HALSEL, Malutline – Kabar gembira datang bagi para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Halmahera Selatan. Pemerintah Daerah (Pemda) Halsel memastikan pembayaran gaji dan rapelan segera direalisasikan dalam waktu dekat.

Berdasarkan informasi yang diterima Malutline, proses Rencana Anggaran Kas (RAK) telah rampung. Bahkan, Surat Penyediaan Dana (SPD) dijadwalkan terbit pada minggu ini, sehingga pencairan gaji dan rapel dapat segera dilakukan.

“RAK sudah selesai dan SPD segera keluar. Jadi, minggu ini PPPK sudah bisa menerima gaji berikut rapelannya,” ungkap salah satu sumber terpercaya di lingkungan Pemda Halsel, Rabu (8/10/2025).

Dengan terealisasinya pembayaran ini, diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi seluruh PPPK di Kabupaten Halmahera Selatan dalam menjalankan tugas pelayanan publik.(Jul/red)

LABUHA, Malutline — Setelah dinyatakan hilang selama beberapa hari di laut, seorang nelayan asal Desa Silang, Kecamatan Bacan Timur Selatan, Irfan Adnan, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat. Kabar bahagia ini disambut haru oleh keluarga dan warga setempat yang sejak awal aktif melakukan pencarian.

Informasi yang diterima Malutline menyebutkan, Irfan ditemukan oleh sekelompok nelayan di sekitar perairan Bacan pada Selasa pagi (8/10/2025). Saat ditemukan, ia tampak lemah namun masih dalam keadaan sadar dan bisa berkomunikasi dengan para nelayan yang mengevakuasinya ke daratan.

Dari sejumlah foto yang beredar, Irfan terlihat mengenakan kaos merah bertuliskan “MANISE 89”. Ia tampak duduk di atas kapal dengan tubuh lemas namun senyum lega tak bisa disembunyikan. “Alhamdulillah masih hidup, ini semua berkat doa dan kerja keras para nelayan,” ujar salah satu kerabat korban dengan mata berkaca-kaca.

Menurut keterangan warga, upaya pencarian dilakukan sejak Senin malam (6/10) setelah keluarga melaporkan Irfan tak kunjung kembali dari rumpon tempatnya biasa berjaga, yang dikenal dengan nama Rumpon Ramasya 01 di sekitar perairan dekat Aurora. Sejumlah nelayan bersama aparat desa dan warga pesisir langsung bergerak menggunakan perahu untuk melakukan penyisiran hingga akhirnya Irfan berhasil ditemukan.

Pihak keluarga melalui kakaknya, Wiaya, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, termasuk Basarnas, BPBD Halsel, dan para nelayan pesisir Bacan yang turut membantu pencarian.

“Kami sangat berterima kasih atas doa dan bantuan semua orang. Semoga Allah membalas kebaikan para nelayan yang menemukan adik kami,” ujarnya penuh haru.

Saat ini Irfan telah dibawa pulang ke rumah keluarganya di Desa Silang untuk menjalani pemulihan. Ia hanya mengalami kelelahan dan dehidrasi ringan setelah bertahan beberapa hari di laut tanpa komunikasi.

Insiden ini menjadi pengingat bagi para nelayan agar lebih memperhatikan keselamatan saat melaut, termasuk membawa alat komunikasi dan perlengkapan darurat untuk mengantisipasi kondisi cuaca ekstrem yang kerap terjadi di wilayah perairan Halmahera Selatan. (Red)

SOFIFI, Malutline — Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kembali menggerakkan jajaran personelnya dalam rangka memperkuat koordinasi dan pendataan perlindungan masyarakat (Linmas) di wilayah kabupaten/kota.

Berdasarkan Surat Perintah Tugas Nomor 300.1.1/…./Satpol-PP, tertanggal 7 Oktober 2025, Kepala Satpol PP Provinsi Maluku Utara, Drs. Rachmat Djabir, MM, secara resmi menugaskan Sekretaris Satpol PP Provinsi Malut, Djabal Badar, S.Pd, dan Kepala Seksi Kerja Sama, Yasin Meneer, untuk melaksanakan tugas dinas pengambilan data Linmas di Kabupaten Halmahera Tengah, tepatnya di wilayah Weda, mulai tanggal 8 hingga 10 Oktober 2025.

Langkah ini merupakan bagian dari pelaksanaan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2018 tentang Satuan Polisi Pamong Praja, serta tindak lanjut Peraturan Gubernur Maluku Utara Nomor 59 Tahun 2017 mengenai tugas pokok dan fungsi Satpol PP di tingkat provinsi.

Dalam surat tersebut ditegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya pembinaan dan pendataan Linmas di seluruh desa dan kabupaten di Maluku Utara, guna memastikan kesiapan personel Linmas dalam mendukung ketenteraman dan ketertiban umum di tingkat masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan di lapangan akan mendapat dukungan penuh dari Plt. Kasatpol PP Kabupaten Halmahera Tengah, Yanto Kunup, S.Sos, yang bertindak sebagai tuan rumah sekaligus koordinator wilayah dalam kegiatan dimaksud.

Sekretaris Satpol PP Provinsi Malut, Djabal Badar S.pp, dalam keterangannya menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai bentuk sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam memperkuat data kelembagaan Linmas di daerah.

“Pendataan Linmas ini penting untuk memastikan setiap desa memiliki personel dan sarana yang memadai dalam mendukung ketertiban umum, terutama menghadapi situasi darurat dan kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujarnya.

Ia juga berharap hasil kegiatan ini dapat menjadi bahan evaluasi dan perencanaan bagi pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas Linmas sebagai garda terdepan perlindungan masyarakat.

