TERNATE, Malutline Maluku Utara – Polemik pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Ternate memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan. Sejumlah ASN menilai pernyataan yang disampaikan pimpinan daerah tidak sejalan dengan realitas yang terjadi di lapangan.

Sorotan tajam mengarah kepada Wali Kota Ternate, Tauhid Soleman, serta Sekretaris Daerah Kota Ternate, yang dinilai tidak konsisten dalam menyampaikan informasi kepada publik terkait pencairan THR menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Sejumlah ASN mengaku kecewa karena sebelumnya pemerintah daerah menyampaikan bahwa pembayaran THR akan dilakukan menjelang lebaran. Namun pada kenyataannya, hingga hari raya tiba, tidak semua pegawai menerima hak tersebut.

Menurut informasi yang beredar di kalangan pegawai, THR baru dicairkan untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), sementara sebagian ASN lainnya diminta bersabar karena pembayaran disebut baru akan dilakukan setelah Lebaran.

Kondisi ini memicu kekecewaan di kalangan pegawai. Pasalnya, THR dinilai sangat penting bagi ASN untuk memenuhi berbagai kebutuhan keluarga menjelang hari raya, mulai dari kebutuhan pokok hingga persiapan makanan lebaran.

“THR itu bukan sekadar tambahan uang, tetapi bagian dari kebutuhan keluarga saat lebaran. Biasanya digunakan untuk belanja bahan makanan, kebutuhan anak-anak, hingga persiapan hari raya,” ungkap salah satu ASN yang enggan disebutkan namanya.

ASN tersebut juga menilai bahwa pernyataan yang disampaikan pemerintah daerah di ruang publik kerap berbeda dengan kondisi yang terjadi. Menurutnya, hal tersebut membuat kepercayaan pegawai terhadap pemerintah menjadi menurun.

“Kami hanya berharap apa yang disampaikan kepada publik benar-benar sesuai dengan kenyataan. Jangan sampai pernyataan diulang-ulang, tetapi pada akhirnya tidak sinkron dengan fakta,” ujarnya.

Kritik juga muncul karena di saat sebagian ASN belum menerima THR, sejumlah kegiatan seremonial seperti open house pejabat daerah tetap digelar dengan berbagai hidangan mewah. Hal ini dinilai menimbulkan kesan kontras di tengah kondisi pegawai yang masih menunggu hak mereka.

Bagi sebagian ASN, situasi ini dianggap mencerminkan wajah birokrasi yang kurang peka terhadap kebutuhan pegawai di bawahnya, terutama di momen penting seperti Hari Raya Idul Fitri.

“Ini sangat miris. ASN diminta bersabar menunggu sampai setelah lebaran, sementara di sisi lain ada acara-acara resmi dengan jamuan besar. Seharusnya pemerintah lebih peka terhadap kondisi pegawai,” kata seorang pegawai lainnya.

Selain itu, beberapa pihak juga menilai janji yang disampaikan pemerintah menjelang Hari Raya Idul Fitri pada bulan Ramadan seharusnya menjadi komitmen yang dijaga dengan baik. Apalagi pernyataan tersebut disampaikan dalam suasana bulan suci yang identik dengan kejujuran dan integritas.

Sejumlah pengamat lokal bahkan mengingatkan bahwa kepercayaan publik merupakan modal penting bagi pemerintah daerah. Jika komunikasi publik tidak konsisten, maka hal tersebut berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

Mereka juga menilai persoalan ini perlu dijelaskan secara terbuka oleh pemerintah daerah agar tidak menimbulkan spekulasi yang lebih luas, terlebih menjelang dinamika politik di masa mendatang.

Hingga saat ini, banyak ASN berharap pemerintah daerah segera memberikan kepastian mengenai pencairan THR yang belum dibayarkan. Bagi mereka, THR bukan sekadar hak administratif, tetapi bagian penting dari tradisi dan kebutuhan keluarga dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. (Red)

LABUHA, Malutline – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menghadiri dan mengikuti pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah / 2026 Masehi yang akan dipusatkan di Masjid Agung Al-Khairaat, Labuha.

