TERNATE, Malutline — Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Maluku Utara. Salah satu siswi berprestasi dari SMA Negeri 3 Kota Ternate, Maya Dira Suriandi, berhasil lolos sebagai delegasi Indonesia dalam ajang bergengsi Japan Intercultural Exchange and Summit (JIES) 2025 yang akan digelar di Jepang pada 17–21 November 2025.

Program internasional ini akan berlangsung di Tokyo, Chiba, Saitama, Ibaraki, dan Yamanashi (Mt. Fuji) dan diselenggarakan oleh Garuda Nusa Youth Development Center Foundation, lembaga kepemudaan yang telah memiliki legalitas resmi dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Dalam Letter of Acceptance (LoA) bernomor 001/I/LOA-JIES/X/2025, Maya dinyatakan lolos sebagai delegasi pada kategori Innovation & Invention Competition on Sustainable Development Goals (SDGs) sekaligus peserta International Volunteer and Intercultural Exchange Program.

Melalui kesempatan tersebut, Maya akan mengikuti berbagai kegiatan edukatif dan sosial, seperti volunteering di Sekolah Republik Indonesia Tokyo, leadership sharing bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Tokyo, kunjungan kampus ke The University of Tokyo, serta aksi sosial dan donasi pembangunan masjid di Chiba, Jepang.

Selain itu, para peserta juga akan terlibat dalam SDGs Conference, entrepreneurship session, dan Mount Fuji tour yang dikemas sebagai bagian dari edukasi lintas budaya.

“Ini kesempatan langka untuk belajar langsung tentang kepemimpinan, inovasi, dan budaya global. Saya ingin membawa nama baik sekolah dan daerah, khususnya Maluku Utara,” ujar Maya penuh semangat.

Untuk mewujudkan keberangkatannya, Maya kini tengah berupaya mencari dukungan dan bantuan pendanaan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Total biaya yang dibutuhkan untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sebesar Rp 12.900.000,-, mencakup akomodasi, transportasi lokal di Jepang, konsumsi, asuransi, serta kontribusi kegiatan internasional.

Maya berharap, dengan dukungan moril dan materil dari pemerintah serta masyarakat Maluku Utara, dirinya dapat tampil maksimal dan membawa nama baik daerah di kancah internasional.

“Saya ingin membuktikan bahwa pelajar dari Maluku Utara juga mampu bersaing dan berprestasi di level dunia,” tambahnya.

Sementara itu, Founder Garuda Nusa Foundation, Anton Agus Setiawan, M.Pd., mengatakan bahwa program JIES 2025 dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan dan kreativitas generasi muda dalam konteks global.

“Kami bangga ada delegasi dari Ternate. Ini bukti bahwa anak-anak dari Indonesia Timur punya potensi luar biasa untuk berkontribusi di forum internasional,” ujarnya.

Program Japan Intercultural Exchange and Summit (JIES) 2025 menjadi wadah bagi pelajar dari berbagai negara untuk berkolaborasi, berinovasi, dan berdialog tentang keberlanjutan dunia melalui semangat Sustainable Development Goals (SDGs). (Red)

TERNATE, Malutline — Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Kota Ternate. Salah satu siswi SMA Negeri 3 Kota Ternate, Maya Dira Suriandi, berhasil lolos sebagai delegasi Indonesia dalam ajang bergengsi Japan Intercultural Exchange and Summit (JIES) 2025 yang akan digelar di Jepang pada 17–21 November 2025.

Meski berasal dari Desa Ngokomalako, Kecamatan Kayoa Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Maya saat ini menempuh pendidikan di Kota Ternate. Ia menjadi satu-satunya pelajar asal Maluku Utara yang terpilih mewakili Indonesia di forum internasional tersebut.

Kegiatan JIES 2025 akan berlangsung di Tokyo, Chiba, Saitama, Ibaraki, dan Yamanashi (Mt. Fuji). Program ini diselenggarakan oleh Garuda Nusa Youth Development Center Foundation, lembaga kepemudaan nasional yang telah terdaftar di Kemenkumham RI. Berdasarkan Letter of Acceptance (LoA) Nomor: 001/I/LOA-JIES/X/2025 tertanggal 10 Oktober 2025, Maya ditetapkan sebagai delegasi Indonesia untuk kategori Innovation & Invention Competition on Sustainable Development Goals (SDGs) serta International Volunteer and Intercultural Exchange Program.

Selama kegiatan, Maya akan mengikuti berbagai agenda penting seperti Leadership Sharing bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Tokyo, Campus Tour ke The University of Tokyo, International Volunteering di Sekolah Republik Indonesia Tokyo, SDGs Conference, Entrepreneurship Session, serta aksi sosial dan donasi pembangunan masjid di Matsudo, Chiba, Jepang.

“Ini kesempatan berharga untuk belajar langsung tentang kepemimpinan, inovasi, dan budaya global. Saya ingin membawa nama baik sekolah dan daerah, khususnya Maluku Utara,” ungkap Maya penuh semangat, Jumat (11/10/2025).

