TERNATE, Malutline — Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Maluku Utara mulai melakukan empat pemeriksaan terinci di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara. Langkah ini mendapat apresiasi langsung dari Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, yang berharap hasil audit dapat memperbaiki tata kelola keuangan dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Empat fokus audit yang dilakukan BPK kali ini mencakup, (1). Belanja daerah, (2). Pendapatan daerah (pajak dan retribusi) (3). Lingkungan hidup (4). Ketahanan pangan.

“Kita berharap hasil audit ini bisa menjadi dorongan bagi seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan PAD dan memperkuat pengelolaan keuangan agar semakin baik,” ujar Wagub Sarbin Sehe, usai kegiatan entry meeting bersama BPK di kediaman resminya, Eks Crisan, Senin (20/10/2025).

Sarbin menegaskan, Pemprov Malut berkomitmen mendukung penuh seluruh proses pemeriksaan BPK, agar hasilnya dapat menjadi bahan evaluasi menuju pengelolaan keuangan yang akuntabel dan transparan, sesuai target predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Sementara itu, Kepala BPK Perwakilan Maluku Utara, Marius Sirumapea, menjelaskan bahwa pemeriksaan terinci ini akan berlangsung hingga November 2025. Audit dilakukan dengan pendekatan menyeluruh, mencakup efektivitas penggunaan anggaran, ketaatan terhadap peraturan, serta dampaknya terhadap pelayanan publik.

“Kami berharap hasil audit ini memberikan gambaran nyata tentang kondisi pengelolaan keuangan daerah, agar ke depan semakin efisien dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” ungkap Marius.

Kegiatan entry meeting tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Malut, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta jajaran auditor BPK.

Pelaksanaan audit ini diharapkan menjadi momentum penting bagi Pemprov Malut untuk memperkuat prinsip good governance dan mendorong peningkatan kemandirian fiskal daerah melalui optimalisasi pendapatan asli daerah. (Sabrun)

Ternate, Malutline.com  Kasiintel Kasrem 152/Baabullah Kolonel Inf Hendrasari Nurhono, S.I.P., M.I.P., M.Han. melaksanakan silaturahmi ke Pondok Pesantren Darul Falah yang berlokasi di Jalan Bukit Bintang, Kelurahan Dufa-dufa, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate.Selasa 21/10/2025

Kegiatan tersebut disambut langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darul Falah, Ustaz Ahmad, beserta para pengasuh dan santri. Dalam kesempatan itu, Kolonel Inf Hendrasari Nurhono, S.I.P., M.I.P., M.Han. menyampaikan tausiah bertema cinta tanah air dan wawasan kebangsaan dengan mengusung motto “Man Jadda Wa Jadda” — barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil.

Dalam tausiahnya, Kolonel Inf Hendrasari Nurhono, S.I.P., M.I.P., M.Han. menekankan pentingnya menanamkan pentingnya nilai Ridho Allah Ridho Walidain (Ridho Allah terletak pada Ridho kedua orang tua), semangat pantang menyerah, kerja keras, dan tekad kuat untuk meraih tujuan hidup, karena hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha yang sungguh-sungguh dilakukan.

> “Prinsip Man Jadda Wa Jadda harus menjadi motivasi dalam berbagai bidang kehidupan, baik pendidikan, karier, maupun pengembangan diri. Santri harus memiliki semangat juang yang tinggi untuk berkontribusi bagi bangsa,” ujar Kolonel Inf Hendrasari Nurhono, S.I.P., M.I.P., Han.

Selain itu, Kasiintel juga mengajak para santri untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta mengucapkan kalimat tauhid dengan ikhlas sebagai bentuk upaya meraih syafaat Rasulullah dan juga sebagai bekal bagi generasi muda penerus kepemimpinan bangsa Indonesia yang beriman dan bertaqwa.

Sebagai wujud kepedulian sosial, Kolonel Inf Hendrasari Nurhono, S.I.P., M.I.P., M.Han. menyerahkan bantuan sembako berupa beras dan mi instan kepada Pondok Pesantren Darul Falah yang diterima langsung oleh Ustaz Ahmad, serta memberikan santunan kepada para santri yatim piatu.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan perhatian dari TNI, khususnya Korem 152/Baabullah. Tausiah dan bantuan ini menjadi motivasi besar bagi para santri untuk terus semangat belajar dan berjuang,” ujar Ustaz Ahmad, Pimpinan Ponpes Darul Falah.

