Halsel, Malutline.com Di usianya yang masih tergolong muda, Hasan Ali Bassam Kasuba tampil sebagai salah satu figur pemimpin baru di Maluku Utara yang mencuri perhatian publik. Putra sulung dari mantan Bupati Halmahera Selatan dua periode, Muhammad Kasuba, itu kini melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan sebagai Bupati Halmahera Selatan untuk sisa masa jabatan 2023–2024.
Lahir di Ternate pada 8 Agustus 1988, Bassam tumbuh dalam lingkungan keluarga yang kuat dengan nilai-nilai agama dan pendidikan. Sejak kecil, ia sudah terbiasa dengan atmosfer tanggung jawab publik yang melekat pada sosok ayahnya, sekaligus belajar pentingnya kesederhanaan dan kerja keras.
Langkah Politik Seorang Anak Negeri
Perjalanan politik Bassam dimulai dari bawah. Ia aktif di Partai Keadilan Sejahtera (PKS), partai yang menjadi kendaraan politik keluarganya, dan sempat menjabat sebagai Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada (BPPP) DPD PKS Halmahera Selatan.
Pada Pemilu Legislatif 2019, Bassam mencoba peruntungan dengan maju sebagai calon anggota DPRD Provinsi Maluku Utara. Meskipun belum berhasil, langkah itu menjadi batu loncatan menuju karier politik yang lebih besar. Setahun kemudian, ia dipercaya mendampingi Usman Sidik sebagai calon Wakil Bupati Halmahera Selatan dalam Pilkada 2020.
Pasangan Usman–Bassam akhirnya memenangkan kontestasi tersebut. Namun, pada tahun 2023, takdir berkata lain. Usman Sidik berpulang, dan Bassam Kasuba pun diamanahkan untuk melanjutkan kepemimpinan sebagai Bupati Halmahera Selatan.
Pendidikan dan Pandangan Hidup
Perjalanan akademiknya tak kalah menarik. Bassam menempuh pendidikan di berbagai lembaga Islam bergengsi, mulai dari SD Alkhairaat Ternate, MTs dan MA Husnul Khotimah Kuningan, hingga MA Alhikmah Jakarta.
Semangat belajarnya membawanya ke Australia, tempat ia menempuh pendidikan D-3 di Central College Sydney. Setelah kembali ke Tanah Air, ia melanjutkan studi S-1 Pendidikan Agama Islam di STAI Indonesia Jakarta, dan menuntaskan S-2 Ilmu Komunikasi di Universitas Jayabaya pada 2018.
Kombinasi antara pendidikan agama dan komunikasi itu membentuk karakter kepemimpinan Bassam yang humanis, terbuka, dan religius.
Pemimpin Muda yang Dekat dengan Rakyat
Bassam dikenal sebagai sosok yang mudah bergaul dan rendah hati. Ia tak segan berdialog langsung dengan masyarakat di desa-desa terpencil, mendengar keluhan mereka, dan mencarikan solusi.
Dalam berbagai kesempatan, Bassam menegaskan komitmennya untuk membangun Halmahera Selatan dari pinggiran, dengan fokus pada penguatan sumber daya manusia, peningkatan pelayanan publik, dan tata kelola pemerintahan yang bersih.
“Pemimpin harus hadir bukan hanya di balik meja, tetapi di tengah masyarakat. Karena di sanalah sesungguhnya kebutuhan dan harapan rakyat berada,” ujarnya dalam satu wawancara beberapa waktu lalu.
Keluarga dan Spirit Kepemimpinan
Di balik kesibukannya sebagai kepala daerah, Bassam tetap menempatkan keluarga sebagai pusat kehidupan. Ia menikah dengan Rifa’at Al Sa’adah, dan keduanya dikenal sebagai pasangan yang harmonis serta aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan.
Sebagai generasi penerus keluarga Kasuba, Bassam membawa semangat baru: menyatukan semangat muda dan nilai-nilai religius dalam menjalankan amanah rakyat Halmahera Selatan.
Dengan gaya kepemimpinan yang tenang namun tegas, Hasan Ali Bassam Kasuba perlahan meneguhkan dirinya sebagai simbol kebangkitan generasi muda Maluku Utara — pemimpin yang lahir dari tradisi, tapi berpikir modern untuk masa depan daerahnya. (Red)