TERNATE, Malutline— Seorang bocah laki-laki bernama Alfatih Dukomalamo dilaporkan hilang oleh keluarganya setelah meninggalkan rumah pada Minggu, 15 Maret 2026 sekitar pukul 14.00 WIT di wilayah Kota Ternate.

Laporan kehilangan tersebut secara resmi telah dibuat oleh ayah korban, Irsan Ali Dukomalamo, kepada pihak Polres Ternate melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Berdasarkan surat keterangan orang hilang yang diterbitkan oleh Polres Ternate, bocah tersebut diketahui bernama Alfatih Dukomalamo, lahir di Ternate pada tahun 2022. Hingga saat ini, anak tersebut belum diketahui keberadaannya sejak meninggalkan rumah.

Menurut keterangan keluarga, sebelum dinyatakan hilang, Alfatih terakhir terlihat keluar dari rumah pada Minggu siang sekitar pukul 14.00 WIT. Saat itu ia mengenakan baju berwarna oranye dan celana panjang warna putih. Namun setelah keluar rumah, bocah tersebut tidak kembali hingga malam hari sehingga keluarga mulai merasa khawatir.

Setelah melakukan pencarian di sekitar lingkungan rumah dan menanyakan kepada warga sekitar, keluarga tidak juga menemukan keberadaan Alfatih. Karena tidak ada tanda-tanda keberadaannya, pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Berdasarkan keterangan dalam laporan tersebut, bocah yang masih berusia sekitar 4 tahun itu memiliki ciri-ciri fisik sebagai berikut, Tinggi badan sekitar 103 cm Berat badan sekitar 13 kilogram
Warna kulit sawo matang Bentuk wajah bulat Rambut lurus

Anak tersebut diketahui tinggal bersama keluarganya di Kelurahan Mangga Dua, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate.
Kehilangan seorang anak kecil tentu menjadi pukulan berat bagi keluarga. Pihak keluarga hingga saat ini masih terus berupaya melakukan pencarian dengan harapan sang anak dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Ayah korban, Irsan Ali Dukomalamo, berharap masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan anaknya dapat segera memberikan informasi kepada keluarga ataupun pihak kepolisian.

“Jika ada yang menemukan atau mengetahui keberadaan anak kami, mohon kiranya dapat segera menghubungi pihak keluarga atau melapor ke kantor polisi terdekat,” ujar keluarga dengan penuh harap.

Sementara itu, pihak Polres Ternate juga mengimbau kepada masyarakat untuk turut membantu memberikan informasi apabila melihat anak dengan ciri-ciri tersebut. Kerja sama masyarakat sangat diharapkan agar proses pencarian dapat segera membuahkan hasil.

Kasus hilangnya bocah tersebut kini masih dalam penanganan pihak kepolisian. Pihak keluarga dan aparat berharap informasi dari masyarakat dapat membantu mempercepat proses pencarian sehingga anak tersebut dapat segera ditemukan dan kembali ke pelukan keluarganya.

Bagi masyarakat yang mengetahui atau melihat anak dengan ciri-ciri tersebut, diharapkan segera melapor ke Polres Ternate atau menghubungi pihak keluarga melalui nomor yang tersedia dalam laporan kehilangan.

Harapan besar kini tertuju pada kepedulian masyarakat agar bocah kecil tersebut dapat segera ditemukan dengan selamat.(Red)

TERNATE, Malutline— Senin, 16 Maret 2026. Warga dan nelayan di perairan antara Kota Tidore Kepulauan dan Kota Ternate digegerkan dengan penemuan jasad seorang bayi yang ditemukan dalam kondisi hanyut dan terapung di laut pada hari ini, Senin (16/3/2026).

Peristiwa yang menyayat hati ini pertama kali diketahui oleh sejumlah nelayan yang sedang melaut di kawasan perairan antara kedua pulau tersebut pada pagi hari. Saat itu para nelayan melihat sesuatu yang mengapung di permukaan laut dan terbawa arus.

