LABUHA, Malutline – Musibah angin kencang disertai gelombang laut tinggi kembali melanda wilayah pesisir Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Pada Selasa subuh, 7 Oktober 2025 sekitar pukul 06.00 WIT, angin kencang menghantam Desa Kampung Baru, Kecamatan Kepulauan Botang Lomang, hingga menyebabkan satu unit rumah milik Bapak Abdillah Rajak roboh dan rusak parah.

Bangunan yang terbuat dari bahan kayu dan papan tersebut ambruk setelah diterjang hembusan angin dan hantaman ombak besar dari arah laut. Berdasarkan keterangan warga, kejadian berlangsung sangat cepat dan mengejutkan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

“Angin datang tiba-tiba dari arah laut. Suara ombak besar sekali, kami tidak sempat selamatkan banyak barang. Rumah langsung roboh,” tutur Abdillah Rajak dengan nada sedih saat ditemui di lokasi kejadian.

Kini, Abdillah dan keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Mereka berharap adanya perhatian dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, terutama dari Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muksin, agar bisa segera mendapatkan bantuan darurat dan perbaikan rumah.

“Kami hanya bisa berharap pemerintah bisa melihat kondisi kami di sini. Rumah kami sudah tidak bisa ditempati lagi. Semoga ada bantuan, setidaknya untuk memperbaiki tempat tinggal kami,” ujarnya lirih.

Warga sekitar turut meminta agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halsel segera turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan kepada korban terdampak. Menurut warga, musibah serupa sering kali terjadi di wilayah pesisir Botang Lomang akibat cuaca ekstrem, namun penanganan masih minim.

“Daerah kami ini rawan gelombang dan angin besar. Kami harap pemerintah bisa perhatikan, jangan tunggu ada korban baru turun tangan,” kata seorang warga lainnya.

Masyarakat berharap Pemkab Halsel melalui Dinas Sosial dan BPBD segera menindaklanjuti laporan tersebut agar keluarga korban dapat segera memperoleh bantuan dan tempat tinggal layak.

LABUHA, Malutline — Dalam dinamika kepemimpinan daerah, hadir sosok muda yang menjadi inspirasi dan teladan bagi banyak orang. Beliau adalah Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, S.Pd.I., M.I.Kom, figur pemimpin muda yang dikenal luas karena keteguhan prinsip, keterbukaan dalam berdialog, serta kebiasaan bermusyawarah dalam setiap pengambilan keputusan.

Ir. Masykur Mahdi ST tokoh muda makayoa ini mengatakan Bagi banyak kalangan, Bassam Kasuba bukan sekedar seorang kepala daerah, tetapi simbol kepemimpinan yang berakar pada nilai kekeluargaan dan musyawarah. Dalam setiap kebijakan yang diambil, ia selalu membuka ruang bagi semua pihak untuk menyampaikan pandangan dan masukan, agar keputusan yang dihasilkan menjadi keputusan bersama, bukan semata keputusan seorang pemimpin.

“Bupati Bassam selalu memberikan kesempatan kepada siapa pun untuk berbicara dan berpendapat. Ia ingin setiap keputusan lahir dari kesepahaman, bukan paksaan,” ungkap salah satu pejabat di lingkungan Pemkab Halmahera Selatan dengan nada kagum.

Kebiasaan bermusyawarah ini tidak hanya diterapkan di lingkup pemerintahan daerah, tetapi juga dalam berbagai kebijakan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Bupati kelahiran tahun 1988 ini dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang komunikatif dan inklusif, mampu menjembatani setiap perbedaan pandangan dengan pendekatan dialog yang hangat dan penuh empati.

Selain dikenal piawai dalam membangun komunikasi lintas lapisan masyarakat, Bassam Kasuba juga memiliki kepribadian yang sederhana, rendah hati, dan apa adanya. Ia tidak menempatkan dirinya sebagai sosok yang harus dijaga jarak, melainkan sebagai pemimpin yang dekat dan mudah dijangkau oleh masyarakatnya.

Sikap terbuka dan kepedulian yang tinggi terhadap aspirasi rakyat membuatnya digambarkan sebagai pemimpin yang adil, mengayomi, dan bersahaja. Ia tidak hanya mendengarkan, tetapi juga hadir di tengah masyarakat, merasakan langsung denyut kehidupan mereka — dari para petani dan nelayan, hingga pelaku UMKM dan generasi muda.

