HALUT, Malutline – Perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Maluku Utara Tahun 2026 yang digelar di Kabupaten Halmahera Utara semakin menunjukkan atmosfer persaingan yang ketat antar kabupaten dan kota se-Maluku Utara. Hingga pembaruan klasemen sementara pada Minggu, 14 Juni 2026 pukul 14.00 WIT, perebutan medali di sejumlah cabang olahraga berlangsung sengit dengan masing-masing kontingen terus berupaya mengamankan posisi terbaik.

Berdasarkan data klasemen sementara yang dirilis panitia pelaksana Porprov V Maluku Utara, Kota Ternate masih tampil dominan dan kokoh di puncak klasemen dengan torehan 145 medali, terdiri dari 57 medali emas, 45 medali perak, dan 43 medali perunggu. Raihan tersebut menempatkan Kota Ternate sebagai kontingen paling produktif sejauh ini, sekaligus memperlihatkan kekuatan mereka di berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan.

Di posisi kedua, tuan rumah Kabupaten Halmahera Utara terus memberikan tekanan kepada pemuncak klasemen dengan koleksi 109 medali, terdiri dari 44 emas, 34 perak, dan 31 perunggu. Dukungan penuh masyarakat sebagai tuan rumah tampak menjadi energi tambahan bagi atlet-atlet Halmahera Utara yang terus tampil kompetitif dalam setiap pertandingan.

Sementara itu, Kabupaten Halmahera Barat berhasil menempati posisi ketiga dengan total 68 medali, yakni 14 emas, 17 perak, dan 37 perunggu. Raihan tersebut menandakan konsistensi para atlet Halbar dalam menjaga performa selama kompetisi berlangsung.

Posisi keempat ditempati oleh Kota Tidore Kepulauan yang hingga sementara berhasil mengumpulkan 54 medali, terdiri dari 13 emas, 17 perak, dan 24 perunggu. Kontingen Tidore terus menunjukkan semangat juang tinggi dalam upaya mengejar posisi tiga besar klasemen.

Sorotan publik Maluku Utara juga tertuju pada kontingen Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) yang saat ini berada di peringkat kelima dengan total perolehan 46 medali, yakni 8 medali emas, 7 medali perak, dan 31 medali perunggu.

Meskipun belum berhasil menembus empat besar, perjuangan atlet-atlet Halmahera Selatan patut diapresiasi. Para atlet terus berusaha memberikan hasil terbaik dengan membawa nama daerah di ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut. Perolehan medali sementara ini masih membuka peluang bagi Halsel untuk memperbaiki posisi apabila mampu tampil maksimal pada sejumlah cabang olahraga yang masih berlangsung.

Di bawah Halsel, Pulau Morotai berada di posisi keenam dengan 34 medali, disusul Kabupaten Kepulauan Sula di peringkat ketujuh dengan 33 medali. Persaingan papan tengah ini dipastikan akan semakin menarik karena selisih perolehan medali di antara beberapa daerah masih cukup tipis.

Selanjutnya Kabupaten Halmahera Timur berada di posisi kedelapan dengan total 42 medali, terdiri dari 4 emas, 7 perak, dan 31 perunggu. Sedangkan Kabupaten Halmahera Tengah berada di urutan kesembilan dengan 26 medali, dan Pulau Taliabu sementara menempati posisi terakhir dengan total 4 medali.

Ajang Porprov V Maluku Utara tahun ini bukan sekadar kompetisi olahraga biasa, tetapi menjadi momentum penting dalam melahirkan atlet-atlet potensial yang nantinya dipersiapkan untuk mewakili Maluku Utara pada event olahraga tingkat nasional. Selain menjadi arena adu prestasi, Porprov juga menjadi wadah mempererat persaudaraan antar daerah di Provinsi Maluku Utara.

Bagi masyarakat Halmahera Selatan, harapan besar kini tertumpu pada para atlet yang masih bertanding agar mampu menambah perolehan medali, khususnya medali emas, sehingga posisi Kabupaten Halsel dapat terdongkrak naik pada klasemen akhir nanti.

Semangat juang para atlet menjadi cerminan bahwa olahraga bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga tentang dedikasi, disiplin, kerja keras, dan kebanggaan membawa nama daerah di panggung kompetisi.

