yang penuh warna — ada suka, ada duka, ada pelajaran di setiap langkah,” ungkap sang lurah dalam refleksi peringatan masa jabatannya, Sabtu (1/11).

Dalam unggahannya, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat, rekan kerja, lembaga kemasyarakatan kelurahan (LKK), serta semua pihak yang telah memberikan dukungan, baik yang mendukung maupun yang tidak.

“Semoga langkah kecil ini terus memberi manfaat bagi kelurahan Akehuda tercinta. Belum banyak yang ku persembahkan, tapi semoga ke depan Akehuda lebih baik lagi dengan siapapun yang akan melanjutkan,” tulisnya penuh haru.

Ungkapan itu menggambarkan ketulusan seorang pemimpin yang tak hanya menunaikan tugas administratif, tapi juga menanamkan nilai kebersamaan dan pelayanan bagi warganya.

Dalam kesempatan yang sama, ia sempat berseloroh dengan nada ringan mengenang masa awal pelantikannya. “Alhamdulillah pernah kurus saat pelantikan,” ujarnya disertai emoji tawa dan sapaan akrab kepada Ketua LPM Akehuda, Risdawati Abdullah, “You are my everything.”

Tiga tahun pengabdian ini menjadi catatan tersendiri bagi warga Kelurahan Akehuda. Meski belum semua harapan tercapai, kehangatan hubungan antara lurah dan masyarakat menjadi warisan yang berharga.

Akehuda mungkin akan berganti pemimpin, namun semangat gotong royong dan pelayanan yang telah terbangun selama tiga tahun terakhir diharapkan tetap menjadi pondasi untuk masa depan yang lebih baik. (Red)

HALSEL, Malutline.com Pekerjaan pembangunan gedung Puskesmas Laluin di Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan, kembali menuai sorotan. Sejumlah warga mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Maluku Utara agar segera melakukan audit khusus terhadap proyek bernilai miliaran rupiah tersebut.

Pasalnya, proyek yang dibiayai dari anggaran fantastis 9,81 miliyar itu diduga dikerjakan tidak sesuai dengan standar konstruksi bangunan, bahkan menggunakan material yang tidak direkomendasikan, seperti batu rijang dan pasir putih yang tidak memenuhi syarat teknis untuk konstruksi gedung.

Menurut keterangan warga, pihak kontraktor pelaksana terkesan mengabaikan aturan teknis serta tetap melanjutkan pekerjaan meski sudah mendapat sorotan dari masyarakat setempat.

“Kami melihat pekerjaan ini tidak sesuai spesifikasi. Tapi kontraktor tetap jalan terus seolah tidak ada yang salah,” ungkap salah satu warga Desa Laluin, Jumat (31/10/2025).

Lebih lanjut, warga juga menilai adanya dugaan hubungan khusus antara pihak kontraktor dan oknum di BPK Perwakilan Maluku Utara, yang menyebabkan pengawasan terhadap proyek tersebut tidak berjalan maksimal.

“Kontraktor haji Asbar dan pengawas Ifkar merasa lebih dekat dengan BPK, sehingga mereka seakan kebal dan bebas bekerja sesuka hati. Padahal ini proyek besar yang menggunakan uang negara,” ujar warga lainnya dengan nada kecewa.

Warga berharap BPK RI Perwakilan Maluku Utara turun langsung ke lokasi untuk memeriksa kualitas pekerjaan serta memastikan tidak ada penyimpangan dalam penggunaan anggaran negara.

“Kalau tidak segera diaudit, maka kerugian bisa besar dan yang dirugikan bukan hanya pemerintah, tapi juga masyarakat yang akan menggunakan fasilitas kesehatan itu,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor dan BPK Perwakilan Maluku Utara belum memberikan tanggapan resmi atas tudingan tersebut. (Red)

Halsel, Malutline.com Di usianya yang masih tergolong muda, Hasan Ali Bassam Kasuba tampil sebagai salah satu figur pemimpin baru di Maluku Utara yang mencuri perhatian publik. Putra sulung dari mantan Bupati Halmahera Selatan dua periode, Muhammad Kasuba, itu kini melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan sebagai Bupati Halmahera Selatan untuk sisa masa jabatan 2023–2024.