Namun di balik kebanggaan tersebut, Maya menghadapi tantangan besar dalam hal pendanaan. Untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, ia membutuhkan biaya sebesar Rp 12.900.000, mencakup akomodasi, transportasi lokal, konsumsi, asuransi, dan kontribusi kegiatan internasional.

“Saya berharap ada dukungan dari Pemerintah Kota Ternate, karena saya juga membawa nama sekolah di Ternate. Semoga Bapak Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, dan Bapak Wakil Wali Kota Jasri Usman dapat memberikan bantuan atau perhatian agar saya bisa berangkat ke Jepang,” harapnya.

Sementara itu, Founder Garuda Nusa Foundation, Anton Agus Setiawan, M.Pd., mengatakan bahwa keikutsertaan pelajar dari Maluku Utara menjadi bukti bahwa anak-anak dari Indonesia Timur memiliki potensi besar di kancah global.

“Kami sangat bangga ada peserta dari Ternate. Ini menunjukkan bahwa semangat belajar dan kepemimpinan generasi muda Indonesia Timur patut diapresiasi dan didukung,” ujar Anton.

Pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi kepada Maya atas dedikasi dan semangatnya. Mereka berharap dukungan dari Pemerintah Kota Ternate dapat menjadi bentuk kepedulian terhadap pelajar berprestasi yang membawa nama daerah di level internasional.

Profil Singkat: Nama: Maya Dira Suriandi
Asal: Desa Ngokomalako, Kecamatan Kayoa Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Sekolah: SMA Negeri 3 Kota Ternate, Program: Delegasi Japan Intercultural Exchange and Summit (JIES) 2025, Tanggal Pelaksanaan: 17–21 November 2025, Total Biaya: Rp 12.900.000, (red)

Ternate, Malutline.Sorotan tajam tertuju pada Kasatpol PP Provinsi Maluku Utara, Drs. Rahcmat Djabir, MM, setelah dinilai tidak mendukung suksesnya perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Maluku Utara tahun 2025. Hal ini menyusul absennya personel Satuan Polisi Pamong Praja di lokasi acara pembukaan pameran yang dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Maluku Utara KH. Sarbin Sehe.

Padahal, kegiatan pembukaan pameran yang di buka langsung oleh wakil gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe tersebut merupakan salah satu rangkaian penting dalam perayaan HUT provinsi yang melibatkan sejumlah tamu undangan dan pejabat daerah. Namun, tidak tampak satu pun anggota Satpol PP yang bertugas mengamankan jalannya kegiatan.

Ketiadaan pengamanan dari aparat Satpol PP itu memicu pertanyaan publik terkait lemahnya koordinasi internal di tubuh instansi penegak perda tersebut.

Ketika dikonfirmasi, Sekretaris Satpol PP Provinsi Maluku Utara, Djabal Badar, S.Pd, membenarkan bahwa pihaknya tidak menurunkan personel pada acara tersebut karena tidak adanya perintah langsung dari Kasatpol PP.

“Kami tidak menurunkan anggota karena memang tidak ada instruksi dari pimpinan,” ujar Djabal Badar saat di konfirmasih awak media melalui saluran teleponnya kamis (9/10/2026) menganatakan pengamanan tidak di lakukan oleh anggota satpol PP provinsi Maluku Utara karena tidak ada arahan dan perintah dari kasatpol PP provinsi Maluku Utara Drs. Rachmat Djabir. MM.

Pernyataan itu sontak menimbulkan reaksi di kalangan ASN dan masyarakat yang menilai bahwa sikap pimpinan Satpol PP tersebut menunjukkan minimnya kepedulian terhadap kegiatan resmi pemerintah provinsi. Beberapa pihak menilai, sebagai unsur pendukung ketertiban dan keamanan pemerintahan, Satpol PP seharusnya proaktif dan siap setiap saat mendukung kegiatan pemerintah, terlebih dalam momentum besar seperti perayaan HUT Provinsi.

“Ini soal komitmen dan loyalitas terhadap pemerintah daerah. Jika lembaga seperti Satpol PP tidak hadir saat momen penting, publik pasti menilai pimpinan tidak solid,” ujar salah satu ASN yang enggan disebut namanya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kasatpol PP Drs. Rahcmat Djabir, MM belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan tidak memberikan instruksi pengamanan kepada jajarannya.

Peristiwa ini menjadi catatan penting bagi Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk mengevaluasi kinerja serta koordinasi internal antar organisasi perangkat daerah, agar kegiatan pemerintahan di masa mendatang berjalan tertib, aman, dan terkoordinasi dengan baik. (Red)

TERNATE, Malutline – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultan Babullah Ternate merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Provinsi Maluku Utara pada Rabu, 8 Oktober 2025. Dalam laporan tersebut, BMKG memprediksi sebagian besar daerah di Maluku Utara akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga disertai petir.