Awalnya para nelayan mengira benda tersebut hanyalah sampah atau potongan kayu yang sering hanyut di laut. Namun ketika mereka mendekati benda tersebut menggunakan perahu, mereka terkejut karena yang terlihat ternyata adalah tubuh seorang bayi yang sedang terapung di permukaan air.

Para nelayan yang menemukan jasad bayi itu langsung menghentikan aktivitas mereka. Dengan rasa kaget dan sedih, mereka memastikan kondisi bayi tersebut. Namun setelah diperiksa, bayi malang itu sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Penemuan tersebut segera dilaporkan kepada warga serta aparat setempat. Tidak lama kemudian, informasi mengenai kejadian tersebut menyebar dengan cepat di kalangan masyarakat pesisir di wilayah Tidore dan Ternate.

Banyak warga yang merasa sangat prihatin dan terpukul dengan peristiwa tersebut. Mereka tidak menyangka bahwa seorang bayi yang seharusnya mendapatkan kasih sayang dan perlindungan justru ditemukan dalam kondisi hanyut dan terapung di tengah laut.

“Ini sangat menyedihkan. Bayi sekecil itu ditemukan hanyut di laut. Kami berharap pihak berwenang bisa segera menyelidiki kejadian ini dan menemukan siapa yang bertanggung jawab,” ujar salah satu warga yang mengetahui peristiwa tersebut.

Setelah menerima laporan dari nelayan, aparat keamanan bersama pihak terkait langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap jasad bayi tersebut.

Jasad bayi kemudian dibawa oleh petugas guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kematian serta kemungkinan identitas bayi tersebut.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan guna mengungkap kronologi lengkap kejadian tersebut, termasuk mencari tahu bagaimana bayi tersebut bisa berada di laut.

Peristiwa tragis ini menjadi perhatian serius masyarakat di Maluku Utara. Banyak pihak berharap agar kejadian seperti ini tidak kembali terulang di masa mendatang.

Sementara itu, masyarakat di wilayah pesisir antara Tidore dan Ternate masih membicarakan peristiwa tersebut dengan rasa sedih dan keprihatinan mendalam. Mereka berharap bayi malang tersebut dapat dimakamkan secara layak serta didoakan agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan. (Red)

LABUHA, Malutline– Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Halmahera Selatan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Berbagai pembenahan yang dilakukan secara konsisten membuahkan hasil yang membanggakan, hingga menjadikan PDAM Halsel sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan kinerja sehat di Indonesia.

Atas capaian tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan melalui Bupati Basam Kasuba kembali memberikan kepercayaan kepada Soleman Bobote untuk menjalankan amanah sebagai Direktur PDAM Halmahera Selatan.

Kepercayaan ini bukan tanpa alasan. Di bawah kepemimpinan Soleman Bobote, PDAM Halsel mampu menunjukkan kinerja yang terus meningkat, baik dari sisi pelayanan kepada masyarakat maupun tata kelola perusahaan.

Berdasarkan data penilaian kinerja BUMD air minum secara nasional, PDAM Halmahera Selatan berhasil masuk dalam 257 PDAM berkinerja sehat dari total 393 BUMD air minum di seluruh Indonesia. Capaian ini menjadi bukti bahwa PDAM Halsel mampu bersaing dan menunjukkan kualitas pengelolaan yang baik di tingkat nasional.

Tidak hanya itu, di wilayah Provinsi Maluku Utara, PDAM Halmahera Selatan juga tercatat sebagai salah satu PDAM dengan kinerja terbaik secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir, yakni sejak tahun 2021 hingga 2024.

Capaian ini tentu bukan hal yang mudah, Berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan infrastruktur, kondisi geografis wilayah, hingga kebutuhan pelayanan air bersih yang terus meningkat, menjadi ujian tersendiri bagi manajemen PDAM Halsel. Namun dengan komitmen dan kerja keras seluruh jajaran, PDAM Halsel mampu melakukan pembenahan secara bertahap.