Kegiatan ibadah yang penuh makna ini dijadwalkan berlangsung pada 1 Syawal 1447 Hijriah mulai pukul 07.00 WIT, dan diharapkan menjadi momentum kebersamaan umat Islam setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan.

Dalam undangan resmi yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, masyarakat diajak untuk memakmurkan masjid serta mempererat tali silaturahmi dalam suasana hari kemenangan.

Pelaksanaan Shalat Idul Fitri tahun ini akan dipimpin oleh Imam Muhammad Rizal Soulisa, M.Pd, yang dikenal sebagai pengasuh Yayasan Al-Khairaat di Labuha. Sementara itu, khutbah Idul Fitri akan disampaikan oleh Dr. Muhammad Kasuba, MA, yang merupakan mantan Bupati Halmahera Selatan.

Kehadiran tokoh-tokoh penting dalam pelaksanaan ibadah ini diharapkan mampu memberikan pesan moral dan spiritual kepada masyarakat agar terus menjaga nilai persaudaraan, persatuan, serta memperkuat keimanan setelah menjalani ibadah Ramadan.

Selain itu, Wakil Bupati Halmahera Selatan Helmi Umar Muchsin serta Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan bersama-sama merayakan hari kemenangan dengan penuh rasa syukur.

Menurut pemerintah daerah, Shalat Idul Fitri tidak hanya menjadi kewajiban ibadah semata, tetapi juga menjadi momen penting untuk mempererat hubungan antar masyarakat, pemerintah, serta seluruh elemen daerah.

Momentum Idul Fitri juga menjadi waktu yang tepat untuk saling memaafkan, memperkuat persaudaraan, dan membangun semangat kebersamaan demi kemajuan Kabupaten Halmahera Selatan di masa yang akan datang.

Pemerintah daerah berharap masyarakat dapat datang lebih awal agar pelaksanaan ibadah berlangsung dengan tertib dan khusyuk. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan masjid serta mematuhi arahan panitia yang bertugas.

Dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum mempererat ukhuwah islamiyah serta memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Mari hadir dan ikuti Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah bersama di Masjid Agung Al-Khairaat Labuha, sebagai wujud rasa syukur kita setelah menjalani ibadah Ramadan,” demikian ajakan yang disampaikan pemerintah daerah dalam pengumuman resmi kegiatan tersebut.

Perayaan Idul Fitri tahun ini diharapkan dapat berlangsung dengan penuh khidmat, membawa kedamaian, serta memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan masyarakat Halmahera Selatan. (Red)

LABUHA, Malutline – Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026 menjadi saat yang penuh makna bagi umat Muslim di seluruh dunia, termasuk masyarakat di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.

Di tengah suasana kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan, berbagai ucapan selamat dan doa kebaikan pun mengalir dari berbagai kalangan masyarakat.

Salah satu ucapan tersebut datang dari Keluarga Besar Muhammad Zulfikar Ilun Fajar J., S.T., M.A., yang bersama sang istri Nurul Triwulan Dewi, S.E., Ak., C.A., menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh umat Muslim, khususnya masyarakat Halmahera Selatan.

“Atas nama pribadi dan keluarga besar, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Semoga di hari yang suci ini kita semua kembali kepada fitrah, dipenuhi keberkahan, kedamaian, serta selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan oleh Allah SWT,” ungkap Muhammad Zulfikar Ilun Fajar J.

Muhammad Zulfikar Ilun Fajar J. juga dikenal sebagai putra dari Hi Amin Ahmad, yang sebelumnya pernah maju sebagai calon Bupati Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara pada periode sebelumnya. Keluarga tersebut dikenal luas di tengah masyarakat Halmahera Selatan dan memiliki kedekatan dengan berbagai kalangan masyarakat.

Dalam suasana penuh kebahagiaan Idul Fitri ini, keluarga besar Muhammad Zulfikar Ilun Fajar J. berharap agar semangat kebersamaan dan persaudaraan terus terjaga di tengah masyarakat. Mereka menilai bahwa Idul Fitri bukan hanya sekadar perayaan setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperbaiki hubungan dengan sesama serta mempererat tali silaturahmi.

Menurutnya, nilai-nilai yang diajarkan selama bulan Ramadan seperti kesabaran, kepedulian terhadap sesama, serta semangat berbagi hendaknya terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan setelah bulan Ramadan berakhir.