Secara umum, suhu udara di wilayah Maluku Utara diperkirakan berkisar antara 21 hingga 28 derajat Celcius, sementara kelembapan udara berada pada rentang 76 hingga 99 persen. BMKG menyebut, variasi suhu dan kelembapan ini dipengaruhi oleh kondisi geografis dan pola angin di masing-masing kabupaten/kota.

Berikut rangkuman prakiraan cuaca lengkap berdasarkan data BMKG Sultan Babullah Ternate:

Halmahera Barat: Hujan ringan, suhu 21–25°C, kelembapan 86–99%.

Halmahera Tengah: Hujan petir, suhu 25–27°C, kelembapan 79–88%.

Halmahera Utara: Hujan ringan, suhu 22–27°C, kelembapan 77–98%.

Halmahera Selatan: Hujan ringan, suhu 24–26°C, kelembapan 83–93%.

Kepulauan Sula: Petir, suhu 25–28°C, kelembapan 76–88%.

Halmahera Timur: Hujan ringan, suhu 20–25°C, kelembapan 85–99%.

Pulau Morotai: Hujan ringan, suhu 21–25°C, kelembapan 83–98%.

Pulau Taliabu: Hujan ringan, suhu 20–24°C, kelembapan 81–97%.

Kota Ternate: Hujan ringan, suhu 26–27°C, kelembapan 79–86%.

Kota Tidore Kepulauan: Udara kabur, suhu 21–24°C, kelembapan 89–99%.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan disertai petir dan angin kencang, terutama di wilayah Halmahera Tengah dan Kepulauan Sula. Warga pesisir juga diminta berhati-hati terhadap gelombang laut yang berpotensi meningkat akibat perubahan cuaca mendadak.

“BMKG terus memantau perkembangan cuaca harian dan akan memberikan pembaruan jika terjadi perubahan signifikan,” tulis lembaga tersebut dalam keterangannya resmi, Rabu (8/10/2025). (Red)

TERNATE, Malutline–Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut) didesak untuk menelusuri Proyek pembangunan ruas jalan lapen di desa Bahu dan Desa Lele, Kecamatan madioli Selatan tahun 2024.

Desakan ini disampaikan oleh ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Maluku Utara, Sartono Halek menyebutkan,

Kata Sartono, Proyek pembangunan ruas jalan lapen penghubung antara Desa Bahu dan Desa Lele, kini mengalami kerusakan yang cukup parah dan sangat dikeluhkan warga setempat.

“Untuk itu, kami mendesak Kejati Maluku Utara segera telusuri proyek tersebut, mengingat anggaran yang digelontorkan dinas PUPR Halsel di bawa pimpinan Idham Pora itu cukup fantastis yakni miliaran rupiah,” Kata Sartono Halek kepada media ini, Jumat (08/8/2025).

Sartono mengatakan, Proyek pemda Halsel melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tahun 2024, digelontorkan senilai Rp13 miliar.

“Lagi-lagi proyek yang dimenangkan CV. (Rifagas Chantik Group), yang merupakan rekanan berinisial Taib Dano diduga pekerjaan nya asal-asalan. Bahkan fakta di lapangan pekerjaan tersebut sangat tidak sesuai spesifikasi perencanaan, ini adalah bentuk kelalaian pengawasan Dinas terkait baik kontraktor, PPK hingga PPTAK”,

“Olehnya itu, kami mendesak memanggil dan memeriksa pihak rekanan, Kepala dinas PUPR dan jajaran nya, untuk dimintai pertanggung jawaban hukum atas pekerjaan ruas jalan lapen tersebut,” pinta Sartono.

Sebelumnya, Sekretaris Pemuda Pancasila (PP) Halmahera Selatan, Imran Alim juga merupakan warga setempat menyoroti proyek pembangunan ruas jalan lapen penghubung antara Desa Bahu dan Desa Lele tersebut.

Imran mengaku, Berdasarkan kontrak pekerjaan, jalan lapen desa Bahu-Lele itu di bangun pada bulan Juni 2024 lalu dan waktu pekerjaan jalan itu selama 178 hari kalender.

“Mirisnya, baru di kerjakan 6 bulan tapi kualitas jalan tersebut sudah mengalami kerusakan cukup parah. Padahal anggaran pembangunan jalan itu diketahui nilai nya mencapai Rp13 miliar , tapi kondisi jalan sangat tidak layak,”tegas Imran dalam pernyataan nya yang dilansir dari LiputanMalut,  Jumat (8/8/2025).

Lanjut Imran, sebagai anak negeri di Mandioli Selatan merasa sangat kecewa terhadap kontraktor TD yang mengerjakan proyek jalan tersebut. Sebab, kuat dugaan material yang digunakan untuk ruas jalan lapen itu tidak sesuai spek dan terkesan asal jadi.

“Kami sangat kecewa terhadap proyek yang dikerjakan oleh CV. Rifagas cantik group. Sebab, kualitas jalan ini sangat diragukan karena baru digunakan 3 bulan saja sudah mengalami kerusakan dan dipastikan dua atau tiga bulan kedepan jalan tersebut tidak bisa dilalui dengan kendaraan roda dua,”tandanya Imran. (tim/red)