Dengan pertandingan yang masih terus berlangsung, peta persaingan dipastikan belum berakhir. Seluruh kontingen kini terus berupaya memaksimalkan peluang yang tersisa demi meraih prestasi terbaik untuk daerah masing-masing.

Masyarakat Maluku Utara pun terus menantikan hasil akhir dari ajang olahraga empat tahunan tersebut, sembari memberikan dukungan penuh kepada seluruh atlet yang tengah berjuang mengharumkan nama daerah.

Porprov V Maluku Utara 2026 membuktikan bahwa semangat kompetisi, persatuan, dan kebanggaan daerah tetap menjadi energi utama dalam membangun prestasi olahraga Maluku Utara menuju level yang lebih tinggi. (Red)

HALSEL, Malutline – Pelaksanaan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Halmahera Selatan yang digelar meriah oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muksin mulai mendapat sorotan tajam dari masyarakat. Kritik tersebut muncul setelah sejumlah warga menilai bahwa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan belum sepenuhnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kecil, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Sorotan publik itu menguat setelah seorang warga Halsel, Imlan Ali Amir, mengunggah sebuah pernyataan melalui status media sosial yang secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap konsep pelaksanaan kegiatan tahunan pemerintah daerah tersebut. Dalam unggahan itu, ia mempertanyakan keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjuangan pembangunan daerah, termasuk dalam proses pemekaran Kabupaten Halmahera Selatan sejak awal berdiri.

Menurut Imlan, setiap momentum perayaan ulang tahun daerah selalu dikemas dalam agenda besar yang melibatkan berbagai kegiatan seremonial, hiburan, hingga menghadirkan artis dari luar daerah. Namun ironisnya, manfaat ekonomi yang seharusnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama pelaku usaha kecil lokal, dinilai tidak berjalan sebagaimana harapan.

Dalam tulisannya, ia menyinggung bahwa masyarakat hanya dijadikan penonton dalam kemeriahan acara, sementara aktivitas ekonomi yang berlangsung di lokasi kegiatan justru didominasi pihak-pihak tertentu. Ia menilai kondisi itu membuat para pelaku UMKM lokal kesulitan mendapatkan keuntungan dari momentum besar yang seharusnya menjadi peluang untuk meningkatkan pendapatan mereka.

“Setiap ulang tahun daerah dibuat acara besar, masyarakat datang hanya untuk menonton artis. Tetapi ketika melihat stand-stand yang ada, sebagian besar bukan milik masyarakat kecil. Kalau kondisi seperti ini terus terjadi, bagaimana UMKM di Halsel bisa berkembang dan maju,” demikian isi kritik yang disampaikan dalam unggahan tersebut.

Lebih jauh, warga juga menilai bahwa konsep kegiatan HUT daerah semestinya tidak hanya berorientasi pada hiburan dan seremoni belaka. Sebagai agenda tahunan yang menggunakan anggaran daerah, pelaksanaan HUT seharusnya dirancang untuk memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, khususnya bagi masyarakat bawah yang selama ini menggantungkan hidup dari usaha kecil dan perdagangan.

Beberapa masyarakat berharap pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola penyelenggaraan kegiatan-kegiatan besar daerah. Mereka menilai, perayaan hari jadi kabupaten seharusnya menjadi momentum pemberdayaan ekonomi rakyat, di mana pelaku UMKM lokal diberikan ruang yang lebih besar untuk memasarkan produk mereka tanpa harus kalah bersaing dengan pihak lain yang memiliki akses lebih luas.

Kritik yang berkembang di tengah masyarakat ini juga menjadi gambaran bahwa publik kini semakin aktif mengawasi jalannya kebijakan pemerintah daerah. Warga berharap kepemimpinan Bassam Kasuba dan Helmi Umar Muksin mampu menjadikan aspirasi masyarakat sebagai bahan evaluasi demi menciptakan pembangunan yang lebih merata dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

Sebagai daerah yang terus berupaya berkembang, Halmahera Selatan dinilai membutuhkan kebijakan yang tidak hanya menonjolkan kemegahan acara seremonial, tetapi juga mampu menyentuh kebutuhan ekonomi masyarakat secara langsung. Kehadiran pemerintah dalam setiap agenda besar daerah diharapkan dapat menjadi sarana pemberdayaan, bukan sekadar tontonan sesaat.

Momentum HUT ke-23 Halsel yang seharusnya menjadi kebanggaan bersama kini menjadi bahan refleksi publik. Banyak pihak berharap pemerintah daerah dapat mendengar suara masyarakat dan memastikan bahwa setiap kegiatan yang dilaksanakan benar-benar membawa manfaat nyata, terutama bagi rakyat kecil yang menjadi fondasi utama pembangunan daerah.

Di tengah berbagai kritik yang bermunculan, masyarakat tetap berharap Kabupaten Halmahera Selatan atau yang dikenal dengan sebutan Negeri Saruma terus maju. Namun kemajuan itu, menurut mereka, harus dibangun dengan prinsip keadilan, pemerataan, dan keberpihakan terhadap masyarakat lokal agar semangat pembangunan benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan warga.

“Perayaan daerah akan memiliki makna yang sesungguhnya ketika masyarakat bukan hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi bagian yang menikmati hasil dari setiap agenda pembangunan.” (Red)

Halsel, malutline – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polsek Gane Timur Polres Halmahera Selatan melaksanakan kegiatan bakti sosial di wilayah perbatasan Desa Foya dan Desa Kota Low, Kecamatan Gane Timur, Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur pemerintah dan masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. , Jumat (13/6/2026)

Kegiatan dihadiri langsung oleh Kapolsek Gane Timur, Ipda Wery Roy Djela, S.H., dan turut dihadiri Camat Gane Timur Jais Hi Ishak, Pemerintah Desa Foya, Pemerintah Desa Kota Low, personel Polsek Gane Timur, serta masyarakat dari kedua desa yang secara bersama-sama bergotong royong membersihkan kawasan perbatasan.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dan juga kepolisian melakukan pembersihan berbagai jenis sampah, mulai dari sampah plastik, sampah rumah tangga, hingga kayu-kayu yang berserakan di sekitar lokasi. Dengan penuh semangat kebersamaan, mereka bahu-membahu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat.

Selain bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan bakti sosial ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat. Suasana kekeluargaan dan keakraban terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung, mencerminkan sinergi yang baik antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan warga setempat.

Kapolsek Gane Timur IPDA Wery Roy Djela, S.H. menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-80 sekaligus bentuk kepedulian Polri terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Melalui bakti sosial ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan serta memperkuat kebersamaan antara Polri dan masyarakat.” ujar Kapolsek

Harapanya melalui kegiatan bakti sosial ini hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat. Semangat gotong royong yang menjadi budaya masyarakat harus terus dijaga karena dengan kebersamaan, berbagai persoalan di lingkungan dapat diselesaikan dengan baik.(Muksin)

JAKARTA – Partai Partai Demokrat menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian penting dalam mengawal jalannya pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto demi mewujudkan agenda pembangunan nasional dan menjaga stabilitas politik Indonesia ke depan.

Sikap politik tersebut terlihat dari soliditas hubungan antara Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Presiden Prabowo Subianto yang dalam beberapa momentum politik nasional menunjukkan kedekatan dan kesamaan visi dalam membangun bangsa.

Melalui semangat kebersamaan, Partai Demokrat menyatakan siap berada di garda depan untuk mendukung berbagai program strategis pemerintahan Prabowo, mulai dari pembangunan ekonomi, penguatan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan masyarakat, hingga memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika global.

AHY menilai bahwa fase pemerintahan baru menjadi momentum penting bagi seluruh elemen bangsa untuk meninggalkan rivalitas politik masa lalu dan bersatu dalam semangat kolaborasi demi kepentingan rakyat Indonesia.

“Demokrat hadir bukan sekadar menjadi bagian dari pemerintahan, tetapi ingin memastikan agenda pembangunan berjalan efektif, demokrasi tetap sehat, serta aspirasi masyarakat terus menjadi prioritas utama,” demikian pesan politik yang tergambar dari konsolidasi internal Partai Demokrat.

Di bawah kepemimpinan AHY, Demokrat dinilai semakin menunjukkan arah politik yang matang dengan menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok. Bergabungnya Demokrat dalam barisan pendukung pemerintahan Prabowo juga dipandang sebagai langkah strategis dalam menciptakan pemerintahan yang lebih kuat dan stabil.

