LABUHA, Malutline – Warga Desa Babang, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, mengeluhkan aktivitas galian pasir yang berlangsung di dekat pemukiman mereka. Aktivitas itu disebut semakin meresahkan karena dilakukan tepat di tepi sungai yang berjarak hanya beberapa meter dari rumah warga.
Seorang warga yang rumahnya berdekatan langsung dengan lokasi galian mengaku, setiap kali hujan turun mereka selalu berjibaku memperbaiki tanggul agar air tidak melebar ke pemukiman.
“Kalau hujan deras, air cepat naik karena tanah di sekitar sungai makin terkikis. Kami sudah sering perbaiki supaya tidak jebol, tapi kalau pasir terus digali begini, percuma saja,” ungkapnya, Kamis (17/10/2025).
Menurut warga, aktivitas galian ini diduga dilakukan oleh oknum yang memiliki kendaraan alat berat tanpa izin resmi. Mereka khawatir jika hal ini dibiarkan, bukan hanya merusak lingkungan, tapi juga mengancam keselamatan warga di sekitar bantaran sungai.
“Kami tidak tahu siapa pemilik alat berat itu, tapi kami mohon pemerintah turun tangan. Jangan sampai nanti sudah ada korban baru bertindak,” tambahnya.
Warga berharap Pemerintah Kecamatan Bacan Timur, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan aparat terkait segera melakukan peninjauan ke lokasi dan menghentikan kegiatan tersebut.
Aktivitas galian pasir liar di Halmahera Selatan bukan hal baru. Sejumlah daerah lain juga pernah menghadapi persoalan serupa yang berdampak pada kerusakan lingkungan dan ancaman terhadap infrastruktur warga.
“Kami tidak menolak pembangunan, tapi kalau kegiatan ini merusak alam dan membahayakan kami, tolong segera dihentikan,” tutup salah satu warga Desa Babang penuh harap. (Red)










Komentar