TERNATE, Malutline– Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kembali menjadi ajang mempererat tali silaturahmi, saling memaafkan, serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat lebih khusus masyarakat Maluku Utara.

Dalam suasana penuh kehangatan tersebut, dr. Yazzit Mahri, M.Kes, Sp.KJ bersama keluarga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah tahun 2026 kepada seluruh masyarakat, khusunya masyarakat Maluku Utara Ucapan tersebut disampaikan melalui sebuah visual bernuansa Islami yang menampilkan suasana religius dengan latar ornamen masjid, bulan sabit, serta cahaya lampu lentera yang memperkuat kesan damai dan suci.

Dengan balutan busana serba putih yang melambangkan kesucian, dr. Yazzit Mahri bersama pasangan tampak tersenyum hangat sambil mengatupkan kedua tangan sebagai simbol permohonan maaf lahir dan batin.

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin,” menjadi pesan utama yang disampaikan, mengandung makna mendalam tentang harapan diterimanya amal ibadah selama bulan Ramadan 1447 Hijriyah tahun 2026.

Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan juga menjadi titik awal untuk kembali kepada fitrah, membersihkan hati dari segala kesalahan, serta memperbaiki hubungan antar sesama. Dalam konteks kehidupan bermasyarakat, nilai-nilai ini menjadi sangat penting untuk menjaga keharmonisan dan persatuan.

Sebagai seorang profesional di bidang kesehatan jiwa, dr. Yazzit Mahri juga dikenal memiliki kepedulian terhadap pentingnya kesehatan mental dalam kehidupan sehari-hari. Momentum Idul Fitri dinilai menjadi waktu yang tepat untuk memulihkan hubungan emosional, mengurangi beban batin, serta memperkuat rasa empati dan kepedulian terhadap sesama.

Ucapan yang disampaikan ini pun diharapkan tidak hanya menjadi formalitas semata, tetapi benar-benar mampu menyentuh hati masyarakat untuk saling memaafkan, melupakan perbedaan, dan membangun kembali hubungan yang mungkin sempat renggang.

Di tengah berbagai tantangan kehidupan, semangat Idul Fitri menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati hadir dari hati yang bersih, hubungan yang harmonis, serta rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan.

Melalui momen suci ini, dr. Yazzit Mahri, M.Kes, Sp.KJ dan keluarga juga mengajak seluruh masyarakat khusunya masyarakat Maluku Utara untuk terus menjaga persaudaraan, memperkuat nilai keimanan, serta bersama-sama membangun kehidupan yang lebih baik ke depan.

Idul Fitri bukanlah akhir dari perjalanan spiritual, melainkan awal baru untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sabar, dan lebih peduli terhadap sesama. (Bur)

HALSEL, Malutline – Dalam suasana penuh kehangatan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Ketua DPRD Kabupaten Halmahera Selatan, Hj. Salma Samad, menggelar kegiatan Open House sebagai bentuk mempererat tali silaturahmi bersama masyarakat.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 21 Maret 2026, mulai pukul 12.00 WIT (makan siang), bertempat di Rumah Dinas Ketua DPRD Halmahera Selatan, Papaloang.

Melalui undangan terbuka ini, Hj. Salma Samad mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan merasakan kebersamaan dalam suasana lebaran yang penuh makna.

Momentum Kebersamaan dan Kedekatan dengan Masyarakat Open house yang digelar ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan menjadi wadah untuk memperkuat hubungan emosional antara pemimpin daerah dan masyarakat.

Idul Fitri sendiri dikenal sebagai momen kembali ke fitrah—membersihkan hati, saling memaafkan, serta mempererat hubungan sosial tanpa sekat.

Dalam konteks ini, kehadiran masyarakat dalam open house menjadi simbol kebersamaan yang mencerminkan nilai gotong royong dan persaudaraan yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Halmahera Selatan.

Nuansa Religius dan Hangat Undangan yang beredar menampilkan nuansa Islami yang kental, dengan ornamen bulan sabit, lampu lentera, serta latar masjid yang mencerminkan suasana religius. Hal ini memperkuat pesan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dalam semangat Idul Fitri yang penuh kedamaian dan keberkahan.

