LABUHA, Malutline – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kembali menunjukkan komitmennya dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan menggelar Saruma Job Fair 2026. Kegiatan yang akan berlangsung pada 9 hingga 15 Juni 2026 di kawasan UMKM Milenial Bacan ini menjadi salah satu agenda unggulan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Halmahera Selatan.

Mengusung slogan “Raih Masa Depanmu”, Saruma Job Fair 2026 hadir sebagai wadah yang mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha dan industri. Program ini tidak hanya menyasar masyarakat di pusat kota, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda di desa-desa agar memperoleh kesempatan yang sama dalam mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan keterampilan.

Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, menegaskan bahwa persoalan pengangguran merupakan tantangan yang harus dihadapi bersama. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan program-program yang mampu menciptakan peluang kerja sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat dapat memperoleh pekerjaan yang layak dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

Menjadi Jembatan antara Dunia Kerja dan Pencari Kerja

Saruma Job Fair 2026 dirancang sebagai ruang kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, pelaku usaha, dan masyarakat pencari kerja. Melalui kegiatan ini, para peserta akan mendapatkan berbagai informasi terkait lowongan pekerjaan, kebutuhan tenaga kerja, serta peluang pengembangan karier di berbagai sektor.

Selain rekrutmen tenaga kerja, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai layanan pendukung yang bertujuan meningkatkan kesiapan masyarakat memasuki dunia kerja.

Beberapa program yang akan tersedia dalam kegiatan tersebut antara lain:

Bursa kerja dan rekrutmen tenaga kerja.

Pelatihan dan pengembangan keterampilan.

Konsultasi karier.

Kemitraan UMKM.

Pendampingan pencari kerja.

Informasi peluang usaha dan kewirausahaan.

Dengan adanya berbagai layanan tersebut, masyarakat tidak hanya diberikan akses terhadap lowongan pekerjaan, tetapi juga dibekali kemampuan untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing di pasar kerja.

Membuka Kesempatan bagi Generasi Muda Halmahera Selatan

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Halmahera Selatan, Dr. Daud Djabid, SH., LLM, menyampaikan bahwa Saruma Job Fair merupakan salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam menciptakan lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat.

Menurutnya, banyak generasi muda Halmahera Selatan yang memiliki potensi besar namun masih menghadapi keterbatasan akses informasi mengenai dunia kerja. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi solusi yang mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan tenaga kerja lokal yang kompeten.

“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak daerah memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing dan mendapatkan pekerjaan yang layak. Saruma Job Fair menjadi salah satu instrumen untuk membuka akses tersebut,” ujarnya.

Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Pelaksanaan Saruma Job Fair juga dinilai memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Semakin banyak masyarakat yang terserap ke dalam dunia kerja, maka tingkat kesejahteraan masyarakat akan meningkat dan daya beli masyarakat akan semakin kuat.

Selain itu, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperluas jaringan usaha dan kemitraan. Dengan demikian, program ini tidak hanya fokus pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Wujud Komitmen Pemerintah Daerah

Saruma Job Fair 2026 menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan produktif. Program ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menciptakan masyarakat yang mandiri, berdaya saing, dan mampu menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, diharapkan angka pengangguran dapat terus ditekan serta semakin banyak putra-putri daerah yang memperoleh kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan ini diimbau untuk mempersiapkan dokumen lamaran kerja, curriculum vitae (CV), serta berkas pendukung lainnya agar dapat memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia selama pelaksanaan Saruma Job Fair 2026.

Dengan hadirnya program ini, Halmahera Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik bagi generasi muda dan seluruh masyarakat Negeri Saruma.

“Saruma Job Fair 2026 bukan sekadar bursa kerja, tetapi gerakan bersama untuk membangun masa depan, menciptakan peluang, dan menghadirkan harapan baru bagi masyarakat Halmahera Selatan.” (Darti)

LABUHA, Malutline – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) resmi meluncurkan rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Halmahera Selatan yang akan berlangsung pada 8–16 Juni 2026. Mengusung tema “Sinergi Membangun Negeri, Lestarikan Budaya, Tingkatkan Pelayanan”, peringatan tahun ini dirancang lebih meriah dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, pelaku UMKM, generasi muda, pelaku seni budaya, hingga dunia usaha.