Dalam setiap langkah dan kebijakannya, Bupati Bassam Kasuba seolah menegaskan bahwa kepemimpinan bukan tentang kekuasaan, melainkan tentang pelayanan dan pengabdian.

Dengan prinsip “bermusyawarah sebelum menetapkan,” beliau menunjukkan bahwa kemajuan daerah tidak lahir dari satu pikiran, melainkan dari kesatuan hati dan semangat bersama seluruh elemen masyarakat.

Sosok muda yang visioner, komunikatif, dan penuh ketulusan ini kini menjadi inspirasi bagi generasi baru Halmahera Selatan — bahwa memimpin dengan hati jauh lebih kuat daripada memimpin dengan kuasa. (Red)

LABUHA, Malutline — Warga Desa Lelei, Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan, menyampaikan surat terbuka kepada Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, S.Pd.I., M.I.Kom, terkait dugaan ketidakefektifan penggunaan Dana Desa dan lambannya penanganan kerusakan jalan akibat abrasi di wilayah mereka.

Dalam surat terbuka yang ditandatangani oleh warga yang mengatasnamakan diri sebagai “Anak Pesisir Lelei,” disampaikan bahwa kondisi jalan utama desa telah mengalami kerusakan cukup parah selama berbulan-bulan, namun tidak ada langkah perbaikan maupun tindak lanjut dari pemerintah desa.

“Sudah beberapa bulan jalan kami rusak parah karena abrasi, tapi tidak ada tindakan nyata dari pemerintah desa. Beberapa waktu lalu mereka hanya menanam cabang pohon mangrove, tapi cara itu sangat tidak efektif dan tidak masuk akal, apalagi dengan anggaran desa yang katanya besar,” tulis warga dalam surat tersebut.

Warga menilai, langkah penanaman mangrove tanpa perencanaan matang tersebut tidak sebanding dengan besarnya anggaran Dana Desa yang seharusnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut, warga juga menyoroti lemahnya respon pemerintah desa terhadap persoalan publik. “Mereka hanya datang melihat kerusakan jalan, lalu pergi begitu saja, tanpa ada inisiatif untuk memperbaikinya,” ungkap isi surat tersebut.

Dalam surat terbuka yang ditujukan langsung kepada Bupati Halmahera Selatan, warga Lelei meminta agar pemerintah kabupaten melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemerintah desa, khususnya dalam pengelolaan Dana Desa dan perencanaan pembangunan.

Selain itu, warga juga menyampaikan saran agar ke depan calon kepala desa, sekretaris desa, dan bendahara desa merupakan figur yang berpendidikan dan berkompeten, minimal berstatus sarjana, agar memahami tata kelola anggaran dan mampu merencanakan program yang tepat sasaran.

“Jika pemerintah desa tetap seperti ini, kami khawatir sepuluh tahun ke depan Desa Lelei akan semakin tertinggal. Padahal negeri yang maju berawal dari desa yang kuat,” tulis warga dengan nada keprihatinan.

Surat terbuka ini diakhiri dengan permohonan kepada Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba untuk turun langsung melihat kondisi di lapangan serta menindaklanjuti persoalan yang telah lama dikeluhkan warga.

“Kami percaya, di bawah kepemimpinan Bupati Bassam Kasuba yang dikenal peduli dan komunikatif, aspirasi masyarakat kecil seperti kami akan mendapat perhatian,” tutup surat tersebut penuh harap.(Red)

LABUHA, Malutline — Innalillahi Wainnailaihi Roji’un…Kullu nafsin dzaikatul maut. Setiap yang bernyawa pasti akan menemui ajalnya.

Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan di Halmahera Selatan. Telah berpulang ke rahmatullah Ibu Rahmania W. Jabid, guru tercinta SD Negeri 16 Halmahera Selatan, Desa Saketa, Kecamatan Gane Barat, pada Senin, 6 Oktober 2025, pukul 08.00 WIT.

Kepergian almarhumah membawa duka mendalam bagi keluarga besar SDN 16 Halsel, para murid, rekan guru, serta seluruh masyarakat Saketa yang mengenalnya sebagai sosok pendidik yang sabar, penuh kasih, dan berdedikasi tinggi terhadap dunia pendidikan.