Dalam visual tersebut, Hj. Salma Samad tampak bersama keluarga dengan ekspresi hangat dan penuh keramahan, mencerminkan keterbukaan dalam menyambut masyarakat.

Ruang Dialog dan Aspirasi Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan open house juga sering dimanfaatkan masyarakat untuk berdialog langsung dengan pemimpin daerah. Hal ini membuka ruang komunikasi yang lebih santai namun bermakna, di luar forum formal pemerintahan.

Masyarakat dapat menyampaikan aspirasi, harapan, maupun masukan secara langsung, sehingga hubungan antara pemerintah dan rakyat menjadi lebih dekat dan harmonis.

Harapan Idul Fitri Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat Idul Fitri tidak hanya berhenti pada perayaan semata, tetapi juga mampu memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Open house yang digelar oleh Hj. Salma Samad menjadi simbol bahwa kepemimpinan tidak hanya hadir dalam kebijakan, tetapi juga dalam kedekatan, kepedulian, dan kebersamaan dengan rakyat.

Dengan semangat saling memaafkan dan berbagi kebahagiaan, Idul Fitri 1447 H diharapkan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Halmahera Selatan. (Red)

HALSEL, Malutline — Bentrokan antarwarga Desa Silang dan Desa Liaro, Kecamatan Bacan Timur Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, pada Jumat (20/3/2026) sore, berujung tragis. Selain menyebabkan sejumlah korban luka, insiden tersebut kini dilaporkan telah memakan korban jiwa.

Satu orang warga Desa Liaro dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang diderita dalam aksi saling serang tersebut. Hingga kini, identitas korban belum disampaikan secara resmi.

Kronologi dan Korban Berdasarkan informasi yang dihimpun, bentrokan terjadi secara tiba-tiba dan melibatkan warga dari kedua desa. Situasi dengan cepat memanas hingga berujung aksi saling serang menggunakan benda tajam.

Akibat kejadian itu 1 orang meninggal dunia (warga Desa Liaro) 4 orang mengalami luka sayatan di bagian kepala, telinga, dan tangan Para korban luka saat ini tengah menjalani perawatan di Polindes Liaro.

Ketegangan Meluas ke Wayaua
Dampak bentrokan tidak hanya dirasakan di Desa Silang dan Liaro. Ketegangan dilaporkan meluas hingga ke Desa Wayaua, karena sebagian korban memiliki hubungan keluarga dengan warga setempat.

Kondisi ini memicu kekhawatiran akan potensi konflik lanjutan, terutama jika tidak segera dilakukan langkah-langkah penanganan yang cepat dan tepat.
Sejumlah warga memilih membatasi aktivitas di luar rumah demi menghindari kemungkinan terjadinya bentrokan susulan.

Aparat dan Pemerintah Diminta Bertindak
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari aparat keamanan terkait penyebab utama bentrokan maupun langkah penanganan yang telah dilakukan.

Masyarakat mendesak aparat keamanan untuk Segera mengendalikan situasi di lapangan Mengusut penyebab bentrokan
Mencegah aksi balasan antarwarga
Imbauan dan Harapan Tokoh masyarakat setempat mengimbau seluruh warga untuk menahan diri dan tidak terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya.

Penyelesaian secara damai dinilai menjadi langkah terbaik untuk mencegah konflik berkepanjangan Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa konflik antarwarga dapat berdampak serius, bahkan hingga merenggut nyawa.

Masyarakat berharap kejadian serupa tidak terulang dan situasi keamanan di wilayah Bacan Timur Selatan dapat segera kembali kondusif. (Red)

HALSEL, Malutline— Bentrokan antarwarga terjadi di Desa Silang dan Desa Liaro, Kecamatan Bacan Timur Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, pada Jumat (20/3/2026) sore. Peristiwa tersebut menyebabkan sedikitnya empat orang mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, bentrokan berlangsung secara tiba-tiba dan melibatkan warga dari kedua desa. Aksi saling serang tidak terhindarkan hingga mengakibatkan korban luka sayatan pada bagian kepala, telinga, dan tangan.