Perayaan HUT ke-23 Halsel bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi perjalanan daerah sekaligus wadah memperkuat persatuan masyarakat dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, bersama Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin dan Sekretaris Daerah Abdillah Kamarullah mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peringatan HUT Halsel sebagai ruang kebersamaan serta ajang menampilkan potensi daerah yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Negeri Saruma.

Meriah dengan 18 Agenda Strategis

Berdasarkan jadwal yang telah diumumkan panitia, sedikitnya terdapat 18 kegiatan utama yang akan digelar selama sepekan lebih pelaksanaan HUT Kabupaten Halmahera Selatan.

Kegiatan tersebut meliputi:

1. Kirab Budaya

2. Pagelaran Budaya

3. Lomba Puisi

4. Lomba Videografer

5. Lomba Bakiak

6. Doa Bersama di 249 Desa

7. Lomba Tarik Tambang

8. Lomba Hadang

9. Pameran UMKM Lokal

10. Saruma Job Fair

11. Mall Pelayanan Publik

12. Lomba Kebersihan Desa

13. Galeri Pencapaian

14. Cek Kesehatan Gratis

15. Talk Show dan Simposium Nasional ISEI

16. Panggung Kreatif

17. Konser Musik

18. Peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah

 

Seluruh kegiatan dipusatkan di kawasan UMKM Milenial Tembal, yang akan menjadi pusat aktivitas masyarakat selama perayaan berlangsung.

Dorong UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Salah satu agenda yang diprediksi menjadi pusat perhatian adalah Pameran UMKM Lokal. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para pelaku usaha kecil dan menengah untuk mempromosikan produk unggulan daerah, mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hasil perikanan, hingga produk kreatif masyarakat Halmahera Selatan.

Selain itu, pelaksanaan Saruma Job Fair juga diharapkan membuka peluang kerja bagi generasi muda dan pencari kerja di Kabupaten Halmahera Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mempertemukan perusahaan dengan tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi dan keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja.

Budaya Menjadi Identitas Daerah

Dalam perayaan tahun ini, aspek budaya mendapat porsi yang cukup besar. Kirab budaya dan pagelaran budaya akan menampilkan keberagaman adat, tradisi, tarian, serta seni daerah yang menjadi identitas masyarakat Halmahera Selatan.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat rasa bangga masyarakat terhadap warisan budaya leluhur sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar tetap menjaga nilai-nilai budaya di tengah perkembangan zaman.

Budaya tidak hanya menjadi simbol masa lalu, tetapi juga aset penting yang dapat mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

Pelayanan Publik Lebih Dekat dengan Masyarakat

Tidak hanya menghadirkan hiburan dan perlombaan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan juga menyiapkan berbagai layanan publik bagi masyarakat melalui program Mall Pelayanan Publik dan Cek Kesehatan Gratis.

Melalui kegiatan ini, warga dapat mengakses berbagai layanan administrasi pemerintahan sekaligus memperoleh pemeriksaan kesehatan secara cuma-cuma. Langkah tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Momentum Evaluasi dan Refleksi Pembangunan

Peringatan HUT ke-23 Kabupaten Halmahera Selatan juga menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian pembangunan selama dua dekade lebih perjalanan daerah otonom tersebut.

Melalui agenda Galeri Pencapaian, masyarakat dapat melihat berbagai hasil pembangunan yang telah dilakukan pemerintah daerah di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga pelayanan publik.

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana transparansi pemerintah kepada masyarakat terkait berbagai program pembangunan yang telah dan sedang dilaksanakan.

Masyarakat Diajak Berpartisipasi

Panitia pelaksana berharap seluruh masyarakat Halmahera Selatan dapat berpartisipasi aktif dan menjaga suasana perayaan tetap aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.

Dengan semangat “Sinergi Membangun Negeri, Lestarikan Budaya, Tingkatkan Pelayanan”, HUT ke-23 Kabupaten Halmahera Selatan diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan masyarakat serta mendorong lahirnya berbagai inovasi demi kemajuan Negeri Saruma di masa mendatang.

