HALSEL – Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), nomor urut 4 Jasri Usman dan Muhlis Djafaar (Jasri-Muhlis) kembali menggelar kampanye terbuka terbatas di Zona Dua Kecamatan Kayoa Barat, Minggu (13/10/2024).

Kampanye hari kedua Paslon tagline Halsel Juara di Kayoa Barat meliputi Desa Bokimieake, Desa Hatejawa, Desa Vofao dan Desa Busua.

Dalam orasi politiknya, Ketua Tim Hukum Halsel Juara, Safri Nyong menyampaikan pemimpin yang menyentuh langsung dengan rakyat ada di Paslon Jasri-Muhlis. Karena hanya Paslon nomor urut 4 yang menyediakan pendampingan hukum gratis bagi masyarakat Halsel.

“Paslon yang menyediakan pendampingan hukum gratis hanya ada di Pasangan Nomor Urut 4 Jasri-Muhlis,” tukas Safri.

Sementara Calon Bupati Halsel, Jasri Usman berkomitmen bila terpilih, bakal membangun infrastruktur jalan penghubung dari Desa ke ibu Kota Kecamatan.

“Jika terpilih, saya dan pak Muhlis berkomitmen menjawab kebutuhan masyarakat Halmahera Selatan termasuk pembangunan Jalan di Kayoa Barat,” kata Jasri saat berkampanye di busua, Minggu (13/10).

Berbicara tentang pembangunan lanjut Jasri, tentunya pemimpin harus terkoneksi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Pemerintah Provinsi (Pemrov) Malut maupun Pemerintah Pusat. Hal ini agar mudah membuat terobosan pada 5 Tahun kedepan.

“Jadi Kabupaten Nomor 4 Jasri-Muhlis, Provinsi juga Nomor 4,” ucap Jasri.

Tidak hanya itu, mantan Wakil Walikota Ternate ini meminta masyarakat Kayoa Barat menjatuhkan pilihan pemimpin harus melihat rekam jejak. Pemimpin harus jujur, amanah serta berdiri di semua golongan.

“Tentu tiga hal itu ada di Pasangan Nomor Urut 4. Karena Jasri-Muhlis hadir untuk semua golongan tanpa membedakan suku,” tandas Jasri.

Ditempat yang sama, Calon Wakil Bupati
Muhlis Djafaar kembali menegaskan komitmen Jasri-Muhlis membangun infrastruktur jalan serta menata kawasan kawasan pemukiman yang ada Desa.

“Infrastruktur jalan selama ini belum tersentuh pemerintah daerah.untuk itu, Jasri-Muhlis berkomitmen akan menjawab pembangunan melalui program-program strategis kedepan,” ucap mantan Ketua DPRD Halsel ini dihadapan masyarakat Kayoa Barat.

Diketahui, kampanye Jasri-Muhlis Zona Dua didampingi Ketua Tim Pemenangan, M Yunus Nazar, Jurkam Jasri-Muhlis, Sekretaris DPC Demokrat, Fahri Husen, Tim Hukum Safri Nyong dan Anggota DPRD Terpilih PKB dan Demokrat. (Sam)

TERNATE – Musibah kebakaran speed boat milik calon gubernur Maluku Utara, Benny Laos di Bobong kecamatan Taliabu Barta Kabupaten Taliabu yang mengakibatkan 6 orang meninggal dunia termasuk calon gubernur Maluku Utara Beny Laos setelah sempat menjalani perawatan di RSU Bobong.

Setelah meninggalnya calon Gubernur Maluku Utara Nomor urut 4 Beny Laos Tim koalisi menggelar.

“Rapat hari ini, kami dari delapan pimpinan partai koalisi menyepakati, mendorong ibu Sherly Tjoanda, istri Benny Laos. Itu sudah sepakat kita. Semua sepakat,” ungkap Rahmi Husen, Ketua Tim Pemenangan Paslon nomor 4 usai rapat di Posko Utama Kelurahan Tanah Tinggi, Ternate.