Seluruh korban saat ini tengah menjalani perawatan di Polindes Liaro Kronologi Singkat Belum diketahui secara pasti penyebab awal bentrokan. Namun, situasi di lapangan dilaporkan sempat memanas dan membuat warga sekitar panik.

Sejumlah warga memilih menjauh dari lokasi kejadian guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Aktivitas masyarakat di sekitar lokasi juga sempat terganggu akibat insiden tersebut.

Ketegangan Meluas Dampak bentrokan tidak hanya dirasakan di dua desa yang terlibat. Ketegangan dilaporkan meluas hingga ke Desa Wayaua, karena sebagian korban memiliki hubungan keluarga dengan warga setempat.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi konflik lanjutan apabila tidak segera ditangani secara cepat dan tepat.
Penanganan dan Imbauan
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari aparat keamanan terkait penyebab maupun langkah penanganan yang dilakukan.

Masyarakat diimbau untuk tetap menahan diri dan tidak terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya, serta menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada pihak berwenang.

Harapan Masyarakat Warga berharap agar aparat keamanan dan pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas untuk meredam situasi, serta memediasi kedua pihak guna mencegah konflik berkepanjangan.

Selain itu, masyarakat juga menginginkan adanya penyelesaian secara damai agar hubungan antarwarga dapat kembali pulih seperti semula. (Red)

HALSEL, Malutline – Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dimanfaatkan oleh tokoh agama dan masyarakat Desa Kusubibi, Kecamatan Bacan Barat, untuk menyampaikan ucapan sekaligus harapan besar bagi kemajuan desa.

Imam Masjid Kusubibi, Muhamat Hi Usman, bersama Badan Syarah Masjid Kusubibi dan Ketua BPD, Yusmin Usman, secara bersama-sama menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh masyarakat Desa Kusubibi.

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kebersamaan di hari yang suci ini membawa keberkahan, kedamaian, serta mempererat tali silaturahmi di tengah masyarakat,” ujar Muhamat Hi Usman.

Ucapan tersebut tidak hanya menjadi pesan spiritual, tetapi juga disertai harapan besar terhadap masa depan desa yang dikenal memiliki potensi sumber daya alam, khususnya di sektor pertambangan emas.

Ketua BPD Kusubibi, Yusmin Usman, menegaskan bahwa masyarakat sangat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah, terutama terkait legalitas dan pengelolaan tambang rakyat yang hingga kini belum sepenuhnya terealisasi.

“Desa Kusubibi memiliki potensi besar di bidang pertambangan emas. Kami berharap di momen penuh berkah ini, pemerintah pusat dapat segera merealisasikan izin dan pengelolaan tambang rakyat sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, kejelasan terkait tambang rakyat bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga menyangkut kesejahteraan masyarakat secara luas. Dengan pengelolaan yang resmi dan terarah, aktivitas pertambangan diharapkan dapat memberikan manfaat maksimal tanpa menimbulkan dampak negatif.

Badan Syarah Masjid Kusubibi juga turut menyampaikan doa agar seluruh potensi yang dimiliki desa dapat dikelola dengan baik dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.

“Semoga Desa Kusubibi yang dianugerahi sumber daya alam melimpah senantiasa diberkahi, dijauhkan dari konflik, serta diberikan kemudahan dalam setiap proses pembangunan,” ujar salah satu perwakilan Badan Syarah.

Masyarakat Kusubibi pun berharap agar pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat lebih responsif terhadap aspirasi yang telah lama disuarakan. Mereka menilai, sudah saatnya potensi besar yang dimiliki desa menjadi sumber kesejahteraan yang nyata, bukan sekadar harapan.

Dengan semangat Idul Fitri yang penuh makna, warga Desa Kusubibi berharap adanya titik terang bagi masa depan desa—di mana keberkahan, kesejahteraan, dan keadilan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. (Red)