Lahir di Ternate pada 8 Agustus 1988, Bassam tumbuh dalam lingkungan keluarga yang kuat dengan nilai-nilai agama dan pendidikan. Sejak kecil, ia sudah terbiasa dengan atmosfer tanggung jawab publik yang melekat pada sosok ayahnya, sekaligus belajar pentingnya kesederhanaan dan kerja keras.

Langkah Politik Seorang Anak Negeri

Perjalanan politik Bassam dimulai dari bawah. Ia aktif di Partai Keadilan Sejahtera (PKS), partai yang menjadi kendaraan politik keluarganya, dan sempat menjabat sebagai Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada (BPPP) DPD PKS Halmahera Selatan.

Pada Pemilu Legislatif 2019, Bassam mencoba peruntungan dengan maju sebagai calon anggota DPRD Provinsi Maluku Utara. Meskipun belum berhasil, langkah itu menjadi batu loncatan menuju karier politik yang lebih besar. Setahun kemudian, ia dipercaya mendampingi Usman Sidik sebagai calon Wakil Bupati Halmahera Selatan dalam Pilkada 2020.

Pasangan Usman–Bassam akhirnya memenangkan kontestasi tersebut. Namun, pada tahun 2023, takdir berkata lain. Usman Sidik berpulang, dan Bassam Kasuba pun diamanahkan untuk melanjutkan kepemimpinan sebagai Bupati Halmahera Selatan.

Pendidikan dan Pandangan Hidup

Perjalanan akademiknya tak kalah menarik. Bassam menempuh pendidikan di berbagai lembaga Islam bergengsi, mulai dari SD Alkhairaat Ternate, MTs dan MA Husnul Khotimah Kuningan, hingga MA Alhikmah Jakarta.

Semangat belajarnya membawanya ke Australia, tempat ia menempuh pendidikan D-3 di Central College Sydney. Setelah kembali ke Tanah Air, ia melanjutkan studi S-1 Pendidikan Agama Islam di STAI Indonesia Jakarta, dan menuntaskan S-2 Ilmu Komunikasi di Universitas Jayabaya pada 2018.

Kombinasi antara pendidikan agama dan komunikasi itu membentuk karakter kepemimpinan Bassam yang humanis, terbuka, dan religius.

Pemimpin Muda yang Dekat dengan Rakyat

Bassam dikenal sebagai sosok yang mudah bergaul dan rendah hati. Ia tak segan berdialog langsung dengan masyarakat di desa-desa terpencil, mendengar keluhan mereka, dan mencarikan solusi.

Dalam berbagai kesempatan, Bassam menegaskan komitmennya untuk membangun Halmahera Selatan dari pinggiran, dengan fokus pada penguatan sumber daya manusia, peningkatan pelayanan publik, dan tata kelola pemerintahan yang bersih.

“Pemimpin harus hadir bukan hanya di balik meja, tetapi di tengah masyarakat. Karena di sanalah sesungguhnya kebutuhan dan harapan rakyat berada,” ujarnya dalam satu wawancara beberapa waktu lalu.

Keluarga dan Spirit Kepemimpinan

Di balik kesibukannya sebagai kepala daerah, Bassam tetap menempatkan keluarga sebagai pusat kehidupan. Ia menikah dengan Rifa’at Al Sa’adah, dan keduanya dikenal sebagai pasangan yang harmonis serta aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan.

Sebagai generasi penerus keluarga Kasuba, Bassam membawa semangat baru: menyatukan semangat muda dan nilai-nilai religius dalam menjalankan amanah rakyat Halmahera Selatan.

Dengan gaya kepemimpinan yang tenang namun tegas, Hasan Ali Bassam Kasuba perlahan meneguhkan dirinya sebagai simbol kebangkitan generasi muda Maluku Utara — pemimpin yang lahir dari tradisi, tapi berpikir modern untuk masa depan daerahnya. (Red)

HALTENG, Malutline – 31 Oktober 2025 PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) melalui Devisi Elektrik Engineering yang berlokasi di Km 15, Kabupaten Halmahera Tengah, kini menerapkan program penilaian karyawan teladan bagi tenaga kerja Indonesia. Program ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi sekaligus dorongan untuk meningkatkan disiplin, etika, dan tanggung jawab di lingkungan kerja.

Menurut Rusdianto Abd Rahman, salah satu petugas Safety Lapangan Elektrik Engineering, penilaian tersebut meliputi kedisiplinan waktu, kehadiran dalam briefing pagi, hingga sikap dan perilaku di area kerja.