Dikatakannya, selanjutnya mereka akan berkordinasi dan mengkomunikasikan langsung dengan istri mendiang Beny Laos, Sherly Tjoanda yang saat ini berada di Jakarta terkait kesediaan beliau maju atau tidak untuk menggantikan posisi mendiang suaminya Beny Laos sebagai Calon Gubernur Maluku Utara.

“Apakah Ibu Sherly bersedia atau tidak dan Kita sudah utus orang khusus menemui beliau (Sherly). Besok (senin) juga ada sejumlah pimpinan partai koalisi berangkat langsung ke jakarta untuk menghadiri pemakaman dan akan bicara langsung,” dan istri mendiang Beny Laos “Ibu Sherly kuat, mulai dari kemarin kejadian sampai hari ini juga sempat telpon,” sambungnya.

Ia meminta kepada seluruh tim pemenangan relawan maupun tim koalisi untuk tetap menjaga stamina politik. Karena, kemenangan pasangan nomor 4 sudah di depan mata.

“Makanya, tetap setia, pada komitmen kompak dan terus berjuang di basis masing-masing untuk memperluas basis, supaya panji-panji kemenangan berkibar di tanggal 27 November 2024,” cetusnya

Untuk diketahui selain nama mendiang istri Beny Laos, Sherly Tjoanda, ada nama lain yang disiapkan, jika Sherly tidak bersedia menggantikan posisi mendiang suaminya, Hanya saja, partai koalisi belum membuka ke publik. (Red)

Halsel – Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) tinggal terhitung hari. Hal ini berdasarkan dengan jadwal yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut).

Diketahui bahwa jadwal Pilkada akan dilaksanakan pada 27 November atau 59 Hari lagi.

Diketahui juga bahwa dalam Pilkada sendiri, setiap kandidat dilarang keras untuk menggunakan Fasilitas yang bersumber dari anggaran Daerah maupun Negara. Selain itu juga, apabila ada kandidat yang ikut berpartisipasi dalam Pilkada sebagai mantan Kepala Daerah, harus mengeluarkan surat pengunduran diri sebagai Kepala Daerah. Sehingga, tidak lagi mengatasnamakan Kepala Daerah, dalam hal ini Bupati yang setiap agenda-agenda Kampanye. Baik itu Baliho, Vediotro ni, maupun yang lain yang berkaitan dengan itu.

Kantor Hukum SAFRI NYONG, S.H. & ASSOCIATES, yang bertindak sebagai Ketua Tim Hukum Jasri-Muhlis yang juga sebagai salah satu Peserta dalam calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Halsel secara resmi memberitahukan kepada Bawaslu agar melihat secara jeli Atribut-atribut yang masih terpampang secara jelas kandidat Petahana yang masih tersebar.

“Kami minta kepada Bawaslu Kabupaten Halmahera Selatan sebagai lembaga pengawasan harus profesional dalam tugas dan tanggungjawabnya. Hal semacam ini tentunya merugikan Kandidat yang lain,” jelasnya.

Dimana, Bassam Kasuba selaku Petahana yang juga ikut serta Kontestan di Pilkada Halsel masih terpampang jelas sebagai Kepala Daerah. Sedangkan saat ini sudah diisi Pj. Bupati.

“Untuk itu, dengan resminya, dimasukkan laporan tersebut. Kami meminta dalam hal ini Bawaslu Halsel. Agar kiranya bertindak tegas dan segara mencopot seluruh Atribut Baliho yang masih terpampang atribut Bassam Kasuba yang tertulis sebagai Bupati. Dan juga Vediotron yang ada di Zero Poin,” pintanya. (Sam)

HALSEL, Malutline – Calon Wakil Bupati nomor urut 4, Muhlis Djafaar, kembali menemui warga Kompleks Taba Soleh, Desa Babang, Kecamatan Bacan Timur, Sabtu (9/10). Kehadiran Calon Wabup didampingi Tim Koalisi Juara (TKJ).