Kegiatan pengambilan data Linmas ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dan akan dilanjutkan dengan pelaporan resmi kepada Kepala Satpol PP Provinsi Maluku Utara setelah kegiatan selesai dilaksanakan. (Red)

LABUHA, Malutline. Aroma penyimpangan birokrasi kembali menyeruak dari tubuh UPTD Puskesmas Babang, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan. Informasi yang dihimpun Malutline menyebut adanya dugaan monopoli anggaran dan kewenangan oleh tiga staf perempuan yang dikenal di internal puskesmas masing-masing Marini Mansur, SKM, Fayakun Hasan, dan Hazrivan.

Sumber internal menyebut, Kepala Puskesmas Babang, Noce Dumede, SKM, tak lagi leluasa menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pimpinan unit kerja, karena hampir semua kegiatan, kebijakan, dan alokasi dana dikendalikan oleh Tiga orang staf tersebut “Semua kegiatan dan dana mereka yang atur. Bahkan keputusan penting sering kali tanpa sepengetahuan kepala puskesmas,” ujar salah satu staf, Rabu (08/10/2025).

Kondisi ini sudah berlangsung lama dan terus berulang setiap kali terjadi pergantian pimpinan. “Begitu ganti kepala puskesmas, masalah yang sama muncul lagi. Banyak staf merasa tidak nyaman, suasana kerja jadi tidak kondusif,” tambah sumber lain.

Situasi memanas setelah insiden memalukan di lapangan, Sejumlah staf yang ditugaskan melakukan pelayanan keliling (pusling) di wilayah kerja Puskesmas Babang dilaporkan diturunkan secara paksa dari speedboat oleh orang-orang yang disebut tiga orang staf yang memonopoli tugas kapus Babang

“Padahal para petugas sudah naik ke atas speedboat dan siap berangkat, tapi tiba-tiba disuruh turun. Alasannya tidak jelas, tapi semua tahu siapa yang perintahkan,” kata seorang tenaga kesehatan yang meminta identitasnya dirahasiakan, Insiden ini membuat pelayanan kesehatan kepada masyarakat terganggu.

Menanggapi hal tersebut, ketua LSM Front Anti Korupsi Indonesia (FAKI) Maluku Utara Dani Haris Purnawan mendesak Bupati Halmahera Selatan segera mengambil langkah tegas.
“Kuasa pengguna anggaran ada di tangan kepala puskesmas, bukan staf. Kalau benar ada staf yang mengambil alih kewenangan pimpinan, itu pelanggaran serius dan bisa masuk ranah hukum,” tegas perwakilan FAKI, Rabu (08/10/2025).

Ketua front Anti Korupsi Indonesia Dani Haris Purnawan juga meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Inspektorat Halsel melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan dana Biaya Operasional Kesehatan (BOK) dan program lainnya di Puskesmas Babang.

Menurut Dani Haris purnawan, praktik semacam ini tidak hanya mencederai etika birokrasi, tetapi juga berpotensi merusak sistem pelayanan kesehatan masyarakat.
“Ini harus segera dihentikan. Jangan sampai pelayanan publik terganggu hanya karena oknum-oknum yang merasa lebih berkuasa dari pimpinan,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Marini Mansur dan Kepala Puskesmas Babang, Noce Dumede, belum memberikan tanggapan resmi. Tim Malutline masih berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada keduanya.

Kasus dugaan monopoli kewenangan dan anggaran oleh Tiga orang staf pada puskesmas babang ini kini menjadi sorotan publik. Masyarakat menunggu langkah tegas Pemkab Halsel untuk memulihkan wibawa pimpinan dan menegakkan kembali integritas pelayanan kesehatan di Puskesmas Babang.
(Jul/Red)

TERNATE, Malutline – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultan Babullah Ternate merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Provinsi Maluku Utara pada Rabu, 8 Oktober 2025. Dalam laporan tersebut, BMKG memprediksi sebagian besar daerah di Maluku Utara akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga disertai petir.

Secara umum, suhu udara di wilayah Maluku Utara diperkirakan berkisar antara 21 hingga 28 derajat Celcius, sementara kelembapan udara berada pada rentang 76 hingga 99 persen. BMKG menyebut, variasi suhu dan kelembapan ini dipengaruhi oleh kondisi geografis dan pola angin di masing-masing kabupaten/kota.

Berikut rangkuman prakiraan cuaca lengkap berdasarkan data BMKG Sultan Babullah Ternate:

Halmahera Barat: Hujan ringan, suhu 21–25°C, kelembapan 86–99%.

Halmahera Tengah: Hujan petir, suhu 25–27°C, kelembapan 79–88%.

Halmahera Utara: Hujan ringan, suhu 22–27°C, kelembapan 77–98%.

Halmahera Selatan: Hujan ringan, suhu 24–26°C, kelembapan 83–93%.

Kepulauan Sula: Petir, suhu 25–28°C, kelembapan 76–88%.

Halmahera Timur: Hujan ringan, suhu 20–25°C, kelembapan 85–99%.

Pulau Morotai: Hujan ringan, suhu 21–25°C, kelembapan 83–98%.

Pulau Taliabu: Hujan ringan, suhu 20–24°C, kelembapan 81–97%.

Kota Ternate: Hujan ringan, suhu 26–27°C, kelembapan 79–86%.

Kota Tidore Kepulauan: Udara kabur, suhu 21–24°C, kelembapan 89–99%.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan disertai petir dan angin kencang, terutama di wilayah Halmahera Tengah dan Kepulauan Sula. Warga pesisir juga diminta berhati-hati terhadap gelombang laut yang berpotensi meningkat akibat perubahan cuaca mendadak.

“BMKG terus memantau perkembangan cuaca harian dan akan memberikan pembaruan jika terjadi perubahan signifikan,” tulis lembaga tersebut dalam keterangannya resmi, Rabu (8/10/2025). (Red)