HALSEL, Malutline – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 mulai terasa di berbagai wilayah Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Salah satunya datang dari Desa Sagawele, Kecamatan Kayoa Selatan, yang menggelar Waisamola Cup I Tahun 2026 sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menyongsong HUT Kemerdekaan RI.
Turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membawa misi sosial. Kegiatan yang digagas oleh Persatuan Pemuda Sagawele (PPS) itu diarahkan untuk membantu penggalangan dana rehabilitasi Rumah Ibadah Masjid Nurul Mi’zan Desa Sagawele.
Informasi mengenai kegiatan tersebut disampaikan melalui unggahan media sosial Masykur Abdillah. Dalam unggahannya, ia menyampaikan ucapan selamat bertanding kepada seluruh peserta Waisamola Cup I 2026 sekaligus mengajak masyarakat menjadikan momentum olahraga sebagai ruang mempererat kebersamaan.
“Selamat bertanding kawan-kawan pada WAISAMOLA CUP 1 Tahun 2026 Desa Sagawele, songsong HUT Kemerdekaan RI ke-81 tahun,” demikian pesan yang disampaikan dalam unggahan tersebut.
Olahraga Sekaligus Gerakan Sosial
Pelaksanaan Waisamola Cup I 2026 memiliki nilai lebih karena kegiatan olahraga tersebut tidak semata-mata berorientasi pada kompetisi. Di balik pertandingan yang mempertemukan para peserta, terdapat tujuan sosial untuk menggalang dukungan bagi rehabilitasi Masjid Nurul Mi’zan.
Masjid sebagai rumah ibadah memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat desa. Selain menjadi tempat pelaksanaan salat dan kegiatan keagamaan, masjid juga menjadi salah satu pusat berkumpulnya masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Karena itu, upaya rehabilitasi Masjid Nurul Mi’zan diharapkan dapat memperoleh dukungan dari berbagai pihak, terutama masyarakat Desa Sagawele dan para pemuda yang menjadi penggerak kegiatan.
Langkah yang dilakukan Persatuan Pemuda Sagawele menunjukkan bahwa kegiatan olahraga dapat dikembangkan menjadi sarana untuk membangun kepedulian sosial. Semangat berkompetisi di lapangan dipadukan dengan semangat gotong royong untuk kepentingan bersama.
Pemuda Jadi Penggerak Keterlibatan pemuda dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting dari pelaksanaan Waisamola Cup I. Pemuda tidak hanya ditempatkan sebagai peserta pertandingan, tetapi juga sebagai penggerak kegiatan yang memiliki dampak bagi masyarakat.
Melalui kegiatan seperti ini, pemuda desa memiliki ruang untuk menunjukkan kreativitas, membangun kebersamaan, sekaligus mengambil peran dalam mendukung pembangunan di lingkungan tempat tinggal mereka.
Di tengah perkembangan zaman, peran pemuda di tingkat desa dinilai semakin penting. Pemuda dapat menjadi motor penggerak berbagai kegiatan positif, baik di bidang olahraga, sosial, keagamaan maupun pembangunan masyarakat.
Waisamola Cup I 2026 menjadi salah satu contoh bahwa kegiatan olahraga bisa dikemas dengan tujuan yang lebih luas. Pertandingan bukan hanya soal siapa yang menang dan kalah, tetapi bagaimana seluruh rangkaian kegiatan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Junjung Tinggi Sportivitas
Dalam unggahan tersebut, pesan yang turut disampaikan kepada para peserta adalah pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dan menciptakan suasana pertandingan yang kondusif.
“Junjung tinggi sportivitas, wujudkan kondusifitas, demi kebersamaan yang berkualitas,” demikian pesan yang disampaikan.
Pesan tersebut menjadi penting karena sebuah turnamen olahraga pada dasarnya bukan hanya menguji kemampuan para pemain, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun karakter, persaudaraan dan sikap saling menghargai.