“Ibadah puasa yang telah kita jalani selama bulan Ramadan diharapkan mampu membentuk pribadi yang lebih sabar, lebih peduli terhadap sesama, serta mampu memperkuat rasa persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Idul Fitri sebagai waktu untuk saling memaafkan dan mempererat kembali hubungan persaudaraan yang mungkin sempat renggang akibat berbagai kesibukan dan dinamika kehidupan sehari-hari.

Selain itu, keluarga besar Muhammad Zulfikar Ilun Fajar J. juga menyampaikan harapan agar masyarakat Halmahera Selatan senantiasa hidup dalam suasana yang damai, rukun, serta saling mendukung dalam membangun daerah menuju masa depan yang lebih baik.

“Kami berharap semoga Idul Fitri tahun ini membawa keberkahan bagi kita semua. Mari kita jaga persatuan, mempererat silaturahmi, dan terus menebarkan kebaikan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Di akhir ucapannya, keluarga besar Muhammad Zulfikar Ilun Fajar J. kembali menyampaikan doa agar seluruh amal ibadah umat Muslim selama bulan Ramadan diterima oleh Allah SWT serta diberikan keberkahan dalam menjalani kehidupan ke depan.

Momentum Idul Fitri diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh umat Muslim untuk terus menjaga nilai-nilai keimanan, memperkuat rasa persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah
Taqabbalallahu minna wa minkum
Mohon Maaf Lahir dan Batin (red)

LABUHA, Malutline – Persiapan pelaksanaan Jambore Cabang (Jamcab) Saruma di Kabupaten Halmahera Selatan mulai menunjukkan geliat, Kegiatan yang direncanakan berlangsung dalam waktu dekat ini diproyeksikan akan diikuti oleh ratusan anggota Pramuka dari berbagai gugus depan yang tersebar di wilayah Halmahera Selatan.

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Halmahera Selatan, Ny. Rifa’at Al Sa’adah, S.Sos., M.I.Kom, menyampaikan bahwa kegiatan jambore merupakan bagian penting dari pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka.

Selain sebagai ajang pertemuan antaranggota Pramuka, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membentuk karakter generasi muda yang disiplin, kreatif, dan memiliki jiwa kepemimpinan.

Ny. Rifa’at Al Sa’adah diketahui menjabat sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Halmahera Selatan masa bakti 2025–2029. Ia resmi dilantik untuk memimpin gerakan Pramuka di Kabupaten Halmahera Selatan dengan tujuan membangun organisasi yang lebih kuat, tangguh, serta mampu melahirkan generasi muda yang mandiri dan berkarakter.

Menurutnya, Jambore Cabang Saruma bukan sekadar kegiatan perkemahan biasa, tetapi merupakan wadah pendidikan nonformal bagi generasi muda. Dalam kegiatan tersebut, para peserta akan dibekali berbagai materi pembinaan seperti kedisiplinan, kerja sama tim, keterampilan Pramuka, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang berkemah, tetapi bagaimana melatih diri untuk menjadi pribadi yang disiplin, kreatif, dan memiliki semangat kebersamaan,” ujar Rifa’at.

Ia juga mengajak seluruh anggota Pramuka di Halmahera Selatan untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam kegiatan Pramuka, maka semakin besar pula peluang untuk membentuk karakter pemuda yang tangguh dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Selain itu, kegiatan Jambore Cabang Saruma juga akan menjadi ajang seleksi bagi peserta terbaik yang nantinya berkesempatan mewakili Kabupaten Halmahera Selatan dalam Jambore Nasional yang akan digelar di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan dapat menunjukkan kemampuan serta potensi terbaik mereka, sekaligus membawa nama baik daerah di tingkat nasional.

Para pembina Pramuka di Halmahera Selatan juga menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Mereka menilai jambore menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan antaranggota Pramuka sekaligus meningkatkan keterampilan dan pengalaman para peserta.

Dengan dukungan berbagai pihak, pelaksanaan Jambore Cabang Saruma diharapkan dapat berjalan sukses dan menjadi langkah awal bagi generasi muda Halmahera Selatan untuk terus berprestasi dalam kegiatan kepramukaan, baik di tingkat daerah maupun nasional. (Red

LABUHA, Malutline – Sengketa lahan yang terjadi di ruas Jalan Baru Tomori–Mandaong, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, akhirnya mulai menemukan titik terang. Persoalan yang telah berlangsung cukup lama itu mencuat kembali setelah pemilik lahan, Charles Ong, melakukan pemalangan jalan sebagai bentuk protes karena hingga kini belum menerima ganti rugi sejak pembangunan jalan tersebut dilakukan pada tahun 2015.

Aksi pemalangan jalan yang dilakukan Charles Ong tersebut akhirnya mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan untuk segera mengambil langkah penyelesaian. Pemilik lahan kemudian melakukan pertemuan langsung dengan Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muksin, yang turut didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) serta Kepala Bagian Aset.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Kantor Bupati Halmahera Selatan, Selasa (3/3/2026), Pemerintah Daerah melalui Bupati dan Wakil Bupati, Hasan Ali Bassam Kasuba dan Helmi Umar Muksin, memastikan bahwa pembayaran ganti rugi atas lahan milik Charles Ong akan segera direalisasikan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muksin, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah melakukan pembahasan serius terkait persoalan tersebut. Menurutnya, seluruh dokumen yang berkaitan dengan proses pembayaran ganti rugi telah diverifikasi dan mendapat persetujuan dari Bupati Halmahera Selatan.

“Pemerintah daerah sudah melakukan pertemuan dengan Charles Ong. Proses pembayaran ganti rugi akan segera dilaksanakan sesuai mekanisme yang berlaku. Saat ini kami tinggal menunggu kedatangan Kepala Bidang Aset selaku pelaksana teknis pembayaran,” jelas Helmi Umar Muksin.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh berkas administrasi yang berkaitan dengan lahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba. Dengan demikian, proses pembayaran tinggal menunggu tahapan teknis untuk segera direalisasikan.

“Semua berkas dokumen sudah di-ACC oleh Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam kasuba. Tinggal dilakukan pembayaran untuk lahan yang luasnya kurang lebih 1 hektare lebih,” tambahnya.

Sementara itu, pemilik lahan Charles Ong menyambut baik komitmen yang disampaikan oleh Pemerintah Daerah Halmahera Selatan. Ia berharap janji tersebut benar-benar direalisasikan dalam waktu dekat, mengingat perjuangan untuk mendapatkan haknya telah berlangsung selama lebih dari dua dekade.

“Saya menghargai komitmen Pemda Halsel untuk menyelesaikan pembayaran ini. Harapan saya, hal ini segera ditindaklanjuti karena sudah terlalu lama saya perjuangkan,” ungkap Charles Ong.

Menurutnya, persoalan ini sebenarnya bisa diselesaikan sejak lama apabila ada keseriusan dari pemerintah daerah untuk menuntaskan kewajiban pembayaran ganti rugi. Namun hingga saat ini, ia baru kembali mendapatkan kepastian setelah melakukan langkah tegas dengan melakukan pemalangan jalan.

Di sisi lain, masyarakat sekitar juga menyambut positif langkah yang diambil oleh Pemerintah Daerah Halmahera Selatan untuk menyelesaikan sengketa lahan tersebut. Warga menilai kepastian pembayaran ganti rugi tidak hanya penting untuk menegakkan keadilan bagi pemilik lahan, tetapi juga untuk memastikan akses jalan kembali normal.

Ruas Jalan Baru Tomori–Mandaong sendiri merupakan jalur penting yang digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari. Pemalangan jalan yang sempat terjadi sebelumnya membuat aktivitas warga menjadi terganggu.

Dengan adanya komitmen dari pemerintah daerah untuk segera membayar ganti rugi lahan tersebut, masyarakat berharap permasalahan ini dapat segera diselesaikan secara tuntas sehingga akses jalan kembali lancar dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat tanpa hambatan.

Kasus ini juga menjadi perhatian publik karena menyangkut hak masyarakat yang lahannya digunakan untuk pembangunan infrastruktur pemerintah. Oleh karena itu, penyelesaian sengketa secara adil dan transparan dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. (Red)