Labuha, Malutline – Fajar 1 Oktober segera tiba. Di berbagai sudut Halmahera Selatan, nuansa persiapan menyambut Hari Kesaktian Pancasila mulai terasa. Dari kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga desa-desa di pelosok, bendera Merah Putih siap dikibarkan sebagai simbol penghormatan terhadap ideologi bangsa.
Instruksi itu datang langsung dari Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba. Ia meminta seluruh pejabat daerah hingga kepala desa memastikan Merah Putih berkibar sejak pagi. Tidak hanya itu, dokumentasi pengibaran juga harus dilaporkan, sebagai bentuk kepatuhan dan tanda komitmen bersama.
“Pengibaran bendera bukan sekadar seremonial, tetapi pengingat bahwa Pancasila tetap menjadi dasar persatuan bangsa di tengah tantangan zaman,” ujar Bassam dalam arahannya.
Bagi masyarakat Halsel, Pancasila bukanlah sekadar lima sila yang dihafal di sekolah. Nilai-nilainya hidup dalam keseharian: semangat gotong royong di desa, musyawarah dalam menyelesaikan persoalan, hingga toleransi yang terus dijaga di tengah keberagaman.
Di sebuah desa pesisir, warga sudah bersiap dengan bambu dan tali untuk memasang bendera di depan rumah. Di kantor kecamatan, staf menyiapkan dokumentasi, memastikan instruksi Bupati berjalan sebagaimana mestinya. Ada kebanggaan tersendiri melihat Merah Putih berkibar serentak, seakan menegaskan bahwa Halsel tetap teguh bersama Indonesia.
Hari Kesaktian Pancasila adalah momen untuk mengenang sejarah kelam bangsa, sekaligus meneguhkan kembali keyakinan bahwa persatuan adalah kunci menghadapi segala ujian. Di Halmahera Selatan, instruksi sederhana tentang pengibaran bendera itu menjadi simbol besar: bahwa di ujung timur Nusantara, semangat Pancasila terus hidup dan dijaga. (Red)









Komentar