“HUT Kabupaten Halmahera Selatan bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik seluruh masyarakat. Karena itu, keberhasilan perayaan ini ditentukan oleh partisipasi dan kebersamaan seluruh warga dalam membangun daerah yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.” (Darti)

HALTIM, Malutline – Sebuah unggahan yang viral di media sosial memicu gelombang kritik dan pertanyaan dari masyarakat terkait proyek pemeliharaan kanal senilai Rp40,8 miliar di Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara. Dalam unggahan tersebut, sejumlah pejabat daerah dan pihak yang dikaitkan dengan proyek tersebut menjadi sorotan publik.

Narasi yang beredar di media sosial menyoroti dugaan adanya ketidakwajaran dalam pelaksanaan proyek yang menggunakan anggaran negara bernilai puluhan miliar rupiah. Masyarakat pun mulai mempertanyakan transparansi, efektivitas, serta manfaat nyata dari proyek tersebut bagi kepentingan publik.

Berbagai komentar bermunculan dari warga yang meminta pemerintah daerah memberikan penjelasan terbuka terkait penggunaan anggaran tersebut. Mereka menilai bahwa setiap proyek yang dibiayai dari uang rakyat harus dapat dipertanggungjawabkan secara jelas dan transparan.

Sejumlah tokoh masyarakat menegaskan bahwa kritik yang berkembang bukan semata-mata untuk menyerang individu tertentu, melainkan sebagai bentuk kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pengelolaan keuangan daerah.

“Masyarakat berhak mengetahui bagaimana anggaran sebesar itu digunakan. Jika memang seluruh proses telah sesuai aturan, maka pemerintah harus membuka informasi secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah publik,” ujar salah seorang warga Halmahera Timur.

Polemik yang berkembang ini juga mendorong munculnya tuntutan agar lembaga pengawas dan aparat penegak hukum melakukan penelusuran terhadap proyek tersebut guna memastikan tidak ada penyimpangan dalam pelaksanaannya.

Pengamat kebijakan publik menilai, keterbukaan informasi menjadi langkah penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. Menurutnya, transparansi anggaran bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga bentuk pertanggungjawaban moral kepada masyarakat.

Di sisi lain, berbagai tuduhan dan dugaan yang beredar di media sosial masih membutuhkan pembuktian berdasarkan data, dokumen, serta hasil pemeriksaan dari lembaga yang berwenang. Oleh karena itu, asas praduga tak bersalah harus tetap dikedepankan terhadap seluruh pihak yang disebut dalam berbagai narasi yang beredar.

Masyarakat kini berharap pemerintah Kabupaten Halmahera Timur dapat memberikan klarifikasi secara terbuka agar polemik yang berkembang tidak terus menimbulkan kegaduhan di ruang publik.

Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat masih menunggu penjelasan resmi dari pihak-pihak terkait mengenai pelaksanaan proyek pemeliharaan kanal senilai Rp40,8 miliar tersebut. (Red)

LABUHA, Malutline.com–Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Halmahera Selatan menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Maluku Utara Tahun 2026 yang akan berlangsung di Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, pada 8 hingga 15 Juni 2026.

Mengusung semangat juang tinggi, PASI Halmahera Selatan mengirimkan 12 atlet terbaik yang telah melalui proses seleksi berdasarkan capaian prestasi dan target limit yang ditetapkan oleh tim pelatih. Para atlet tersebut diharapkan mampu mengharumkan nama Kabupaten Halmahera Selatan sekaligus membawa pulang medali emas dari berbagai nomor yang dipertandingkan.

Pelatih Atletik Halmahera Selatan, Sadam Husain M. Mayor, S.Hut, mengatakan bahwa seluruh atlet yang diberangkatkan merupakan atlet-atlet pilihan yang memiliki pengalaman bertanding serta rekam jejak prestasi yang membanggakan di berbagai ajang olahraga sebelumnya.

“Atlet yang kami kirim adalah atlet yang telah memenuhi target prestasi dan memiliki pengalaman bertanding di tingkat daerah maupun nasional. Kami optimistis cabang olahraga atletik mampu menyumbangkan medali emas bagi Halmahera Selatan pada Porprov V Maluku Utara,” ujar Sadam.

