HALSEL, Malutline.com — Proyek pembangunan Puskesmas Laluin di Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, bangunan yang menelan anggaran sebesar Rp 9,81 miliar itu diduga menggunakan material pasir putih, bukan pasir gunung sebagaimana standar konstruksi bangunan pemerintah.
Proyek besar yang dikerjakan oleh CV Tiga Putra Mandiri, dengan Haji Asbar sebagai kontraktor pelaksana, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2025. Pembangunan puskesmas tersebut awalnya digadang sebagai proyek prioritas peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah Kayoa Selatan.
Namun, penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi teknis menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Warga menilai pihak pelaksana proyek dan Dinas Kesehatan Halmahera Selatan terkesan abai terhadap mutu bangunan yang menggunakan uang negara miliaran rupiah.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Selatan, Asia Hasyim, pernah menyampaikan bahwa apabila benar ditemukan penggunaan pasir putih dalam pekerjaan tersebut, maka bangunan akan segera dibongkar. Akan tetapi, hingga kini janji itu belum terealisasi.
“Kami masyarakat sudah tahu kalau bangunan itu pakai pasir putih, bukan pasir gunung. Katanya mau bongkar, tapi sampai sekarang tidak ada tindakan apa-apa,” ungkap salah satu warga Laluin kepada Malutline.com, Sabtu (8/11/2025).
Pantauan di lapangan menunjukkan pekerjaan fisik puskesmas telah mencapai tahap dinding utama, namun belum ada tindakan evaluasi maupun penghentian sementara dari pihak dinas. Masyarakat menilai lemahnya pengawasan menunjukkan ketidakseriusan pemerintah daerah dalam menjaga kualitas proyek strategis yang menyentuh langsung pelayanan publik.
“Ini gedung kesehatan, tempat pelayanan masyarakat. Kalau kualitasnya buruk, siapa yang tanggung jawab nanti kalau cepat rusak atau roboh?” tambah warga lainnya.
Sementara itu, kontraktor pelaksana Haji Asbar hingga kini belum memberikan keterangan resmi menanggapi dugaan penggunaan pasir putih dan kualitas pekerjaan pada puskesmas laluin yang bakal di bongkar oleh Dinas Kesehatan Asia Hasjim.
Di sisi lain, Asia Hasyim juga belum memberikan penjelasan lanjutan terkait komitmennya untuk melakukan pembongkaran apabila ditemukan pelanggaran spesifikasi material.
Masyarakat berharap agar Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba menurunkan tim independen untuk meninjau langsung proyek tersebut. Langkah itu dinilai penting demi memastikan bahwa pembangunan fasilitas kesehatan dilakukan sesuai standar, transparan, dan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. (Red)











Komentar