Kemenangan dalam pertandingan tentu menjadi target setiap tim. Namun, sportivitas harus tetap menjadi bagian utama dari setiap pertandingan. Perbedaan dukungan terhadap tim maupun hasil pertandingan diharapkan tidak menghilangkan hubungan persaudaraan antarmasyarakat.
Dengan mengedepankan sportivitas, Waisamola Cup I diharapkan mampu berlangsung aman, tertib dan menjadi hiburan yang positif bagi masyarakat Sagawele.
Momentum Mempererat Persatuan
Penyelenggaraan turnamen dalam rangka menyongsong HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga memiliki makna tersendiri. Hari Kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat.
Di tingkat desa, semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Turnamen olahraga menjadi salah satu kegiatan yang mampu mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam suasana penuh kebersamaan.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertandingan semata, tetapi dapat melahirkan semangat gotong royong yang terus terjaga setelah turnamen selesai.
Terlebih lagi, adanya tujuan penggalangan dana untuk rehabilitasi Masjid Nurul Mi’zan membuat Waisamola Cup I memiliki dimensi sosial dan keagamaan yang cukup kuat.
Dukungan untuk Rehabilitasi Masjid
Penggalangan dana melalui kegiatan Waisamola Cup I diharapkan dapat membantu proses rehabilitasi Masjid Nurul Mi’zan. Besarnya kebutuhan rehabilitasi rumah ibadah tentu membutuhkan dukungan dan partisipasi banyak pihak.
Semangat yang dibangun Persatuan Pemuda Sagawele menjadi contoh bahwa keterbatasan bukan alasan untuk tidak bergerak. Dengan kebersamaan, kegiatan sederhana sekalipun dapat diarahkan menjadi gerakan sosial yang memberikan manfaat.
Masyarakat, pemuda, tokoh agama, pemerintah desa maupun pihak lainnya diharapkan dapat mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing dalam mendukung upaya perbaikan rumah ibadah tersebut.
Dukungan tidak selalu harus dalam bentuk materi. Partisipasi, tenaga, pikiran serta doa juga menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan sosial dan pembangunan fasilitas keagamaan di desa.
Ucapan Terima Kasih kepada Bupati
Dalam unggahan tersebut juga disampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba atas dukungan terhadap kegiatan tersebut.
“Terima kasih Bapak Bupati Hi. Hasan Ali Bassam Kasuba,” tulis Masykur Abdillah dalam unggahannya.
Dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan masyarakat di tingkat desa dinilai dapat menjadi penyemangat bagi para pemuda untuk terus melaksanakan kegiatan-kegiatan positif.
Harapannya, kolaborasi antara masyarakat, pemuda dan pemerintah dapat terus diperkuat sehingga berbagai kegiatan di desa tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Diharapkan Jadi Agenda Berkelanjutan
Waisamola Cup I 2026 diharapkan dapat menjadi awal dari lahirnya kegiatan-kegiatan olahraga dan sosial yang berkelanjutan di Desa Sagawele.
Turnamen ini bukan hanya tentang mencari juara, tetapi juga tentang bagaimana olahraga mampu menjadi media mempererat tali persaudaraan, membangun solidaritas dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI, yakni persatuan, gotong royong dan kebersamaan.
Jika semangat seperti ini terus dipelihara, kegiatan pemuda di tingkat desa dapat menjadi kekuatan penting dalam mendorong pembangunan sosial dan meningkatkan partisipasi masyarakat.
Pada akhirnya, Waisamola Cup I 2026 bukan hanya menjadi panggung pertandingan olahraga, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan persaudaraan dan kepedulian sosial. Dari lapangan olahraga di Desa Sagawele, semangat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI diharapkan dapat terus bergema melalui kerja bersama untuk kepentingan masyarakat dan rehabilitasi Masjid Nurul Mi’zan.
“Junjung tinggi sportivitas, wujudkan kondusifitas, demi kebersamaan yang berkualitas.” (red)






Bertahun-tahun Hanya Dijanjikan Charles mengatakan persoalan tersebut telah berlangsung selama lebih dari dua dekade. Menurut dia, setiap tahun pihaknya hanya menerima janji bahwa pembayaran akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan.