HALSEL, Malutline โ€“ Sikap yang diduga tidak profesional dan terkesan semena-mena kembali dikeluhkan warga di Kabupaten Halmahera Selatan. Kali ini, keluhan datang dari seorang warga di Desa Kampung Makian, Kecamatan Bacan Selatan, yang mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari seorang pria yang belakangan mengaku sebagai petugas PLN.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Kompleks Pekuburan Islam Kampung Makian, ketika seorang laki-laki tiba-tiba datang dan melakukan tindakan pencabutan kabel listrik yang terhubung ke rumah warga tanpa adanya pemberitahuan resmi maupun penjelasan yang jelas terkait dasar tindakan tersebut.

Menurut keterangan warga, pria tersebut awalnya terlihat sedang melakukan aktivitas pada jaringan kabel listrik yang berada di sekitar rumah. Merasa heran karena kabel yang disentuh merupakan jaringan yang selama ini dipasang sendiri oleh pemilik rumah, warga kemudian menegur dan meminta agar pria itu menghentikan tindakan tersebut.

Namun bukannya memberikan penjelasan secara baik, pria yang belum diketahui identitas lengkapnya itu justru disebut menolak menghentikan tindakannya. Situasi kemudian memanas setelah pria tersebut diduga mengeluarkan ancaman akan memutus meteran listrik milik warga apabila keberatan dengan tindakan yang sedang dilakukannya.

โ€œSaya tegur karena dia pegang kabel di samping rumah. Saya suruh jangan ganggu karena kabel itu bukan milik PLN, saya beli sendiri dari jalur bawah sampai ke rumah. Tapi dia tidak mau berhenti, malah ancam bilang meteran listrik saya bisa diputus,โ€ ungkap warga yang merasa dirugikan atas kejadian tersebut.

Yang membuat warga semakin mempertanyakan tindakan itu adalah karena pria tersebut pada awalnya tidak memperkenalkan diri sebagai petugas resmi dari PLN. Menurut pengakuan warga, pria itu justru lebih dulu melakukan pencabutan kabel sebelum kemudian mengaku berasal dari pihak PLN setelah terjadi adu argumentasi di lokasi.

โ€œAwalnya dia tidak bilang dari PLN. Dia langsung tarik kabel begitu saja. Setelah kami protes dan mulai bicara keras, baru dia bilang kalau dia petugas PLN,โ€ lanjut keterangan warga.

Warga menegaskan bahwa kabel sepanjang kurang lebih 75 meter yang terpasang dari area sekitar kuburan hingga menuju rumahnya merupakan kabel yang dibeli menggunakan biaya pribadi, bukan fasilitas atau jaringan kabel yang disediakan oleh pihak PLN.

Hal inilah yang kemudian memicu kekecewaan, karena tindakan yang dilakukan oknum tersebut dianggap tidak menghargai hak warga serta dilakukan tanpa prosedur yang jelas.

โ€œKabel itu saya beli sendiri sekitar 75 meter, bukan kabel yang ditanggung PLN. Jadi saya heran kenapa tiba-tiba datang langsung tarik tanpa penjelasan. Kalau memang ada persoalan teknis, harusnya datang periksa meteran dulu atau sampaikan baik-baik, bukan langsung bertindak sepihak,โ€ tambahnya.

Insiden ini kini menjadi perhatian masyarakat setempat. Sejumlah warga menilai apabila benar yang bersangkutan merupakan petugas PLN, maka tindakan seperti itu dinilai mencerminkan pelayanan yang tidak profesional dan berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Masyarakat berharap pihak PLN Unit Halmahera Selatan segera memberikan klarifikasi atas kejadian tersebut serta melakukan evaluasi terhadap oknum petugas lapangan agar pelayanan kepada pelanggan tetap dilakukan secara humanis, sesuai prosedur, dan tidak menimbulkan kesan intimidatif terhadap warga.