Melalui kegiatan ini, Korem 152/Baabullah berupaya mempererat hubungan dengan lembaga pendidikan keagamaan sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air di kalangan generasi muda Indonesia di Maluku Utara.(Penrem152)

Ternate Malutline— Suasana penuh semangat dan antusiasme terpancar dari wajah para peserta Sustainable Advokasi Training yang diinisiasi oleh KOHATI PB HMI (Korps HMI-Wati Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam) kota Ternate.

Dalam agenda yang diwarnai diskusi hangat dan gagasan cerdas ini yang di laksanakan di ngade kota Ternate Selatan, Minggu (19/10/2025) salah satu pembicara, Nazlatan Ukhra Kasuba, mengajak para peserta untuk terus berpikir kritis dan memperkuat keberpihakan terhadap isu-isu perempuan.

Dengan gaya bicara yang hangat dan komunikatif, Nazlatan membuka ruang dialog yang hidup. Ia memuji semangat para peserta—yang sebagian besar merupakan mahasiswa dan aktivis muda—karena mampu menunjukkan kepedulian terhadap persoalan sosial, terutama terkait posisi dan peran perempuan di ruang kepemimpinan.

“Senang bisa berbagi dan berdiskusi bersama adik-adik yang cerdas dan kritis. Dari diskusi ini saya melihat harapan besar akan lahirnya generasi baru yang berani bersuara untuk keadilan gender dan keberpihakan terhadap perempuan,” ujar Nazlatan.

Dalam sesi bertema “Keberpihakan Pemimpin Perempuan dalam Isu Perempuan”, diskusi berlangsung seru dan interaktif. Beragam pertanyaan muncul dari peserta—mulai dari peran pemimpin perempuan dalam politik, kebijakan publik yang sensitif gender, hingga tantangan perempuan muda dalam dunia kerja dan organisasi.

Nazlatan menekankan bahwa keberpihakan seorang pemimpin perempuan tidak hanya ditunjukkan melalui posisi yang ia duduki, tetapi juga lewat kebijakan, keputusan, dan keberanian menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan.

“Menjadi pemimpin perempuan bukan hanya soal representasi, tapi juga tanggung jawab untuk memastikan suara perempuan lain tidak terpinggirkan,” tambahnya.

Para peserta pun tampak antusias. Beberapa di antara mereka berbagi pandangan dan pengalaman tentang bagaimana mereka memaknai perjuangan perempuan di ruang publik. Diskusi pun berkembang menjadi ruang refleksi bersama tentang pentingnya solidaritas lintas gender dan lintas generasi.

Nazlatan juga berpesan agar semangat kritis yang telah tumbuh di ruang-ruang diskusi seperti ini tidak padam.

“Semoga semangat ini tidak pernah redup. Mari terus belajar, berdialog, dan berjuang dengan cara-cara yang beradab dan berperspektif keadilan,” tuturnya dengan penuh optimisme.

Agenda Sustainable Advokasi Training ini menjadi bukti bahwa gerakan perempuan di tubuh HMI—khususnya melalui KOHATI PB HMI—masih dan akan terus hidup. Kegiatan ini bukan hanya ruang pelatihan, tapi juga wadah penguatan nilai, karakter, dan kepemimpinan bagi perempuan muda Indonesia.

Acara pun ditutup dengan suasana hangat dan penuh keakraban. Para peserta berfoto bersama, saling bertukar ide, dan berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan advokasi yang berkelanjutan di daerah masing-masing. (Red)

TERNATE, Malutline — Warga Kota Ternate digemparkan dengan penemuan sesosok mayat bayi berjenis kelamin laki-laki di aliran sungai yang berada di perbatasan Kelurahan Takoma dan Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Ternate Tengah, pada Minggu (19/10/2025) sekira pukul 07.30 WIT.

Bayi malang tersebut diperkirakan masih berusia sekitar 6–7 bulan dalam kandungan. Penemuan bermula ketika Jefri (42 tahun), warga Kelurahan Kota Baru yang berprofesi sebagai pencari besi tua, sedang melakukan aktivitas di sepanjang jalur sungai.

Kronologis Penemuan, Sekitar pukul 07.00 WIT, Jefri memulai pencarian besi tua dari arah Kelurahan Kota Baru menuju ke Kelurahan Kampung Pisang. Saat tiba di jalur sungai perbatasan Kelurahan Takoma dan Tanah Tinggi, ia mendapati sesosok jasad bayi yang mengapung di permukaan air.

Kaget dengan temuan tersebut, Jefri sontak berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Beberapa warga yang mendengar segera mendatangi lokasi kejadian. Salah satu warga bernama Deden (26 tahun), anggota Polri yang tinggal di Kelurahan Takoma, kemudian menghubungi Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Takoma untuk melaporkan kejadian tersebut.

Sekira pukul 07.40 WIT, Babinsa dan Bhabinkamtibmas tiba di lokasi, kemudian berkoordinasi dengan warga sekitar untuk mengevakuasi jasad bayi itu ke rumah Ibu Susi Syukur (54 tahun) di RT 07/RW 02 Kelurahan Tanah Tinggi, untuk sementara disemayamkan sebelum dilakukan pemeriksaan oleh pihak berwenang.

Langkah Aparat, Babinsa setempat segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan melaporkan temuan ini ke Sat Intelkam dan Unit Identifikasi Polres Ternate guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui siapa orang tua bayi tersebut maupun penyebab pasti kematian.

Peristiwa tragis ini menimbulkan keprihatinan warga sekitar, yang berharap agar pihak kepolisian segera mengungkap pelaku pembuangan bayi tersebut dan menindak sesuai hukum yang berlaku.

“Kami berharap aparat segera menemukan pelakunya. Ini perbuatan yang sangat tidak manusiawi,” ungkap salah satu warga setempat dengan nada sedih.

Kasus ini kini dalam penanganan Polres Ternate untuk proses penyelidikan mendalam. (Red)

TERNATE, Malutline – Seperti mimpi yang menjadi kenyataan, suasana di Kantor Lurah Akehuda, Kecamatan Ternate Selatan, berubah haru dan bangga pada hari ini, Mobil Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia, bersama Gubernur Maluku Utara dan Kepala Kanwil Kemenkumham, tampak berjejer di depan kantor kelurahan yang sederhana itu.

Kedatangan rombongan pejabat tinggi negara ini bukan tanpa alasan. Mereka hadir untuk memberikan apresiasi kepada Lurah Akehuda, Farida Saleh, atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam mencegah tindak kejahatan serta menyelesaikan berbagai persoalan hukum masyarakat melalui Pos Bantuan Hukum (Posbankum) yang baru saja dibentuk.

Meski Posbankum Kelurahan Akehuda resmi berdiri pada 27 September 2025, namun kiprah dan pengabdian Farida bersama timnya telah dimulai sejak tahun 2022, dengan membantu warga menyelesaikan berbagai masalah hukum secara cepat, adil, dan tanpa biaya besar.

“Impian saya hanya sampai pada tingkat kedatangan Ibu Gubernur Sherly jhoanda Laos Tapi Allah memberi bonus luar biasa — kantor kami didatangi langsung oleh Pak Menteri Hukum dan HAM RI. Ini bukti bahwa kerja tulus tidak pernah sia-sia,” ungkap Lurah Farida Saleh dengan mata berkaca-kaca.

Perjuangan Farida tidak selalu mudah. Ia mengaku sempat mendapat hujatan dan kurang dukungan dari lingkungan terdekat. Namun keyakinannya bahwa “Allah tidak tidur dan keikhlasan akan berbuah kebaikan” menjadi pegangan kuat dalam bekerja.

“Siapa yang bekerja banyak akan mendapat banyak hal, bahkan di luar dugaan. Kami hanya ingin membantu masyarakat agar persoalan hukum bisa selesai di tingkat kelurahan, tanpa harus keluar biaya besar untuk ke pengadilan,” ujarnya.

Inisiatif Posbankum di Kelurahan Akehuda ini kini menjadi inspirasi bagi kelurahan lain di Kota Ternate. Program tersebut diharapkan dapat menjadi model pelayanan hukum yang humanis, dekat dengan rakyat, dan berlandaskan semangat gotong royong.

Kehadiran Menteri Hukum dan HAM RI di Kantor Lurah Akehuda menjadi penghargaan bagi kerja keras, ketulusan, dan komitmen pelayanan publik yang nyata — sebuah pesan bahwa pengabdian yang jujur akan selalu menemukan jalannya sendiri menuju perhatian dan apresiasi. (Red)