Wakil Ketua LSM FDAK Udin Hi. UTU

HALSEL, Malutline – Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Front Delik Anti Korupsi (FDAK) meminta Pjs. Bupati Kadri La Ece, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera selatan (Halsel) provinsi Maluku Utara  diminta lebih fokus pada pengawasan aliran anggaran APBN maupun APBD yang di kelola oleh para SKPD, Camat, Kepala Puskesmas dan para Kepala Desa se Halsel menjelang pemilihan kepala Daerah (Pilkada) dan  pemilihan Gubernur Maluku Utara.

Desakan ini di sampaikan oleh Wakil Ketua LSM FDAK Kabupaten Halsel, Udin Hi itu, kepada media ini Jumat (27/09/2024) mengatakan PJs Bupati Halsel Kadri La Ectje dan DPRD halsel diminta lebih fokus pada aliran dana APBN dan APBD yang mengalir pada kepentingan politik kelompok tertentu pasal dari pengalaman dari tahun ke tahun ada oknum kepala SKPD, Camat Kepala Puskesmas dan Kepala Desa memanfaatkan jabatannya untuk berpihak pada kandidat calon kepala Daerah Bupati dan wakil Bupati serta Gubernur dan Wakil gubernur tertentu dengan menggunakan anggaran bersumber dari APBN dan APBD Halsel.

Hal ini di lakukan sebagai bentuk pencegahan penyelewengan anggaran yang bersumber dari APBN dan APBD yang penggunaan angagrannya harus sesuai peruntukan sehingga para kepala SKPD camat Kapus dan kepala Desa tidak beresiko hukum pasca pemilihan kepala Daerah, karena di setiap mementum politik para kepala SKPD, camat, Kapus dan Kades di ketahui sering di manfaatkan oleh kelempok tertentu untuk memuluskan kepentingan politik calon Kepala Daerah sehingga anggaran di gunakan tidak tepat sasaran.

Olehnya itu pjs Bupati Halsel Kadri La Ectje selain menyukseskan pilkada Halsel pihaknya diminta untuk fokus pada pengawasan keterliban PNS, camat, Kapus, dan Kades dalam politik praktis Deng menggunakan anggaran negara untuk kepentingan politik praktis. pintahnya. (red)

Seorang Warga Desa Bajo Derita Penyakit Kusta Ganas  Butuh Perhatian Pemda Halsel

LABUHA, Malutline – Salah seorang warga Desa Bajo kecamatan Botang lomang kabupaten Halmahera selatan Provinsi Maluku Utara,  berinsial SHB alias suci, di ketahui menderita penyakit kusta sudah hampir 11 tahun lamanya terbaring di tempat tidur, penyakit kusta yang di derita semenjak suci duduk di bangku SMA  negeri 21 halmahera selatan SHB pun di ketahui hanya bisa menyelesaikan ujian  kelulusannya di atas tempat tidur rumah milik orang tuanya, akibat dari penyakit kusta yang di deritanya sudah menyebar di beberapa bagian tubuh dan wajah membuat suci tak berdaya dan tidak bisa beraktifitas.

Hingga sekarang SHB pun hanya bisa menahan rasa  sakit atas penyakit yang menggerogoti bagian tubuh yang di alami SHB saat ini, oleh karena itu pemeritah Daerah harus mengambil keputusan yang bijak sehingga penyebaran penyakit kusta di halmaehra selatan khususnya di Desa Bajo sangkuan dapat di cegah penularan dalam bermasyarakat, isu yang terdengar di beberapa masyarakat SHB harus betul-betul di esulasi di rumah sakit setempat supaya mencegah penularan terhadap masyarakat lainnya di lingkungan dan Desa tempat SHB domisili dapat terhenti, sehingga warga dengan leluasa dapat beraktifitas dengan baik dan memiliki badan sehat dan tidak tetular penyakit menular tersebut.

Atas penyakit kusta ganas yang di ketahui sebagai penyakit menular tersebut masyarakat takut atas penyebaran penyakit kusta yang di alami SHB dapat menular pada anak mereka, sehingga masyarakat dapat menyampaikan alasan ketakutan dan kewaspadaan meraka bersama, Oleh karena itu pemerinta Desa dan Kecamatan serta Pemda Halsel melalui dinas kesehatan harus betul-betul turun tangan atas penyebaran penyakit  kusta di Desa Bajo Sangkuang kecamatan Botang lomang Kabupaten Halmaehra Selatan Provinsi Maluku Utara.

Keluarga SHB kepada wartawan Malut line Jumat (27/09/2024) yang enggan namanya di publish  mengatakan pihak keluarga pasien memiliki Harapan besar kepada pemerintah bisa memberikan pelayanan gratis untuk penyembuhan penyakit kusta yang di alami SHB saat ini dan jika bisa di obati karena kaki keluarga memiliki keterbatasan biaya sehingga hanya mengandalkan rawat jalan pada Puskesmas Bajo dan pengobatan tradisional,”harapnya. (ANDHYJO)

HALSEL, Malutline – Dalam waktu dekat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melakukan  Monitoring Center for Prevention (MCP) terhadap keuanga Daerah Halmahera Selatan (Halsel), hal ini dilakukan KPK karena kinerja Pemerintah Daerah Halmahera Selatan berada pada posisi 29% sangat terburuk.

Monitoring Center for Prevention (MCP) adalilah sistem yang dibuat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan informasi capaian kinerja program pencegahan korupsi yang dilaksanakan oleh seluruh pemerintahan daerah.

“ Saya baru bertugas dua hari dan saya melihat ternyata MCP pada posisi 29%. Kalau pada posisi 29%  masuk bulan ke 10 ini  tentunya sangat rendah, kalau poin scoringnya sangat rendah, maka saya dapat menyimpulkan bahwa ini sangat terburuk,” jelas Pjs Bupati Kadri La Etje Jumat (27/9) di Aula Kantor Bupati Halmahera Selatan.

Menurut, Kadri La Etje, capaian kinerja berada pada posisi 29%, ini sangat tidak baik ukuran kinerja diukur berdasarkan MCP, kalau MCP rendah, berarti kinerja Pemerintah Daerah Halmahera Selatan sangat buruk  itu sangat jelas,”tegasnya.

“ MCP itu memantau kinerja secara konsperensif, mulai dari perancanaan, penganggaran, pengadaan barang/jasa, perijinan, pengawasan APIP dan  Aset samapi tingkat  Desa,”kata Kadri La Etje kepada sejumlah media jumat (27/9).

“ Saya juga mau lihat MCP Desa itu pada posisi ke berapa  dan saya yakin kalau MCP Pemerintah Daerah hanya 29% tentunya area untuk Desa juga rendah”.

dalam waktu kurang lebih 12 hari kedepan, kata Kar La Etje. KPK akan melakukan Supervisi, maka ini menjadi kerja Extraordiray atau kerja luar biasa bersama denga Sekda dan semua pimpinan OPD. Mulai hari ini kita akan bedah seluruh Administrasi lalu kita implementasikan, sehingga kita berharap dalam jangka 10 hari kedepan MCP kita naik,”harap Pjs Bupati Kadri La Etje. (Joko)

Halsel, Malut Line- Masyarakat Petani di Desa Wayamiga Kecamatan Bacan Timur meringik kepada calon Wakil Bupati Halmahera Selatan no 4 Muhlis Jafar, atas kurang berpihaknya kebijakan pada zona pertanian sepanjang ini.

Sementara itu zona pertanian sangat berarti dalam tingkatkan perkembangan ekonomi warga petani, dan bisa memencet angka Inflasi di wilayah.

“ Sepanjang ini kurang atensi zona pertanian, misalnua permasalahan jalur tani tidak sempat direspon, sehingga petani agak kesusahan dikala angkut hasil penciptaan pertanian,” Perihal ini di informasikan Rustam salah satu petani dikala berjumpa dengan Cawabup Muhlis, Jumat( 27/ 09).

Tidak hanya itu permasalahan pupuk yang sangat mahal jadi beban para petani dalam tingkatkan penciptaan hasil pertanian.” Pupuk yang disubsidi pemerintah harga lumayan besar apa lagi sampe ke tangan petani, permasalahan itu supaya jadi atensi pak Muhlis bila terpilih nanti,” harapnya.

Sedangkan Calon Wakil Bupati Halmahera Selatan no 4 Muhlis Jafar mengaku zona pertanian salah program prioritas Paslon no 4 Jasri- Muhlis bila terpilih jadi Bupati serta Wakil Bupati Halsel.” Zona pertanian jadi Program prioritas Paslon Jasri- Muhlis,” ucapnya.

Baginya terpilih, Paslon Jasri- Muhlis hendak menjadikan Wayamiga selaku salah satu sentral pertanian di Kabupaten Halmahera Selatan, baik tumbuhan hortikultura. serta tenaman perkebunan.

Insyah Allah memandang semangat para petani dalam mengelola lahan pertanian,  kami hendak peruntukan Wayamiga jadi salah satu sentral pertanian Haslel,” kata Muhlis.

Muhlis yang pula mantan Pimpinan DPRD Halsel itu mengaku kebutuhan pasokan misalnya bawang rica tomat, di Halsel masih tergantung ke wilayah luar Malut, sedangkan kemampuan lahan pertanian kita lumayan luas tetapi belum dikelola secara optimal.

Bila lahan yang miliki dikelola secara baik, petani kita hendak sejahtera, sebab para agen tidak butuh lagi memasok Barito dari luar, lumayan mengambil hasil pertanian di petani kita, ini yang Paslon Jasri-Muhlis hendak dorong,” Janjinya.( Sam)

Halsel, Malut Line – Dalam rangka menjelang Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (HUT TNI) yang ke -79, Personil Gabungan Antara Kodim 1509/Labuha, Polres Halsel, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan hidup Halsel, Brimob Polda Malut, Satpol-PP man Muspika Kecamatan Bacan Selatan, serta masyarakat melaksanakan kegiatan karya bakti jumat bersih di Desa Tembal Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, jumat (27/09/2024).

Kegiatan ini berfokus pada pembersihan selokan, parit kiri kanan jalan utama, serta Masih Jami Al-Ikhlas di Sekitar Desa Tembal

Dandim 1509/Labuha, Letkol Inf Syamsul, melalui Kasdim 1509/Labuha Mayor Inf Muhamad Ikbal, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh personel baik dari Polres Halsel, Badan dinas Pemda Halsel dan elemen masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan serta Kesehatan Masyarakat yang ada di wilayah tersebut.

“Kegiatan gotong royong ini tidak hanya menjadi momentum peringatan hari jadi TNI, tetapi juga wujud kepedulian kita bersama terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Kasdim juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI, Muspika, dan masyarakat dalam menjaga keindahan lingkungan, khususnya di area Masjid yang akan digunakan Untuk ibadah shalat jumat.

“Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, dan melalui kegiatan ini, kita dapat memperkuat kebersamaan serta menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi semua,” tambahnya.

Beliau berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk komitmen TNI dalam membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat.

“Gotong royong harus terus kita lestarikan sebagai budaya yang bermanfaat bagi kemaslahatan bersama,” tutupnya.

Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat setempat, yang juga berperan aktif dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan dan melestarikan warisan budaya. Dengan kolaborasi yang kuat antara TNI dan masyarakat, diharapkan semangat gotong royong ini tidak hanya menguatkan persatuan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kelestarian lingkungan di wilayah tersebut. (red)