HALSEL, Malutline – Kondisi cagar budaya Benteng Kasiruta Dalam yang terletak di Desa Kasdam (Kasiruta Dalam), Kecamatan Kasiruta Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, kini kian memprihatinkan. Bangunan bersejarah tersebut dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga mencapai sekitar 85 persen.
Kerusakan terlihat hampir di seluruh bagian benteng, terutama pada dinding yang mulai runtuh dan mengalami longsor di sejumlah titik. Minimnya perawatan selama bertahun-tahun membuat struktur bangunan semakin rapuh dan terancam hilang.
Benteng Kasiruta Dalam yang memiliki nilai sejarah tinggi sejatinya merupakan salah satu warisan budaya penting bagi masyarakat setempat, sekaligus memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata sejarah di Halmahera Selatan. Namun hingga kini, belum terlihat adanya langkah konkret dari pemerintah untuk melakukan perbaikan maupun pelestarian.
Salah satu penjaga benteng yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kondisi benteng sudah sangat layak untuk segera diperbaiki. Ia juga menyoroti minimnya perhatian dari instansi terkait.
“Benteng ini sudah sangat layak diperbaiki. Selama saya menjaga di sini, belum pernah ada perhatian serius, baik dari Dinas Pariwisata Kabupaten Halmahera Selatan maupun Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Utara,” ujarnya.
Akses Sulit, Penjaga Keluhkan Tidak Ada Transportasi Laut Selain kerusakan fisik, persoalan lain yang tak kalah penting adalah sulitnya akses menuju lokasi benteng. Dari Desa Kasdam menuju Benteng Kasiruta Dalam, jaraknya diperkirakan lebih dari 2 kilometer dan hanya dapat ditempuh melalui jalur laut.
Sayangnya, hingga saat ini belum tersedia sarana transportasi laut yang memadai untuk menjangkau lokasi tersebut. Hal ini menyulitkan penjaga maupun masyarakat yang ingin mengunjungi benteng.
Penjaga benteng mengaku harus berjuang ekstra setiap kali menuju lokasi “Saya setengah mati kalau mau ke benteng, karena tidak ada kendaraan laut. Harus cari cara sendiri untuk sampai ke sana,” keluhnya.
Kondisi ini dinilai menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan minimnya pengawasan dan perawatan terhadap benteng, sehingga kerusakan terus terjadi dari tahun ke tahun.
Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Masyarakat setempat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah, khususnya Dinas Pariwisata Kabupaten Halmahera Selatan dan Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Utara, untuk segera melakukan penanganan.
Selain perbaikan fisik benteng, warga juga meminta penyediaan fasilitas pendukung seperti transportasi laut agar akses menuju lokasi lebih mudah dan aman.
Menurut warga, jika dikelola dengan baik, Benteng Kasiruta Dalam tidak hanya menjadi simbol sejarah, tetapi juga berpotensi meningkatkan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat.
Harapan Pelestarian benteng dinilai penting sebagai bentuk tanggung jawab terhadap warisan budaya leluhur. Tanpa penanganan serius, dikhawatirkan benteng tersebut akan mengalami kerusakan total dan kehilangan nilai historisnya.
Hingga berita ini diturunkan, kadis pariwisata Halsel Ali Dano Hasan yang akrab di sapa Ali 1000 nomor saat di hubungi dengan berbagai nomor masih sulit di konfirmasi dan hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait.
Masyarakat Desa Kasiruta dalam berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret sebelum kondisi benteng semakin parah dan tidak dapat diselamatkan. (Jais)









Komentar