Puncak dari pengakuan atas kinerja tersebut terjadi pada tahun 2023, ketika PDAM Halmahera Selatan menerima apresiasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Maluku Utara sebagai PDAM dengan kinerja sehat.

Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa tata kelola perusahaan, pengelolaan keuangan, serta pelayanan yang diberikan PDAM Halsel dinilai berjalan dengan baik dan sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan BUMD yang sehat dan transparan.

Direktur PDAM Halmahera Selatan, Soleman Bobote, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pegawai dan dukungan dari pemerintah daerah.

Menurutnya, PDAM tidak hanya berfungsi sebagai perusahaan daerah semata, tetapi memiliki peran penting dalam menyediakan pelayanan dasar bagi masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih.

“Capaian ini adalah hasil kerja bersama seluruh jajaran PDAM serta dukungan penuh dari Pemerintah Daerah Halmahera Selatan. Kami terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa berbagai penghargaan dan pengakuan yang diraih bukanlah tujuan akhir, melainkan menjadi motivasi untuk terus berbenah dan meningkatkan kinerja perusahaan ke depan.

Sementara itu, Pemerintah Daerah Halmahera Selatan berharap PDAM dapat terus menjaga kinerja positif tersebut serta meningkatkan cakupan pelayanan air bersih kepada masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang masih membutuhkan akses air bersih yang layak.

Dengan berbagai capaian yang telah diraih, PDAM Halmahera Selatan diharapkan mampu terus berkembang menjadi BUMD yang profesional, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kepercayaan yang kembali diberikan kepada Soleman Bobote sebagai Direktur PDAM Halsel juga menjadi simbol harapan agar perusahaan daerah tersebut terus melanjutkan langkah pembenahan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjaga kinerja sehat yang telah diraih selama ini.

Dengan semangat kerja dan komitmen yang kuat, PDAM Halmahera Selatan diyakini mampu menjadi salah satu contoh BUMD yang berhasil dalam memberikan pelayanan air bersih sekaligus menjaga tata kelola perusahaan yang sehat di Indonesia. (Red)

LABUHA, Malutline — Kabar duka menyelimuti keluarga besar Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Halmahera Selatan. Sosok yang selama ini dikenal sebagai pribadi yang baik, bijaksana, dan penuh dedikasi, Bapak Fajar HaryowimBuko, SH., MH, dikabarkan telah berpulang ke rahmatullah.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi banyak pihak yang pernah merasakan perhatian, bimbingan, serta arahan beliau, termasuk keluarga besar PDAM Halsel.

Pimpinan dan seluruh jajaran PDAM Halsel menyampaikan rasa kehilangan yang begitu mendalam atas wafatnya almarhum. Bagi mereka, Fajar Haryanto Buko bukan sekadar seorang pendamping atau penasehat, tetapi juga sosok yang selalu hadir memberikan semangat, motivasi, dan jalan keluar di saat PDAM menghadapi masa-masa sulit.

Dalam kenangan para pegawai dan pimpinan PDAM, almarhum pernah mendampingi lembaga tersebut ketika berada dalam kondisi yang sangat kritis. Saat itu, berbagai persoalan dan tantangan menghampiri, membuat perjalanan PDAM terasa berat. Namun, dengan ketenangan, kebijaksanaan, serta pengalaman yang dimiliki, almarhum hadir memberikan arahan yang membangun.

“Almarhum adalah orang baik. Beliau pernah mendampingi kami ketika kondisi PDAM dalam keadaan sangat sulit. Arahan dan nasihat beliau sangat berarti bagi kami. Berkat bimbingannya, kami perlahan bisa berbenah dan tetap melangkah hingga sejauh ini,” ungkap salah satu perwakilan PDAM Halsel dengan penuh haru.

Banyak pihak masih mengingat dengan jelas pesan-pesan yang sering disampaikan almarhum. Salah satunya adalah tentang pentingnya menjaga integritas dalam kepemimpinan serta komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Menurut direktur PDAM Halsel soleman Bobote, almarhum Aspidsus kajati Maluku Utara yang juga mantan kaharu Halsel itu selalu memberi pesan-pesab semasa hidupnya PDAM bukan sekadar lembaga atau perusahaan daerah, tetapi merupakan pelayanan dasar bagi masyarakat yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab dan kejujuran.