Sebagai perusahaan pelayanan publik, PLN dinilai memiliki tanggung jawab menjaga kepercayaan masyarakat dengan memastikan seluruh petugas di lapangan bekerja berdasarkan aturan, etika pelayanan, serta menghormati hak pelanggan.

Peristiwa yang terjadi di Desa Kampung Makian, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan ini menjadi pengingat bahwa pelayanan publik bukan hanya soal menjalankan tugas teknis, tetapi juga tentang membangun komunikasi yang baik dan menjaga hubungan saling menghormati antara petugas dan masyarakat.

Masyarakat kini menunggu penjelasan resmi dari pihak PLN terkait dugaan tindakan sepihak yang dinilai merugikan dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga tersebut. (Red)

HALUT, Malutline โ€“ Kontingen Kota Ternate kembali menunjukkan dominasinya pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Maluku Utara Tahun 2026 yang tengah berlangsung di Kabupaten Halmahera Utara. Berdasarkan update klasemen sementara perolehan medali pada Minggu, 14 Juni 2026 pukul 14.00 WIT, Kota Ternate masih kokoh bertengger di posisi puncak dan menjadi kontingen paling sukses sejauh pelaksanaan event olahraga terbesar di Maluku Utara tersebut.

Tercatat, Kota Ternate berhasil mengoleksi total 145 medali, dengan rincian 57 medali emas, 45 medali perak, dan 43 medali perunggu. Raihan fantastis ini menempatkan Ternate jauh meninggalkan daerah lain dan memperlihatkan kualitas pembinaan olahraga yang selama ini terus berkembang di ibu kota Provinsi Maluku Utara tersebut.

Keunggulan Kota Ternate tidak hanya terlihat dari jumlah total medali, tetapi juga dari dominasi medali emas yang menjadi indikator utama keberhasilan sebuah kontingen dalam kompetisi multi-event seperti Porprov. Dengan perolehan 57 medali emas, Ternate unggul cukup jauh dari tuan rumah Kabupaten Halmahera Utara yang berada di posisi kedua dengan raihan 44 medali emas.

Prestasi sementara yang diraih kontingen Kota Ternate ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan atlet di berbagai cabang olahraga berjalan efektif. Para atlet tampil konsisten dan mampu menunjukkan performa terbaik sejak hari pertama pertandingan digelar.

Keberhasilan Ternate memimpin klasemen sementara juga tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah, pelatih, official, serta sistem pembinaan olahraga yang terus diperkuat dalam beberapa tahun terakhir. Keseriusan mempersiapkan atlet-atlet terbaik mulai terlihat dari hasil yang kini mereka raih di arena Porprov.

Sejumlah cabang olahraga menjadi penyumbang medali penting bagi Kota Ternate. Konsistensi para atlet dalam menjaga performa di berbagai nomor pertandingan membuat posisi Ternate hingga kini masih sangat sulit digeser oleh kontingen lain.

Di tengah ketatnya persaingan antar daerah, capaian ini sekaligus mempertegas status Kota Ternate sebagai salah satu kekuatan utama olahraga di Maluku Utara. Banyak pihak menilai keberhasilan tersebut bukan sesuatu yang datang secara instan, melainkan hasil dari proses panjang pembinaan atlet, fasilitas pendukung yang memadai, serta komitmen pemerintah daerah dalam membangun sektor olahraga.

Masyarakat Kota Ternate sendiri terus memberikan dukungan penuh kepada para atlet yang sedang berlaga. Semangat dan optimisme semakin tinggi melihat peluang besar kontingen mereka untuk keluar sebagai juara umum Porprov V Maluku Utara 2026 apabila tren positif ini terus berlanjut hingga seluruh pertandingan selesai.

Ajang Porprov bukan hanya soal perebutan medali, tetapi juga menjadi panggung pembuktian kualitas sumber daya atlet dari masing-masing daerah. Dalam konteks itu, Kota Ternate berhasil menunjukkan bahwa mereka datang dengan persiapan matang dan target yang jelas, yakni menjadi yang terbaik di Maluku Utara.