Sementara itu, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto diharapkan mampu merangkul seluruh kekuatan politik nasional untuk bersama-sama menjawab berbagai tantangan bangsa, mulai dari pemerataan pembangunan, ketahanan pangan, pertahanan negara, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Kolaborasi antara Partai Demokrat dan pemerintahan Prabowo Subianto dinilai menjadi sinyal positif bahwa politik Indonesia sedang bergerak menuju era persatuan, kerja nyata, dan pembangunan berkelanjutan.

Dengan semangat “Demokrat Bersama Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto”, publik kini menanti bagaimana sinergi politik ini diterjemahkan menjadi kebijakan nyata yang membawa manfaat langsung bagi rakyat Indonesia. (Red)

Morotai, Malutline Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pulau Morotai bertindak cepat dalam mengungkap tindak pidana pembunuhan yang terjadi di Desa Wawama, Kecamatan Morotai Selatan, Kamis (11/6/2026). Kurang dari delapan jam sejak laporan resmi diterima, petugas berhasil mengamankan terduga pelaku pembunuhan.

Korban berinisial S.M. (19), merupakan warga setempat. Adapun terduga pelaku yang diamankan berinisial A.A. (17).

Peristiwa tersebut dilaporkan kepada pihak kepolisian pada Kamis dini hari, 11 Juni 2026. Berdasarkan keterangan Pamapta II Polres Pulau Morotai, IPDA Engelberth Jesajas, laporan diterima oleh Piket SPKT sekitar pukul 00.40 WIT.

Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa insiden berawal ketika terduga pelaku bersama sejumlah rekannya mengonsumsi minuman keras tradisional (cap tikus). Kelompok tersebut kemudian mendatangi sebuah warung untuk membeli rokok, namun terjadi perselisihan yang berujung pada tindakan pemukulan. Terduga pelaku sempat meninggalkan lokasi, lalu kembali dengan membawa senjata tajam berupa sebilah parang dan sebilah pisau.

Saat terduga pelaku berusaha mengejar pemilik warung, korban yang berinisiatif untuk melerai justru menjadi sasaran. Dalam kondisi emosional dan diduga di bawah pengaruh alkohol, terduga pelaku mengayunkan senjata tajam mengenai leher korban. Korban segera dilarikan ke RSUD Ir. Soekarno Pulau Morotai, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka berat dan pendarahan hebat.

Tim Satreskrim yang dipimpin oleh Kasatreskrim IPTU Yakub B. Panjaitan, S.Tr.K., M.H., segera melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, dan melaksanakan pengejaran. Pada pukul 08.00 WIT, terduga pelaku berhasil diamankan di kediaman keluarganya dan selanjutnya dibawa ke Mapolres Pulau Morotai untuk menjalani pemeriksaan.

Sejumlah barang bukti yang diamankan diantaranya satu bilah parang, satu bilah pisau dapur, dan satu potong pakaian milik korban.

“Terduga pelaku telah kami amankan. Proses penyidikan masih berlangsung untuk mendalami motif secara lengkap serta melengkapi alat bukti. Sementara itu, konsumsi minuman keras diduga menjadi pemicu utama terjadinya peristiwa ini,” jelas Kasat.

Kapolres Pulau Morotai, AKBP drh. Dedi Wijayanto, S.H., menegaskan bahwa penanganan perkara ini akan dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mempercayakan proses hukum sepenuhnya kepada kepolisian. Mari bersama-sama menjaga ketertiban dan menjauhi konsumsi minuman keras yang kerap memicu tindak kekerasan,” pesan Kapolres.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi atas kinerja cepat tim Satreskrim yang telah bekerja optimal demi memberikan rasa aman dan kepastian hukum bagi masyarakat.

Terduga pelaku dijerat dengan pasal pembunuhan dan/atau penganiayaan yang mengakibatkan kematian sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Saat ini, berkas perkara sedang dilengkapi untuk memasuki tahap hukum selanjutnya.

Polres Pulau Morotai mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk aktif menjaga lingkungan serta segera melaporkan segala potensi gangguan keamanan dan ketertiban melalui Call Center Polri 110 yang tersedia 24 jam secara gratis.(Muksin)