“Atas nama keluarga besar SDN 16 Halsel, kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya almarhumah Ibu Rahmania. Kami juga memohon maaf kepada orang tua atau wali murid apabila selama beliau mendidik anak-anak terdapat perkataan atau sikap yang kurang berkenan. Mohon kiranya dimaafkan, sebab almarhumah hanyalah manusia biasa yang tak luput dari khilaf,” demikian pernyataan tertulis pihak sekolah dengan penuh haru.

Semasa hidupnya, almarhumah dikenal sebagai guru yang berdedikasi, lembut dalam tutur kata, dan tulus dalam mengabdi. Beliau selalu hadir di tengah murid-muridnya dengan senyum dan kesabaran, menjadi sosok ibu kedua di sekolah yang senantiasa menanamkan nilai kejujuran, disiplin, dan cinta belajar.

Kini, kepergiannya meninggalkan kenangan dan teladan yang abadi bagi dunia pendidikan di Halmahera Selatan. Doa dan air mata mengiringi kepergian sang pahlawan tanpa tanda jasa ini.

Selamat jalan, Ibu Rahmania W. Jabid.
Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah dan pengabdianmu, melapangkan jalanmu menuju surga-Nya, serta memberikan kekuatan dan keikhlasan bagi keluarga yang ditinggalkan.(Red)

HALSEL, Malutline — Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Waris Agono, melakukan kunjungan kerja ke Polres Halmahera Selatan, Senin (6/10/2025). Dalam kunjungan tersebut, Kapolda menegaskan dukungannya terhadap upaya percepatan penyelesaian Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) sebagai langkah penting dalam melegalkan aktivitas tambang rakyat di daerah itu.

Saat ditemui awak media di Mapolres Halmahera Selatan, Irjen Pol. Waris Agono menjelaskan bahwa proses pengusulan WPR dan IPR untuk Kabupaten Halmahera Selatan saat ini telah sampai di tingkat Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Namun, masih terdapat satu persyaratan yang perlu dilengkapi, yakni dokumen tata ruang wilayah.

“Supaya Pemda Kabupaten Halmahera Selatan itu mengupayakan percepatan WPR-IPR. Saat ini sedang dalam proses, sudah sampai ke provinsi, tapi kemarin ada persyaratan yang kurang yaitu mengenai tata ruang. Nah, itu sedang dikerjakan oleh Pemda. Beberapa kali saya juga selalu berkomunikasi dengan Bapak Bupati untuk dipercepat,” jelas Kapolda.

Ia menambahkan, baik Pemerintah Daerah Halmahera Selatan maupun Pemerintah Provinsi Maluku Utara telah menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat penyelesaian dokumen tersebut. Bahkan, menurut Kapolda, Pemprov Malut memberikan apresiasi atas langkah progresif yang dilakukan oleh Pemkab Halsel.

“Prinsipnya, dari Pemda sudah berjalan dan dari provinsi juga sangat mengapresiasi. Nanti Halsel akan dijadikan contoh untuk kabupaten lain di Maluku Utara,” tambahnya.

Selain fokus pada percepatan WPR dan IPR, Irjen Pol. Waris Agono juga menyoroti pentingnya pemberdayaan koperasi pertambangan rakyat agar mampu bersaing dengan perusahaan besar. Ia menyebut, saat ini pemerintah membuka peluang bagi koperasi yang memiliki izin usaha pertambangan untuk mengelola wilayah hingga 2.500 hektare (ha).

“Sekarang ada kemudahan bagi koperasi yang memiliki izin usaha pertambangan. Mereka bisa mendapatkan wilayah hingga 2.500 hektare. Tinggal koperasi-koperasi yang sedang mengurus izin usaha jasa pertambangan (IUJP) agar tidak kalah dengan perusahaan besar yang beroperasi di sini,” ujar Kapolda.

Irjen Pol. Waris Agono menegaskan, kebijakan ini bukan semata untuk meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga untuk memastikan masyarakat lokal memperoleh manfaat ekonomi dari sumber daya alam tanpa melanggar hukum.

“Saya ingin rakyat yang ada di sini bisa hidup dengan alamnya tanpa harus melanggar hukum. Itu yang penting,” tegasnya.

Dengan dukungan kuat dari Kapolda Maluku Utara serta komitmen Pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi, Kabupaten Halmahera Selatan diharapkan menjadi model pengelolaan pertambangan rakyat yang legal, berkeadilan, dan berkelanjutan di Maluku Utara. (Red)