Halsel, Malutline – Pasangan Calon Nomor Urut 4, Jasri Usman dan Muhlis Djafaar (Jasri-Muhlis) kembali menemui para pedagang kaki lima (PKL) dan Bawang Rica Tomat (Barito).

Pertemuan itu berlangsung di kediaman La Jhony di kompleks pasar Labuha, Minggu (29/9) sore, sekitar pukul 18:00 WIT.

Dalam kesempatan itu, Paslon Jasri-Muhlis mendengarkan langsung keluhan pedagang kaki lima (PKL) dan Barito terkait perhatian akses jalan di Kompleks Pasar Labuha dan rencana pemindahan pasar.

“Kami berharap dengan pertemuan ini bisa menjadi perhatian soal akses jalan di Kompleks pasar labuha. selain itu, tidak lagi ada pemindahan pasar,”kata La Jony dihadapan Paslon Jasri-Muhlis.

Mendengar keluhan dan harapan pedagang, Calon Bupati Nomor Urut 4 Jasri Usman kembali mengungkapkan komitmennya bila pasangan Jasri-Muhlis terpilih nanti tidak ada pemindahan pasar.

“Kami tegaskan bila kami terpilih, Pasar tidak tetapi ditata dan dibangun seperti pasar Higienis agar pedagang berjualan merasa nyaman,”kata Jasri disambut dengan tepuk tangan Pedagang yang hadir pada pertemuan tersebut.

Sementara Calon Wakil Bupati Halsel, Muhlis Djafaar menambahkan persoalan akses jalan akan dibenahi.

“Saya dan Pak Jasri bila diberikan kepercayaan pada tanggal 27 November, maka keluhan pedagang akan di selesaikan termasuk akses jalan di kompleks pasar labuha,”Ucapnya.

Tidak hanya itu, paslon nomor Urut 4 Jasri-Muhlis juga bakal membentuk Unit Pelaksana Tehnis Daerah (UPTD) Pasar Labuha agar persoalan pasar secepatnya diatasi.(Sam)

HALSEL, Malutline- Calon Wakil Bupati nomor urut 4, Muhlis Djafaar kembali menemui warga Taman Sari, Tomori dan Panambuang dalam rangka kampanye tatap muka. Kehadiran calon Wabup didampingi langsung Tim Koalisi Juara (TKJ) dan tim hukum, Sabtu (28/9) sekitar pukul 16.00 WIT.

Tampak kehadiran Paslon nomor urut 4 dan rombongan dikawal ketat jajaran Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Selatan.

Muhlis Djafaar dalam kesempatan itu menyerap sejumlah aspirasi dari warga Taman Sari. Meraka mengeluh dan meminta perhatian serius pemerintah terkait dengan petugas kebersihan. Sebab, warga Taman Sari rata-rata bergelut sebagai petugas kebersihan dan sering mengalami tekanan dari atasan.

Cawabup Muhlis Djafaar kepada warga mengungkapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada petugas kebersihan. Ia mengaku, petugas kebersihan memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan kota.

“Petugas kebersihan dan para tenaga pengangkut sampah patut diapresiasi. Insya Allah jika amanah rakyat Halmahera Selatan ini ditujukan kepada kami, kedepan terkait dengan tenaga kebersihan bila perlu kita tambah dan insentifnya juga akan kita perhatikan supaya memacu semangat kerja sehingga kesejahteraan bisa dirasakan. Begitu juga petugas pengangkut sampah,” kata Muhlis Djafaar kepada warga Taman Sari.

Selain itu, mantan anggota DPRD 4 periode itu memaparkan sejumlah program prioritas Jasri – Muhlis. Di bidang kesehatan, mantan ketua DPRD Halsel menyebut jika kedepan terdapat warga yang sakit maka petugas wajib melayani terlebih dahulu.

“Warga yang sakit jika ke rumah sakit (RS) atau puskesmas maka dilayani segera dan administrasi belakangan. Belum apa-apa ditanya soal BPJS harusnya pelayanan pasien itu diutamakan dulu,” ucapnya.

Di Desa Tomori dan Panambuang, Paslon dengan tagline Halsel Juara itu juga menyebutkan pentingnya kurikulum Saruma dalam pendidikan. Dalam implementasi kurikulum pentingnya menambahkan muatan lokal yang ditetapkan oleh pemerintah daerah sesuai dengan kearifan lokal atau karakteristik daerahnya.