“Tujuannya agar karyawan berlomba-lomba menunjukkan kinerja terbaik, berperilaku sopan terhadap atasan, baik dari pihak Cina maupun Indonesia, serta menjaga hubungan yang harmonis antar sesama rekan kerja,” ujar Rusdianto saat ditemui di lokasi kerja, Jumat (31/10/2025).

Ia menambahkan, program ini juga disertai dengan pemberian hadiah simbolis kepada karyawan yang dinilai teladan setiap periode tertentu. Meskipun nilainya tidak besar, penghargaan ini diharapkan mampu memotivasi pekerja untuk terus berprestasi dan menjaga nama baik perusahaan.

Lebih lanjut, Rusdianto menyebutkan bahwa langkah ini dilakukan menyusul munculnya sejumlah kasus pelanggaran disiplin di beberapa devisi lain, seperti dugaan pemukulan dan pencurian barang milik perusahaan yang sempat viral di media sosial.

“Dengan adanya penilaian karyawan teladan, kami berharap semua karyawan lebih sadar akan pentingnya sikap profesional dan bertanggung jawab. Karena setiap tindakan negatif di lapangan tidak hanya merugikan perusahaan, tapi juga diri sendiri,” tegasnya.

Program ini disambut positif oleh para pekerja di Devisi Elektrik Engineering IWIP, yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk perhatian perusahaan terhadap peningkatan karakter dan kualitas sumber daya manusia di lapangan. (Red)

HALSEL, Malutline.com Insiden tak terpuji terjadi di salah satu kafe malam kawasan hoks, Kota Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, pada Kamis malam (30/10/2025). Seorang warga yang diketahui bernama Iswan, asal Labuha, diduga mengancam dan membentak seorang wartawan yang sedang menjalankan tugas peliputan di lokasi tersebut.

Menurut keterangan sejumlah pengunjung, saat kejadian Iswan dalam kondisi diduga telah dipengaruhi minuman keras. Ia secara tiba-tiba berteriak dengan nada kasar dan menghina wartawan yang sedang bertugas.

“Dia (Iswan) marah-marah dan teriak ‘wartawan bodok, suka campur urusan’. Padahal wartawan itu tidak melakukan apa-apa, hanya liputan biasa. Iswan sudah dalam keadaan mabuk,” ungkap salah satu pengunjung yang enggan disebut namanya.

Masih menurut keterangan saksi, perilaku Iswan sudah dikenal negatif oleh beberapa pengunjung kafe. Ia disebut memiliki tipikal arogan dan kerap membuat keributan di sejumlah tempat hiburan malam di wilayah Labuha.

“Orangnya memang sudah sering bikin gaduh di beberapa kafe. Kalau sudah minum, dia selalu merasa hebat dan suka menyinggung orang lain,” tambah pengunjung lainnya.

Dalam insiden tersebut, Iswan juga sempat membanggakan harta keluarganya di depan sejumlah perempuan penghibur malam. Ia mengaku berasal dari keluarga kaya dan menyebut orang tuanya sebagai pemilik mobil mewah terbanyak pertama di Bacan, bahkan sebelum Halmahera Selatan dimekarkan menjadi kabupaten.

“Dia bilang orang tuanya orang pertama yang punya mobil mewah di Labuha, dan merasa orang paling berpendidikan tinggi di sini. Ucapannya malah jadi bahan tertawaan para pengunjung,” ujar saksi lain di lokasi.

Sikap arogan Iswan membuat suasana kafe memanas. Ia bahkan sempat mengancam wartawan yang sedang meliput, namun aksi tersebut berhasil dilerai oleh sejumlah pengunjung dan staf kafe sehingga tidak terjadi bentrokan.

Para pengunjung mengecam keras tindakan Iswan dan berharap kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Kami minta aparat keamanan mengambil tindakan tegas. Jangan sampai hal seperti ini dibiarkan, apalagi sampai mengancam wartawan yang sedang bertugas,” tegas salah satu pengunjung.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pihak kafe terkait insiden tersebut. Namun para saksi berharap kejadian itu bisa menjadi pelajaran agar setiap pengunjung tempat hiburan tetap menjaga etika dan menghormati profesi wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. (Red)