Muhlis Djafaar, dalam kesempatan itu menyerap sejumlah aspirasi dari warga setempat. Warga meminta perhatian serius pemerintah daerah terkait jalan tani dan pertanian. Sebab warga Taba Soleh rata-rata beraktivitas sebagai petani.

Merespon permintaan warga, Muhlis Djafaar, mengaku petani memiliki peran penting dalam kebutuhan hidup yang patut diapresiasi. ” Patut diapresiasi. Insya Allah jika amanah rakyat Halmahera Selatan ini ditujukan kepada kami, ke depan terkait kebutuhan petani Halmahera Selatan akan kita perhatikan terutama jalan tani. Ini dimaksudkan untuk memacu semangat kerja sehingga kesejahteraan masyarakat bisa dirasakan oleh para petani,” katanya.

Selain itu, mantan anggota DPRD 4 periode itu memaparkan sejumlah program prioritas Jasri – Muhlis. Di bidang kesehatan dan pendidikan, mantan ketua DPRD Halsel ini menyebut jika ke depan terdapat warga yang sakit petugas wajib melayani terlebih dahulu.

“Warga yang sakit jika ke rumah sakit (RS) atau Puskesmas maka dilayani segera dan administrasi belakangan. Harusnya pelayanan pasien itu diutamakan dulu,” Ucapnya. (Sam)

Halbar, Malutline – Kampanye yang dilakukan oleh kandidat lain di Halmahera Barat (Halbar) Maluku Utara (Malut) Membuat Juru Bicara (Jubir) Dinamis menanggapi atas kampanye sebelah terkait keberhasilan dari pemerintahan yang jujur dan mencoba membandingkan dengan pemerintahan sebelumnya dari Dany Missy pada periode pertama.

Dalam tanggapan itu, Juru Bicara (Jubir) Dinamis Samiun Muhammad dengan sapaan akrabnya Ami, mengatakan bahwa pemerintahan yang jujur ini cuman pemerintahan gunting pita,”tanggapnya.

Karena pada masa pemerintahan Dany diperiode pertama dilihat pada sektor infastruktur yang ada disemua Kecamatan, baik Puskesmas dengan bertaraf Nasional, pada sektor kalautan Tol Laut masuk ke pelebuhan Mutui dan pelebaran pelabuhan Jailolo semuanya berhasil. Dan itu upaya dari Dany Missy, setelah beliau tidak terpilih lagi pada periode berikutnya, kemudian diambil alih oleh Ibu Irene.

“Selain itu pada masa kepemimpinan Dany Misssy mendapatkan penerimaan DAK tertinggi di 10 kabupaten kota di Maluku Utara, dan itu ada di Halmahera barat. Kalau kita bandingkan atas penerimaan DAK sangat tinggi saat Dany Missy masih menjabat, dibandingkan dengan James Uang saat ini.”ungkapnya.

Maka kedepan Dany Missy Insya Allah terpilih, kita akan lebih fokus 2 sektor ang akan jadi unggulan yakni, sektor pertanian dan sektor perikanan. Dan ini yang akan jadi unggulan dipemerintahan Dinamis Dany-Iksan.” Ujarnya.

Sementara terkait dengan pinjaman Masa Dani Missy yang masih menjabat sebagai Bupati Halbar, mencapai 159 Miliyar ke Bank Maluku, agar masyarakat tahu bahwa pinjaman 159 Miliyar itu sudah dibayar lunas oleh Dany Missy sebelum melepaskan jabatanya sebagai Bupati.

Berbeda dengan pinjaman oleh James Uang dan Jufri muhammad 208 Milyar ke SNI, justru membebankan Daerah (Masyarakat) selama 8 tahun, padahal masa jabatan meraka hanya 3 tahun lebih.

“Jadi perbandingan kepemimpinan Dany Missy dan kepemimpinan James Uang itu ibarat seperti Langit dan bumi. Bupati James dengan nol prestasi sementara Bupati Dany Missy dengan sejuta prestasi” Tutupnya (Dar)