Meski kompetisi masih terus berlangsung, posisi Kota Ternate di puncak klasemen sementara menjadi sinyal kuat bahwa mereka sedang menuju pencapaian besar pada Porprov tahun ini. Namun demikian, para atlet diharapkan tetap menjaga fokus dan tidak cepat puas karena persaingan masih terbuka hingga seluruh cabang olahraga resmi berakhir.

Jika konsistensi ini mampu dipertahankan, maka Kota Ternate berpeluang besar mengukir sejarah sebagai kontingen terbaik sekaligus mempertegas dominasinya dalam dunia olahraga Maluku Utara.

Dengan semangat juang para atlet yang terus menyala, Kota Ternate kini berada di jalur yang tepat menuju gelar juara umum Porprov V Maluku Utara 2026. (Red)

HALUT, Malutline โ€“ Perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Maluku Utara Tahun 2026 yang digelar di Kabupaten Halmahera Utara semakin menunjukkan atmosfer persaingan yang ketat antar kabupaten dan kota se-Maluku Utara. Hingga pembaruan klasemen sementara pada Minggu, 14 Juni 2026 pukul 14.00 WIT, perebutan medali di sejumlah cabang olahraga berlangsung sengit dengan masing-masing kontingen terus berupaya mengamankan posisi terbaik.

Berdasarkan data klasemen sementara yang dirilis panitia pelaksana Porprov V Maluku Utara, Kota Ternate masih tampil dominan dan kokoh di puncak klasemen dengan torehan 145 medali, terdiri dari 57 medali emas, 45 medali perak, dan 43 medali perunggu. Raihan tersebut menempatkan Kota Ternate sebagai kontingen paling produktif sejauh ini, sekaligus memperlihatkan kekuatan mereka di berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan.

Di posisi kedua, tuan rumah Kabupaten Halmahera Utara terus memberikan tekanan kepada pemuncak klasemen dengan koleksi 109 medali, terdiri dari 44 emas, 34 perak, dan 31 perunggu. Dukungan penuh masyarakat sebagai tuan rumah tampak menjadi energi tambahan bagi atlet-atlet Halmahera Utara yang terus tampil kompetitif dalam setiap pertandingan.

Sementara itu, Kabupaten Halmahera Barat berhasil menempati posisi ketiga dengan total 68 medali, yakni 14 emas, 17 perak, dan 37 perunggu. Raihan tersebut menandakan konsistensi para atlet Halbar dalam menjaga performa selama kompetisi berlangsung.

Posisi keempat ditempati oleh Kota Tidore Kepulauan yang hingga sementara berhasil mengumpulkan 54 medali, terdiri dari 13 emas, 17 perak, dan 24 perunggu. Kontingen Tidore terus menunjukkan semangat juang tinggi dalam upaya mengejar posisi tiga besar klasemen.

Sorotan publik Maluku Utara juga tertuju pada kontingen Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) yang saat ini berada di peringkat kelima dengan total perolehan 46 medali, yakni 8 medali emas, 7 medali perak, dan 31 medali perunggu.

Meskipun belum berhasil menembus empat besar, perjuangan atlet-atlet Halmahera Selatan patut diapresiasi. Para atlet terus berusaha memberikan hasil terbaik dengan membawa nama daerah di ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut. Perolehan medali sementara ini masih membuka peluang bagi Halsel untuk memperbaiki posisi apabila mampu tampil maksimal pada sejumlah cabang olahraga yang masih berlangsung.

Di bawah Halsel, Pulau Morotai berada di posisi keenam dengan 34 medali, disusul Kabupaten Kepulauan Sula di peringkat ketujuh dengan 33 medali. Persaingan papan tengah ini dipastikan akan semakin menarik karena selisih perolehan medali di antara beberapa daerah masih cukup tipis.

Selanjutnya Kabupaten Halmahera Timur berada di posisi kedelapan dengan total 42 medali, terdiri dari 4 emas, 7 perak, dan 31 perunggu. Sedangkan Kabupaten Halmahera Tengah berada di urutan kesembilan dengan 26 medali, dan Pulau Taliabu sementara menempati posisi terakhir dengan total 4 medali.

