HALSEL, Malutline – Desa Sidanga, Kecamatan Kasiruta Barat, Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara, kembali merasakan dampak buruk dari abainya pembangunan infrastruktur dasar. Setiap kali hujan turun, desa yang juga bagian tak terpisahkan dari Halmahera Selatan ini selalu dilanda banjir akibat meluapnya aliran kali yang hingga kini belum memiliki talud penahan.
Ironisnya, persoalan ini bukan hal baru.
Warga Desa Sidanga mengaku telah berulang kali mengusulkan pembangunan talud kali melalui forum resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) desa hingga kecamatan. Namun hingga kini, usulan tersebut tak pernah berbuah hasil.
“Setiap Musrenbang kami selalu menyampaikan hal yang sama, pembangunan talud kali. Tapi kenyataannya selalu nihil. Tidak pernah ada realisasi,” ungkap salah satu warga dengan nada kecewa.
Akibat tidak adanya talud, air kali dengan mudah meluap saat hujan deras. Banjir pun merendam rumah warga, kebun, serta fasilitas desa. Aktivitas masyarakat lumpuh, dan kerugian materi terus berulang dari tahun ke tahun.
Warga menilai, kondisi ini mencerminkan ketimpangan perhatian pembangunan, khususnya bagi desa-desa di wilayah kepulauan seperti Kasiruta Barat. Padahal, Desa Sidanga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pembangunan dan perlindungan dari bencana.
Melalui pemberitaan ini, masyarakat Desa Sidanga menyampaikan harapan dan seruan langsung kepada Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba, Wakil Bupati Helmi Umar Muksin, serta seluruh anggota DPRD Kabupaten Halmahera Selatan, agar membuka mata dan memberi perhatian serius terhadap persoalan yang telah berlangsung lama ini.
“Kami hanya ingin hidup aman dan tenang. Kami tidak minta yang mewah, hanya talud kali agar desa kami tidak lagi kebanjiran,” ujar warga lainnya.
Warga berharap, di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati saat ini, pemerintah daerah benar-benar hadir dan berpihak pada kebutuhan dasar masyarakat, bukan sekadar mencatat usulan tanpa tindak lanjut.
Masyarakat Desa Sidanga menegaskan, pembangunan talud kali bukan sekadar proyek fisik, melainkan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam melindungi keselamatan dan kesejahteraan rakyatnya.
Kini, harapan itu kembali disandarkan kepada Pemkab Halmahera Selatan dan DPRD, agar jeritan warga Desa Sidanga tidak lagi diabaikan dan segera diwujudkan dalam tindakan nyata. (Red)