Menurutnya, persiapan atlet telah dilakukan jauh hari melalui program latihan yang terukur dan berkelanjutan. Selain peningkatan kemampuan teknik dan fisik, para atlet juga dibekali kesiapan mental untuk menghadapi persaingan ketat dengan atlet-atlet terbaik dari kabupaten dan kota lainnya di Maluku Utara.

12 Atlet Andalan Halmahera Selatan

Adapun atlet yang akan memperkuat kontingen atletik Halmahera Selatan pada Porprov V Maluku Utara antara lain:

1. Irwan Lasiadi – 100 meter, 200 meter, dan estafet 4×100 meter.

2. Rifai H. Sangaji – 100 meter, 200 meter, dan estafet 4×100 meter.

3. Nadir F. Ramadhani – 400 meter, 800 meter, dan estafet 4×100 meter.

4. La Irfan Lasiadi – 100 meter, lompat jauh, dan estafet 4×100 meter.

5. M. Rehan Wanto – 400 meter.

6. La Ardin La Juli – 800 meter dan 1.500 meter.

7. Muhammad Nur – 1.500 meter.

8. Alfin Hayun – lempar cakram dan lempar lembing.

9. Andri Darwis – lempar lembing.

10. Marten Lalala – lempar cakram.

11. Rumaisa Hi. Yunus – 400 meter dan 800 meter.

12. Tiara La Jemi – 800 meter dan 1.500 meter.

 

Diperkuat Atlet Berprestasi

Optimisme PASI Halmahera Selatan bukan tanpa alasan. Sejumlah atlet yang tergabung dalam tim kali ini telah mengoleksi medali pada berbagai kejuaraan bergengsi, mulai dari Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA), Porprov, hingga Kejuaraan Nasional (Kejurnas).

Beberapa atlet yang menjadi andalan antara lain:

La Irfan Lasiadi, peraih medali emas Porprov 2017 di Tobelo dan medali emas POPDA 2018 di Ternate.

Rifai H. Sangaji, peraih medali emas POPDA 2024 di Sofifi.

Tiara La Jemi, peraih medali emas POPDA 2024 di Sofifi.

Alfin Hayun, peraih medali emas dan perak POPDA 2022 di Weda.

Irwan Lasiadi, peraih medali perak POPDA 2022 di Weda.

Marten Lalala, peraih medali perak POPDA 2018 di Ternate.

Selain itu, sejumlah atlet lainnya juga dinilai memiliki potensi besar untuk memberikan kejutan dan menambah perolehan medali bagi kontingen Halmahera Selatan.

Target Emas untuk Halmahera Selatan

Menghadapi Porprov V Maluku Utara, PASI Halmahera Selatan menargetkan raihan medali emas dari nomor sprint, nomor jarak menengah, lompat jauh, hingga nomor lempar.

Sadam Husain M. Mayor menegaskan bahwa seluruh atlet telah menunjukkan perkembangan yang signifikan selama masa persiapan. Karena itu, dirinya yakin atletik akan menjadi salah satu cabang olahraga penyumbang medali terbanyak bagi Kabupaten Halmahera Selatan.

“Kami berharap dukungan dan doa seluruh masyarakat Halmahera Selatan agar atlet-atlet kami dapat tampil maksimal. Mereka membawa nama daerah dan telah berlatih keras selama ini. Target kami jelas, yaitu meraih medali emas dan mengharumkan nama Halmahera Selatan di ajang Porprov V Maluku Utara,” tegasnya.

Dengan bekal pengalaman, disiplin latihan, dan semangat juang yang tinggi, kontingen atletik Halmahera Selatan kini siap bertarung di arena Porprov V Maluku Utara. Harapan besar masyarakat pun tertuju kepada para atlet muda tersebut untuk membawa pulang prestasi dan mengibarkan panji Halmahera Selatan di podium juara. (Red)

HALSEL, Malutline.com – Sebuah video yang memperlihatkan curahan hati seorang siswi asal Desa Nyonyifi, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, mendadak viral di media sosial dan menyita perhatian publik. Dalam video tersebut, siswi itu menyampaikan harapannya kepada Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, agar membantu membangun jembatan yang selama ini menjadi kendala utama bagi para pelajar untuk pergi ke sekolah.