Ajang Porprov V Maluku Utara tahun ini bukan sekadar kompetisi olahraga biasa, tetapi menjadi momentum penting dalam melahirkan atlet-atlet potensial yang nantinya dipersiapkan untuk mewakili Maluku Utara pada event olahraga tingkat nasional. Selain menjadi arena adu prestasi, Porprov juga menjadi wadah mempererat persaudaraan antar daerah di Provinsi Maluku Utara.

Bagi masyarakat Halmahera Selatan, harapan besar kini tertumpu pada para atlet yang masih bertanding agar mampu menambah perolehan medali, khususnya medali emas, sehingga posisi Kabupaten Halsel dapat terdongkrak naik pada klasemen akhir nanti.

Semangat juang para atlet menjadi cerminan bahwa olahraga bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga tentang dedikasi, disiplin, kerja keras, dan kebanggaan membawa nama daerah di panggung kompetisi.

Dengan pertandingan yang masih terus berlangsung, peta persaingan dipastikan belum berakhir. Seluruh kontingen kini terus berupaya memaksimalkan peluang yang tersisa demi meraih prestasi terbaik untuk daerah masing-masing.

Masyarakat Maluku Utara pun terus menantikan hasil akhir dari ajang olahraga empat tahunan tersebut, sembari memberikan dukungan penuh kepada seluruh atlet yang tengah berjuang mengharumkan nama daerah.

Porprov V Maluku Utara 2026 membuktikan bahwa semangat kompetisi, persatuan, dan kebanggaan daerah tetap menjadi energi utama dalam membangun prestasi olahraga Maluku Utara menuju level yang lebih tinggi. (Red)

HALSEL, Malutline โ€“ Pelaksanaan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Halmahera Selatan yang digelar meriah oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muksin mulai mendapat sorotan tajam dari masyarakat. Kritik tersebut muncul setelah sejumlah warga menilai bahwa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan belum sepenuhnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kecil, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Sorotan publik itu menguat setelah seorang warga Halsel, Imlan Ali Amir, mengunggah sebuah pernyataan melalui status media sosial yang secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap konsep pelaksanaan kegiatan tahunan pemerintah daerah tersebut. Dalam unggahan itu, ia mempertanyakan keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjuangan pembangunan daerah, termasuk dalam proses pemekaran Kabupaten Halmahera Selatan sejak awal berdiri.

Menurut Imlan, setiap momentum perayaan ulang tahun daerah selalu dikemas dalam agenda besar yang melibatkan berbagai kegiatan seremonial, hiburan, hingga menghadirkan artis dari luar daerah. Namun ironisnya, manfaat ekonomi yang seharusnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama pelaku usaha kecil lokal, dinilai tidak berjalan sebagaimana harapan.

Dalam tulisannya, ia menyinggung bahwa masyarakat hanya dijadikan penonton dalam kemeriahan acara, sementara aktivitas ekonomi yang berlangsung di lokasi kegiatan justru didominasi pihak-pihak tertentu. Ia menilai kondisi itu membuat para pelaku UMKM lokal kesulitan mendapatkan keuntungan dari momentum besar yang seharusnya menjadi peluang untuk meningkatkan pendapatan mereka.

โ€œSetiap ulang tahun daerah dibuat acara besar, masyarakat datang hanya untuk menonton artis. Tetapi ketika melihat stand-stand yang ada, sebagian besar bukan milik masyarakat kecil. Kalau kondisi seperti ini terus terjadi, bagaimana UMKM di Halsel bisa berkembang dan maju,โ€ demikian isi kritik yang disampaikan dalam unggahan tersebut.

Lebih jauh, warga juga menilai bahwa konsep kegiatan HUT daerah semestinya tidak hanya berorientasi pada hiburan dan seremoni belaka. Sebagai agenda tahunan yang menggunakan anggaran daerah, pelaksanaan HUT seharusnya dirancang untuk memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, khususnya bagi masyarakat bawah yang selama ini menggantungkan hidup dari usaha kecil dan perdagangan.

