oleh

Husen Said Soroti Jalan Rusak di Mandioli Utara “Guru dan Anak Sekolah Rela Bertarung dengan Lumpur Demi Pendidikan”

HALSEL, Malutline.com Potret perjuangan seorang guru di SMP Negeri 32 Satap Indong, Kecamatan Mandioli Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, menjadi simbol nyata ketidakadilan pembangunan di pelosok daerah. Setiap hari, guru tersebut menempuh perjalanan panjang dari Desa Pelita ke Desa Indong menggunakan sepeda motor, melewati jalan becek, berlubang, dan licin hanya demi hadir di sekolah dan mengajar anak-anak di pedalaman.

Kondisi memprihatinkan ini memantik reaksi keras dari Husen Said, tokoh masyarakat Desa Indong yang juga mantan anggota DPRD Halmahera Selatan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ia menilai bahwa kondisi jalan menuju wilayah Mandioli Utara sudah terlalu lama diabaikan oleh pemerintah daerah.

“Seorang guru setiap hari mempertaruhkan keselamatannya hanya untuk datang mengajar. Jalan yang mereka lewati berlumpur, licin, dan rusak parah. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi soal kepedulian pemimpin terhadap rakyatnya,” tegas Husen Said, Senin (28/10/2025).

Husen menilai bahwa Bupati dan DPRD Halmahera Selatan seharusnya tidak menutup mata dan telinga terhadap realitas yang dihadapi masyarakat di pulau-pulau terluar seperti Mandioli Utara.

“Kita tidak bisa bicara soal peningkatan kualitas pendidikan kalau akses dasar menuju sekolah saja seperti ini. Bagaimana anak-anak mau semangat sekolah kalau setiap hari harus melewati jalan yang becek dan berlubang?” ujarnya dengan nada kecewa.

Menurutnya, jalan penghubung antara Desa Pelita, Indong, dan desa-desa sekitar merupakan jalur vital yang setiap hari dilalui oleh guru, siswa, petani, dan masyarakat umum. Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki akses tersebut.

“Saya hanya ingin mengingatkan para pemimpin daerah: mereka yang di pelosok juga bagian dari rakyat Halmahera Selatan. Jangan biarkan mereka terus berjuang sendiri. Pemimpin yang baik adalah yang mampu merasakan penderitaan rakyatnya,” pungkas Husen Said.

Warga berharap agar pemerintah kabupaten bersama DPRD Halsel segera meninjau langsung kondisi jalan di Mandioli Utara, dan memasukkannya dalam prioritas perbaikan infrastruktur tahun anggaran mendatang. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed