TERNATE,Malut- Kabar membanggakan datang dari keluarga besar Hidayat FC kecamatan Bacan kabupaten Halmahera Selatan Salah satu pemain terbaik yang selama ini menjadi andalan tim, M. Bayu Ardiansah, resmi dinyatakan lulus seleksi TNI Angkatan Darat pada 17 Maret 2026.
Keberhasilan ini menjadi cerita inspiratif bagi banyak orang, khususnya generasi muda di desa yang tersebar di 249 desa 30 kecaman yang selama ini mengenal Bayu sebagai pemain sepak bola berbakat dengan nomor punggung 7.
Di lapangan hijau, nama Bayu sudah tidak asing lagi bagi para pecinta sepak bola lokal. Ia dikenal sebagai pemain yang memiliki semangat juang tinggi, cepat, dan tajam di lini depan. Dalam setiap pertandingan bersama Hidayat FC, Bayu selalu tampil penuh energi dan sering menjadi tombak serangan yang merepotkan lawan-lawannya.
Namun kini, perjalanan hidup Bayu memasuki babak baru. Setelah dinyatakan lulus seleksi, ia akan melanjutkan pendidikan militer di Kota Ambon pada 24 Maret 2026, setelah merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga. Langkah ini menjadi awal pengabdian Bayu kepada bangsa dan negara sebagai abdi negara di TNI Angkatan Darat.
Bagi keluarga besar Hidayat FC, keberhasilan Bayu tentu membawa rasa bangga sekaligus haru. Sosok yang selama ini selalu tampil di lapangan dengan nomor punggung 7 itu kemungkinan besar tidak lagi bermain di Liga Piala Bupati Cup pada musim mendatang karena harus fokus menjalani pendidikan militer.
Meski begitu, rekan-rekan setim, manajer, dan para pendukung Hidayat FC mengaku sangat bangga atas pencapaian tersebut. Mereka menilai Bayu bukan hanya hebat di lapangan sepak bola, tetapi juga mampu membuktikan bahwa anak desa pun bisa meraih cita-cita besar dan mengabdi kepada negara.
“Bayu bukan hanya pemain hebat bagi Hidayat FC, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak anak muda di desa ini,” ujar salah satu rekan setimnya.
Keluarga besar desa dan tim Hidayat FC pun mengirimkan doa terbaik untuk Bayu agar selalu diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran selama menjalani pendidikan di Ambon. Harapan besar pun disematkan agar ia kelak menjadi prajurit TNI yang disiplin, jujur, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas negara.
Kepergian Bayu dari lapangan sepak bola mungkin akan meninggalkan kerinduan bagi tim dan para pendukung, tetapi kisah perjuangannya akan selalu dikenang sebagai cerita inspiratif.
Dari lapangan sepak bola desa hingga menjadi prajurit TNI, langkah M. Bayu Ardiansah membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan tekad kuat mampu mengantarkan seseorang meraih masa depan yang lebih besar. (Jais)