Beberapa masyarakat berharap pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola penyelenggaraan kegiatan-kegiatan besar daerah. Mereka menilai, perayaan hari jadi kabupaten seharusnya menjadi momentum pemberdayaan ekonomi rakyat, di mana pelaku UMKM lokal diberikan ruang yang lebih besar untuk memasarkan produk mereka tanpa harus kalah bersaing dengan pihak lain yang memiliki akses lebih luas.

Kritik yang berkembang di tengah masyarakat ini juga menjadi gambaran bahwa publik kini semakin aktif mengawasi jalannya kebijakan pemerintah daerah. Warga berharap kepemimpinan Bassam Kasuba dan Helmi Umar Muksin mampu menjadikan aspirasi masyarakat sebagai bahan evaluasi demi menciptakan pembangunan yang lebih merata dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

Sebagai daerah yang terus berupaya berkembang, Halmahera Selatan dinilai membutuhkan kebijakan yang tidak hanya menonjolkan kemegahan acara seremonial, tetapi juga mampu menyentuh kebutuhan ekonomi masyarakat secara langsung. Kehadiran pemerintah dalam setiap agenda besar daerah diharapkan dapat menjadi sarana pemberdayaan, bukan sekadar tontonan sesaat.

Momentum HUT ke-23 Halsel yang seharusnya menjadi kebanggaan bersama kini menjadi bahan refleksi publik. Banyak pihak berharap pemerintah daerah dapat mendengar suara masyarakat dan memastikan bahwa setiap kegiatan yang dilaksanakan benar-benar membawa manfaat nyata, terutama bagi rakyat kecil yang menjadi fondasi utama pembangunan daerah.

Di tengah berbagai kritik yang bermunculan, masyarakat tetap berharap Kabupaten Halmahera Selatan atau yang dikenal dengan sebutan Negeri Saruma terus maju. Namun kemajuan itu, menurut mereka, harus dibangun dengan prinsip keadilan, pemerataan, dan keberpihakan terhadap masyarakat lokal agar semangat pembangunan benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan warga.

โ€œPerayaan daerah akan memiliki makna yang sesungguhnya ketika masyarakat bukan hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi bagian yang menikmati hasil dari setiap agenda pembangunan.โ€ (Red)

Halsel, malutline โ€“ Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polsek Gane Timur Polres Halmahera Selatan melaksanakan kegiatan bakti sosial di wilayah perbatasan Desa Foya dan Desa Kota Low, Kecamatan Gane Timur, Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur pemerintah dan masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. , Jumat (13/6/2026)

Kegiatan dihadiri langsung oleh Kapolsek Gane Timur, Ipda Wery Roy Djela, S.H., dan turut dihadiri Camat Gane Timur Jais Hi Ishak, Pemerintah Desa Foya, Pemerintah Desa Kota Low, personel Polsek Gane Timur, serta masyarakat dari kedua desa yang secara bersama-sama bergotong royong membersihkan kawasan perbatasan.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dan juga kepolisian melakukan pembersihan berbagai jenis sampah, mulai dari sampah plastik, sampah rumah tangga, hingga kayu-kayu yang berserakan di sekitar lokasi. Dengan penuh semangat kebersamaan, mereka bahu-membahu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat.

Selain bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan bakti sosial ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat. Suasana kekeluargaan dan keakraban terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung, mencerminkan sinergi yang baik antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan warga setempat.

Kapolsek Gane Timur IPDA Wery Roy Djela, S.H. menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-80 sekaligus bentuk kepedulian Polri terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Melalui bakti sosial ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan serta memperkuat kebersamaan antara Polri dan masyarakat.” ujar Kapolsek

Harapanya melalui kegiatan bakti sosial ini hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat. Semangat gotong royong yang menjadi budaya masyarakat harus terus dijaga karena dengan kebersamaan, berbagai persoalan di lingkungan dapat diselesaikan dengan baik.(Muksin)