“Pemerintah harus berpikir bagaimana mengembangkan muatan lokal menjadi mata pelajaran sendiri. Selain itu, mengintegrasikan muatan lokal ke dalam seluruh mata pelajaran,” cetusnya.

“Kami pasangan calon nomor urut 4 mohon doa restu dari seluruh masyarakat Taman Sari, Amasing Kota Barat, warga Tomori dan Panambuang kami (Jasri – Muhlis) ingin menang di tiga desa itu,” sebut Muhlis Djafaar kepada awak media usai menghadiri kampanye tatap muka di tiga desa itu. (Sam)

HALSEL,Malut Line – Masyarakat Kota Popo, Desa Labuha, Kecamatan Bacan, nyatakan sikap siap memenangkan pasangan calon  Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Selatan, Jasri Usman dan Muhlis Djafaar pada Pilkada 2024.

Mereka menaruh harapan besar kepada pasangan nomor urut 4 itu untuk melakukan perubahan di Halmahera Selatan. Masyarakat setempat juga menegaskan bahwa kehadiran Cawabup Muhlis Djafaar merupakan bukti dirinya menaruh hati untuk warga Kota Popo.

Dalam kampanye tatap muka itu banyak keluhan yang disampaikan warga Kota Popo terutama soal infrasturktur jalan. Karena, persoalan jalan selalu diminta oleh masyarakat setempat tetapi belum direalisasikan.

Hal itu disampaikan Sadek Wahid, tokoh masyarakat Kota Popo kepada calon bupati Muhlis Djafaar, Jum’at (27/9).

Sadek bilang, akses jalan di Kota Popo kompleks Tabalay mestinya diperhatikan oleh pemerintah. Ia juga meminta akses jalan produksi di Kaladi, Desa Marabose juga diperhatikan.

“Kami masyarakat disini ada yang petani dan kami butuh akses jalan ke kebun Kaladi. Begitu juga akses jalan di Kota Popo, setiap hujan selalu tergenang banjir,” ucap Sadek.

Sementara, Fitri Kasumbey yang kesehariannya sebagai pedagang mengeluhkan kondisi pasar Labuha. Sebab, dari sisi kelayakan pasar Labuha terlihat sangat kumuh.

“Kami ibu-ibu disini punya mata pencaharian disana. Tiap bulan kami bayar lapak jutaan rupiah tapi dari sisi kelayakan pemerintah tidak perhatikan itu,” keluh Fitri.

Menanggapi itu, Cawabup Muhlis Djafaar menyatakan komitmennya bersama Calon Bupati Jasri Usman. Ia mengungkapkan bahwa aspirasi dari warga Kota Popo sudah termuat didalam program prioritas Paslon Jasri – Muhlis.

“Misalkan infrastruktur jalan dan pasar yang kumuh. Beberapa waktu lalu saya bersama pak Jasri mengunjungi para pedagang di pasar Labuha. Kami berkomitmen mengenai pasar menjadi perhatian khusus bagi pasangan Jasri Muhlis,” sebut Cawabup Muhlis Djafaar.

Dalam kampanye itu juga Paslon Jasri – Muhlis memohon doa restu, dukungan dan memenangkannya pada kontestasi Pilkada Halsel.

“Saya mohon doanya bapak ibu, dan menangkan kami. Kami tidak mau mengumbar janji kepada masyarakat, tetapi kami berkomitmen jika masyarakat Halmahera Selatan memberikan kepercayaan kepada paslon Jasri – Muhlis untuk memimpin daerah ini maka kami berbuat yang terbaik untuk Halmahera Selatan JUARA,” tutupnya. (Red)

HALSEL, Malutline – Dalam waktu dekat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melakukan  Monitoring Center for Prevention (MCP) terhadap keuanga Daerah Halmahera Selatan (Halsel), hal ini dilakukan KPK karena kinerja Pemerintah Daerah Halmahera Selatan berada pada posisi 29% sangat terburuk.

Monitoring Center for Prevention (MCP) adalilah sistem yang dibuat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan informasi capaian kinerja program pencegahan korupsi yang dilaksanakan oleh seluruh pemerintahan daerah.