“Beliau selalu mengatakan bahwa PDAM harus terus maju, karena PDAM adalah pelayanan dasar masyarakat. Seorang pemimpin harus memiliki integritas di atas segalanya. Jika ada kemauan dan usaha yang sungguh-sungguh, maka PDAM pasti bisa berkembang dan melayani masyarakat dengan lebih baik,” kenang mereka.

Nasihat tersebut hingga kini masih menjadi pegangan dan pengingat bagi jajaran PDAM Halsel dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka kepada masyarakat.

Kepergian almarhum meninggalkan jejak yang begitu dalam. Sosoknya dikenang sebagai pribadi yang sederhana, ramah, dan selalu siap membantu siapa saja yang membutuhkan. Bagi banyak orang, beliau bukan hanya seorang profesional di bidangnya, tetapi juga sahabat, guru, dan teladan dalam kehidupan.

Kini, sosok yang pernah memberikan banyak inspirasi itu telah berpulang. Namun, nilai-nilai, pesan, serta semangat yang beliau tinggalkan akan terus hidup dalam hati orang-orang yang pernah mengenalnya.

Atas nama pimpinan, seluruh jajaran, serta pribadi keluarga besar PDAM Halsel, disampaikan doa dan penghormatan terakhir bagi almarhum.

“Selamat jalan Bapak Fajar HariwiBuko. Terima kasih atas segala jasa, bimbingan, dan ketulusan yang telah diberikan kepada kami. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya.”

Duka mendalam masih terasa, namun keluarga besar PDAM Halsel percaya bahwa setiap pertemuan pasti akan berakhir dengan perpisahan. Mereka hanya bisa mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terindah di sisi Allah SWT.

Innalillahi wainnailaihi raji’un.
Semoga almarhum husnul khatimah dan diberikan tempat terbaik di Jannah-Nya. Aamiin Allahumma Aamiin tutup direktur PDAM Halsel soleman Bobote (Red)

TERNATE, Malutline – Kabar duka datang dari lingkungan Kejaksaan Tinggi Maluku Utara. Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Fajar Haryowimbuko dikabarkan meninggal dunia pada Minggu malam, 15 Maret 2026.

Almarhum menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Daerah Hasan Boesorie setelah sebelumnya menjalani perawatan medis.

Kabar meninggalnya pejabat di lingkungan Kejaksaan Tinggi Maluku Utara tersebut dibenarkan oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum), Matheos Matulessy.

Matheos menyampaikan bahwa pihaknya menerima informasi duka tersebut pada Minggu malam. Namun hingga saat ini, pihak kejaksaan masih menunggu keterangan resmi dari pihak rumah sakit terkait penyebab pasti meninggalnya almarhum.

“Benar, kami menerima kabar bahwa Aspidsus Kejati Maluku Utara meninggal dunia malam ini. Untuk penyebab meninggalnya almarhum, kami masih menunggu informasi resmi dari pihak rumah sakit,” ujar Matheos saat dikonfirmasi.

Ia juga menjelaskan bahwa terkait rencana pemakaman almarhum masih dalam proses komunikasi dengan pihak keluarga, khususnya dengan istri almarhum.
“Untuk rencana pemakaman masih dikomunikasikan dengan pihak keluarga,” tambahnya.

Diketahui, sebelum menjabat sebagai Aspidsus Kejati Maluku Utara, almarhum juga pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan. Selama bertugas, almarhum dikenal sebagai sosok jaksa yang tegas dan berdedikasi dalam menangani berbagai perkara, khususnya tindak pidana khusus.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Adhyaksa di Maluku Utara serta para rekan kerja yang selama ini mengenal dedikasi dan pengabdiannya dalam menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum.

Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai pihak yang mengenal almarhum sebagai sosok yang profesional dan berkomitmen dalam menjalankan tugas negara. (Red)