Video yang beredar luas di berbagai platform media sosial itu memperlihatkan kondisi sungai yang meluap akibat hujan deras. Akibat tidak adanya jembatan yang memadai, para siswa terpaksa tidak dapat menyeberang dan akhirnya harus absen dari kegiatan belajar mengajar.

Dengan nada polos namun penuh harapan, siswi tersebut menyampaikan keluhannya secara langsung kepada orang nomor satu di Maluku Utara.

“Mohon maaf untuk Ibu Sherly kalau lancang. Terus tara bisa pegi sekolah karena tara ada jembatan. Mohon bantuannya, tolong bikin tong pe jembatan kah. Tolong anak sekolah sengsara toh mau pegi sekolah juga bagaimana. Banjir bagini, toh tara bisa pegi sekolah. Akan tong alpa terus bagaimana? Torang juga mau kejar pendidikan lagi,” ungkap siswi tersebut dalam video yang viral.

Ungkapan itu sontak menyentuh hati banyak warganet. Ribuan pengguna media sosial memberikan komentar dan dukungan terhadap permohonan tersebut. Banyak yang menilai bahwa apa yang disampaikan siswi itu merupakan gambaran nyata masih adanya daerah yang menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar, khususnya akses pendidikan.

Tak butuh waktu lama, video tersebut akhirnya sampai kepada Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos. Melalui kolom komentar unggahan yang viral tersebut, Sherly memberikan tanggapan yang langsung mendapat perhatian masyarakat.

“Makasih infonya adik sayang. Tim udah turun survei ya,” tulis Sherly.

Respons singkat tersebut langsung disambut antusias oleh masyarakat dan warganet. Banyak yang mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam merespons keluhan warga, khususnya yang berkaitan dengan akses pendidikan bagi anak-anak di daerah terpencil.

Sejumlah warga Desa Nyonyifi mengaku bersyukur karena keluhan yang selama ini mereka rasakan akhirnya mendapat perhatian pemerintah. Menurut mereka, keberadaan jembatan sangat penting karena menjadi satu-satunya akses yang dilalui para pelajar setiap hari untuk menuju sekolah.

Ketika musim hujan tiba dan debit air sungai meningkat, aktivitas masyarakat sering terganggu. Tidak hanya pelajar yang kesulitan berangkat ke sekolah, tetapi juga warga yang hendak beraktivitas, berkebun, maupun mengakses layanan kesehatan.

Kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama dan menjadi harapan besar masyarakat agar segera mendapatkan solusi permanen melalui pembangunan jembatan yang layak dan aman.

Viralnya video siswi asal Nyonyifi itu juga menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur dasar masih menjadi kebutuhan mendesak di sejumlah wilayah Maluku Utara. Akses jalan, jembatan, pendidikan, dan pelayanan publik merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Di sisi lain, respons cepat yang ditunjukkan Gubernur Sherly Tjoanda Laos mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Banyak pihak menilai bahwa kehadiran pemerintah dalam mendengar langsung suara masyarakat merupakan bagian penting dari pelayanan publik yang responsif dan berpihak kepada rakyat.

Kini masyarakat Desa Nyonyifi berharap hasil survei yang telah dilakukan dapat segera ditindaklanjuti dengan pembangunan jembatan yang selama ini menjadi impian warga. Bagi para pelajar, jembatan tersebut bukan sekadar sarana penghubung, melainkan jalan menuju masa depan dan pendidikan yang lebih baik.

“Kami hanya ingin anak-anak bisa sekolah dengan aman dan tidak lagi terhalang banjir setiap kali hujan turun,” ujar salah seorang warga setempat.

Harapan itu kini menggantung pada tindak lanjut pemerintah, setelah suara polos seorang siswi dari pelosok Halmahera Selatan berhasil mengetuk perhatian publik dan sampai langsung ke meja pengambil kebijakan di Maluku Utara. (Red)