“ Saya baru bertugas dua hari dan saya melihat ternyata MCP pada posisi 29%. Kalau pada posisi 29%  masuk bulan ke 10 ini  tentunya sangat rendah, kalau poin scoringnya sangat rendah, maka saya dapat menyimpulkan bahwa ini sangat terburuk,” jelas Pjs Bupati Kadri La Etje Jumat (27/9) di Aula Kantor Bupati Halmahera Selatan.

Menurut, Kadri La Etje, capaian kinerja berada pada posisi 29%, ini sangat tidak baik ukuran kinerja diukur berdasarkan MCP, kalau MCP rendah, berarti kinerja Pemerintah Daerah Halmahera Selatan sangat buruk  itu sangat jelas,”tegasnya.

“ MCP itu memantau kinerja secara konsperensif, mulai dari perancanaan, penganggaran, pengadaan barang/jasa, perijinan, pengawasan APIP dan  Aset samapi tingkat  Desa,”kata Kadri La Etje kepada sejumlah media jumat (27/9).

“ Saya juga mau lihat MCP Desa itu pada posisi ke berapa  dan saya yakin kalau MCP Pemerintah Daerah hanya 29% tentunya area untuk Desa juga rendah”.

dalam waktu kurang lebih 12 hari kedepan, kata Kar La Etje. KPK akan melakukan Supervisi, maka ini menjadi kerja Extraordiray atau kerja luar biasa bersama denga Sekda dan semua pimpinan OPD. Mulai hari ini kita akan bedah seluruh Administrasi lalu kita implementasikan, sehingga kita berharap dalam jangka 10 hari kedepan MCP kita naik,”harap Pjs Bupati Kadri La Etje. (Joko)

Halsel, Malut Line- Masyarakat Petani di Desa Wayamiga Kecamatan Bacan Timur meringik kepada calon Wakil Bupati Halmahera Selatan no 4 Muhlis Jafar, atas kurang berpihaknya kebijakan pada zona pertanian sepanjang ini.

Sementara itu zona pertanian sangat berarti dalam tingkatkan perkembangan ekonomi warga petani, dan bisa memencet angka Inflasi di wilayah.

“ Sepanjang ini kurang atensi zona pertanian, misalnua permasalahan jalur tani tidak sempat direspon, sehingga petani agak kesusahan dikala angkut hasil penciptaan pertanian,” Perihal ini di informasikan Rustam salah satu petani dikala berjumpa dengan Cawabup Muhlis, Jumat( 27/ 09).

Tidak hanya itu permasalahan pupuk yang sangat mahal jadi beban para petani dalam tingkatkan penciptaan hasil pertanian.” Pupuk yang disubsidi pemerintah harga lumayan besar apa lagi sampe ke tangan petani, permasalahan itu supaya jadi atensi pak Muhlis bila terpilih nanti,” harapnya.

Sedangkan Calon Wakil Bupati Halmahera Selatan no 4 Muhlis Jafar mengaku zona pertanian salah program prioritas Paslon no 4 Jasri- Muhlis bila terpilih jadi Bupati serta Wakil Bupati Halsel.” Zona pertanian jadi Program prioritas Paslon Jasri- Muhlis,” ucapnya.

Baginya terpilih, Paslon Jasri- Muhlis hendak menjadikan Wayamiga selaku salah satu sentral pertanian di Kabupaten Halmahera Selatan, baik tumbuhan hortikultura. serta tenaman perkebunan.

Insyah Allah memandang semangat para petani dalam mengelola lahan pertanian,  kami hendak peruntukan Wayamiga jadi salah satu sentral pertanian Haslel,” kata Muhlis.

Muhlis yang pula mantan Pimpinan DPRD Halsel itu mengaku kebutuhan pasokan misalnya bawang rica tomat, di Halsel masih tergantung ke wilayah luar Malut, sedangkan kemampuan lahan pertanian kita lumayan luas tetapi belum dikelola secara optimal.

Bila lahan yang miliki dikelola secara baik, petani kita hendak sejahtera, sebab para agen tidak butuh lagi memasok Barito dari luar, lumayan mengambil hasil pertanian di petani kita, ini yang Paslon Jasri-Muhlis hendak dorong,” Janjinya.( Sam)